RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
38. ADA YANG DI RUANG TAMU?


__ADS_3

Ya Allah suara itu kan berasal dari radio kuno yang ada di ruang tamu…


Aku semakin yakin lagu itu berasal dari ruang tamu, dan berasal dari radio kuno yang ada di ruang tamu. tapi sekarang lagu itu sudah berhenti…


Tidak.. lagu itu tidak berhenti, tetapi berubah menjadi pelan..ya lagu keroncong itu menjadi pelan..


Sekarang yang terdengar adalah suara penyiar laki-laki yang sedang memberikan sebuah informasi, hanya saja aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas karena suara radio itu pelan sekali,


Tapi yang pasti aku bisa mendengar suara,


…..  hari ini hari kamis tanggal tiga belas bulan Juni tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh empat telah terjadi  pembunuhan …..


Setelah itu suara itu kembali tidak jelas. Keringat dingin membanjiri tubuhku….


Mataku terbuka lebar pupil ku pun membesar, jantungku berdetak kencang, aliran darahku terasa kencang…


Radio itu menyiarkan berita tahun 1974, apa yang terjadi dengan radio itu kenapa sampai menyiarkan berita kuno, tapi yang kudengar hanya sepintas saja, karena setelah itu suara itu tidak jelas sama sekali


Siapa yang menyalakan radio itu, siapa yang ada di luar sana?....


Tidak ada suara siapapundi ruang tamu, yang ada hanya suara rintik hujan yang kadang agak lebat tapi kemudian kembali lagi menjadi gerimis saja.


Tidak ada lagi suara radio yang memperdengarkan lagu keroncong maupun berita kuno yang tadi sempat membuatku ketakutan.


Sunyi sepi dan dingin….


Apakah mungkin yang ada disini ingin memberitahu sesuatu, apakah yang ada disini itu ingin memberi tanda kepadaku tentang sesuatu ataukah hanya menakutiku saja?


Aku harus bisa beranjak dari tempat tidurku dan menyalakan lampu minyak lagi, tetapi untuk saat ini aku tidak mampu meskipun  hanya untuk berdiri saja.


beberapa waktu berselang tidak terjadi apa-apa, sehingga aku mulai bisa tenang…


Tetapi kelihatannya ketenangan ini tidak untukku, selang beberapa saat aku mendengar suara pintu yang ditutup, suara yang keras namun suara itu khas.


Aku sudah hafal suara tiap pintu yang ada di rumah ini, sehingga apabila ada suara pintu yang terbuka atau tertutup aku bisa tahu.


Aku bahkan sudah hafal suara pintu gerbang yang ada di bagian belakang rumah, pintu gerbang yang biasanya para pekerja masuk.


“Suara yang barusan itu adalah pintu kamar mandi yang menutup…..”

__ADS_1


Mataku terbuka lebar pupil ku pun membesar, jantungku berdetak kencang, aliran darahku terasa kencang… keringat dingin kembali memenuhi dahiku.


Setelah tadi dengan radio yang berbunyi dan menyiarkan berita lama, sekarang suara pintu kamar mandi yang tertutup sendiri.


Pintu kamar mandi itu hanya tertutup sendiri… hanya tertutup dan tidak terbuka lagi, ada yang menutup pintu itu…


Yang aku heran kenapa pintu kamar mandi itu selalu tertutup?


“Tiap kubuka pada sore harinya kemudian paginya pintu itu selalu dalam keadaan tertutup…” gumamku


Aku hanya bisa diam di atas tempat tidurku tanpa berani bergerak sama sekali..


“Untungnya  pintu  kamar mandi itu hanya tertutup saja, mungkin karena ada angin, tadi kan memang anginya kencang waktu hujan” gumamku dalam hati


Sedikit berlogika bisa digunakan untuk menenangkan diri, daripada berpikir yang diluar nalar manusia.


Aku masih terbujur di atas tempat tidur tanpa berani bergerak sama sekali, aku tidak berani bergerak meskipun hanya untuk menggaruk selangkhanganku yang gatal.


Pokoknya selama lampu  yang ada di kamar maupun yang ada di ruang tamu masih dalam keadaan mati, jangan harap keadaan akan kembali tenang.


