
Wajah sopir itu mendadak pucat dan terus-menerus melihat ke arah jalan depan…
aku nggak tau apa yang sedang terjadi, hanya saja aku merasa tubuhku agak kebas..rasanya seperti agak tebal di beberapa bagian.
Aku tidak memperdulikan lagi.. Aku hanya diam dan melihat jalan seperti yang dilakukan sopir travel itu, aku sama sekali tidak ingin tanya kenapa dan ada apa kepada dia.
Kulirik sebentar… mulut sopir ambulan ini seperti sedang merapal doa,, keringat seukuran biji jagung tetap bersumber di dahinya… dia masih melafalkan sesuatu, karena aku tidak bisa mendengar apa yang sedang dia lafalkan.
Sudah hampir tiga puluh menit sopir ambulan ini dalam keadaan tegang dan seperti nya sedang melafalkan sesuatu, tapi aku biarkan saja, mungkin ada sesuatu yang sedang mengganggu dia ketika sedang menyetir.
Mobil sudah hampir masuk ke kota dimana rumah sakit dokter Joko berada dan mobil ambulan ini berasal. Kulirik lagi sopir ambulan yang sedang menyeka keringatnya. Tetapi sekarang dia sudah tidak diam dan tidak melafalan apapun.
“Pak kita langsung ke hotel atau gimana?” tanya Sopir ambulan itu membuka pembicaraan
“Tadi perintahnya langsung ke sana pak. Disana sudah ada rekan kami yang menunggu, sementar itu teman yang ada di mobil belakang sedang menjemput dokter Joko”
“Eh pak Agus…saya minta maaf sebelumnya.. Eh tadi.. Eh tadi, eh pemilik raga yang ada di belakang itu datang dan menempel di tubuh pak Agus”
“Eh dia menempel di tubuh pak Agus. dia melihat saya dengan tatapan mata melotot, seperti orang yang sedang marah pak”
“Saya tidak berani melihatnya pak. Makanya tadi saya hanya melihat ke depan saja…. Tapi tadi ketika memasuki kota ini, dia menghilang dengan sendirinya”
“Sekarang masih ada pak?”
“Sudah tidak ada pak Agus, tadi dia menghilang ketika kita masuk ke kota ini”
“Ya sudah pak, dan semoga tidak muncul lagi, saat ini sudah pukul delapan lewat tiga puluh menit, kita langsung ke hotel sana saja pak”
“Eh maaf sebelumnya pak Agus.. mohon maaaaaaaf sekali, saya mau tanya sesuatu…. Eh mayat ini tujuannya apa kok dibawa ke sana pak?”
“Waduh… saya tidak bisa cerita pak.. Eh pokoknya tujuannya baik pak…. Tujuannya mulia untuk menyelamatkan penduduk di sekitar sini… gitu saja yang bapak perlu tau”
__ADS_1
Tidak ada pembicaraan lagi setelah aku jawab pertanyaan dari pak Sopir ambulan ini….
Mobil ambulan terus saja menuju ke desa, sedangkan mobil pak Jay belok ke arah rumah sakit untuk menjemput dokter Joko.
Aku bisa merasakan bahwa pemilik jasad busuk itu pasti tidak terima apabila jasadnya kita gunakan untuk memancing demit yang ada disana, tapi mau bagaimana lagi, hal itu kan memang berguna bagi penduduk disini.
Ambulan ini sudah berbelok ke kiri, sekarang kami memasuki jalan setapak yang menuju ke hotel Singgasana Adem Ayem.
Mobil berbelok di parkiran, dan untungnya ternyata di parkiran sudah ada pak Diran, Jiang…… dan ada beberapa polisi dengan dua mobil polisi yang terparkir rapi di sisi dalam parkiran hotel.
Waduh… kenapa ada polisi….
Lalu bagaimana dengan mayat ini, bagaimana caranya menjelaskan kepada para polisi itu!.
Tapi pak Diran sekarang sedang ngobrol bersama dengan salah satu polisi yang ada disana….
“Pak… parkirkan mobil ini dulu di depan sana, saya mau bicara dengan polisi yang ada disini sambil nunggu dokter Joko dan teman saya yang akan datang ke sini”
Kubuka pintu mobil ambulan, dan aku menuju ke pak Diran, Jiang dan beberapa polisi yang berdiri bersama pak Diran dan Jiang.
