RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
178. WIS EMBUHLAH


__ADS_3

Diam…. Jangan bergerak… aku merasa sekarang mulai ada penyerangan dari Inggrid.


Bayangan dari sesuatu yang sedang jalan di ruangan itu membuatku takut… disini aku sendirian,  dengan berbagai makhluk aneh dan sesuatu yang aku tidak paham.


Di dinding sebelah kiri aku merapat tanpa tau apa yang harus aku lakukan, karena dari ruangan depan dan ruangan belakang ada sesuatu yang sedang mendekati aku..


“Mbak Tinaaaaa” aku mendengar bisikan suara yang berasal dari ruangan belakang, ruangan yang letaknya sebelum tempat sekarang aku sedang berdiri


Gawat….kenapa sekarang mereka sudah bisa memanggil ku dan tau namaku…


Untuk saat ini kepalaku menjadi pusing… aku bingung harus ke mana, apakah aku harus lari dan menerjang badut yang tadi itu, atau aku harus menghadapi sesuatu yang ada di ruangan sebelumnya…


“Mbak TInaaaaaaaaa.. Dimana kamuuuuu” suara yang nyaris berbisik itu terus menerus meneror telingaku, dan aku tau suara itu berasal dari ruangan yang ada di tempat sebelumnya


Di ruangan tempat aku bertemu dengan dua makhluk cacat!


Apakah suara itu berasal dari makhluk cacat yang sekarang juga ikut mengejar dan mencariku?


Tidak…aku tidak boleh mati disini, aku tidak boleh kalan.. Masalah ini harus diselesaikan hingga tuntas, aku tidak mau apabila masalah perhantuan ini akan menyerang keluargaku.


Aku harus selesaikan… sekarang juga….


Dengan penuh keyakinan aku berjalan menuju ke arah dimana sebuah badut menghalangi jalanku… untuk saat ini aku rasa melawan satu badut lebih baik dari pada melawan mahluk cacat yang sedang memanggil manggil namaku.


Aku mulai berjalan menuju ke tempat di mana sebuah badut yang sama sekali nggak lucu itu tadi menakutiku.


Tidak perlu jalan pelan-pelan….


Ketika ku toleh ke belakang… ternyata sesuatu yang mungkin tadi memanggilku itu sekarang ada di ambang pintu antara ruangan sebelumnya dan ruangan yang banyak terdapat tempat tidur aneh.


“Aduuuuhh kenapa makhluk itu cepat sekali, sekarang dia sudah ada di ambang pintu dan siap menuju ke arahku!”


“Mbak TInaaaaaa… jangan lari dan jangan bersuara!” bisik sesuatu yang ada di ambang pintu.


Tapi sebentar… kenapa dia memperingatkan aku agar tidak bersuara.. Apakah ini juga merupakan salah satu trik tipuan Inggrid lagi, atau apa?


Aku tidak mau tertipu dan aku tidak mau tertangkap, aku harus segera pergi dari sini dan mencari jalan keluar dari sini secepatnya!


“Aku harus melawan badut itu!”


Aku berjalan agak cepat diantara kasur-kasur yang berjejer di ruangan, aku menuju ke arah badut yang tadi sempat menghadangku untuk masuk ke ruangan selanjutnya.


Ketika aku sudah ada di ambang pintu ruangan yang tadi ada badutnya, aku tunggu dulu hingga lampu menyala sebentar…


Ketika lampu nyala, aku bisa lakukan sesuatu kepada badut yang ada di depanku….


Satu detik.. Dua detik… tiga detik… kemudian aku menoleh ke belakang…


Dari belakang aku bisa lihat kalau bayangan yang tadi di ambang pintu itu sekarang sudah mulai jalan ke arahku….


Empat detik… lima detik… enam detik.. Tiba-tiba lampu di ruangan dapan ku nyala!


“AAAAHHHHH TOLOOOONNNGGGG!!!!!”


*****


AGUS POV


Sebenarnya apa yang terjadi dengan mbak Tina, apakah saat ini jiwa mbak Tina ada di alam lain yang mengharuskan pak Pangat nekat untuk menjemputnya.


Tapi sebenarnya aneh juga, karena tidak didasari oleh alasan yang tepat… pak Pangat mempertaruhkan nyawanya bagi alasan yang aku rasa tidak tepat, hanya kasihan dengan kami yang terkena masalah ini.


Sekarang aku sedang duduk di antar dua raga yang lemas terkulai… macam terong ungu panjang yang digoreng.


