RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
293. PERILAKU YANG TIDAK WAJAR


__ADS_3

Tengah malam aku belum juga bisa tidur, sementara itu istriku sudah terlelap dari tadi. Yah maklum dia pasti capek karena seharian ini urus rumah dan urus bayi.


Aku sedang di ruang tamu, nggak ngapa ngapain, cuma duduk di kursi sofa dengan pikiran kosong dan memandang apa saja yang bisa aku lihat.


Lampu ruang tamu memang aku biarkan terang, yah sengaja agar aku bisa santai duduk sendirian disini.  Bukannya aku takut, hanya saja gak enak kalau duduk sendirian dalam keadaan remang remang, mungkin beda ya dengan warung remang-remang yang memang sengaja dibuat remang hehehe.


Suara binatang malam saling bersahutan di luar rumah, suara mesin proyek juga terdengar samar disini, yah tidak ada yang berbeda dengan hari-hari ku sebelumnya.


“Ah lebih baik bikin kopi aja…..”


Aku menuju ke dapur yang letaknya ada di bagian belakang, dan melewati kamar anakku.


Rumah yang dibangun oleh pak Jay ini memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi dan sebuah dapur. Sebuah rumah yang cocok untuk pasangan yang baru menikah dan memiliki anak satu atau dua orang, tidak besar dan tidak terlalu kecil.


Ketika anakku masih berumur dibawah satu tahun, kami boyong anak kami tidur bersama aku dan istriku, tetapi ketika sudah menginjak satu tahun, sengaja kami tempatkan Gunstin di kamar yang bersebelahan dengan kamar kami.


Ketika aku berjalan menuju ke dapur, tentu saja aku melewati kamar Gustin…


Tiba-tiba samar aku mendengar suara….


Suara seperti sesuatu yang berisik, suara seperti orang yang sedang bermain atau suara seperti dua orang atau lebih yang sedang bermain.


Aku berhenti di depan pintu kamar anakku. Tetapi tiba-tiba suara-suara berisik itu hilang!


Kubuka pintu kamar anakku…. kosong!


Gustin juga sedang dalam keadaan tidur, dia tidak bergerak sama sekali di tempat tidur boxnya. Lampu tidur juga masih nyala, sehingga aku bisa lihat keadaan dik Gustin yang sedang tidur.


Aku tutup kembali pintu kamar dik Gustin… karena memang kamar itu dalam keadaan kosong tidak ada siapapun yang ada di dalam sana.


Apa tadi aku salah dengar ya, mungkin itu suara di luar, di luar kan kalau malam kadang ada suara binatang malam macam musang yang kadang berisik di samping rumah.


Atau bisa juga tikus hutan yang kalau malam kadang berkeliaran di sekitar rumahku.


Aku kembali ke dapur…


Setelah selesai dengan membuat secangkir kopi hitam pahit, aku kembali duduk di sofa ruang tamu, tentu saja dengan lampu ruang tamu yang masih menyala terang.


Tapi rasanya gak enak juga kalau di rumah malam-malam gini lampu ruang tamu aku nyalakan.


“Lebih baik lampu ruang tamu aku matikan saja”


Saklar lampu ruang tamu ada di dinding yang sejajar dengan pintu kamar, baik kamar anakku dan kamarku, sehingga aku harus berjalan beberapa langkah untuk meraih saklar lampu.


Nah beres sekarang keadaan ruang tamu gelap, tetapi dengan keadaan gelap ini aku bisa lihat keadaan di luar rumah yang agak  terang karena akibat dari lampu penerangan jalan yang menyala terang.


Kopi hitam pahit ini rasanya nikmat ketika dinikmati dalam keadaan sendirian sepi sunyi dan gelap…. Nggak tau kenapa kok rasanya nikmat sekali.


Biasanya aku minum kopi kayak gini dalam keadaan sambil ngemil makanan, dan aku gak suka dalam keadaan yang gelap, tapi khusus hari ini entah kenapa aku sangat menikmati minum kopi dalam suasana yang gelap.


