RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
198 KAMI DICARI


__ADS_3

Pak Cheng ternyata tau segalanya tentang Inggrid dan Fong… ya jelas dia tau , karena tiap malam berbicara dengan Inggrid. Tetapi sekarang Inggrid sudah tidak ada…


Bisa saja dia sudah mati, karena tikaman pak Pangat yang tadi sempat aku dengar itu dilakukan berkali kali, tapi tadi aku kan tidak lihat dengan jelas, karena aku dan mas Agus ada di dalam tumpukan sampah.


Sekarang bisa saja pak Pangat tertangkap dan diinterogasi tentang tujuan dia dan dia bersama siapa ketika melakukan penusukan itu…


Yang aku tidak bisa berpikir… dari mana pak Pangat mendapatkan pisau dan sesuatu yang dilempar ke Inggrid, apakah dia mendapatkan dari Fong atau memang dia sudah simpan benda itu ketika datang ke sini?


“Jadi bisa jadi Fong itu bukan  berasal dari wilayah ini pak?” tanya Mas Agus


“Iya… bisa saja seperti itu, karena sepandai-pandainya dia bersembunyi seharusnya penduduk sini ada yang tau  dia itu berasal dari mana dan dimana rumahnya…”


“Tetapi sejauh yang saya tau, tidak ada satupun penduduk yang mempermasalahkan bahwa mereka pernah melihat FOng sebelumnya di sekitar area ini” kata pak Cheng mengakhiri ceritanya


“Jadi pada intinya… saat ini Fong sudah berkuasa penuh atas diri Inggrid apabila Inggrid benar-benar mati ya pak”


“Iya… dan saya sudah tidak bisa mendapatkan informasi lagi tentang apa yang terjadi disana. Dan saya tidak peduli lagi mbak…. Saya mau marah pun tidak bisa, karena saya hanya orang kecil. Dan tidak bakal ada yang percaya dengan yang saya ceritakan”


“Oh iya pak… apakah setelah adanya penikaman ini penjagaan disini akan diperketat, mungkin ada penggeledahan pak?”


“Hehehe saya rasa tidak mas…karena penduduk sini tidak ada yang tau apa yang terjadi, paling yang ada hanya pintu masuk area ini akan lebih diawasi…itu baru kemungkinan yang akan terjadi mas” jawab pak Cheng


“Pak Cheng Tina pingin tau kemana mereka membawa pak Pangat?”


“Begini mbak.. Disini itu tidak ada yang tau dimana letak bangunan polisi atau penjaga area ini”


“Maksudnya bagaimana pak Cheng?”


“Jadi disini memang dirahasiakan dimana rumah atau bangunan kantor polisi atau penjaga disini, tujuannya agar masyarakat disini tidak akan berbuat kejahatan, karena bisa saja kantor petugas keamanan atau polisi itu ada di sekitar rumah penduduk sini”


“Seperti contohnya tadi itu… ketika terjadi penikaman.. Tiba-tiba dengan cepat sudah banyak petugas yang berkeliaran di sekitar sana kan mas…  dalam hitungan belasan detik mereka bisa berdatangan”


“Itu karena kantor mereka ada di sekitar sana mas”


“Tapi kenapa ketika kami berdua masuk ke dalam gerobak sampah pak Cheng mereka tidak tau dan tidak menggeledah pak?”


“Untuk jawaban atas pertanyaan itu saya kita mereka tidak akan berpikiran apabila kalian berdua masuk ke dalam gerobak sampah saya yang sangat bau ini…”


“Karena yang penting adalah pembunuh itu sudah tertangkap dan tidak menimbulkan kegaduhan, jadi mereka anggap selesai begitu saja…”


“Tapi mereka nanti kan akan menginterogasi pak Pangat pak?”


“IYa itu pasti mas, yang harus kalian tau, untuk saat ini kalian tidak bisa pergi dari area ini dengan bebas, dan pasti mereka akan mencari dimana kalian berada”


Apa yang dikatakan pak Cheng ini ada benarnya….


