RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
300. PERMINTAAN YANG TIDAK MUNGKIN


__ADS_3

“Tidak bisa, kami tidak bisa memenuhi permintaanmu, semua yang ada disini akan hancur apabila  kami memenuhi permintaanmu” kata pak Diran dengan suara yang pelan dan sopan”


“Kalau kamu adalah  penjaga kedua anak kembar ini, seharusnya kamu bisa menjaga mereka meskipun dalam keadaan terpisah” lanjut pak Diran


“Begini saja, akan kami bicarakan dengan orang tua kedua anak ini, dan tentu saja dengan leluhur mereka juga” kata pak Diran berusaha bersikap adil


Aku bisa menebak ke mana arah pembicaraan ini, karena pak Diran sempat bilang tidak bisa memenuhi permintaan sosok yang aku tidak bisa lihat itu.


Dokter Joko  hanya mendengarkan saja apa  yang dibicarakan pak Diran dengan mahluk yang ada di depannya, dia sama sekali tidak ingin memberikan pendapat apa-apa tentang yang sedang aku alami sekarang ini.


“Baiklah, akan saya diskusikan dengan orang tua kedua anak ini….Waalaikumsalam warahmatulahiwabarokatu” jawab pak Diran. Kemungkinan sosok besar itu sudah pergi entah kemana


Pak Diran yang kurang istirahat itu menunduk beberapa saat setelah dia menjawab ucapan salam dari sosok yang aku tidak bisa melihatnya.


“Yaaah… kita akan mendapat kesulitan lagi” kata pak Diran dengan suara lemas


“Jadi begini pak Agus, sesuai dengan perkiraan saya dan guru saya, sosok tinggi besar itu adalah penjaga yang sebelumnya ada di dalam diri Gusta, bisa dikatakan dia itu energi dari Gusta”


“Eh sulit untuk dijelaskan sebenarnya, karena kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan hanya mempunyai pemikiran yang terbatas, sedangkan ghaib dan sejenisnya tidak bisa kita pikirkan sesederhana itu”


“Penjelasan mudahnya…. Jadi ketika di dalam kandungan Gusta ini menjaga Gustin. Dan seharusnya begitu hingga mereka dewasa, hingga mereka berdua bisa menjaga diri mereka sendiri”


“Tetapi karena kita pisahkan, apa yang ada di dalam diri Gusta yang tugasnya adalah menjaga Gustin akhirnya keluar”


“Dia menjaga Gustin disini….. “


“Roh Gusta tidak mau dipisahkan oleh kembaranya, begitu pula roh Gustin…akibatnya tiap malam tubuh tak kasat mata mereka berdua bermain disini atau bermain di rumah saya”

__ADS_1


“Dan hal ini berbahaya bagi salah satu anak kalian, karena Gusta itu ada untuk menjaga Gustin,  dan yang tadi saya ajak bicara itu adalah energi dari Gusta, energi yang memisahkan diri dan keluar dari Gusta”


“Apakah itu roh Gusta pak?” tanyaku yang semakin gak paham


“Berbeda pak Agus, pokoknya mudahnya adalah yang tinggi besar dan muslim itu adalah penjaga Gustin yang ada di tubuh Gusta semenjak dia ada di dalam kandungan”


“Energi itu apabila ada di dalam tubuh Gusta akan sangat liar, karena apabila ada di dalam tubuh Gusta yang mengontrol adalah Gusta sendiri yang masih bayi, tetapi apabila dia keluar dari tubuh Gusta, dia akan menjadi sosok yang tadi saya ajak bicara itu” jelas pak Diran sambil memegang kepalanya, mungkin dia pusing juga


“Pokoknya pada intinya yang tadi itu adalah energi penjaga yang ada di dalam tubuh  Gusta, dan dia akan menyerang siapa saja yang berusaha untuk menyakiti kedua anak kembar itu”


“Termasuk pak Agus sebagai bapaknya, dia menyerang pak Agus ketika pak Agus tidak sengaja menyebut nama kedua anak kembar itu”


“Huff dan yang bikin saya pusing adalah, yang sekarang ada di dalam kepala pak Agus,  dia tidak akan mengambil yang bersarang di dalam kepala pak Agus apabila kedua anak ini tidak disatukan kembali”