Setelah kedatangan pak Pangat, aku merasa suasana rumah ini sedikit berubah, maksudku tidak menakutkan seperti sebelumnya…


Aku sebenarnya masih merasa takut, hanya saja karena datangnya pak Pangat, rasa takut itu sedikit berkurang daripada ketika sebelum kedatangan pak Pangat.,


Iseng aku menoleh ke jendela, karena aku merasa ada sesuatu di jendela rumah….


Hmmm tidak ada apapun di luar sana, hanya gelap gulita saja yang keliatan dari sini, tapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh di luar sana.


Perasaanku mengatakan bahwa ada yang  harus aku lihat…


Di luar jendela ini aku merasa ada sesuatu yang menurut perasaanku menarik perhatianku….


Tapi aku kan tidak boleh meninggalkan kedua raga ini,  kata pak Pangat aku harus menjaga dua tubuh yang entah dimana rohnya.


Tapi kalau hanya untuk melihat apa yang ada diluar sana kan gak masalah, pokoknya aku tidak keluar dari rumah ini


Aku beranjak menuju ke jendela, rasa penasaranku yang luar biasa uni menyebabkan akal sehatku hilang.


Kuintip suasana diluar melalui jendela rumah…


“Astaga…. S..siapa itu…” langsung kupalingkan wajahku setelah melihat hal yang aneh di luar sana

__ADS_1


Tetapi rasa penasaran ini memaksaku untuk melihat sekali lagi siapa yang ada di luar sana itu, rasa penasaranku ini menarik kepalaku untuk sekali  lagi melihat sesuatu yang ada di antara pepohonan.



Astaga….. Seorang anak berwajah asing … dia ada diantara pohon yang terkena pantulan sinar lampu petromak…


Tetapi di sebelah anak perempuan itu ada sesuatu semacam boneka yang mengerikan!


Aku tau itu anak perempuan itu bukan nyata…. Dia pasti arwah penasaran anak belanda yang mati di daerah sini.


Anak itu berdiri di antara pepohonan sambil tersenyum kepadaku….


Aku yang tadinya sempat takut luar biasa… setelah lama kuperhatikan anak itu, semakin lama… semakin lama, nggak tau aku semakin merasa harus mendatangi anak kecil itu.


Anak kecil cantik keturunan belanda itu kayaknya kesepian…


Semakin lama kuperhatikan.. Anak itu kemudian melambaikan tanganya ke arahku….


Aku seperti dihipnotis…. Aku semakin tenang, semakin penasaran, semakin merasa bahwa anak kecil itu memerlukan pertolonganku!.


Anak kecil berwajah bule itu sekali lagi melambaikan tangannya ke arahku…. Dia tersenyum lagi, tetapi di balik wajahnya yang cantik sepertinya mencerminkan sesuatu.


“Anak itu butuh pertolongan segera!”


Aku gak paham…. Hati kecilku mengatakan jangan melihat, jangan memberikan respon, jangan mendatangi… tetapi hati kecilku ini kalah dengan perasaanku.


Menurut perasaanku, anak itu harus ditolong, karena kemungkinan besar dia dalam masalah…..


Kulihat tubuh mbak Tina dan pak Pangat sekali lagi… kedua tubuh itu mengatakan agar aku tidak meninggalkan kedua tubuh itu sendirian tanpa penjagaan


Tetapi  aku harus keluar, karena anak itu harus aku tolong…. Aku harus dan harus pokoknya harus keluar dari sini sesegera mungkin!


*****


TINA POV


Aku meronta-ronta ketika badut yang ada di depanku tiba-tiba dengan cepat menyergapku,  sergapan badut itu sangat kuat…


Kucoba dengan memukul semua anggota badan badut, termasuk bagian selangkhangannya, tetapi malah tanganku yang sakit, karena rasa-rasanya aku memukul sebuah batu.


Beberapa kali kedua tanganku bisa bebas dari cengkeraman badut, aku berusaha melepas topeng badut itu, tapi susah… kayaknya ini bukan topeng… melainkan sebuah kepala.


Beberapa kali aku memukul matanya hanya agar aku bisa membuat badut itu kaget dan melepaskan cengkeramannya..


Tetapi mata itu seperti nya terbuat dari batu… jari jariku sakit sekali ketika aku  akan meremas bola mata badut ini.


Tetapi semua ini sia-sia…..


“DIAM DISANA MBAK TINA.. SAYA AKAN MENOLONGMU!”  kata suara dari kejauhan…


Suara  tidak asing bagiku… tapi cengkraman badut ini benar-benar kuat, aku tidak bisa menggerakan tubuhku.. Badut bau busuk ini mencengkeram dan kemudian sekarang dia malah memelukku..