Aku untuk saat ini tidak bisa berpikir bagaimana caranya untuk pergi dari sini. Aku sudah tidak peduli lagi dengan pak Pangat, dia sudah melakukan kejahatan atas Inggrid.


Sedangkan motif dia melakukan kejahatan ini yang aku belum tau kenapa, apakah karena bujuk rayu Fong yang mengaku sebagai Inggrid yang menyuruh membunuh yang jahat Inggrid yang asli yang buruk rupa?


Karena ketika tadi kita ada di rumah RIta.. Rita kan sempat bilang kalau kita nanti akan bertemu dengan Inggrid yang bisa berubah menjadi sosok yang mengerikan yang sudah menimbulkan ketidaksenangan Rita”


Jadi menurutku Rita tidak tau mengenai Inggrid yang Asli, dia hanya tau tentang Fong yang ternyata bisa merubah dirinya menjadi mengerikan.


Oh iya.. Disana kan ada Lili.. dia kan selalu ada di istana, bisa jadi dia tau tentang Inggrid dan Fong


“Pak Cheng…apa bapak tau tentang Lili?”


“Oh saya tau tentang LIli  hanya dari cerita Inggrid mbak… Lili pegawai istana, dan Lili adalah salah satu orang kepercayaan dari orang tua Inggrid, hanya saja Inggrid tidak pernah berbicara dengan Lili… yah karena  memang dilarang kontak dengan orang lain”


“Kalau Lili itu orang kepercayaan dari orang tua Inggrid, seharusnya dia tau tentang Fong dan Inggrid dong pak?”


“Waduh maaf mbak… saya belum bisa menilai sampai sejauh itu….yang paling penting, kalian harus segera pergi dari sini secepatnya, karena bisa saja teman kalian akan buka mulut tentang kalian berdua juga”

__ADS_1


“Pak Cheng…. Sebenarnya saya sudah ingin balik ke raga kami, saya kepingin pergi dari sini secepatnya… tapi kami tidak tau bagaimana caranya pergi dari sini dan kembali ke dunia kami pak” kata mas Agus


“Hmmm.. saya kenal satu orang yang pernah menuju ke alam manusia.. Dia pemulung disini yang kamu ceritakan tadi… Jiang hua xiang… dia bisa bantu kalian kembali ke alam kalian”


“Dia tinggal tidak jauh dari sini, dia pemulung sedangkan saya tukang sampah, ehmm kalian tunggu disini, saya akan ke rumah Jiang dulu.. Jangan buka siapa saja yang mengetuk pintu rumah ini selain saya”


“Baik pak Cheng…”jawab mas Agus


Rumah ini sepi ketika pak Cheng pergi dari gubuknya untuk mencari Jiang, kata dia rumah Jiang tidak jauh dari tempat dia tinggal, berarti pak Cheng tidak akan lama perginya.


Aku takut apabila ada penjaga atau polisi are ini yang akan menggeledah rumah gubuk ini demi mencari kami… karena  pak Pangat pasti akan cerita dia dimana dan bertemu dengan siapa saja selama ada di area ini, dan dia pasti akan bicara kalau bertemu dengan Jiang dan Rita.


“Mas….”


“Hmm.. iya mbak…”


“Tina takut mas… Tina takut kalau pak Pangat cerita tentang kita dan tentang Jiang mas”


“Iya mbak.. Itu yang dari tadi sedang saya pikirkan, karena pak Pangat pasti akan diinterogasi  oleh petugas itu”


“Apa yang harus kita lakukan mas?”


“Kita harus secepatnya pergi dari sini…hanya itu saja mbak”


“Soal pak Pangat bagaimana mas?”


“Biarkan saja dia disini mbak….”