Posisi duduk saat ini  membelakangi jendela ruang tamu, jadi aku menghadap ke belakang rumah, sehingga  pintu kamarku dan pintu kamar dik Gustin terlihat dari posisiku duduk.

__ADS_1


Dengkuran tipis terdengar dari kamarku, tandanya adalah istriku sedang tidur sangat lelap, yah wajarlah dia kan pasti capek sekali mengurusi kebutuhan rumah.


Ketika aku sedang menyeruput kopi hitamku untuk yang kedua kalinya, samar-samar aku melihat bayangan…


Bayangan itu ada di depan pintu kamar anakku!


Bayangan yang hanya nampak samar saja, tetapi apabila diperhatikan dengan seksama, maka akan nampak perbedaan antara gelapnya ruang tamu dengan gelapnya bayangan yang ada di depan pintu kamar dik Gustin.


Kutegakkan posisi dudukku agar aku bisa melihat bayangan itu dengan jelas… tetapi sayangnya bayangan itu sudah tidak ada disana, bayangan hitam itu sudah hilang!


“Jangkrek!.. Siapa itu!”  batinku sambil terus mencari bayangan yang tadi hilang itu


Aku berdiri dan menuju ke kamar dik Gustin…


Sebelum kubuka pintu kamar anakku aku tempelkan telinga kananku di daun pintu dulu, aku ingin tau apa yang ada di dalam kamar itu sebelum aku masuk.


Hmm tidak ada suara apa-apa, tidak ada suara berisik seperti sebelumnya.


Tapi… tapi.. Tapi aku mendengar suara yang sangat pelan, suara tertawa cekikikan!


Suara samar cekikikan….. Suara itu ada di  sekitaran rumah ini, tapi aku gak yakin juga….


Aku harus memeriksa kamar Gustin sekali lagi.


Kuberanikan diri membuka pintu kamar, dan ternyata kamar ini kosong.. Tidak ada siapapun di dalam kamar.. Hanya anakku dik Gustin yang masih tertidur seperti sebelumnya.


Ada yang gak beres disini, bukan.. Bukan gak beres, tetapi ada sesuatu yang berusaha mengganggu rumah ini.


Tapi sayangnya….


*****


“Jadi mas Agus semalam tidak tidur?” tanya istriku dengan mata melotot


“Lalu yang ngorok di dalam kamar tidur kita siapa mas?”


Aku semakin ketakutan ketika istriku berkata bahwa ada suara ngorok di dalam kamar tidur kami, tadinya aku hanya ingin membahas ada suara mencurigakan di dalam rumah, tepatnya suara-suara berisik yang berasal dari kamar Gustin.


Tapi tiba-tiba istriku berkata bahwa dia merasa kalau aku tidur di kamar tidur kami, karena suara ngorok yang biasanya keluar dari mulutku terdengar di telinga istriku yang sedang tidur.


“Yank… apa kita tidak bisa memperoleh kemampuan seperti dulu lagi?”


“Nggak bisa untuk sementara ini mas, kata mbah Sutinah kita tidak diperbolehkan memiliki kemampuan seperti dulu selama anak kita belum dewasa”


“Alasan mbah Sutinah adalah kemampuan kita itu akan  mengganggu konsentrasi kita dalam membesarkan anak kita hingga dia dewasa”


“Lha terus kalau kayak semalam itu gimana yank, aku gak bisa melihat apa dan siapa yang mengganggu keluarga ini”


“Apakah dari leluhurmu gak ngasih  pagar ghaib di rumah ini yank?”


“Bukan pagar ghaib mas, tetapi ada pasukan yang khusus berjaga disini, dan pasukan itu akan bereaksi terhadap sesuatu yang negatif… jadi hanya yang negatif saja yang akan mereka lawan mas”

__ADS_1


“Terus yang semalam itu apa yank, masak gangguan begitu itu positif, dan tidak ada tindakan apa-apa dari leluhurmu yank?”


