
“Lepaskan mereka Tina… mereka tidak tau apa-apa, mereka hanya hantu suruhan saja, jangan sakiti mereka”
“Apa… kamu lebih membela mereka dengan menyuruh Tina untuk membebaskan mereka dari pada kamu ceritakan apa yang sedang terjadi dengan dirimu dan lubang itu Nggrid!”
“Asal kamu tau Inggrid, gara-gara lubang itu kami berada satu tahun di depan jaman kami berada”
“Tina yakin pasti ada sesuatu yang terselubung disini, dan semua ini adalah ulahmu, kamu dengan sengaja memindah kami ke masa depan!”
“Tina juga yakin, pasti menyuruh mencari keluargamu itu hanya kedokmu saja, dan sebenarnya ada hal lain yang sampai saat ini kamu sembunyikan”
“Sekarang jelaskan kepada kami, apa maksud dari semua ini, dan kenapa motor yang harusnya sudah rusak itu ternyata masih sangat layak digunakan, dan seolah olah motor itu memang disediakan untuk kami berdua”
“Inggrid…apakah semua ini ada hubunganya antara masa depan, motor yang masih berfungsi dan mungkin bisa saja tentang pak Pangat?”
“Tidak Tina…tidak ada hubunganya sama sekali antar motor dan yang ternyata masih bagus dan layak pakai dengan masa depan ini, semua ini tidak ada hubunganya sama sekali”
“Hubungan antara masa depan dengan motor yang masih berfungsi dengan baik itu hanya kebetulan saja Tina…”
“Sekarang lepaskan dulu dua hantu penjaga makam itu, dan suruh pulang penghuni hutan, dan kamu akan tau apa yang sebenarnya sedang terjadi”
“Kamu lebih baik pergi ke kantor polisi di kota S, disana mungkin kamu akan mendapat jawaban tentang motor yang masih berfungsi dengan baik itu”
“Disana Inggrid yakin, kalian akan mendapat jawabannya…. Sekarang lepaskan kedua hantu ini, biarkan mereka mengikuti kamu dan mas Agus….”
“Karena tugas mereka sebenarnya tidak hanya memberikan kutukan bagi orang yang masuk ke dalam makam itu Tina, tetapi ada hal lain yang akan kamu tau nanti”
Aku bingung dengan yang dikatakan oleh Inggrid ini, bahkan sampai sekarang pun dia tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
Teka teki Inggrid ini makin membuatku bingung, seola olah dia menguasai aku dan mas Agus.
Sepertinya aku dan mas Agus ini dalam kekuasaan Inggrid, hingga aku dan mas Agus harus melakukan apa yang Inggrid katakan.
“Oke Tina dan mas Agus.. akan Inggrid jelaskan sedikit tentang apa yang terjadi dengan kalian setelah kalian memasuki lubang itu”
“Inggrid akan jelaskan karena kalian sudah baik dengan Inggrid dan mau membantu Inggrid mencari keluarga Inggrid”
“Jadi begini Tina dan mas Agus… kadang-kadang sebuah makam china khususnya untuk keluaga penting yang mempunyai kedudukan tinggi di masyarakat selain berisi mayat, pasti juga berisi perhiasan yang mahal”
“Dan untuk menghindarkan dari penjarahan orang-orang yang berusaha merampok makam itu, maka selalu dibuat semacam jebakan atau bisa saja kutukan-kutukan untuk yang berani masuk ke dalam nya”
“Dan kebetulan keluarga Inggrid adalah keluarga terpandang di Indonesia, ketika Inggrid mati akibat dari perkosaan Supir Inggrid, di dalam makam Inggrid pun tersimpan perhiasan dalam jumlah yang besar”
“Tapi letak perhiasan itu bukan di dalam ruangan yang kalian berdua masuki itu. Tapi ada di dalam tempat khusus”
“Makam Inggrid juga diberi kutukan bagi para perompak harta makam china oleh keluarga Inggrid”