“Dan untuk Gusta dan Gustin tentu saja akan banyak pengaruhnya apabila tubuh tak kasat mata mereka sering ada diluar untuk bermain, saya tidak tau persis apa yang akan terjadi kepada mereka berdua apabila tubuh tak kasat mata mereka sering ada di luar”


“Tadi penjaga itu juga bicara tentang yang akan tersingkir, posisi Gusta dalam bahaya…. Gusta sejatinya ada secara mendadak, bukan ada karena pembelahan sel telur, Gusta ada karena ada Gustin yang harus dijaga”


“Yah untuk sementara hanya itu saja yang bisa saya katakan, karena sosok penjaga itu pergi untuk mengawal tubuh tak kasat mata kedua anak pak Agus”


“Ancaman bagi pak Agus dan keluarga, pak Agus harus segera mungkin mencari solusi terbaiknya, daripada terjadi sesuatu yang lebih berbahaya kedepannya” kata dokter joko


“Untuk malam ini, saya akan ada disini hingga bu Agus pulang pak, tenang saja, begitu bu Agus pulang kita harus segera bicarakan” kata pak Diran


“Saya juga akan ada disini hingga pagi, kebetulan saya sudah ijin rumah sakit untuk off satu hari ini” kata dokter Joko


Apa lagi yang akan terjadi dengan keluargaku, kenapa selalu ada saja masalah yang muncul.

__ADS_1


Dan apa yang aku derita, aku nggak tau sampai kapan aku kuat merasakan rasa nyeri di kepala, meskipun dokter Joko memberikan aku obat penghilang rasa sakit.


Pak Diran dan dokter Joko diam dalam pikiran masing-masing, memang benar karena kami belum mendapat jalan keluarnya.


Misal terjelek  aku harus pergi dari sini, itu pun juga tidak mungkin, karena istriku harus tetap tinggal disini, dan anaku juga harus ada disini karena dia memiliki atau mewarisi keturunan ghaib yang ada disini.


Satu satunya jalan adalah dengan menyatukan kembali anakku, dan apa yang akan terjadi dengan proyek itu harus kami lawan dengan baik.


Energi yang ada di dalam tubuh anakku tentu saja akan berakibat besar bagi proyek ini, tetapi apabila memang seperti itu jalan yang harus ditempuh proyek ini, ya tetap harus dicari jalan keluarnya, bukan harus mengungsikan salah satu anakku.


Waktu sudah menunjukan hampir subuh, tapi istriku belum juga pulang, pak Diran dan dokter Joko ketiduran di sofa rumahku. Memang mereka berdua sebelumnya sudah terlihat lelah.


Aku keluar dan duduk di teras melihat proyek yang terus jalan dan menunggu istriku datang, suda lebih dari enam jam Tina ada di tempat leluhurnya.


Sedangkan Gustin anakku sampai pagi ini belum terdengar suara nangisnya, biasanya dia nangis untuk minta susu atau bisa juga karena popok yang dia pakai sudah penuh dengan air kencingnya


“Pak Agus…. Bapak tidak tidur?” sapa pak Diran yang ternyata sudah bangun dan berjalan ke teras


“Tidak pak Diran, saya masih berpikir tentang apa yang harus saya lakukan pak”


“Yah saya tau pak Agus, ini berat karena disini yang terlibat adalah darah daging pak Agus sendiri, kalau dulu kan kita bertempur dengan ghaib yang ada di seberang sungai… tentu saja masalah ini  pak Agus harus berpikir masa-masak tentang apa yang pak Agus akan lakukan”


“Kita tunggu hingga bu Tina datang dulu saja pak Agus, kebetulan hari ini saya shift malam, jadi pagi ini hingga nanti sore saya bisa bertemu dengan bu Tina”


“Eh dokter Joko belum bangun pak Diran?”


“Hehehe beliau kecapekan mungkin, beliau kan sehari hari di UGD, sehingga di rumah yang nyaman tengah hutan beliau bisa merasa nyaman”

__ADS_1


Adzan subuh berkumandang dari masjid yang ada di desa, kemudian aku bangunkan dokter joko agar melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Selesai beribadah, tiba-tiba istriku Tina nampak dari kejauhan, dia berjalan menuju ke rumah.


__ADS_2