“Selamat malam pak Agus” sapa pak Diran
“Eh ini ada beberapa polisi yang datang karena dua teman mereka yang mati disini dengan mengerikan, dan tadi saya sudah jelaskan kepada komandan polisi ini bahwa yang ada disini bukan sesuatu yang kasat mata, tetapi sesuatu yang tak kasat mata dan mempunyai kekuatan untuk menghancurkan separuh dari desa disini”
“Tadi bu Tugiyem, pak Kyai Dollah dan beberapa warga juga datang kesini, dan mereka juga menjelaskan apa yang sedang terjadi disini, tapi sekarang penduduk desa pamit sebentar untuk mengambil sesuatu yang akan mereka gunakan disini”
“Saya Agus pak komandan, saya karyawan disini, eh nanti pemilik hotel ini akan datang juga, dia bersama dengan beberapa teman saya sedang menjemput dokter Joko dari rumah sakit kota untuk kesini” kujabat tangan pak Komandan polisi yang terlihat tegang
“Panggil saya pak Senja saja…. Saya tau pak Agus.. barusan pak Sudiran dan penduduk desa bu Tugiyem cerita kepada saya… tetapi tindakan yang akan kalian lakukan ini sangat berbahaya dan melanggar hukum… eh mayat itu ada di mobil itu?” kata pak Komandan Senja
“Iya ada pak..mayat Mr X yang sudah sebulan tidak ada yang mengakui sebagai saudaraanya, dan akan digunakan untuk praktek mahasiswa kedokteran”
__ADS_1
“Dokumen-dokumennya ada pada pak Jay semua kok pak, dan kami bukan pencuri mayat hehehe”
“Saya tau pak Agus, dan saya bersama anggota saya akan tutup mata dengan apa yang akan dilakukan disini” kata pak Komandan Senja
“Uuuugh pak Agus.. mayat itu apa sudah sangat busuk, baunya sampai disini” tanya pak Diran
“Iya pak sudah busuk.. Makanya pihak rumah sakit kalau tidak digunakan untuk praktek ya akan dikubur sebagai mr X pak”
Tidak lama kemudian mobil pak Jay muncul..dan kemudian parkir di sebelah mobil ambulan.
Pak Jay, pak Hendrik, mbak Tina dan dokter Joko turun dari mobil.. Mereka menghampiri kami yang sedang bergerombol di tengah parkiran.
Ketika pak Jay dan pak Hendrik bicara dengan komandan polisi, pak Diran dan mbak Tina menghampiri aku yang berdiri agak menjauh dari mereka yang bergerombol.
“Pak Agus… ada kabar yang sangat penting dari guru saya dan dari Kunti yang ada di belakang… info dari guru saya mirip dengan apa yang dikatakan kunti itu”
Malam ini semua harus diselesaikan, karena setelah lewat malam ini maka lubang itu akan robek semakin besar, dan Solikin akan masuk ke sini… tentu saja kita akan semakin sulit membersihkan tempat ini”
“Dan lubang yang robek ini adalah hasil karya dari Solikin dan dibantu oleh Inggrid.. Ada kemungkinan Solikin dan Inggrid adalah sepasang suami istri beda alam yang sudah melakukan perjanjian” kata pak Diran
“Arwah solikin sekarang ada di seberang sungai, dan siap untuk menyerang daerah sini setiap waktu, dan satu lagi pak Agus… ada satu buah mayat hidup yang sedang menuju ke sini”
“Pak Pangat ya pak Diran?”
“Yah.. saya tidak tau namanya…pokoknya dia sedan berjalan kesini dan dia akan merobek robek pagar ghaib disini, tetapi untungnya leluhur bu Tina sekarang sedang bekerja keras untuk memperbaiki pagar ghaib itu” kata pak Diran
“Nanti bu Tugiyem dan penduduk desa akan datang membantu kita pak Agus”
“Trs bagaimana dengan polisi itu pak Diran?”
“Tenang saja pak Agus, mereka tidak akan menghalangi kita, komandan polisi pak Senja itu akan menjaga tempat ini saja”
__ADS_1