“Kutukan itu bisa bermacam macam, ada yang bisa membuat sial tujuh turunan, ada yang membunuh secara tiba-tiba, dan ada juga semacam penyiksaan diri bagi yang merampok makam”
“Dan kebetulan untuk makam Inggrid ini sengaja diberi kutukan yang akan membunuh secara tidak langsung”
“Untuk kalian berdua ketahui lubang di sisi makam kata leluhur Inggrid berguna untuk mengambil tulang belulang Inggrid tanpa harus membongkar makam itu”
“Karena kata leluhur-leluhur Inggrid, makam inggrid ini semacam monumen untuk mengingatkan akan kekerasan dan kejahatan yang diterima Inggrid hingga Inggrid mati”
“Sudah banyak perompak makam yang berusaha masuk ke makam Inggrid, dan mereka berakhir di masa ini”
“Kebanyakan dari mereka akan kembali ke lubang itu setelah tau bahwa mereka terdampar di masa depan, dan akhirnya mereka kan mati dibunuh oleh hantu penjaga makam ketika mereka kembali ke makam Inggrid”
“Tugas dari dua pengawal ini adalah untuk mengetahui keadaan korbannya, dan mereka berdua akan mematikan ketika korban itu kembali ke lubang yang ada di makam Inggrid itu”
“Jadi karena kalian teman Inggrid, maka Inggrid katakan jangan kembali ke lubang makam Inggrid dengan tujuan untuk kembali ke satu tahun sebelumnya…”
“Meskipun Inggrid tau kamu Tina.. kamu dan leluhurmu penguasa hutan itu bisa mengusir lima penjaga makam itu, dan akhirnya kalian akan terhindar dari kematian”
“Tapi di masa ini kalian akan mengetahui sesuatu yang lebih penting, dan di masa ini kalian bisa mulai membantu Inggri dengan mencari keluarga Inggrid”
“Sik saya potong dulu penjelasanmu yang tidak masuk akal ini Nggrid” potong mas Agus
__ADS_1
“Okelah untuk semua kutukan dan keanehan yang saya dan mbak Tina alami.. Saya anggap saja ini suatu berkah bagi kami, sehingga mungkin kami akan terhindar dari pencarian orang-orang yang selalu mencari kami berdua”
“Tetapi ada yang saya kurang paham… kenapa kamu bilang mulai mencari keluargamu di masa ini Nggrid?”
“Harusnya kamu kirim kami ke masa lalu untuk melihat bagaimana keluargamu terbunuh kan… betul gak mbak Tina?”
“Iya bener mas…kenapa kok malah di masa depan seperti ini Nggrid?”
“Heheheh kalian berdua ini apa tidak bisa menelaah apa yang Inggrid katakan tadi?”
“Ini adalah kutukan, dan Inggrid hanya bisa datang ke masa ini… kalau kutukan dari keluarga Inggrid itu bisa datang ke masa lalu, jelas Inggrid akan cari sendiri keluarga Inggrid yang hilang itu hehehe”
Aku sampai sekarang masih belum paham dengan yang dikatakan Inggrid, kenapa kami harus mencari keluarganya di masa depan.
Atau apakah keluarga Inggrid ini hilang karena mereka masuk ke dalam lubang itu, atau gimana ya? Perkataan Inggrid membingungkan sekali.
“Atau begini saja, Inggrid akan berikan sebagian atau separuh harta dan perhiasan yang ada di makam Inggrid apabila keluarga Inggrid bisa kalian temukan”
“Dan untuk menemukan keluarga Inggrid, kamu Tina pasti akan merasakan petunjuk ghaib, karena kamu adalah keturunan dari penduduk hutan, dan pastinya penduduk hutan itu pernah bertemu dengan keluarga Inggrid”
“Coba tanyakan kepada leluhur kamu Tina, dan minta ijin untuk ,menemukan keluarga tionghoa yang hilang pemilik dari rumah peristirahatan tengah hutan itu”
“bagimana , bisa kan kalian berdua tetap membantu Inggrid?”