Kedua tanganya yang mengerikan ini keras dan dingin seperti batu… tangan itu memelukku dengan erat, sehingga aku tidak bisa lepas darinya…..


Tapi ada yang aneh dengan badut ini, jari-jari tangannya cacat… jari tangannya tidak sempurna… meskipun dia cacat, tapi cengkramannya sangat kuat!


Lama kelamaan aku tidak bisa bernafas… aku tidak bisa menggerakan tubuhku… semakin lama aku semakin lemas….


Tangan yang keras ini memeluk aku dengan kuat, hingga aliran darahku tidak lancar… semakin lemas… dan akhirmuya semua menjadi kabur….


Tapi aku bisa merasakan kalau saat ini aku sedang digendong dan dibawa entah menuju ke mana, aku sudah pasrah….aku rasa untuk kali ini aku sudah kalah..


Tapi anehnya leluhurku tidak ada yang datang untuk menolongku… sama sekali tidak ada  yang berusaha menyelamatkan aku.


Aku nggak tau siapa tadi yang memanggilku dan akan menolongku.. Tapi semua sudah terlambat, badut ini sudah membawaku entah ke mana, karena semuanya terasa sangat gelap.


Badut ini sekarang membopongku di bahu kirinya


 dengan wajahku menghadap ke tanah


Aku tergoncang goncang karena aku ada di gendongan badut ini. Badut aneh ini berjalan dengan sangat cepat di gelapnya ruangan demi ruangan yang dia lewati.


Aku merasa bahwa aku sudah melewati lebih dari empat ruangan, entah sekarang aku ada di mana pokoknya pasrah dan menunggu pertolongan dari leluhurku.


Aku memejamkan mata, dan tidak terasa air mata meleleh, aku merasa aku sudah dekat dengan ajalku.


Hingga beberapa saat tubuhku tergoncang goncang dalam keadaan  dibopong oleh badut aneh, tapi aku tetap memejamkan mataku.. Aku tidak berani melihat kenyataan bahwa aku dalam keadaan tersesat!


Setelah beberapa kali membuka tutup pintu yang ada di sini, akhirnya badut yang sedang membopongku ini berhenti berjalan.


Kubuka perlahan lahan mataku…. Keadaan disini terang benderang…sangat silau sekali, karena berbeda dengan keadaan ruangan yang sebelumnya sangat gelap.


Aku belum berani menoleh ke sana kemari, aku takut apabila melihat sesuatu yang mengerikan disini.


Dengan kasar badut itu menaruh tubuhku di pojokan ruangan…

__ADS_1


Dalam keadaan posisi yang tiba-tiba terduduk membuat keseimbanganku kacau…karena sebelumnya aku dalam keadaan dibopong dengan kepalaku menghadap ke bawah.


Tapi sekarang dengan tiba-tiba posisiku berubah menjadi duduk.


Dalam keadaan yang tiba-tiba ini membuat kepalaku berputar dan tubuhku tidak seimbang…. Tetapi aku tetap memejamkan mata, memejamkan mata adalah salah satu cara tercepat untuk mendapatkan keseimbangan.


Aku tidak peduli dengan apa yang ada disekitar sini, apakah aku akan dimakan, atau aku akan dibunuh.., aku sudah sangat tidak peduli, aku sudah pasrah dengan keadaan.


Setelah aku rasa tubuhku mulai seimbang, aku mulai membuka mataku….


 Hal pertama yang menarik perhatianku adalah ruangan ini berantakan, kotor dan terang!


Banyak kain, tulang belulang, bekas perban.. Dan hal-hal lain yang berhubungan dengan medis. Aku mulai menoleh ke kiri…


“YA TUHAN…. APA ITU!” gak sengaja aku memekik


Aku memekik ketika melihat ada tiga sosok aneh yang berdiri di depan pintu kaca yang terang, karena di balik pintu kaca itu keadaanya terang



Mahluk apa itu…. Aku terkejut dan sangat ketakutan ketika melihat ada tiga sosok makhluk yang berdiri diam tidak bergerak sama sekali.


Ketiganya tidak menampakan wajahnya, wajah yang dua ditutup menggunakan kain, sedangkan yang satunya menggunakan topeng aneh!


Mereka bertiga menggunakan kain terusan hingga kakinya tidak terlihat sama sekali… mereka bertiga sangat aneh.


Ketakutanku mulai bisa aku kendalikan… aku tidak tau apa yang mau mereka lakukan kepadaku, karena mereka hanya berdiri diam di depan pintu kaca yang terang benderang.


