RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
192 AKAN CARI MASALAH DISINI


__ADS_3

Pintu tidak langsung dibuka, tetapi ada wajah orang yang sedang mengintip melalui jendela rumah kumuh itu.


Wajah yang tidak terlalu tua..


Tidak lama kemudian pintu rumah kumuh itu terbuka


“Mbah Sastro… kenapa datang ke sini lagi?” kata orang bermata sipit namun berkulit agak coklat karena akibat dari terbakar matahari


“Ayo masuk..masuk.. Jangan sampai ada penjaga yang melihat kamu ke sini” kata orang itu kepada mas Agus


Sebuah rumah kumuh yang sempit, tidak ada meja kursi, hanya ada karpet lusuh yang terhampar di ruang tamu sempit.


Rumah ini mungkin kalau di dunia manusia lebih tepat yang biasanya ada di dekat tempat penumpukan sampah, atau rumah para pemulung.


Mas Agus tidak menjawab pertanyaan orang itu, karena memang tidak tau apa yang mau dijawab.


Aku dan mas Agus hanya diam dan duduk di karpet lusuh rumah ini.


“Kejadian yang sudah terjadi bertahun tahun lalu jangan sampai terjadi lagi mbah… saya sudah hidup normal lagi”


“Aduhh kejadian apa ya mas” satu kalimat yang terucap dari mulut mas Agus… yang menandakan mbah Sastro sudah pikun


“Iya mbah.. Saya tau mbah Sastro mulai pikun kan…. Jadi kesini ini tujuannya apa mbah?”


“Saya nggak tau mas… saya juga nggak tau mas ini siapa… karena kaki saya ini yang tiba-tiba menuntun saya menuju ke rumah ini” kata mas Agus yang mulai mengendalikan suasana sebagai seorang kakek kakek yang pikun


“Aduuuhh..ya sudahlah mbah… bertahun tahun dulu mbah ini masih belum parah pikunya, tetapi sekarang sepertinya mbah ini sudah lupa dengan orang yang menolong mbah Sastro dari pembunuhan”


Aku coba untuk menengahi antara mbah Sastro mas Agus dengan mas atau bapak yang  belum menyebutkan namanya ini… aku akan berlagak seperti orang yang tidak terlalu pikun.


Tujuanku agar apa yang terjadi bertahun tahun lalu itu dijelaskan lagi oleh orang yang ada di depan kami berdua ini


“Mas… atau bapak… terus terang kami berdua memang agak pikun.. Tadi langkah kaki kami menuntun kami ke sini…”


“Nama sampean saja saya sudah lupa, apalagi dengan kejadian yang terjadi bertahun tahun lalu”


“Iya mbah Uti….. hehehe saya maklum… biasanya mbah Ti dan mbah Kung memanggil saya dengan  nama Jiang, atau Ko Jiang”


“Bertahun tahun lalu kalian tersesat disini hingga sore hari menjelang malam…. Untungnya mbah-mbah ini saya bawa masuk ke rumah saya.. Dan akhirnya selamat dari kematian”


“Aduuhh bagaimana saya bisa lupa dengan kejadian itu ya pak Jiang?”  aku mulai bisa membuat orang yang bernama Jiang ini  bercerita apa yang terjadi pada waktu itu


“Panggil saya seperti biasanya saja mbah Uti… panggil saya dengan Jiang saja…. Ok saya akan ceritakan sedikit apa yang terjadi dengan kalian pada waktu itu ya”


“Waktu itu kalian datang kesini untuk berjalan jalan.. Tetapi waktu itu kalian berdua tersesat di gang-gang sempit yang ada di sekitar sini”


“Sore hari menjelang malam semua penduduk diluar area ini harus segera keluar, dan itu juga sudah dijelaskan oleh penjaga yang ada di depan itu kan”


“Tapi karena kalian tersesat di gang-gang sempit..Hingga petang kalian tidak bisa menemukan jalan keluar dari sini, dan untungnya kalian bertemu dengan saya”


“Pada waktu itu kalian sempat dikejar oleh satu makhluk mengerikan… makhluk yang suka membunuh dan memakan siapa saja yang bukan penduduk disini”


“Untungnya saya dan teman saya bisa menghalau mereka yang mengerikan itu pergi dari tempat ini… dan kalian berdua kami selamatkan di rumah ini”


“Kalian saya bawa pulang ke rumah ini, hingga besok paginya kalian pergi dari sini..”


