RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
108. ORANG INI MENGAMBIL UANG


__ADS_3

Orang dengan helm fullface itu berjalan cepat menuju ke motor yang dia sedang parkir…Kemudian beberapa kali dia mencoba menyalakan motor itu, tetapi  tetap saja tidak berhasil.


Orang berjaket hitam dan berhelm itu kebingungan… kelihatannya dia bukan orang yang biasa kesini, karena dia terlihat bingung dengan menoleh ke sana kemari.


Setelah ada lima menit dia mencoba menyalakan motornya dan tetap saja tidak berhasil, maka langkah yang ditempuh adalah  menuntun motor itu dengan setengah berlari.


Kelihatannya dia sedang dalam ketakutan, hingga beberapa kali hampir terjatuh ketika mulai menuntun motornya menuju keluar hutan ini.


*****


Aku harus ikuti orang itu, aku harus tau kemana dia akan menuju.


Tetapi bagaimana dengan keadaan rumah… tapi aku juga penasaran dengan apa yang dia lakukan di samping rumah.


Tapi itu bisa kulakukan nanti saja… yang paling utama aku harus ikuti kemana orang itu akan berjalan dan menuntun motornya.


Atau aku bisa lakukan sesuatu dengan orang itu…..


Wangi parfum Inggrid masih saja mengikutiku… jarakku dari orang yang sedang menuntun motor itu sekitar  lima  meter…


Tetapi saat ini aku berjalan dengan sembunyi-sembunyi di pinggir pohon-pohon.


Beberapa kali orang yang ada di depanku itu menoleh ke belakang, kayaknya dia merasa kalau ada yang sedang mengikutinya.


Meskipun saat ini gelap gulita di tengah hutan, tetapi kadang aku masih bisa melihat gerak gerik tubuh orang yang didepanku.


Gerak gerik orang yang ketakutan….!


“Aku harus berbuat sesuatu untuk membuat dia kapok ke sini… tapi apa yang paling enak aku lakukan sekarang?”


Aku terus mengikuti orang itu hingga aku ada di tengah hutan, dimana disini aku bertemu dengan makam Ghaib.


Selain makam ghaib ada juga bau bunga melati dan bau busuk bangkai ketika aku dan Tina bersembunyi dari dua orang yang menaiki motor yang berknalpot berisik.


Sebenarnya disini adalah tempat yang tepat untuk menakut-nakuti orang itu hingga dia pingsan, dan aku bisa menggeledah apa yang sedang dia bawa.


Saat ini jarakku  dengan orang yang ada di depanku sekitar lima meter..


Hmmm bagaimana kalau aku melempar batu ke arah orang itu?


Paling tidak harus ada sedikit sesuatu agar orang itu kapok dan tidak kesini lagi untuk melakukan sesuatu di rumah penggergajian.


Ketika aku mengambil sebuah batu yang berukuran sekepalan tangan yang banyak ada di sekitar sini, tiba-tiba bau wangi bunga khas parfum Inggrid menyeruak di hidungku.


“Kayaknya Inggrid tidak memperbolehkanku untuk melakukan sesuatu terhadap orang itu….”

__ADS_1


Setelah bau wangi parfum Inggrid, kemudian disusul oleh bau bunga melati yang sangat menusuk tajam hidungku.


Bau melati yang sangat tajam seperti bau minyak wangi di penjual minyak wangi isi ulang… kayak gitu wis menyengatnya baunya.


Tiba-tiba orang yang ada di depanku itu berhenti berjalan menuntun motornya…


Dia celingukan memandang ke segala arah di tengah hutan yang sangat gelap gulita…


Aku bisa mengambil kesimpulan kalau orang itu pasti sedang ketakutan karena bau wangi bunga melati… bukan bau bunga kamboja seperti yang sebelumnya aku alami.


“Apakah ini kerjaan si Inggrid?... soalnya kok baunya wangi bunga melati?”


Aku menunggu di balik pohon apa yang akan terjadi dengan orang yang ada di depanku ini.


Hingga lima menit kemudian orang itu kemudian menjagang motornya, dia berdiri menoleh ke sana kemari…


Kemudian dia melepas helm fullfacenya, tetapi aku tetap belum bisa melihat wajahnya, karena gelap!.


Kemudian dia melangkah maju beberapa langkah dari motornya.


Pada saat ini aku mencoba untuk melihat dengan jelas apa yang sedang dia lakukan, atau apakah ada sesuatu yang menyebabkan dia meninggalkan motornya dan maju beberapa langkah ke depan.


