
Semakin kupaksa mataku untuk terbuka, semakin susah dan semakin rapat mataku menutup,
Hingga kini keadaanku semakin kacau, aku sudah tidak bisa membuka mata, aku hanya bisa berpikir dan berpikir saja.
Aku tidak tau apa yang akan mereka lakukan dengan tubuhku, aku hanya bisa pasrah dengan keadaan yang makin tidak karuan.
Untuk saat ini tubuhku terasa kaku, lebih mirip dengan orang yang sedang tindihan, yang hanya bisa berpikir tanpa bisa bergerak sama sekali.
Keadaan ini berlangsung hingga beberapa saat hingga kemudian aku mendengar suara-suara aneh, suara itu tidak ada di dalam kamarku pun tidak juga ada di ruang tamu.
Suara semacam banyak orang yang sedang melafalkan sesuatu….
Suara itu tidak ada di sekitar rumah ini, suara itu berasal dari luar…
Aku sudah tidak bisa menggerakan anggota tubuhku sama sekali, tetapi untungnya telingaku masih bisa mendengar dengan jelas apa yang ada di sekelilingku.
Mataku masih tertutup rapat, tetapi aku berusaha sekuat tenaga untuk tetap sadar dan membuka mata.
Bau asap kemenyan masih saja keras menusuk hidungku, dadaku semakin sesak daripada sebelumnya..
Tiba-tiba ada yang aneh, aku merasa tubuhku mulai melayang….tubuhku rasanya ringan…
Aku seperti udara dan angin yang bisa melayang dengan tenang.
Tidak! aku harus tetap sadar!... aku tidak boleh merasakan ini, aku harus sadar!
Ketika aku berusaha untuk tetap sadar, tubuhku pun kembali berat, tidak seringan tadi yang mirip dengan udara, tubuhku sekarang sudah terasa berat.
Lalu tadi itu kenapa, kenapa tadi tubuhku terasa ringan sekali…
Hingga saat ini aku masih belum tau apakah di kamar dan diluar sana sudah terang atau belum, karena hingga saat ini aku belum juga bisa membuka mataku sama sekali.
“Ini adalah tindihan paling lama yang pernah kurasakan” batinku
Aku harus bisa menggerakan salah satu anggota tubuhku dulu, salah satu anggota tubuhku harus bisa digerakan dahulu agar aku bisa terbebas dari tindihan ini.
Untungnya untuk saat ini keadaan menjadi tenang, meskipun aku belum juga bisa menggerakan anggota tubuhku.
Semakin aku berusaha menggerakan tubuhku, maka semakin sulit aku bergerak, sehingga untuk saat ini aku tidak akan melawannya, aku pasrah saja apa yang akan terjadi pada diriku nanti.
Suasana hening sekali tetapi asap kemenyan masih terhirup hidung, suasana tenang hingga aku pun mulai mengikuti pola yang ada disini.
Kuatur sedemikian rupa nafasku hingga aku bisa mengikuti tenangnya di dalam kamar yang makin aneh.
Ketika aku sudah bisa mengatur nafasku hingga tidak tersengal sengal, tiba-tiba di mataku yang tertutup ini bisa melihat keadaan ruang tamu.
Entah bagaimana caranya, tetapi aku bisa merasa bukan melihat tapi merasa apa yang ada di ruang tamu saat ini.
Ruang tamu tidak kosong, karena disana ada enam orang yang sedang duduk, mereka duduk di lantai. Meja kursi sudah dipinggirkan ke sisi dinding.
Orang-orang berpakaian serba hitam dengan udeng di kepala itu mengelilingi sesuatu. Sesuatu berkain putih namun agak kumal yang seukuran dengan tubuh manusia.
Tidak…itu bukan sesuatu..itu pocong! ya betul itu adalah pocong….!
__ADS_1
Enam orang berpakaian hitam itu salah satunya pernah aku lihat sebelumnya……
…Mbah Karyo…!
Mbah Karyo ada di bagian kepala benda putih yang hmmm kain putihnya sudah kusam….
Beliau sedang mengelus elus kepala pocong dengan kuncir di atasnya, dan kuncir itu sudah tidak putih lagi, sudah kotor akibat tanah!.
Beliau juga memangku kepala pocong. seolah pocong itu adalah orang yang dia sayangi. Dia mengelus dan memangku kepala pocong yang saat ini wajahnya menghadap berlawanan dengan pintu kamarku.
Sebenarnya aku tidak mau melihat adegan mengerikan itu, tapi aku tidak bisa menolaknya, aku tidak bisa berpaling, aku tidak bisa menghindari.
Aku dipaksa untuk melihat hal yang mengerikan itu….
Kabut asap kemenyan masih membumbung tinggi hingga plafon rumah, baunya yang menyengat itu dari tadi sudah masuk ke dalam paru-paruku.
Kini orang-orang berpakaian hitam itu mengumandangkan sesuatu, suara mereka seperti orang yang sedang nggremeng atau bergumam.
