
Selamat pagi, siang, dan malam…
Saya mbak Bashi sebagai penulis dari cerita yang berantakan, yang berjudul Rumah Penggergajian ingin memberitahukan sesuatu..
Dikarenakan banyaknya pertanyaan tentang bagaimana kelanjutan dari keluarga Agus dan Tina, beserta kedua anak kembarnya di pulau B, dan adanya permintaan untuk melanjutkan cerita keluarga itu disana…..
Maka dengan ini saya informasikan bahwa saya akan melanjutkan cerita keluarga mereka di pulau B, tetapi bukan serta merta ini merupakan cerita tentang kehidupan mereka.
Bukan berarti saya akan membuat cerita tentang kehidupan mereka di pulau B dengan segala kekuatannya, juga bukan berarti saya akan menceritakan tentang kehidupan sejahtera mereka dengan dua anak kembarnya.
Tetapi dalam cerita saya berikutnya, keluarga Agus dan Tina ini hanya sebagai obyek pelengkap yang begitu pentingnya maka terpaksa saya jadikan sejajar nasibnya dengan pemeran utama. Mereka secara tidak ngatjengaja akan terlibat di dalam cerita itu.
Di dalam novel saya yang berikutnya itu, keluarga ini mungkin tidak akan bernasib seperti yang ada di Rumah Penggergajian, yah karena tidak selamanya yang bernasib baik akan selalu bernasib baik.
Di novel saya yang baru ini akan menceritakan dua orang penulis cerita horor. Dia menulis di aplikasi dan juga di media cetak…..
__ADS_1
Penulis cerita horor ini selalu mencari tempat yang mengerikan, agar mereka dapat merasakan feelnya, agar apa yang mereka tulis itu berdasarkan pengalaman mereka sendiri, bukan berdasar dari katanya si A, si B dan lainnya.
Kebetulan penulis cerita horor itu mendapat informasi tempat yang mengerikan di pulau B, dan disana nanti mereka secara tidak tjengaja bertemu dengan kedua anak dari Tina dan Agus itu.
Nah nanti keluarga Agus khususnya kedua anak kembar yang bernama Agusta dan Agustin akan terlibat bersama kedua orang yang selalu mencari tempat horor untuk dibuatkan ceritanya.
Seperti apa ceritanya, dan bagaimana khususnya Gustin dan Gusta disana, dan bagaimana nasib Agus dan Tina, bisa kalian ikuti di novel RUMAH BELAKANG SETRA
Sedikit deskripsi dari cerita Rumah Belakang Setra yang sedang saya tulis ini sebagai berikut:
Cerita ini tentang kami penulis novel horor yang bahan penulisannya berdasarkan apa yang kami rasakan di suatu tempat.
Untuk yang satu ini merupakan cerita yang istimewa, kami mengalami kejadian yang lebih mengerikan dari pada cerita kami yang sebelumnya.
Dalam cerita ini kami mengalami teror batin dan teror nyawa, kami harus mencari jalan bagaimana kami harus bisa selamat.
__ADS_1
Untungnya ada yang membantu kami, dua anak remaja kembar cowok dan cewek yang baru saja kami kenal. Gusta dan Gustin, anak kembar yang keluarganya kurang beruntung.
Pada intinya kami ini bukan pemburu hantu, kami juga bukan pengusir hantu, kami juga bukan ahli supranatural.
Kami sama sekali tidak mempunyai ilmu ghaib yang bisa mendatangkan mahluk ghaib.
Kami tidak memerlukan kembang, kemenyan, atau apapun sejenisnya yang digunakan untuk memanggil ghaib.
Kami hanya datang ke tempat yang kami rasa cocok untuk merasakan apa yang ada disana, sehingga menjadi cerita yang mendekati kenyataan.
Nah itulah sedikit informasi untuk para pembaca Rumah Penggergajian yang menanyakan bagaimana kabar keluarga dari Agus dan Tina yang melarikan diri ke pulau B.
Semoga Rumah Belakang Setra akan membuat kalian para pembaca novel ini tenang, aman, damai, sejahtera, dan senang bergemar
salam hangat tai ayam
__ADS_1
Mbak Bashi