“Tetapi saya sudah bilang kepada mbah-mbah ini, agar tidak pulang ke rumah, tetapi segera pergi jauh atau sesuatu yang saya tidak bisa katakan itu akan membunuh seluruh keluarga yang pernah bertemu dengan mahluk itu” jawb Jiang


“Aaaahh !.. saya mulai ingat….” kata mas Agus agak keras…


“Jiang… memang kami waktu itu tidak pulang ke desa kami… kami berdua pergi jauh agar keluarga kami selamat dari ancaman yang ada disini”


“Jadi begini Jiang…. Ini yang saya baru ingat.. Jadi tujuan kami kembali kesini itu adalah mencari seorang perempuan yang sangat jahat”


“Perempuan itu mengejar hingga ke garis keturunan keluarga kami” kata mas Agus

__ADS_1


“Jiang… kamu tau alam manusia kan?” tanya mas Agus dengan suara pelan


“Iya mbah.. Alam manusia berbeda dengan kita  disini”


“Jadi ada perempuan disini yang mengejar keturunan saya yang masih hidup di alam manusia… dan keturunan kami ini adalah keturunan terakhir yang masih hidup di alam manusia  yang  belum menikah dan belum mempunyai keturunan”


“Kalau sampai keturunan kami yang bernama Agustina ini mati.. Maka garis keluarga manusia kami akan selesai sampai disitu saja” cerita mas Agus


“Lalu tujuan mbah Kung dan mbah Uti Sastro kesini apa?” tanya Jiang


“Kami mau cari siapa yang mengejar keturunan terakhir kami yang ada di alam manusia”


“Apa mbah Sastro tau siapa yang sedang mengejar keturunannya mbah Sastro yang masih berupa manusia itu?”


“Iya saya tau Jiang… namanya Inggrid”


“ASTAGAAA… JANGAN KATAKAN NAMA ITU MBAH!” pekik Jiang


“Disini tidak ada yang berani menyebutkan nama itu…. Pokoknya disini ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan, salah satunya tidak boleh menyebutkan nama itu”


“Karena sangat berbahaya…. Dia akan mengejar siapapun yang sudah menyebutkan nama itu… dan kalian berdua tidak akan selamat apabila dia mengejar kalian berdua mbah”


“Kalau boleh tau .. dia itu siapa Jiang?”


“Saya tidak bisa menceritakan kepada kalian mbah kung… bahaya sekali.. Tetapi kalau kalian mau bertemu dengan dia, saya bisa katakan bagaimana caranya”


“Tolong katakan Jiang… kekuatan kami berdua tinggal seujung leher, dan kami harus bernegosiasi kepada dia agar dia tidak mengejar keluarga  manusia kami”


“Tidak ada yang berhasil menego apa yang sudah menjadi incaran dia mbahkung.. Dia itu setan.. Setan yang sangat jahat, dan buruk rupa” kata Jiang


“Sebentar Jiang.. Kamu sebut dia buruk rupa?” tanya mas Agus


“Bukanya dia itu cantik, berambut panjang, berkulit putih, dan selalu memakai rok  kotak kotak dan atasan putih?”


“Bukan mbah kung.. Itu bukan ciri-ciri dari setan itu, dia buruk rupa berwajah bengis dan tubuhnya cacat… dia sebenarnya tidak diharapkan untuk lahir…”


Ternyata Inggrid itu bukan seperti penampakan yang aku duga, ternyata Inggrid itu setan yang buruk rupa dan mengerikan…


Tapi kami harus bisa menemukan dia, agar dia tidak meneror aku dan mas Agus yang katanya sudah melakukan perjanjian dengan Inggrid.


