RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
292. PEREMPUAN MEMANG SULIT DIPAHAMI


__ADS_3

Proyek resort sudah lima puluh persen, sekitar satu tahun setelah aku menitipkan bayiku si Agusta kepada keluarga pak  Diran.


Tidak ada apapun yang terjadi dengan resort disini, semua berjalan dengan lancar, tidak ada gangguan apapun yang berarti.


Sesuai dengan perintah leluhur istriku bahwa keadaan akan aman ketika kedua anak kembarku dipisahkan hingga mereka akil baliq.


Tetapi tidak dengan istriku…


Semenjak Gusta dititipkan ke rumah pak Diran, Tina istriku lebih sering melamun dan menangis, keadaan itu berlangsung ketika kami menitipkan anak kami ke rumah pak Diran hingga tiga bulan ke depan.


Tetapi setelah tiga bulan, aku bisa merasakan istriku mulai bisa menerima keadaan, apalagi kami kan masih punya batita yang lucu si Gustin…


Gustin tumbuh menjadi bayi yang lucu dan menggemaskan, dia juga cantik, cantik yang mewakili raut wajah ibunya yang memang sudah cantik.


Umur Gustin sudah satu tahun lebih…..dan pastinya Gusta juga berumur sama…


Kembali lagi ke keadaan istriku….


Istriku kembali suka menangis dan merenung dalam tiga bulan terakhir ini…


Aku nggak tau juga kenapa dia kembali bersedih, padahal ini sudah lebih dari satu tahun, tepatnya satu tahun tiga bulan kami menitipkan Gusta kepada keluarga pak Diran,


Memang selama ini kami tidak pernah melihat atau mengunjungi Gusta, karena hal itu dilarang, hal yang akan mengakibatkan timbulnya lagi hubungan ikatan emosi antara kami orang tua dari Gusta dan tentu saja Gusta yang kami titipkan di rumah pak Diran.


Kami cukup mendengar kabar dari pak Diran tentang keadaan Gusta, pak Diran bukan orang yang jahat, dia selalu bercerita tentang Gusta, apa saja perkembangan Gusta, apa yang dilakukan Gusta, hingga apa kegemaran Gusta.


Tetapi tentu saja cerita pak Diran ini membuat istriku sedih….


Yah gimana lagi… gak mungkin kan melarang pak Diran untuk berhenti bercerita tentang Gusta…


Secara rutin tiap bulan aku selalu memberi pak Diran uang untuk kebutuhan anakku, meskipun pak Diran kadang menolak dengan alasan uang bulan lalu masih cukup untuk membelikan kebutuhan Gusta.


Siang tengah hari ini setelah dari Proyek aku pulang ke rumah untuk makan siang dan beristirahat siang……selain untuk istirahat siang, aku juga harus melihat keadaan istriku.


Aku gak tau kenapa, akhir-akhir ini ketika dia teringat tentang Gusta dan mulai bersedih lagi, dia semakin manja…. Dia tidak mau aku tinggal untuk mengawasi proyek pak Jay dan pak Hendrik.

__ADS_1


Dia selalu memintaku untuk tinggal di rumah saja…. Dengan alasan perasaan istriku yang gak enak tentang aku, dia, Gustin dan Gusta…..


Ah kebiasaan perempuan kan memang seperti itu, selalu bermain perasaan saja.


“Mas…. pak Diran sudah kabari keadaan Gusta?”


“Udah yank, dia kan hari ini datang pagi… tadi dia cerita tentang Gusta yang semakin hari semakin pintar”


“Apa Gusta sehat-sehat aja mas?”


“Hehehe kalau pak Diran berkata Gusta semakin hari semakin pintar itu kan artinya Gusta baik-baik saja dan sehat yank, beda kalau pak Diran ngomong kalau Gusta gak mau minum susu hehehe”


“Aaaaah mas ini sih!... Tina kan tanya mas, Tina serius ini!” Jawab istriku dengan suara agak tinggi


“Hehehe aku juga serius yank.. Malah aku duarius. Kita kan sudah lama kenal dengan pak Diran, dan aku juga sudah bisa membaca raut wajah pak Diran yank….”