Aku tidak paham apa yang sedang mereka katakan tetapi yang pasti pak Karyo Pun mengumandangkan sesuatu yang lebih mirip lagu dengan menggunakan bahasa jawa halus.
Aku tidak bisa menghindari, aku dipaksa untuk melihat apa yang ada di ruang tamu itu secara terus menerus.
Setelah beberapa lama kemudian hal yang sangat mengerikan terjadi….
Jenazah yang berpocong itu…
Yang tadi kepalanya dipangku mbah Karyo itu…
Pocong yang bagian kepalanya selalu dielus-elus olah mbah Karyo itu tiba-tiba duduk!
Sebenarnya aku sudah tidak bisa lihat apa yang ada di depanku ini, tetapi aku dipaksa melihat kengerian yang ada di depanku.
Salah satu dari orang berpakain hitam itu menambah Kemenyan yang sedang dibakar, sehingga asap semakin tebal, bau menyengat semakin tajam….paru-paruku semakin sesak
Tiba-tiba tanpa kusadari pocong yang ada di ruang tamu itu ada di depanku…!
Wajah hitam legam yang tidak berbentuk itu memandangku. wajah mengerikan itu memandangku di sela-sela asap kemenyan.
Tetapi mendadak benda putih itu menjadi besar hingga dua kali lipat dari yang tadi kulihat.
Setelah itu tiba-tiba aku merasakan sakit yang amat sangat di dadaku, seperti ada yang memukulku dengan amat keras, hingga aku akhirnya tidak sadarkan diri.
*****
“PERMISIIIIII….. PERMISIIII..PAK AGUUUUSSSS!!!!”
Lamat-lamat aku mendengar seseorang memanggilku dari luar.
Berulang-ulang panggilan itu mamanggil namaku
“PAK AGUUUSSS… PERMISI PAAAAK”
Kubuka mataku perlahan-lahan. Alhamdulillah aku bisa melihat lagi.
__ADS_1
Kulirik jendela kamar, ternyata sinar matahari sudah menembus kisi-kisi jendela. kulihat lampu minyak yang ada di dinding kamar…
“Ya Allah lampu itu masih hidup”
Kucoba gerakan kakiku terlebih dahulu, ternyata bisa. Kemudian kucoba gerakan tanganku dan seluruh tubuhku.
“Aku bisa gerakan seluruh tubuhku ya Allah!”
“SEBENTAAAARRR SAYA AKAN KELUAAAAR” aku balas berteriak
Aku duduk di pinggir tempat tidur, kulihat celah antara lantai dan pintu kamar. Ternyata di ruang tamu nyala lampu petromak masih terang.
Berarti aku semalam mimpi…
Mimpi yang sangat nyata dan mengerikan, kuraba dadaku karena aku merasa ada yang aneh dengan dadaku
Ternyata ada lebam di dadaku, dan rasanya sakit sekali!
“PERMISIII PAK AGUUUUUSSS!” teriak orang yang ada diluar lagi
“Astaga sampai lupa aku, di luar kan ada orang yang sedang memanggilku”
Aku buru-buru keluar dari kama, kubuka pintu kamar….
Ternyata perabotan rumah tidak berubah, tetap pada posisinya semula, tidak ada yang dipindahkan ke samping dinding, tidak ada yang berubah semua sama seperti semula.
Tapi ada yang tidak semestinya….di depan kamarku ada bekas pembakaran sesuatu.
“Itu kan bekas pembakaran kemenyan”
Aku menjadi takut ketika melihat ada bekas benda terbakar di depan pintu kamarku…
Apa yang terjadi tadi malam, kukira itu hanya sebuah mimpi, tetapi kenapa dadaku ada lebam bekas pukulan, dan kenapa di depan kamarku ada bekas pembakaran kemenyan?
Keringat dingin kembali membasahi dahiku aku tidak mengira bahwa apa yang semalam ku kira itu adalah mimpi ternyata ada beberapa yang terjadi, dan menjadi kenyataan.
“PERMISI PAK AGUUUUUSSSS” teriak orang yang ada di luar
“Astaga aku lupa kalau di luar ada orang yang sedang menungguku”
Kubuka pintu rumah, kemudian aku keluar ke halaman…
Ternyata di depan rumah ada sebuah truk dengan bak kosong yang terparkir di depan rumah
“Selamat pagi pak Agus, wah dari tadi kami sudah teriak teriak heheheh” kata anak muda yang ada di depan pagar rumah.
“Truk itu akan mengambil palet yang sudah jadi pak, sedangkan saya adalah orang yang menggantikan Mamad”
“Nama saya Burhan pak” kata pemuda yang membawa tas ransel yang agak berat itu
“Lho, saya kan belum telpon bos kalau sudah ada palet yang siap untuk diangkut”
“Hehehe sudah menjadi kebiasaan kami pak Agus” kata supir truk yang kemudian turun dari truknya
__ADS_1
“Tiap tiga hari sekali kami kesini untuk ambil pallet yang sudah jadi, ini sekalian antar mas Burhan sebagai pengganti Mamad