Ternyata aku tidak bisa melihat dengan jelas apa yang sedang dia lakukan atau apa yang sedang dia lihat hingga dia menjagang motornya dan melangkah maju beberapa langkah ke depan.


DIa memutar tubuhnya untuk melihat ke belakang, ke samping kiri , kanan, dan sesekali dia melihat ke atas.


Tapi jelas saja tidak ada yang dia bisa lihat dengan jarak lebih dari tiga meter, disini luar biasa gelap.


Aku saja hanya bisa melihat samar orang itu dalam jarak sekitar lima meter saja.


Aku akan menambah rasa takut orang itu, akan aku lempar dia dengan batu, syukur-syukur kalau mengenai tubuhnya.


Tapi aku harus berpindah posisi dulu…


Aku harus pindah tempat  bersembunyi ke samping orang itu, yang artinya aku harus masuk ke sela sela pohon-pohon yang mengapit jalan setapak.


Tidak tau kenapa saat ini aku sama sekali tidak takut berada disini, apakah karena aku sekarang sudah mendapat teman ghaib dengan bau parfum bunganya yang wangi itu?


*****


Aku berjalan sepelan mungkin dan sehati-hati mungkin, agar langkah kakiku tidak menimbulkan suara ketika aku menginjak daun daun kering yang banyak bertebaran disini.


Kuambil sebongkah batu besar berukuran setelapak tangan….


Kini aku sudah ada di samping dia yang sedang celingukan melihat ke sana kemari, sepertinya dia sekarang sedang dikerjai oleh ghaib yang ada di sini hehehe.

__ADS_1


Setelah yakin dengan apa yang akan kulakukan, maka dengan konsentrasi tinggi kemudian kulempar batu itu dan ….


Bhuuuuk…


Batu yang kulempar itu tepat mengenai kepalanya….


Orang itu terhuyung huyung…. dan kemudian pelan-pelan dia jatuh tertelungkup… dan tidak bergerak sama sekali.


“Eh apa dia pingsan ya?.....”


Semoga dia hanya pingsan saja, dan masih bisa hidup, jangan sampai dia mengalami gegar otak atau semacamnya atau paling parah dia mati heheheh.


Gimana, apakah aku hanya diam dan berdiri disini saja…. atau aku ke sana dan memeriksa di pakaianya, apa yang saat ini dia bawa atau apakah gulungan uang yang ada di rumah itu dia ambil?


Pelan-pelan kuhampiri dia setelah aku yakin orang itu tidak bergerak sama sekali…


Setelah aku benar-benar yakin bahwa dia sama sekali tidak bergerak, maka aku baru berani mendekati orang itu.


Aku berjalan pelan semakin dekat, dan benar juga…. ada bau wangi di sekitar orang ini.. dan bau ini bukan bunga melati yang tadi, ini bau bunga kamboja!


Sebenarnya aku bingung juga dengan bau-bau wangi yang kucium ini, ada tiga bau wangi bunga…


Yang pertama itu parfum bunga milik Inggrid, kemudian ada bau melati dan yang bikin merinding itu bau wangi bunga kamboja.


Ah tapi sudahlah yang penting orang yang tadi masuk ke samping rumah ini sudah aku bikin pingsan.


Pelan-pelan kugeledah kedua saku jaketnya… kosong


Saku celana panjang nya bagian depan… kosong


Saku celana panjang bagian belakang…. aku merasa memegang gulungan kertas yang tebal!..


Ternyata itu gulungan uang!.. dia mengambil gulungan uang yang dilempar seseorang ke kamar Burhan!


Aku belum melihat wajahnya karena posisi dia tertelungkup, tetapi kalau dilihat dari potongan rambutnya aku belum bisa menebak siapa orang ini.


Atau lebih baik kuambil saja Sim atau Ktpnya…


Kebetulan tadi waktu menggeledah saku orang ini  di bagian saku belakang ada sebuah dompet..


Setelah kuambil SIM orang ini , kemudian ku kembalikan dompet ini ke saku belakangnya lagi…


Ketika aku sedang mengembalikan dompet… dari kejauhan… dari arah desa aku lihat ada nyala lampu sepeda motor yang bergoyang goyang dan menuju ke arah rumah penggergajian!


Aku buru-buru meninggalkan orang yang masih dalam keadaan tertelungkup itu, dan kembali ke tempat persembunyianku!

__ADS_1


__ADS_2