RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
68. PAGI HARI


__ADS_3

“Karena sudah jadwalnya pak, jadi meskipun pak Agus belum menelepon, Pak Sapari selalu mengirim solar berdasarkan pengalaman saja”


“Yah pokoknya agar kita tidak kehabisan solar pak”


“Untungnya saya masih ada sisa uang mas Burhan, gimana kalau kita tidak pegang uang”


“Gampang pak Agus, bayarnya bisa waktu pengiriman berikutnya”


“Intinya sesuai yang bos bilang kepada saya waktu itu, pekerjaan harus tetap jalan”


“Jadi meskipun belum ada permintaan solar, sesuai dengan kebiasaan habisnya solar maka dikirimlah solar itu pak”


“Karena bos tau bagaimana sulitnya komunikasi telepon disini”


“Oh gitu, ya sudah lah mas”


Penjelasan Burhan masuk akal juga, tadinya aku sempat curiga, bahwa ada permainan disaini…..


Aneh aja, kenapa tiba-tiba ada kiriman solar dari pak Sapri. Tapi kalau memang selama ini keadaanya seperti ini ya apa boleh buat.


Apalagi dengan alasan pekerjaan disini harus  tetap jalan.


Tapi dilain pihak, hati kecilku masih kurang percaya dengan yang dikatakan Burhan, apa iya pengiriman solar itu akan dikirim tanpa ada permintaan.


Karena pak Wandi pernah bilang kita harus cek keadaan solar dan kemudian telepon untuk meminta dikirim solar.


Wah pagi ini benar-benar sial, wis ndak  sholat subuh, ndak  minum air pemberian pak Pangat juga.


“Ya sudah kalau begitu mas, agak siangan nanti saya akan ke rumah sakit dulu sekalian sorenya telepon bos untuk minta dana”


Aku masih berpikir keras, siapa orang yang semalam itu, dan kemana perginya mereka berdua, dan yang aneh, kenapa tiba-tiba ada Burhan ada di dalam kamarnya.


Hanya saja untuk bayangan hitam yang ada di depan rumah itu kan selalu ada, tiap aku ada di depan rumah bayangan hitam itu selalu muncul.


Seolah olah bayangan itu memantau keadaanku, dia sama sekali tidak mengganggu dan mendatangi aku, dia hanya melihat dari pepohonan saja.


Lalu apakah bayangan hitam itu adalah yang pak Pangat katakan?


Untuk dua orang yang sempat kudengar waktu aku sedang buang hajat…. siapakah mereka dan apa perlunya mereka berdua ada di sekitar sini.


Atau bisa saja mereka mungkin orang yang akan memancing…..


Masuk akal kalau orang itu sedang berangkat memancing, seperti yang biasanya pak Solikin lakukan itu.


Bahkan salah satu dari mereka kan mungkin sempat pulang karena ada barang yang ketinggalan.


Okelah  untuk dua orang yang lewat depan jhamban mungkin sudah kupahami….


Yang aku masih bingung itu dua orang yang berjalan ke sisi rumah. Dan Burhan yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.


Aku yakin sudah membangunkan Burhan dengan suara yang keras, bahkan waktu aku menempelkan telinga di daun pintu kamarnya, aku sama sekali tidak mendengar suara apapun, bahkan suara nafas pun aku tidak mendengar juga.

__ADS_1


Sedangkan bayangan dua orang yang ada menuju ke samping rumah,....apakah itu bayangan orang yang tadi lewat di depan jhamban dan sedang mencari umpan cacing di sekitar rumah ini?


Atau mungkin mereka berdua ini yang kadang terdengar sedang mencangkul…. bisa saja mereka sedang mencangkul untuk mencari umpan cacing di samping kamar.


Tapi setelah itu mereka tidak muncul kembali hingga satu jam aku menunggu kemunculan dua orang itu.


Ah….bisa saja mereka tidak balik, tetapi dua bayangan manusia itu terus jalan menuju ke belakang rumah dan kembali lagi ke sungai untuk memancing.


Makin lama aku disini bisa makin gila mikir kayak ginian!….


“Mas Burhan, para pekerja belum pada datang ya?”


“Iya pak, nanti kalau mereka belum pada datang, biar saya yang menjemput mereka pak”


Burhan sibuk dengan drum kosong yang dia naikan ke atas bak mobil pick up dibantu oleh kernet mobil.


Tadi waktu menurunkan dari atas bak pickup sih cuma digelindingkan saja dengan dua buah papan, mereka sudah paham caranya.