“Untuk kalian ketahui harta yang ada di dalam makam Inggrid itu sudah tersebar di para pemburu harta karun makam China”
“Dan sampai detik ini belum ada penjarah harta kuburan china yang berhasil mengambil harta yang ada di makam Inggrid!”
“Dan di jaman ini juba kalian akan mendapat kejutan heheheheh”
Iming-iming dari Inggrid ini sangat menantang…
Aku yakin bisa menemukan keluarga Inggrid dengan bantuan dari leluhurku, dan sesuai dengan kata Inggrid, pasti leluhurku akan mengenal keluarga Inggrid yang pernah beberapa kali tinggal di rumah tengah hutan itu.
Mas Agus pun kelihatannya juga tertarik dengan tawaran Inggrid.
“Iya mas… Tina sih mau aja terima tawaran Inggrid mas, gimana dengan mas Agus?”
“Saya juga tertarik mbak…”
“Ok Nggrid… saya dan mbak Tina mau menerima tawaran yang kamu tawarkan itu, dan semoga tidak ada rahasia aneh lagi yang kamu sembunyikan” kata mas Agus
*****
Pagi hari setelah kami sarapan di warung depan losmen…
Aku dan mas Agus akan menuju ke kota S untuk bertemu dengan pak Burhan… kami akan bertanya tentang perkembangan masalah Paijo dan yang lainya.
“Mas, kita naik bis saja untuk ke kota S, motor ini kita titipkan ke pemilik losmen saja gimana mas?”
“Iya mbak, kita titipkan motor ini disini saja, tapi pasti ada biayanya mbak”
“Tidak papa mas, biar Tina yang bayar dulu semuanya, nantinya kita kan akan dapat sesuatu dari Inggrid mas heheheh”
Aku sadar kalau melakukan perjanjian dengan mahluk halus itu pasti beresiko, tapi disini aku punya keyakinan bahwa Inggrid tidak akan mangkir.
Karena aku punya leluhur yang siap membantuku, dan aku yakin Inggrid pasti tidak akan mau main-main denganku atau dia akan bermasalah dengan leluhurku.
Perjalanan menuju kota S dengan menggunakan bus patas ini hanya membutuhkan waktu tiga jam saja, dari terminal bus kemudian kami pindah menggunakan bus kota menuju ke kantor pak Burhan yang ada di wilayah barat dari kota S.
Tas ransel besar yang berisi pakaian dan sekarang ada di punggung mas Agus ini tidak pernah aku tinggalkan, karena di dalam tas itu berisi uang yang tidak sedikit
“Selamat siang pak… kami ingin bertemu dengan pak Burhan bagian narkoba” mas Agus sedang bicara dengan petugas yang ada di pos penjagaan pintu gerbang
“Ya selamat siang… tapi sebelumnya kami akan periksa tas besar itu dulu” jawab petugas pintu gerbang
Ya jelas saja tas carrier 60 liter yang ada di punggung mas Agus ini pasti mencurigakan bagi petugas jaga yang ada di pos penjagaan ini.
__ADS_1
Takutnya carrier 60 liter ini berisi bahan peledak, seperti yang biasanya dibawa oleh pasukan bunuh diri dari sebuah aliran dari agama tertentu dengan atas nama Jihad, yang dengan gagah beraninya membawa bom bunuh diri yang pernah terjadi di negara tetangga…
Setelah dipastikan bahwa tas carrier ini hanya berisi pakaian dan sebuah tas kecil yang berisi uang, akhirnya kami diperbolehkan masuk ke kawasan polrestabes kota S.
“Bapak dan ibu nanti ke gedung yang ada di belakang sana. Nanti disana ada penjaganya, tanya saja dimana pak Burhan berada” kata petugas jaga itu lagi
Aku dan mas Agus kemudian berjalan menyusuri kawasan polrestabes yang luas.. Disini ada beberapa gedung, dimana yang depan ini gedung lama, yang aku tidak tau apa fungsinya.
