RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
89.INFORMASI YANG ANEH


__ADS_3

“Hmm kalau dari samping memang mirip dengan Yetno, tapi ndak tau lagi sih mbak”


“Ayo kita lebih dekat lagi mbak, siapa tau kita bisa dengar apa yang sedang mereka bicarakan”


Aku dan Tina bergeser menuju ke tempat dua orang yang sekali lagi sedang mencoba menyalakan motor berknalpot berisik.


Kedua orang itu kelihatan tidak paham tentang permesinan, buktinya salah satu dari mereka masih saja mencoba untuk menyalakan mesin motor, meskipun sudah berkali kali mencoba.


Kami bergeser secara perlahan-lahan hingga kami akhirnya bisa mendengar apa yang mereka berdua bicarakan,


“Hufff untung malam ini kita tidak melakukan apa-apa pak…”


“Sebenarnya Burhan menyuruh kita mengamati rumah itu apa sih tujuannya pak?”


“Saya dari tadi juga sedang berpikir itu mas…”


“Saya sedang berpikir…Wandi itu dari mana saja, kenapa mendadak dia kok datang ke rumah itu ya mas”


“Lagi pula aneh juga pak, ngapain Wandi kok naik travel dari rumah itu, apakah dia curiga dengan Burhan?”


“Saya tidak tau mas….”


“Lebih baik kita bicara dengan Burhan lagi pak, kita harus bergerak cepat pak”


“Hufff saya rasa ini adalah pekerjaan terakhir bagi saya mas”


“Lho kenapa pak, kita ini kan team pak, kalau bapak tidak ikut ya rasanya ada yang kurang pak”


“Sudah waktunya saya pensiun mas hehehe….”


“Setelah ini saya tidak akan ikut-ikut lagi, dan kamu harus berhati hati mas. karena teman kita bisa menjadi musuh kita di dalam  bisnis ini”


Aku dan Tina hanya berjarak sekitar lima meter lebih di belakang mereka.


Kami sembunyi di antara pohon-pohon yang tadinya tempat mereka berdua menyembunyikan motor berisiknya.


Disini cukup jelas untuk mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


“Untungnya tadi siang Burhan datang ke rumah saya untuk memberitahu tentang rencana kedatangan Wandi ke rumah itu mas”


“Tapi kenapa dia kok malah minta kita berdua mengintai siapa yang datang itu pak? bukanya sudah pasti yang datang itu kan Wandi pak?”


“Nah itu yang saya tidak suka mas, Burhan itu bukan tipe orang yang bertanggung jawab dan pemberani…”

__ADS_1


“Mungkin dia merasa terancam dengan kedatangan Wandi dan anak buahnya itu mas…”


“Sehingga dia butuh kita untuk mengawasi dan membantunya apabila ada sesuatu yang terjadi mas”


“Yang diintai itu siapa….dan yang akan menyakiti dia itu siapa pak,  keadaan yang tidak jelas sama sekali ini bisa membuat  kita saling curiga pak…”


“Lho tadi waktu Burhan ke rumah bapak, dia bilang apa pak?”


“Dia bilang… tolong nanti malam berjaga-jaga di depan rumah, karena dia merasa kedatangan Wandi disana itu akan berakibat rusuh…”


“Makanya mas No... saya ajak sampeyan untuk mengintai di depan rumah ini, karena Burhan sedang ketakutan”


“Lha sekarang yang diintai sudah naik Travel… terus apa yang akan kita lakukan pak?”


“Kita pulang lah, biarkan dia bersama anak muda tinggi besar hitam dan tolol di rumah itu”


Kedua orang itu menuju ke hutan untuk kembali desa, mereka berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya.


Aku dan Tina merasa cukup dengan mendengar apa yang tadi dikatakan oleh orang tua yang aku belum tau siapa itu dan satunya lagi yang dipanggil No.


