RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
249. FOTO DALAM DOMPET


__ADS_3

“Dibuka saja pak Diran…. Siapa tau isinya benda yang berbahaya” kata pak Hendrik


Aku tau pak Diran dan pak Hendrik pasti tau apa isinya itu, tetapi kayaknya pak Diran ingin mendapat persetujuan dari pak  Sobirin sebagai pemilik kontrakan, karena kita ini jelas sudah melanggar hukum dengan membuka barang milik orang lain.


Pak Diran dengan perlahan lahan mengambil bungkusan hitam yang  di dalamnya ada bendanya, bungkusan hitam yang tercetak benda kotak yang ada di dalamnya.


Perlahan-lahan pak Diran menaruh bungkusan kain hitam itu di lantai kontrakan Solikan.. Tetapi pak Diran tidak langsung membuka bungkusan itu. Dia hanya menaruh dan kemudian melihat ke arah dalam tas ransel itu lagi.


Kayaknya ada benda yang akan dikeluarkan dari dalam tas ransel itu lagi.


“Ada apa lagi pak Diran?” tanya pak Hendrik


“Ada sebuah dompet yang sengaja diletakan di dasar tas ini pak Hendrik” jawab pak Diran


“Dikeluarkan saja pak… siapa tau ada petunjuk lagi tentang Solikin ini pak” kata pak Hendrik


Pak Diran memasukan tanganya lagi ke dalam tas ransel hitam itu, kemudian dengan perlahan lahan dia keluarkan sebuah dompet berwarna coklat yang agak tebal isinya.


Kemudian dompet coklat itu dia taruh di sebelah bungkusan hitam tadi.


“Ayo kita buka bungkusan itu dulu pak Diran” kata pak Hendrik yang sudah tidak sabar untuk melihat apa yang ada di dalam bungkusan kain hitam itu


Perlahan lahan pak Diran membuka bungkusan yang tertutup rapat dan terikat kain berwatna hitam itu.


Setelah terbuka, ternyata yang ada di dalam bungkusan itu adalah sebuah kotak kecil yang terbuat dari kayu, sebenarnya tidak kecil, mungkin sebuah kotak yang berukuran dua puluh kali dua puluh cm, dan berwarna hitam juga. Sebuah kotak yang mirip dengan tempat untuk menyimpan perhiasan.


Pak Diran tidak langsung membuka kotak itu, setelah dibuka kotak itu dibiarkan di lantai hingga beberapa menit, sepertinya pak Diran sedang menerawang isi kotak sebelum dia membukanya.


“Hmmm saya takut membuka kotak ini pak Sobirin… saya takut apabila ada sesuatu yang keluar ketika saya membuka kotak ini” kata pak Diran


“Buka saja pak…. Saya yang bertanggung jawab apabila ada sesuatu terhadap kalian, karena saya yang memerintahkan kalian untuk membuka kotak ini” kata pak Sobirin


Pak Diran perlahan-lahan membuka tutup kotak yang tidak ada kuncinya itu…


Kalau dilihat dari wajahnya, pak Diran sepertinya sedang berusaha menahan sesuatu yang berasal dari kotak itu, atau sedang mengerahkan energinya, aku bisa lihat dari perubahan wajah pak Diran yang berkeringat.

__ADS_1


Tidak hanya pak Diran…. begitu pulan pak Hendrik yang saat ini wajahnya nampak merah dan berkeringat. Dia juga kelihatannya sedang mengerahkan energinya kepada kotak hitam itu.


Sepertinya kotak kecil itu mempunyai energi magis yang luar biasa, sehingga baik pak Diran maupun pak Hendrik mungkin sampek mengeluarkan tenaganya hanya untuk membuka kotak kecil itu.


Perlahan lahan kotak itu mulai terbuka……


“Kosong!....” gumam pak Sobirin


Kotak itu kosong dan tidak sesuai dengan harapanku… di dalam kotak itu hanya ada kertas dengan tulisan Hotel Singgasana Adem Ayem… sudah hanya itu saja yang ada di dalam kotak itu.


“Kok Kosong, cuma ada kertas yang ada tulisan nama hotel saja” kata pak Sobirin lagi


Pak Sobirin pasti juga salah sangka dengan kotak yang ada di depanya, dia pasti mengira kotak itu berisi sesuatu yang mengerikan dan menggemparkan,


Tapi ternyata di dalam kotak itu hanya berisi sebuah kertas kecil yang bertuliskan Hotel Singgasana Adem Ayem… hanya itu saja yang ada di dalam kotak kayu berwarna hitam itu.