Untungnya setelah pintu kamar mandi tertutup keadaan kembali tenang, tidak ada sesuatu apapun yang menggangguku, hingga kemudian timbul rasa kantuk.


Kubiarkan saja rasa kantuk ini menyerangku, hingga perlahan lahan akupun  tertidur…


Aku terbangun dengan tiba-tiba setelah mendengar suara yang aneh tadi..


Suara itu seperti suara  benda berat yang sedang ditarik dan didorong.


Kubuka mataku lebar-lebar…..


Keadaan masih gelap gulita, tetapi aku dengar ada  yang sedang menggeser meja dan kursi yang ada di ruang tamu.


Suara meja dan kursi yang sedang digeser perlahan-lahan…


Tidak ada suara langkah kaki, tidak ada suara orang yang sedang bicara…


Hanya suara meja dan kursi yang sedang digeser saja


Apalagi yang sedang terjadi disini, kenapa ada yang berusaha menggeser meja dan kursi yang ada diruang tamu.

__ADS_1


“Ya Allah sampai kapan godaan ini akan berakhir kenapa tiap hari aku selalu mendapat masalah di rumah ini”


Tiba-tiba suara meja dan kursi yang bergeser itu berhenti, kini tidak ada lagi suara yang muncul dari ruang tamu rumah.


Tetap kupasang telinga untuk mendengarkan suara yang mungkin akan muncul sebentar lagi, tepi tidak ada yang terdengar, hanya sepi dan terkadang ada suara hewan malam saja yang terdengar.


Aku semakin tegang dengan situasi yang mendadak menjadi sepi sunyi…


Keadaan masih gelap, tidak ada cahaya sama sekali yang muncul di sekitar sini…


Aku berusaha agar bisa tidur lagi. aku berusaha agar bisa ngantuk lagi, tetapi yang ada adalah aku semakin tidak merasa ngantuk sama sekali.


Ketika keadaan menjadi sunyi tiba-tiba hidungku mencium bau yang aneh, bau ini mirip dengan bau ketika aku bersama Mamad sedang tausiah di  rumah almarhum mbah Karyo.


Bau ini semakin kuat dengan disertai  asap yang muncul dari celah pintu dan lantai…


“Bau kemenyan!....”


Kenapa ada asap kemenyan,  dan siapa yang membakar kemenyan...


Aku semakin ketakutan, tidak ada manusia di ruang tamu , tidak ada suara langkah kaki, tidak ada suara orang yang bicara di ruang tamu.


Semakin lama asap itu semakin banyak dan mulai memenuhi kamarku…


Asap ini membuat aku sesak nafas..aku harus melakukan sesuatu agar tidak celaka akibat menghirup asap.


Tetapi sayangnya aku tidak bisa menggerakan kakiku sama sekali, kedua kakiku seperti mati rasa, bahkan kini aku tidak bisa menggerakan tubuhku juga!


Aku hanya bisa menggerakkan mataku saja, aku hanya bisa melirik ke arah pintu ketika pintu kamarku perlahan-lahan terbuka!


Aku tidak bisa menggerakan mulutku, untuk bicara pun aku tidak bisa, apalagi teriak!... aku hanya bisa diam pasrah dan melihat dengan jelas pintu kamarku yang terbuka dengan perlahan lahan!


Ada yang memaksaku untuk melihat ke arah pintu kamar, ada yang memaksaku untuk menyaksikan apa yang akan masuk ke dalam kamar!


Pintu kamar semakin terbuka lebar, sekarang aku bisa lihat keadaan ruang tamu yang gelap gulita, tidak ada seorangpun di ruang tamu yang ada hanya asap yang memenuhi ambang pintu kamar.


Tidak ada siapapun baik di kamar maupun di ruang tamu secara penglihatanku….


Tapi secara perasaan aku bisa rasakan ada satu..dua atau lebih dari lima orang yang ada di sekitar ruang tamu, aku bisa rasakan orang–orang itu sedang melihat ke padaku.

__ADS_1


Asap kemenyan semakin tebal, dadaku semakin sesak, kepalaku semakin pusing,  penglihatan menjadi kabur…


Rasanya untuk saat ini aku dipaksa untuk memejamkan mata, ketika mataku semakin menyipit sekilas aku bisa melihat beberapa orang berpakaian hitam sedang melihat ke arahku!


__ADS_2