“Menurut saya dia itu kenal dengan Fong, dan kemungkinan besar dia sudah lama kenal dengan Fong, kita ini hanya dijadikan alat oleh pak Pangat”


“Karena apa kok kok kita dijadikan alat, karena mbak Tina itu keturunan dari penduduk hutan”


“Dan mbak Tina harusnya mendapat bantuan dari penduduk hutan, apabila mbak Tina mendapat bahaya….. Dan itu yang pak Pangat pahami dan pak Pangat harapkan”


“Sehingga dalam aksinya pak Pangat akan aman-aman saja karena ada beking dari mbak Tina, tapi ternyata apa yang menjadi perkiraan pak Pangat itu meleset, tidak ada bantuan, dan dia tertangkap”


“Nah yang paling penting adalah, kita harus bisa keluar dari area ini dan kembali ke alam kita, kemudian kita pergi jauh dan melupakan apa yang sudah terjadi mbak”


“Iya mas… tapi bagaimana kita bisa pergi dari sini dengan selamat?”


“Kita tunggu kabar dari pak Cheng saja mbak… semoga Jiang bisa mmbawa kita pulang”


Aku hanya bisa pasrah saja, karena aku tidak mempunyai cara untuk pulang dari sini. Dan semoga pak Pangat tidak mengatakan bahwa kami ada juga bersama pak Pangat.


Aku bingung karena apa yang akan terjadi ini diluar nalar kami, bahkan aku sampai saat ini tidak bisa berpikir bagaimana caranya kami bisa kesini dan bagaimana caranya kami harus pulang.


TOK TOK TOK….. TOK TOK TOK…..


“Buka pintunya Cheng” kata orang yang ada diluar


“Buka pintunya Cheng, kami tau kamu ada di dalam… kami ada beberapa pertanyaan yang harus kami jawab Cheng” kata orang yang ada diluar lagi


Aku otomatis memegang lengan mas Agus…. Dan mas Agus pun terdiam dengan mata yang menatap pintu gubuk pak Cheng


Tidak terdengar suara jejak l kaki yang jalan kesini sama sekali, tiba-tiba terdengar suara ketukan di rumah ini.


Pintu gubuk yang dengan sekali tendang saja sudah bisa terbuka dengan mudah, karena hanya terbuat dari papan dan kayu yang disusun seadanya.


TOK TOK TOK….. TOK TOK TOK…..


“Buka pintunya Cheng” kata orang yang ada diluar


“Sepertinya Cheng tidak ada di rumah pak..” kata orang yang lain

__ADS_1


“Hmmm tapi ini ada jejak kaki basah yang masuk ke rumah Cheng, jejak kaki yang dari kamar mandi umum itu” kata orang yang tadi memanggil pak Cheng


“Ya bisa saja itu jejak Cheng pak, bisa saja dia habis bawa sampah kemudian cuci kaki atau mandi baru kemudian masuk ke rumah ini” jawab orang yang lain


“Tapi kenapa jejaknya ada dua .. ini jejak kaki dua orang yang masuk ke dalam rumah”


“Hahahah bapak ini kayak tidak tau Cheng saja… dia kan kadang bawa perempuan dari luar pak….”


“Mungkin dia sekarang sedang cari tempat untuk bersenang senang dengan perempuan yang barusan dia bawa itu pak hehehe”


“Tapi tadi rekan kita yang bertemu dengan Cheng tidak melihat Cheng bersama dua orang yang seperti dikatakan orang yang kita tahan sekarang ini pak”


“Kalau betul dia bersama Cheng, harusnya jejak basah ini tidak dua orang, tetapi tiga orang pak”


“Uuuggghh busuk sekali bau gerobak sampah Cheng ini… kita periksa rumah Jiang saja, orang yang kita tahan ini katanya dari rumah Jiang juga kan” kata suara yang lain


Mas Agus masih melihat pintu rumah Pak Cheng dengan ketakutan.