Tapi tidak dengan pak Diran dan pak Hendrik, wajah mereka berdua memperlihatkan sebuah kelegaan, pasti ada sesuatu yang  sudah selesai di sekitar sini, atau di dalam kotak itu.


“Iya cuma ada kertas ini saja pak Sobirin, saya juga heran, kertas dengan tulisan nama sebuah hotel ini apa gunanya ya?” kata pak Diran dengan berpura pura.


Dompet hitam dan agak tebal itu kayaknya tidak ada apa-apanya, karena wajah pak Diran dan pak Hendrik hanya biasa saja, wajah mereka berdua tidak menampakan kekhawatiran.


Isi dompet yang tebal itu dikeluarkan semua dari sela sela dompet.


Tidak ada uang.. Yang ada hanya banyak foto dan kertas dengan tulisan angka, nama, dan tulisan yang tidak bisa dibaca..


Astaga!... foto foto yang diletakan di lantai….


Kesemuanya itu adalah foto dari Inggrid yang cantik!... inggrid yang memakai kaos putih dan rok, serta memakai sepatu hitam!


Foto-foto yang digunting sesuai dengan  bentuk tubuh Inggrid..


Ada sekitar sepuluh foto Inggrid dalam berbagai pose… tetapi hanya foto Inggrid saja, tidak ada foto Inggrid bersama dengan Solikin.


Kesemua foto-foto itu sudah mulai menguning bahkan ada yang sudah kabur, mungkin karena sudah terlalu lama tersimpan di dalam dompet

__ADS_1


Bagaimana bisa makhluk halus diambil gambarnya, ini jelas sangat tidak mungkin. Tidak ada manusia pun yang bisa mengambil gambar atau memfoto makhluk halus sejelas ini!


Ini jelas sesuatu hal yang tidak mungkin terjadi…. Tetapi ternyata ini terjadi!, karena buktinya ada di depan mataku… di lantai kontrakan ada foto Inggrid dengan berbagai gaya.


Pak Diran dan pak Hendrik hanya diam saja sambil memperhatikan foto-foto yang ada di lantai.


“Hanya foto perempuan cantik saja” kata pak Sobirin mengomentari foto yang ada di lantai kontrakan


“Iya pak Sobirin.. Hanya foto-foto saya, dan beberapa kertas yang telipat… dan kayaknya kertas dengan angka-angka ini adalah kertas rekapan togel pak” kata pak Diran


Sekarang pak Diran membuka sisi-sisi dari dompet yang sedang dia pegang, kemudian pak Diran menarik sebuah kartau tanda penduduk…


“SOLIKIN…..” baca pak Diran pada nama yang tertera di kartu tanda penduduk itu


“Tas ini  berarti memang milik Solikin, dan dia pernah ada disini, dan mungkin karena sesuatu yang mendesak dia pergi tergesa gesa tanpa membawa tas ini pak” kata pak Diran kepada pak Sobirin.


“Iya pak Diran, berarti takmir masjid itu sekarang pergi bersma saudaranya yang bernama Solikin” gumam pak Sobirin


Solikin atau Watuadem menggunakan alamat saudaranya yang bernama Solikan selama tinggal di sini, selama dia bertemu dengan pak Jay…


Jadi sekarang sudah jelas bahwa Solikin adalah Watuadem! Seseorang yang dipercaya pak Jay untuk urusan supranatural di hotel Singgasana Adem Ayem.


Baik pak Hendrik maupun pak Diran tidak ingin pak Sobirin tau masalah yang sebenarnya terjadi, jadi kami hanya memberikan keterangan bahwa orang yang kami cari itu pernah ada disini.


“Pak Diran.. Di tong sampah itu banyak kertas yang disobek sobek.. Apa tidak kita periksa juga pak?”


“Hmm boleh pak Agus.. ayo kita bongkar tempat sampah itu” jawab pak Diran


Aku tumpahkan isi tempat sampah plastik itu ke lantai… isinya kertas yang sudah dirobek kecil kecil.. Tetapui bukan itu yang menarik perhatianku..


Ada potongan rambut juga di tong sampah itu..


Eh bukan potongan rambut, tetapi bekas cukuran jenggot dan kumis… jadi selain kertas yang sudah disobek kecil, juga ada bekas cukuran jenggot dan kumis yang dibuang ke tempat sampah plastik itu


“Hmm itu  ada bekas cukuran jenggot dan kumis…. Sebenarnya apa yang terjadi” gumam pak Sobirin

__ADS_1


__ADS_2