“Mas Agus…Tina yakin yang dipanggil No itu adalah Yento, hanya saja yang tua itu Tina belum tau mas”


“Iya mbak Tina, kasus ini sebenarnya simpel.. kelihatannya ada dua kubu yang sedang memperebutkan solar”


“Masalah ini sebenarnya tidak rumit mbak, tetapi kita harus bisa memilah milah dulu diantara mereka”


“Yang menurut saya paling berperan disini adalah pak Wandi dan Mamad”


“Bisa saja dua orang itu yang pertama kali bermain solar, kemudian ada lagi mbah Karyo”


“Mungkin pada awalnya mbah Karyo ini tidak ikut terjun di bisnis haram ini,  tetapi lama kelamaan dia terbiasa juga”


“Kemudian ada lagi yang bernama Yetno. Menurut Burhan…Yetno ini penjahat kambuhan dan penadah atau makelar solar”


“Nah yang saya bingung ini Burhan mbak, dia itu sebagai apa diantara mereka ini”


“Karena tingkah Burhan sendiri itu mencurigakan, dia bisa tau tempat-tempat tersembunyi yang ada di rumah itu…”


“Dia bilang kepada saya bahwa dia tidak ikut ikutan masalah ini, tetapi buktinya dia sekarang minta diintai ketika ada pak Wandi dan temanya datang!”


“Mungkin gini mas, dia itu menyamar saja, dia mungkin sedang menyamar ikut bersama mereka agar bisa masuk ke dalam lingkup penjahat-penjahat itu”


“Nah itu mbak, tapi setiap saya tanya jawabnya selalu mendapat info dari pak Wito”

__ADS_1


“Duh nanti saja ceritanya mas,  waktu  kita ada di rumah saja, yang penting saat ini kita ikuti dua orang yang sudah jauh dari posisi kita ini mas”


“Ya sudah mbak Tina, kita ikuti dua orang itu sembari kita pulang saja”


Dua orang yang sedang menuntun sepeda motor yang mogok itu sudah melewati tempat kami menyembunyikan motor


Kami tetap menjaga jarak dengan dua orang yang ada di depan ku, aku tidak mau sembrono hingga mereka tau kehadiranku dan Tina.


Aku semakin tidak mengerti pola orang-orang ini…


Pertama… ada pak Wandi bersama entah temanya siapa itu


Kedua…ada orang yang dipanggil No yang kemungkinan besar dia adalah Yetno dan satu orang lagi yang mungkin dia adalah pak Wito!


Ketiga… Yang dipanggil No dan satu orang lagi itu sedang mengamati rumah, karena kemungkinan besar karena ada Wandi dan satu orang lagi yang aku masih ragu.


Keempat… orang yang dipanggil No tadi bilang untung kita tidak bergerak malam ini..


Yang menjadi pertanyaan itu, bergerak apa yang dia maksud itu?


Masalah ini semakin rumit saja… hufff


“Stop mas.. mereka berhenti” bisik Tina tiba-tiba


Aku dan Tina diam tidak bergerak ketika mereka berhenti berjalan…


Aku tidak tau apa yang menyebabkan mereka berhenti berjalan di tengah tengah hutan ini.


“Pak, apa sampeyan tidak mencium bau busuk seperti yang tadi?


“Iya mas… jangan-jangan kehadiran kita disini mengganggu beliau”


Keadaan kemudian menjadi hening dan sepi.. dua orang yang ada di depan kami hanya berdiam diri.


Mereka juga tadi sempat bilang tentang beliau,....Beliau yang dulu pernah dikatakan oleh pak Solikin dan pak Wandi.


Tapi anehnya di tempatku dan Tina bersembunyi tidak mencium bau busuk sama sekali…


Yang ada hanya bau wangi bunga yang harum namun agak samar.


“Pak!...apakah ini tanda bahwa kita tidak boleh meninggalkan rumah itu, dan kita harus kembali ke sana?”


“Jangan-jangan Burhan sedang dalam bahaya pak, bapak kan tau bagaimana kelakuan Mamad pak”

__ADS_1


__ADS_2