
Suara dua pasang langkah kaki semakin menjauhi jhamban tempat aku sedang konsentrasi…
Kini aku sendirian di pinggir kali, di dalam kotak kenikmatan sesaat.
“Siapa ya iku, suara yang pertama aku tidak kenal sama sekali, sedangkan suara orang kedua itu rasa-rasanya mirip dengan suara pak Solikin”
“Mirip tapi belum tentu itu suara pak Solikin, karena waktu tadi dia berkata tadi terlalu pelan dan agak jauh dari posisi jhamban ini”
Aku terus berpikir dan berandai -andai apa yang sedang dilakukan mereka berdua disana?.
Aku berpikir dan berandai andai hingga lubang dhuburku mengering.
Aku yakin penampakan pak Solikin ketika ada di ruang tamu itu jelas bukan pak Solikin yang sebenarnya, sosok itu pasti kiriman orang yang ingin menggangguku.
Tapi barusan kan ada suara yang mirip dengan suara pak Solikin.
Lalu apakah pak Solikin ada di balik semua ini?
Aku masih jongkok di pinggir kali hingga rasa mules hilang, dan isi perut sudah keluar, dan sisanya menjadi kering.
Di pinggir kali ini ada SOP nya juga apabila kita akan buang hajat, yang pertama dilakukan adalah mengambil air dengan timba di tempat yang agak jauh.
Gunanya untuk wawik atau cebok…..
*****
Aku berjalan mengendap endap di sekitar pagar belakang rumah….
Aku tidak berani masuk ke rumah tanpa tau dimana posisi dua orang yang tadi melewati aku ketika sedang konsentrasi itu.
Hingga beberapa belas menit aku masih bertahan di pinggir pagar belakang rumah dengan gigitan nyamuk hutan penghisap darah yang luar biasa sadisnya.
Hingga beberapa menit kemudian aku lihat ada sebuah bayangan hitam yang sedang berdiri…
Bayangan hitam itu hanya berdiri saja di pohon depan pagar rumah.
“Itu siapa lagi, apakah itu bayangan hitam yang selalu ada di depan rumah sewaktu aku duduk di teras rumah.
“Tapi sayangnya aku tidak berani menyalakan senter”
“Harusnya kan ada dua orang, kenapa bayangan itu hanya sendirian, mana orang satunya?”
Aku tetap jongkok di pinggir pagar samping rumah tanpa berani untuk masuk ke dalam rumah.
Takutnya itu adalah rampok, tapi masak iya sih ada rampok disini?.
Aku terus perhatikan dan menunggu bayangan hitam itu bergerak….,
Tiba-tiba dari arah jalan setapak yang mengarah ke desa Tina, muncul bayangan dua orang yang sedang berjalan.
Dua bayangan manusia yang sedang berjalan menuju ke arahku…..
__ADS_1
Oh tidak mereka tidak menuju ke sini, tapi mereka berdua berbelok ke sisi samping rumah, atau samping kamarku dan kamar Burhan.
“Apa bayangan dua orang itu yang tadi lewat di depan Jhamban?”
Lama kutunggu mereka, tetapi mereka sama sekali tidak muncul….
Sudah satu jam aku ada disini, mereka belum juga muncul dari sisi rumah..
Apa yang harus kulakukan sekarang, apa aku harus masuk ke dalam rumah dan kemudian tidur?
Kulihat jam tangan, ternyata sekarang sudah pukul 01.45. masih lama untuk menjelang pagi.
Aku akan coba untuk berkeliling di rumah, aku penasaran apa yang dua orang tadi itu kerjakan
Setelah kutunggu hingga satu jam ternyata belum juga mereka muncul dari balik rumah, maka kuputuskan untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Aku berjalan pelan dan mengendap endap hingga aku ada di di samping rumah yang gelap gulita.
Tetapi aku tidak berbelok ke samping rumah, aku hanya diam di sisi rumah dan berusaha melihat apa yang ada di samping rumah ini.