“Raut wajah pak Diran tidak menampakan suatu masalah sama sekali yank” aku berusaha meyakinkan istriku tentang keadaan anak kami Gusta yang baik baik saja”


“Iya..iya mas.. Tapi Tina, perasaan TIna nggak berkata baik-baik saja mas” jawab istriku dengan suara nyaris berbisik


“Terus sayankku maunya gimana, aku harus gimana yank?”


Yah aku paham.. Namanya juga perempuan.


Perempuan selalu main perasaan tanpa  memiliki alasan atau penjelasan.


Pokoknya gitu ya gitu,. dan harus dituruti meskipun gak tau apa yang harus dilakukan.


Tapi aku gak masalah, aku tetap harus bisa menjadi suami yang baik bagi Tina heheheh..


“Ya udah Yank, nanti aku tanya ke pak Diran lagi ya… kamu sekarang tenang aja, itu lihat si Gustin dari tadi ngajak ngajak  kamu main”


“Iya… tapi… tapi ada sesuatu yang tidak biasanya mas” jawab istriku dengan suara pelan lagi


“Yang gak biasanya itu apa yank…?”

__ADS_1


“Nggak tau mas, Tina juga gak tau…. Pokoknya ada yang gak seperti biasanya dari Gusta mas”


“Gini aja yang…udahlah, kamu tenang aja dulu, biar aku tanya-tanya ke pak Diran tentang Gusta ya”


Sesuatu yang tidak biasanya… tapi istriku gak bisa menjelaskan apa yang tidak biasanya itu, dia bahkan gak paham akan apa yang dia katakan.


Yah untuk membuat istriku senang, ada baiknya aku akan tanyakan ke pak Diran saja nanti ketika aku ke proyek lagi, agar istriku tenang dan dan tidak terlihat khawatir lagi.


*****


“Maksudnya bagaimana pak Agus?” tanya pak Diran agak bingung


“Yah itu kan kata istri saya pak, dan bapak tau kan kalau perempuan itu kadang sulit untuk dimengerti pak”


“Hehehe iya pak Agus, nanti akan saya tanyakan ke istri saya pak, soalnya selama ini Gusta biasa aja kok, yah umur satu tahun tiga bulan yang wajar, seperti dia sudah merangkak”


“Hanya saja Gusta ini bukan anak biasa pak Agus, menurut istri saya Gusta mempunyai kelebihan kecerdasan dari pada bayi pada umumnya yang seusia dengan Gusta”


“Hanya saja saya tidak pernah perhatikan apa yang dikatakan istri saya pak, saya hanya sambil lalu saja menanggapi perkataan istri saya” kata pak Diran sambil mengingat ingat apa yang dikatakan istrinya


“Ya sudah pak Diran, jangan dipikirkan, nanti sesampai di rumah tolong tanyakan ke istri pak Diran, apakah ada perubahan atau sesuatu yang tidak biasanya untuk anak seumuran itu”


“Ok pak Agus, nanti sesampai di rumah akan saya tanyakan”


*****


Malam hari setelah aku  laksanakan sholat isya…


Proyek masih berjalan terus selama dua puluh empat jam, bergantian beberapa shift. Sedangkan aku bekerja sesuai jam kerja kantor pada umumnya, kecuali ada sesuatu yang memerlukan bantuan dan pikiranku saja.


“Yank… si Gustin udah bobok?”


“Udah dari tadi mas… kenapa kok tanya Gustin sih?”


"Nggak papa, cuma kangen sama Gustin aja kok yank...eh gimana, apa ada yang aneh sama Gusti lagi gak yank?"

__ADS_1


"Nggak ada sih mas.... tapi tadi mas Agus udah tanya ke pak Diran belum?"


"Udah, nanti dia akan tanya ke istrinya, dan besok pagi akan kasih kabar aku hehehe"


__ADS_2