Sementara itu badut yang membawa aku ke sini sudah tidak, dia pergi dari sini setelah  dia menaruh tubuhku di pojokan ruangan yang sangat kotor.


Aku hanya duduk dan memperhatikan tiga sosok aneh yang sedang menatap ke arahku, jari jari mereka juga ganjil, seperti jari sosok Badut yang tadi membawaku ke sini.


Sudah ada sekitar lima menit lebih aku duduk di pojokan, sudah ada lima menit lebih tiga sosok itu hanya diam di posisinya.


Ruangan kotor dan bau busuk ini  perlahan lahan mulai gelap, karena sumber cahaya yang ada di belakang pintu kaca itu juga mulai meredup.


Aku masih bertahan dengan tidak bergerak sama sekali, aku sedang menunggu tiga sosok itu bergerak. Kulirik kiri kananku, aku mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai senjata.


Tetapi sayangnya di sekitar kamar ini aku tidak menemukan apapun yang bisa aku gunakan sebagai senjata, yang ada hanya sebuah kursi putar tua yang ada di pojokan sana.


Di sebelah kiriku sebenarnya ada sebuah tulang yang lumayan besar, mungkin itu tulang kaki atau apalah, tapi apa mungkin menggunakan tulang sebagai senjata apabila mereka mencoba menyerangku?


Ketika cahaya yang ada di belakang mereka semakin redup dan semakin meredup. Aku merasa bahwa saat ini adalah waktu bagi mereka bertiga untuk melakukan sesuatu kepadaku.


Aku sudah pasrah…..


*****


AGUS POV


Anak kecil itu masih ada disana, dia melambaikan tanganya terus menerus…


Tiap dia melambaikan tangannya, mengakibatkan aku merasakan sesuatu, aku merasakan sebuah derita,, dan akau harus segera ke sana!


Kuyakinkan dulu keadaan raga pak Pangat dan mbak Tina…. Setelah ku perbaiki posisi mereka dengan aman, aku berdiri dan menuju ke pintu rumah penggergajian


Entah kenapa hatiku semakin mantap untuk mendatangi anak perempuan yang semakin aku lihat semakin  aku harus mendatanginya…


Kubuka pintu rumah dengan penuh keyakinan…


Anak kecil itu masih melambaikan tanganya ke arahku dengan wajah yang masih saja tersenyum, dan senyuman itu nampaknya mempunyai arti yang dalam.


Aku sudah ada di halaman rumah, sekali lagi aku menoleh untuk meyakinkan bahwa tubuh pak Pangat dan Tina baik baik saja.


Aku berjalan menuju ke pintu pagar setelah aku tutup pintu rumah…


Anak kecil itu masih saja melambaikan tangannya, semakin dekat aku semakin terpesona… anak lambaian tangan anak kecil itu membiusku untuk mendatanginya..


Pintu pagar rumah sudah aku buka.. Sekarang aku sudah ada di luar pagar rumah, anak kecil itu ada di seberang, di antara pohon-pohon.


Di tengah malam menjelang pagi ini aku memang nekat, aku sangat nekat di luar nalar manusia sewajarnya


Ketika aku sudah ada di depan dan akan berjalan menuju ke arah anak kecil itu…


Perlahan lahan namum pasti anak kecil itu tubuhnya membesar, dan dengan cepat menjadi dewasa, rambut anak kecil tadi yang hanya sebahu, sekarang semakin panjang hingga di atas perutnya.


Pertumbuhan yang aneh, dari kecil menjadi dewasam dan kemudian perlahan-lahan menua dan  akhirnya sangat tua.


Tiba-tiba wajah anak kecil itu berubah… wajah yang cantik  tadi itu berubah menjadi mirip tengkorak.. Bagian matanya berlubang hitam.


Begitu juga bagian mulutnya… berlubang dan hitam. Tubuhnya pun sudah mulai berubah menjadi tulang belulang dengan balutan kain panjang….


Kulit wajahnya menghilang, menyisakan sebuah tengkorak dengan lubang di kedua mata dan mulut…


Aku seperti terhipnotis untuk menyaksikan perubahan ini, aku seperti terhipnotis untuk tidak pergi dari sini… aku terpaku, kakiku lengket dengan tanah yang saat ini kupijak…

__ADS_1


Seiring dengan waktu.. Tiba-tiba anak kecil yang sekarang berubah menjadi mengerikan itu mengeluarkan saya dari balik punggungnya., sayap yang mirip dengan sayap kupu-kupu.



__ADS_2