“Kok gak ada siapa-siapa, padahal tadi aku jelas melihat ada orang yang sedang berjalan ke samping rumah ini”
“Aku yakin sekali yang kulihat itu dua orang yang sedang jalan menuju ke samping rumah”
Aku tunggu hingga lebih dari sepuluh menit, tetapi tetap saja tidak ada orang disamping rumah.
Apakah itu demit penunggu hutan?....
Seandainya itu demit, jelas tidak bisa mengenai semak semak yang ada disini kan.
“Lebih baik aku pulang saja, karena jelas tidak ada orang disamping rumah….”
Aku berjalan biasa hingga sampai di depan pintu rumah…
Sebelum masuk kuperiksa gembok pagar, ternyata masih tergembok rapat.
Kuterangi halaman rumah dengan menggunakan senterku, setelah kurasa aman, aku masuk ke dalam.
“Ah untung lampu petromak itu masih nyala”
Kulihat dari balik jendela, ternyata di dalam rumah masih kosong, dengan lampu yang masih terang menyala.
kubuka pintu rumah dengan yakin….,
Tiba-tiba dari dalam rumah ada Burhan yang membuka pintu kamar dan menuju ke kamar mandi.
Dia tidak menoleh ke arah ku sama sekali, rambut dia yang awut-awutan menandakan dia barusan bangun tidur.
“Aaahhh kenapa airnya habis lagi sih” teriak Burhan dari kamar mandi
Aku hanya bisa melongo di depan pintu rumah yang belum kututup.
__ADS_1
Aku masih berdiri di depan pintu rumah ketika Burhan keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih ngantuk.
“Lho pak Agus dari mana?”
“S..saya dari jhamban mas…. perut saya tadi tiba-tiba mules tidak karuan”
“Kok gak bangunin saya pak. Kan bisa saya antar ke pinggir kali pak”
“N..ndak papa mas Burhan, saya berani sendirian kok, tidak enak kalau bangunin mas Burhan hanya untuk anter ke sana”
“Eh mas Burhan, itu air kamar mandinya kok habis ya”
“Tidak tau pak, besok akan saya tambalnya kalau ada yang bocor pak”
“Ya sudah mas, saya mau ke kamar dulu….”
Apaaaa, kenapa Burhan ada di dalam rumah…
Apakah tadi aku kurang keras waktu bangunkan dia?
Atau dia terlalu nyenyak tidurnya sehingga dia tidak mendengarkan aku waktu memanggil Burhan?
Coba berpikir logis lah… pasti Burhan ada di dalam kamar, hanya saja dia mungkin tidak mendengarkan ketika aku memanggilnya.
Buktinya dia tiba tiba keluar dari kamar dan ke kamar mandi untuk buang air kecil…
Lalu siapa orang yang ada di luar itu, siapa bayangan hitam yang berdiri di antara pepohonan, siapa yang lewat di depan Jhamban ketika aku sedang konsentrasi penuh!
Ulah siapa pula yang menaruh demit mirip dengan pak Solikin di ruang tamu rumah?
Kulihat jam tanganku, ternyata sekarang sudah pukul 03.10…
“Sebentar lagi sudah subuh, harus sholat subuh dan setelah itu minum air pemberian pak pangat”
“Lebih baik tidak tidur sajalah, daripada kelewatan waktu subuh”
Kurebahkan tubuhku di kasur yang ternyata rasanya nyaman sekali…
Kupandangi langit-langit rumah… dan… akhirnya...aku…tertidur…
*****
“PAK AGUUUUSSS, BANGUN PAK….” suara Burhan mengagetkan aku…
Kulihat jam tangan, ternyata sudah pukul 07.10…
Ya Allah aku ketiduran.. aduuh belum sholat subuh sisan..juangkreeeek!
“Paaaak..… ini ada solar datang….” teriak Burhan dari luar
“I..iya Mas, s..saya keluar sekarang”
__ADS_1
Padahal aku kan belum nelpon untuk pesan solar, kenapa sudah ada mobil pengirim solar yang datang?