
Tapi meskipun aku dan Tina salah mencari tempat sembunyi… tapi paling tidak harapanku nantinya akan tahu siapa yang sekarang sedang berjalan ke tempat dua orang itu menyembunyikan motornya.
Dengan menggunakan senternya, dua orang itu berusaha mengeluarkan motornya dari balik pepohonan.
Beberapa kali aku berusaha mengamati wajah kedua orang itu ketika wajah mereka terkena cahaya bulan, tapi masih saja aku belum bisa melihat wajah mereka berdua.
Kedua orang itu kelihatannya sudah berhasil mengeluarkan motornya dari balik sela-sela pohon.
Kini aku bisa mendengar dengan samar, suara orang yang berusaha menyalakan motornya berulang kali dengan menggunakan kick starter.
Tapi tentu saja tidak akan bisa, meskipun sampek sikilmu pedotpun motor itu tidak akan nyala.
“Mbak Tina, apa mbak Tina bisa lihat wajah kedua orang itu?”
“Ndak bisa mas, yang keliatan cuma topi dan kepala mereka saja mas”
“ Eh Mas Agus… apa ndak sebaiknya kita kesana mas, kita lihat siapa sebenarnya mereka itu mas”
“Saya kok ragu ya mbak, lebih baik jangan dekati kedua orang itu dulu mbak, saya merasa mereka berdua bukan orang baik-baik”
“Tapi apa mereka tidak lari dan bisa menyalakan motornya mas?”
“Hehehe tentu saja tidak mbak, mereka tidak akan bisa menyalakan motor itu”
“Yang Tina heran itu… kenapa mereka berdua datang kesini dengan menggunakan motor yang suara knalpotnya bising seperti itu ya mas?”
“Nah itu yang yang dari tadi sedang saya pikirkan mbak”
“Saya juga heran… kalau niatnya mengamati kayak kita ini kenapa harus pakek motor yang berisik”
Setelah beberapa kali suara samar-samar injakan Kick starter akhirnya tidak ada lagi suara injakan kick stater.
Suasana menjadi sunyi lagi, tidak terdengar apapun di luar sini..
“Kelihatannya mereka berdua sudah pergi dari sini mas, gimana, apa kita ikuti mereka mas?”
“Tapi saya kok Penasaran dengan yang ada di rumah Burhan itu mbak?”
“Mas Agus….yang di rumah Burhan itu tidak terlihat bahaya, malahan tadi Tina sempat dengar suara orang tertawa dari dalam rumah itu kan mas”
“Jadi ada baiknya kita ikuti dan lihat siapa yang sekarang sedang menuntun motor itu mas”
Iya memang benar kata Tina, Burhan sepertinya sedang bersenda gurau dengan yang ada di dalam rumah…
Tetapi perasaanku mengatakan yang di dalam rumah itu yang malah berbahaya, bukan orang yang sedang berusaha terus menyalakan mesin motornya.
“Ayo mas kita dekati mereka, mumpung mereka masih nyobak nyalakan mesin motor itu lagi”
__ADS_1
“Iya mbak…..”
Ketika aku dan Tina hendak berjalan menuju ke arah dua orang yang sedang sibuk dengan kondisi motornya, tiba-tiba bau wangi bunga muncul lagi, bau wangi bunga ini sama dengan bau yang sebelumnya.
Tiba-tiba dari kejauhan nampak ada dua buah sinar lampu yang yang bergoyang goyang menuju ke arah sini
“Mas… coba lihat itu” tunjuk Tina di kejauhan
Saat ini posisi kami ini ada di seberang rumah penggergajian…
Jadi kalau dari jalan makadam yang dari hutan untuk menuju ke rumah penggergajian harus belok ke kiri, karena kalau lurus akan menuju ke sungai.
Nah posisiku dan Tina ini ada di seberang rumah penggergajian.
Sedangkan kedua orang yang sedang menuntun motor itu kelihatannya sudah ada di jalan makadam yang menuju ke desa.
Karena mereka ada di jalan makadam yang menuju ke desa, akibatnya mereka tidak bisa melihat ada cahaya lampu dari kejauhan…karena jalan menuju ke desa itu berkelok-kelok.
Tetapi dari posisi kami, kami bisa melihat sepasang cahaya lampu yang bergoyang goyang, karena kami masih ada di pohon-pohon seberang rumah.