Kemudian yang di belakangnya itu adalah gedung baru, disana itu tujuan kami berdua untuk menemui pak Burhan.
Setelah melewati masjid dan sebuah lapangan.. Kami jalan terus hingga ke gedung yang ad di belakang, gedung bertingkat yang besar dan megah.
“Mas kita masuk lewat pintu itu kayaknya mas” aku menunjuk pada pintu yang terbuka lebar di bagian dasar gedung
“Iya mbak.. Ayo kita kesana mbak”
Kami datang kesini tidak hanya berdua, namun berlima hehehe.
Inggrid dan dua penjaga makam dengan pakaian adat china yang mirip pakaian vampir di film- film kungfu china itu juga ikut bersama kami
*****
“Selamat siang pak.. Kami mau ketemu dengan pak Burhan” sapa mas Agus pada seorang petugas yang sedang berdiri di dalam ruangan yang ada meja dan sofa berbentuk L nya
“Coba ke lantai empat saja mas… eh gunakan tangga saja, karna liftnya sedang dalam perbaikan” kata petugas itu sambil menunjuk tangga yang ada di pojok ruangan
Wuih ke lantai empat dengan menggunakan tangga heheheh, mungkin para petugas polisi sudah terbiasa dengan naik turun tangga disini.
Tapi bagi kami berdua yang tidak pernah mengenyam pendidikan militer, naik turun tangga hingga lantai ke empat ini jelas menyiksa heheheh.
“Ayo mbak Tina.. kita naik tangga itu saja, kita naik pelan-pelang saja mbak, soalnya saya kan sedang membawa tas ransel yang besar dan berat hehehe”
“Iya mas…
Setelah perjuangan yang lumayan menguras tenaga, akhirnya aku dan mas Agus ada di lantai empat
Ruangan di lantai empat ini bersekat sekat, ada juga ruangan dengan kaca yang didalamnya juga ada meja dan kursinya.
Asap rokok mengebul dari tiap sekat ruangan yang ada disini.
Sekarang aku dan mas Agus akan mencari dimana pak Burhan berada.
Di salah satu sekat ruangan yang paling dekat dengan posisi kami ada seorang petugas polisi yang sedang bekerja dengan komputernya.
“Selamat siang pak… apakah saya bisa bertemu dengan pak Burhan?” kata mas Agus
“Burhan… sebentar saya carinya dulu mas.. Eh kalian ini dari mana?”
“Kami dari desa Gs yang ada di kota P pak”
“Wah dari jauh ya.. Sebentar akan saya carikan dulu , kalian berdua duduk saja dulu disana” kata petugas polisi yang berpostur agak gemuk itu
Petugas polisi itu kemudian menuju ke ruangan yang berkaca, kelihatannya ruangan itu ruangan khusus dan berpendingin udara.
Cukup lama juga petugas itu ada di dalam ruangan kaca itu, mungkin pak Burhan sedang ada rapat atau sedang sibuk mengerjakan sesuatu.
Tetapi tidak lama kemudian pintu ruangan kaca itu terbuka..
Petugas polisi yang agak gemuk itu keluar dari dalam ruangan kaca.. Kemudian dia menghampiri kami berdua yang sedang duduk di kursi kayu yang ada disana.
“Maaf mbak mas… nama kalian siapa, komandan saya gak biasanya tanya siapa nama tamu yang sedang mencari dia”
“Nama saya Agus dan ini Tina” jawab mas Agus
“Tolong bilang saja kami berdua dari rumah penggergajian di tengah hutan pak”
aku yakin pak Burhan pasti kaget Dan tidak percaya dengan kedatangan kami berdua.
__ADS_1
makanya dia suruh anggotanya untuk menanyakan nama kami berdua.