Tapi suara langkah kaki ini sekarang makin menjauhi rumah pak Cheng, aku perkirakan mereka ini ada empat orang


Untungnya tadi hanya aku dan mas Agus yang mandi di pemandian umum, untungnya pak Cheng itu tipe orang yang jorok, dia hanya cuci tangan dan kemudian masuk ke dalam rumahnya.


Tapi sekarang mereka menuju ke rumah Jiang,. Dan ternyata apa yang aku perkiraan terjadi juga…. Pak Pangat buka suara tentang aku dan mas Agus…


“Jangkrek Pangat itu…dia buka suara tentang kita mbak, kita ini memang dijadikan alat oleh dia, kita dijadikan tameng dia juga”


“Dan sekarang dengan santainya dia membawa kita juga mbak” bisik mas Agus ketika orang-orang itu sudah pergi dari depan rumah pak Cheng


“Ssstttt diam mas.. Siapa tau masih ada orang di depan sana mas”


“KIta haru beritahu Jiang dan pak Cheng yang kemungkinan besar masih  ada di rumah Jiang mbak, tapi saya tidak tau bagaimana cara memberi tau mereka berdua”


“Jangan cari masalah mas… kita masih aman di rumah Pak Cheng ini saja sudah beruntung kok”


“Iya beruntung mbak, tapi kita tidak bisa pulang ke alam kita apabila Jiang dan pak Cheng tertangkap”


Apa yang dikatakan mas Agus ini benar, tetapi dia tidak memikirkan bahwa kita ini sama sekali tidak tau arah dan tujuan disini, kita juga tidak tau dari mana penjaga keamanan itu muncul.


“Mas.. ingat kata pak Cheng tadi… mereka penjaga keamanan itu bisa saja datang dari mana saja, bisa saja mereka datang dari sekitar sini, ingat tadi apakah terdengar suara jejak kaki yang menuju ke sini?”


“Iya mbak.. Tapi kita harus cari mereka dan jangan sampai mereka tertangkap mbak”


“Iya mas Tina tau, tetapi tadi pak Cheng kan bilang, kita jangan kemana mana, diam disini saja, Tina yakin mereka lebih pengalaman daripada kita berdua mas…”


“Kita tidak tau seluk beluk kawasan ini, kita tidak tau dari mana saja polisi itu datang, hanya pak Cheng dan Jiang saja yang mungkin tau dari mana saja mereka itu datang mas”


“Iya mbak.. Bener mbak Tina.. kita tunggu disini saja mbak”


“Mereka berdua pasti sekarang ini sedang sembunyi di suatu tempat mas.. Dan Tina yakin mereka berdua baik baik saja”


Mas Agus ini nekat, memang sih maksudnya dia ingin menyelamatkan pak Cheng dan Jiang, tetapi kita berdua ini kan buta daerah ini sama sekali, malah nanti menambah beban mereka berdua apabila kami berdua tertangkap.


Jadi menurutku lebih baik menunggu mereka datang saja dulu, daripada kita mendapat masalah ketika kita ada diluar sana.


Mungkin sudah ada sekitar tiga puluh menit berlalu, tetapi pak Cheng maupun Jiang belum juga kelihatan, aku mengira mereka berdua pasti sedang sembunyi di suatu tempat.


Aku sebenarnya gak enak juga melibatkan pak Cheng dalam kejahatan ini, eh tapi bukan melibatkan sih, dia yang melibatkan diri dengan menyuruh kami berdua untuk sembunyi di gerobak sampah miliknya.


Dan sekarang dia menjadi incaran petugas keamanan disini, petugas keamanan yang mencari mereka hingga mungkin ke seluruh pelosok area ini.


“Mas… ada suara langkah kaki di depan rumah mas…..”


“Sstttt.. Bisik bisik saja mbak”

__ADS_1


“Maap mas..lupaaaa… “


“Iya mbak.. Saya dengar ada langkah kaki yang menuju ke rumah gubuk ini… tapi itu pasti pak Cheng dan Jiang mbak…”


__ADS_2