“Mas itu kayaknya cahaya lampu mobil… ada yang sedang kesini mas”
“Iya mbak, tapi apakah mobil dan dua orang itu satu komplotan?”
“Kita lebih baik tetap disini dulu saja sambil menunggu perkembangan berikutnya mbak”
Ketika kami putuskan untuk tetap sembunyi di antara pohon-pohon yang ada di seberang rumah…
Tiba-tiba dua orang yang sedang menuntun motor itu berlarian dan bersembunyi tidak jauh dari posisi kami berada.
“Mas… mereka sekarang ada di samping kita….” bisik Tina
“Iya mbak.. kita tetap disini saja dan jangan bergerak sama sekali mbak”
“Tapi Tina penasaran mas, siapa sebenarnya yang ada disana itu, dan kenapa mereka malah sembunyi disini juga”
“Sssstt..mobil itu semakin dekat mbak, kita diam saja disini dan jangan bergerak sama sekali”
“Ingat, mereka itu orang jahat, dan bisa saja berbuat nekat apabila terdesak mbak”
“Jadi menurut saya lebih baik kita tunggu saja di sini mbak”
Aku dan Tina memutuskan untuk tetap mengamati apa yang akan terjadi disini, apalagi sorot lampu mobil itu semakin dekat dengan rumah penggergajian.
Makin lama suara mesin mobil itu semakin dekat dan kemudian nyala lampu itu berbelok ke kiri, menuju ke rumah penggergajian.
Mobil itu semakin mendekat, suara roda yang beradu dengan tanah keras dan kerikil terdengar hingga telingaku.
__ADS_1
Nyala lampu yang sangat terang membuat jalan di depan rumah itu terang benderang.
Dan akhirnya mobil bermesin diesel itu lewat di depan kami…
“Lho kok mobilnya bukan mobil pickup mas?.. itu kan mobil Travel mas”
“Lho iya mbak, kok aneh, siapa yang mau naik Travel disini malam-malam gini?”
Aneh, kenapa ada mobil berjenis station wagon L300 milik sebuah travel menuju ke sini, memangnya ada yang dijemput di rumah penggergajian itu.
Ketika sudah sampai di depan rumah penggergajian…Mobil itu membunyikan klaksonnya hingga dua kali.
Tidak lama kemudian tiga orang yang ada di rumah keluar.
Salah satu dari tiga orang itu adalah Burhan….
Supir travel itu turun dari mobil dan terlihat sedang berbicara dengan tiga orang yang ada di halaman rumah.
Kemudian salah satu dari tiga orang itu menyalami Burhan dan salah satu temanya. Setelah itu orang itu masuk ke dalam mobil yang ternyata Travel.
“Hihihi… kita ketipu mas… ternyata itu Travel yang sedang menjemput hehehe” bisik Tina
“T….tapi kok ada mobil Travel yang mau masuk ke hutan ini ya mbak, jangan-jangan drivernya itu teman Burhan mbak hehehe”
“Yo embuh mas… dah kita tunggu saja disini dulu mas”
“Tina penasaran siapa yang pergi naik Travel itu, dan siapa teman Burhan itu mas”
“He…ingat mbak, selain yang ada di depan rumah penggergajian, di sebelah kita juga ada dua orang yang juga sedang mengintai kayak kita ini mbak
Mobil yang ternyata sebuah Travel yang berplat nomor awalan ‘L’ itu menuju ke arah hutan lagi.
Dua orang yang salah satunya Burhan itu akhirnya masuk ke dalam rumah.
“Sekarang kita fokus kepada dua orang yang sedang mengamati rumah penggergajian ini mas”
“Tina yakin mereka sebentar lagi akan keluar dah menuju ke tempat motor mereka disembunyikan”
Mobil Travel itu sudah berangkat dan menuju ke luar hutan, keadaan menjadi gelap dan sunyi lagi.
Setelah menunggu agak lama, akhirnya dua orang yang tadi bersembunyi di jajaran pohon tidak jauh dari tempat kami pun keluar…
Dua orang itu berjalan menuju ke depan pagar rumah…
Ketika salah satu dari orang itu menoleh ke arahku dan Tina, dan pas dengan cahaya bulan yang sedikit menerangi wajahnya….
“Mas…. itu Yetno!” bisik Tina
__ADS_1