“Mbah kung… mbah Uti… apa yang kalian lakukan ini sangat berbahaya.. Kalau berhasil maka keturunan kalian akan selamat, apabila tidak berhasil maka, garis keturunan kalian hanya tinggal cerita saja”


“Kalau mbah Kung nekat.. Maka mbahkung dan mbah Uti pasti akan diajak bermain…artinya kalian tidak akan  dibunuh disini, melainkan di dimensi lain”


“Disini selain pemburu malam hari, tidak boleh terjadi pembunuhan lain…maka dari itu setan itu akan mengajak kalian  ke mana saja”


“Bisa saja kalian diajak ke alam manusia, dan disana kalian akan dihabisi, atau kalian bisa diajak ke sebuah masa yang aneh dan tidak kalian kenali”


“Ya sudah Jiang…. Sekarang katakan kepada kami, bagaimana caranya agar kami bisa bertemu dengan setan itu” kata mas Agus dengan nada yang yakin


“Sebentar mbahkung dan mbah uti… dari tadi mulai kita bicara  hingga sekarang ada yang tidak semestinya pada kalian berdua mbah”


“Hmmmm cara kalian bicara… cara kalian berdua bicara sepertinya bukan mbah uti dan mbah kung yang saya kenal….”


Waduuuh.. Kayaknya Jiang curiga dengan cara bicara kami yang tegas dan cepat… bukan seperti orang tua yang cenderung pelan dan lemah.


Apakah kami harus mengaku bahwa kami ini sebenarnya adalah manusia yang ada di tubuh leluhurku?


“Sebenarnya mbah uti dan mbah Kung ini siapa… cara bicara kalian berdua tidak sesuai dengan umur kalian” kata Jiang yang mulai curiga dengan cara bicara kami


“Biaklah Jiang… kami sebenarnya adalah keturunan dari mbah Uti dan mbah Kung… dan arwah kami masuk ke raga ini dengan tujuan untuk mencari setan itu…”


“Nama saya adalah Agustina… saya adalah keturunan terakhir manusia yang masih hidup, belum menikah, dan belum mempunyai anak”


“Sedangkan yang ada didalam diri mbahkung adalah mas Agus, dia adalah calon suami saya…”

__ADS_1


“Kami masuk ke raga mbah kakung dan mbah putri ini karena harus menyelamatkan keturunan kami dari pembunuhan yang akan dilakukan oleh Setan itu”


Wajah Jiang nampaknya kurang percaya dengan apa yang aku katakan, tetapi mau bagaimana lagi, aku tidak tau bagaimana cara membuktikan kepada Jiang bahwa kami berdua masuk ke tubuh mbah mbah tanpa kami sadari.


“Hmm saya tidak percaya dengan yang saya lihat, tetapi dari cara bicara dan cara kalian berdua berpikir, saya jadi yakin yang ada di dalam tubuh mbahkung dan mbahti ini  memang masih muda”


“Tapi maaf.. Kalian berdua tetap saya panggil dengan panggilan mbah Kung dan mbah Ti saja ya… sesuai dengan tubuh kalian berdua”


“Terserah kamu Jiang… pokoknya tolong katakan kepada kami  bagaimana kami bisa bertemu dengan setan yang bernama Ingcok itu” kata mas Agus


“Nanti malam kalian pergilah ke depan istana.. Lalu teriakan nama itu berulang kali, nanti dia akan keluar dari pintu gerbang… dengan catatan  kalian memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melawan dia”


“Sebentar Jiang… kamu bilang dia akan keluar dari pintu istana… apakah dia itu keluarga dari pemilik benteng ini?” tanya mas Agus


“Waduh.. Sulit untuk dijelaskan mbahkung… yang jelas setan itu saat ini menguasai daerah ini… dan setan itu adalah eh.. Maaf, Saya tidak sanggup mengatakannya….”