“Udah Tina tanyakan mas, mbah Sutinah pun sudah berkata bahwa rumah ini dijaga dari hal-hal negatif. Kalau yang datang semalam itu negatif, pasti sudah dibinasakan oleh anak buah mbah Sutinah mas”


“Dah gini aja… nanti siang aku mau tanya ke pak Diran saja, siapa tau dia bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi di rumah ini”


Aku gak paham dengan yang semalam….


Aku merasa bahwa ada gangguan suara berisik, sebenarnya bukan berisik, tetapi seperti ada beberapa orang yang melakukan suatu gerakan dengan cepat, seperti sesuatu yang berlarian atau sedang bermain sesuatu di dalam rumah.


Suara berisik itu tidak beraturan.. Bukan seperti sesuatu yang berjalan pelan, tetapi suara berisik yang simpang siur.


Kalau aku logikakan seperti ada anak-anak yang sedang berlarian dan bermain di dalam rumah, suara berisik yang timbul ya seperti itu.


*****


“Pak Agus… apa yang pak Agus alami itu juga istri saya alami di rumah kami pak” kata pak Diran setelah aku jelaskan apa yang terjadi di rumah


“Pak Diran bisa lihat nggak apa yang terjadi disana?”


“Bisa pak Agus, dan saya tidak bisa menceritakan apa yang terjadi kepada istri pak Agus, karena saya tidak mau istri pak Agus malah akan berpikir dan nantinya akan terjadi kontak batin dengan Gusta”


“Apakah itu Gusta dan Gustin pak Diran?”


“Yah begitulah pak… alam tak kasat mata mereka tidak bisa dipisahkan, mereka masih bermain-main layaknya anak seusianya, mereka berlarian di rumah saya pak” jelas pak Diran


“Apa yang terjadi di rumah pak Agus, lebih baik pak Agus nikmati saja pak.. Karena itu bukan gangguan, hanya saja saya masih berusaha mencari tau kenapa sampai seperti itu”


“Sedangkan sesuatu yang ngorok di kamar pak Agus, ketika pak Agus sedang di ruang tamu, saya tidak tau apa itu, nanti malam akan saya lihat dulu pak”  kata pak Diran


“Ingat pak Agus, tolong cari alasan lain, dan jangan sampai istri pak Agus bisa menebak bahwa yang berisik itu adalah Gusta dan Gustin yang sedang bermain”


Penjelasan pak Diran sedikit demi sedikit aku mungkin bisa pahami, meskipun jelas itu tidak masuk akal,  sama sekali tidak masuk akal.


Tapi alasan apa lagi yang akan aku sampaikan ke istriku akan apa yang menyebabkan suara berisik di dalam rumah kami ini.


*****


“Mas… gimana, apa kata pak Diran mas?”


“Udah yank, dan tidak ada apa-apa, cuma tikus hutan dan musang yang berlarian di luar, hanya saja aku kan semalam tegang, sehingga aku pikir itu suara berisik yang lain”


“Oh gitu.. Ya udah mas… “


“Oh iya mas.. Aku mau ngomong tentang dik Gustin”


“Mas perhatian gak sama perkembangan dik Gustin,.. Ada yang gak semestinya mas. Ada yang gak semestinya untuk anak yang sudah berumur satu tahun lebih”


“Emangnya kenapa yank?”


“Beberapa bulan lalu dia bisa berdiri dan bisa berjalan, dan dia juga sering minta bermain, pola tidurnya pun kalau malam selalu bangun dan membuat kita begadang kan mas”

__ADS_1


“Tetapi semakin kesini  dik Gustin semakin malam untuk jalan, dia merangkak lagi, dia malas untuk bermain, pola tidurnya pun berbalik sore hari hingga subuh mas”


“Ada yang gak beres mas…dan ini yang dari kemarin Tina kepingin bicara dengan mas Agus”


__ADS_2