Mobil pickup selesai menurunkan dua drum solar dan menaikan dua drum kosong, setelah aku melakukan pembayaran, mobil itu pergi dari sini.


Oh iya….


Ada baiknya setelah ini aku akan ke samping rumah, aku penasaran juga sama yang dilakukan dua orang yang tadi malam ada di samping rumah itu.


“Pak Agus…. saya mau ke desa dulu, udah jam segini kok yang kerja belum juga muncul”


“Iya mas, sekalian bilang ke bu Yem juga apabila pekerja tidak masuk”


Sedangkan aku….


Aku akan ke samping kamar, aku harus tau apa yang dilakukan oleh bayangan orang-orang itu di samping kamarku dan kamar Burhan.


Suasana rumah masih sepi, belum ada suara mesin yang memekakan telinga, juga belum ada serbuk kayu yang beterbangan tertiup angin.


Aku berjalan ke samping rumah..


Jengkal demi jengkal ku perhatikan dengan seksama.


Yang ada hanya rumput dan ilalang yang setinggi tiga puluh hingga empat puluh sentimeter saja.


“Aneh tidak ada apapun disini”


Aku berjalan terus di sisi luar dari kamarku dan kamar Burhan…Kuperhatikan dinding rumah ini.


Hmmm rumah ini ternyata tidak seluruh dindingnya terbuat dari semen…


Dari depan ruang tamu hingga kamarku terbuat dari semen, tetapi mulai dari kamar Burhan hingga ke belakang terbuat dari kayu papan yang disusun sedemikian rupa hingga rapi


Di sekitar tanah di balik kamarku tidak ada apapun selain rumput, tetapi sebaliknya di luar kamar Burhan terlihat lebih sedikit ilalangnya.


Tidak ada benda mencurigakan disini, hanya ada rumput dan ilalang yang merunduk akibat injakan roda mobil pickup yang bermanuver di sekitar sini.

__ADS_1


Kulihat tanah di sekitar sini, aku sedang mencari tanah yang mungkin terbuka akibat dua bayangan orang yang mungkin sedang mencari cacing tanah disini.


Tapi sama sekali tidak  nampak tanah yang tercangkul…


Lalu apa yang mereka lakukan disini semalam itu….


“Sebelum aku dadi guendeng.. tak sarapan mie instan disik ae c*k!”


Aku kembali ke halaman depan rumah….sepi, pekerja belum juga datang…


Yo wis… nunggu info dari Burhan ae lah, tapi lebih baik mandi sik  baru sarapan andalan… mie goreng instan.


Terus terang ndasku wis cemut-cemut, pertama tiap malam ndak bisa tidur nyenyak, selalu terbangun dan akibatnya kurang tidur.


Kedua, aku belum sarapan, perutku belum kemasukan micin bumbu mie instan.


Ketiga, aku mulai merasa gendeng disini!


*****


Kubuka pintu kamar mandi….


Ternyata air bak mandi sudah penuh, berarti tadi pagi Burhan sempat nimba air hingga penuh.


Tapi apa dia tadi sudah nambal dasar bak mandi yang mungkin bocor…..


Kayaknya sih sudah ditambal, tapi dia nambal pakek apa, kok cepat sekali beresnya?


“Gak ngurus , yang penting mandi”


Tidak ada yang aneh dengan air ini … tidak berminyak dan tidak bau seperti semalam ketika aku tadi sedang mandi.


“Air yang ada di bak ini seperti air sumur pada umumnya” sambil kuciumi air yang ada di bak mandi ini


Ketika selesai mandi dan aku sedang membuat mie instan untuk sarapan, tiba-tiba ada suara orang yang sedang membuka pintu belakang.


Pintu gerbang yang mengarah ke penggergajian.


“Itu pasti Burhan bersama para pekerja”


“Hebat juga dia bisa mengajak pak Solikin untuk kerja hehehe”


Aku menuju ke bagian belakang rumah. Ternyata benar, sudah ada pak Solikin dan teman-temanya..


Burhan saat ini sedang membantu mereka memindahkan Log kayu agar mereka cepat memulai kerjanya..


Setelah itu dia menuju ke arah ku di pintu belakang rumah.


“Tadi kata pak Wito, Pak Solikin  sakit lagi pak..”


 “Tetapi ketika saya datangi ke rumahnya , ternyata dia hanya kurang tidur saja”

__ADS_1


__ADS_2