“Pada intinya kami penduduk sini tidak suka apabila setan itu akan mengambil alih pimpinan disini. Penduduk disini ketakutan apabila setan itu menguasai kawasan ini”


“Apa pimpinan disini tidak bertindak?” tanya mas Agus


“Tidak, karena… eh maaf saya tidak bisa mengatakannya…..pokoknya kalian berdua lakukan seperti yang tadi saya katakan itu”


“Jiang.. Kalau saya teriakan nama itu… nanti apakah bukan penjaga istana yang keluar?” tanya mas Agus


“Heheheh… tidak ada satupun yang mau ikut campur kalau ada yang berteriak dengan lantang nama setan itu… tidak ada yang akan membantu kalian apabila berurusan dengan setan itu”


“Oh iya Jiang…. Ada satu orang lagi teman kami yang datang ke dalam benteng ini, dan dia yang akan membantu kami nanti malam melawan si setan… hanya saja dia saat ini mungkin sedang mencari kami berdua…”


“Kami bisa minta tolong untuk menjemput teman kami dan bawa kesini Jiang?”


“Hmmm bisa mbahkung.. Saya akan kerahkan anak buah saya untuk mencari teman kalian.. Eh ciri-cirinya bagaimana dan siapa namanya”


Mas Agus menjelaskan ciri-ciri dari pak Pangat atau Bawono…


Aku agak khawatir juga dengan setan yang bernama Inggrid itu, sesuai dengan omongan dari Jiang.. Dia itu berkuasa disini, tapi anehnya Jiang tidak mau menjelaskan apa hubunganya setan itu dengan pemilik kawasan ini.


JIang tadi ragu untuk menjelaskan siapa setan itu… jadi menurutku pasti dia ada hubunganya dengan pemilik area ini.. Pasi ada hubungannya..


Bukankah leluhurku pernah bilang kalau Inggrid mempunyai orang tua...dan apakah orang tua Inggrid itu adalah pemilik kawasan ini?


Kesimpulan pertamaku adalah.. Setan itu anak yang tidak diharapkan.. Bisa jadi hasil dari aborsi dari pemilik kawasan ini…


Bukanya Rita pernah bilang kalau pemimpin mereka tidak mempunyai keturunan…. Tapi itu kan hanya perkiraanku saja, aku belum tau yang sebenarnya itu bagaimana.


*****


JIang keluar dari gubuk tempat dia tinggal, dia menuju ke teman-temannya untuk meminta bantuan mencari dimana pak Pangat berada.


Aku dan mas Agus hanya bisa menunggu di dalam gubuk, karena hari saat ini semakin siang menuju sore.. Jadi pak Pangat secepatnya harus ditemukan.


“Mas… mas Agus bisi berpikir tentang siapa Inggrid itu atau tidak mas?”


“Hehehehe, kemungkinan besar dia itu anak dari pemilik kawasan ini mbak… tetapi bukan anak yang mereka kehendaki, melainkan anak yang dibuang, dan sekarang anak yang dibuang itu ingin merebut daerah ini hehehehe”


“Ah, analisa mas Agus malah kayak cerita komik atau sinetron mas hihihi”


“Lha gimana lagi mbak.. Saya kan berpijak pada apa yang diceritakan mbak RIta dan Jiang ini… jadi ya saya sambung-sambung dan saya ambil kesimpulan sendiri saja heheheh”


“Mas… apa mas Yakin dengan yang akan kita lakukan nanti ini mas?”


“Tenang saja mbak Tina… mbak Tina ini diberi kekuatan lebih dari cukup oleh leluhur mbak Tina, apalagi kekuatan itu digabungkan dengan yang dimiliki oleh mbak Sastro, saya kira kita akan baik baik saja kok mbak”


Jiang lama juga pergi mencari pak Pangat, mungkin JIang sedang cari cara bagaimana agar  tidak ada yang mengikuti pak pangat ketika menuju ke rumah ini….


Aku pikir keadaan disini ini tidak akan seburuk ini, ternyata cukup buruk juga setelah kita tau siapa itu Inggrid dan apa yang akan dia lakukan kepada kami.

__ADS_1


Cukup lama juga kami menunggu hingga Jiang menemukan pak Pangat, aku khawatir jangan-jangan terjadi sesuatu dengan pak Pangat


__ADS_2