
Aku jelas tidak mungkin tidur di lantai….aku bukan tidur, tapi aku dalam keadaan pingsan, karena jelas sekali yang kulihat dan apa yang membuatku pingsan!
Tubuh perempuan remaja tergantung dengan seutas tali menjerat lehernya!
Aku ingat sekali wajah perempuan itu, dengan mata yang melotot dan lidah terjulur, aku masih ingat dan sangat jelas di ingatanku bagaimana raut wajah perempuan yang gantung diri itu.
Perempuan berwajah oriental berwajah pucat mata melotot dan lidah terjulur. Dengan rambut sebahu perempuan itu memakai rok dan masih menggunakan sepatu…
Sepatu dia itu yang mengenai kepalaku yang mengakibatkan aku menoleh ke atas.
“Pak Agus semalam mimpi apa pak, kenapa sampai pak Agus tidur di depan kamar mandi?”
“Ndak tau mas, eh semalam mas Burhan apa tidur di kamar?”
“Saya jelas ada di kamar pak, waktu pak Agus masuk kamar, saya kan sedang mengisi minyak tanah, setelah mengisi minyak tanah, saya ya tidur pak”
“Apa mas Burhan ndak dengar suara-suara aneh?”
“Ya memang sih ada beberapa gangguan, ada suara-suara yang tidak jelas, dan saya sempat mimpi kalau pintu kamar saya terbuka dengan sendirinya”
“Tapi setelah saya terbangun pintu kamar saya tidak terbuka sama sekali”
“Saya juga sempat bermimpi ada suara suara aneh di bagian luar sebelah kamar saya pak”
“Jadi mas Burhan sama sekali tidak keluar dari kamar atau keluar rumah?”
“Ya ndak pak Agus, di luar kan keadaanya penuh kabut, masak saya keluar kamar dan keluar rumah pak”
“Berarti saya benar-benar bermimpi mas, dalam mimpi itu saya berjalan keluar kamar dan kemudian berakhir di depan kamar mandi itu”
Burhan kuceritakan apa yang kualami tadi malam hingga aku berakhir pingsan di depan kamar mandi, sebuah cerita yang jelas-jelas tidak masuk akal.
Mungkin bagi orang macam Burhan aku hanya menderita sleepwalking, tapi bagiku semalam itu seolah olah nyata….. Nyata bagi orang seperti aku ini.
Wajah Burhan memucat ketika kujelaskan bahwa aku melihat perempuan berwajah oriental yang gantung diri di kamar mandi.
“Mungkin apa yang mas Burhan katakan tentang sleepwalking benar adanya. Tetapi apa yang kulihat dan kurasakan waktu ada di kamar mandi itu benar-benar nyata mas”
“S…saya bingung pak, sebenarnya apa yang terjadi dengan rumah ini dan dengan kita?”
“Karena perkiraan saya kita ini sedang diserang oleh orang yang tidak suka dengan kehadiran kita”
“Tapi kenapa kok di kamar mandi itu juga ada sosok orang yang sedang gantung diri”
“Gimana kalau kita lihat apa yang ada di dalam kamar mandi mas, saya yakin kayu usuk besar yang ada di atas kamar mandi itu yang digunakan untuk gantung diri”
Aku berjalan menuju ke kamar mandi diikuti oleh Burhan. Terus terang aku takut untuk melihat apa yang ada di dalam kamar mandi.
Tapi kalau keadaan pintu itu terbuka ya ndak terasa mengerikan lah.
__ADS_1
Tapi ternyata pintu kamar mandi itu tertutup…
“Mas Burhan, ketika tadi mas Burhan menolong saya, apakah pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup?”
“Iya tertutup pak, pak Agus kan ada di depan pintu kamar mandi, ndak tau pingsan atau tidur pak”
“Jadi pintu ini tidak dalam keadaan terbuka?”
“Tidak pak, saya yakin sekali bahwa pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup!”
Memang yang benar selama ini ya itu, pintu kamar mandi itu tidak pernah terbuka, selalu tertutup, dan apabila ada yang membuka, tidak lama kemudian akan tertutup dengan sendirinya.
Kuberanikan membuka pintu kamar mandi….
“Kosong pak, dan benar kata pak Agus di atas itu ada kayu usuk yang bisa saja digunakan untuk gantung diri”
“Hanya saja kita tidak bisa melihat dengan jelas kayu itu karena keadaan kamar mandi ini gelap pak”
“Orang gantung diri itu di sebelah mana posisinya pak”
“Di sebelah sana mas, dekat dengan sekat antara kamar mandi dan closet”
“Hmmm pak coba perhatikan disana pak, sepertinya ada sesuatu di kayu itu pak” tunjuk Burhan
“Iya mas, kayak ada sesuatu yang membelit kayu itu, sebentar aku ambil senter di tasku dulu mas”
“Eh pak Agus itu gimana sih pak, senter tadi barusan bapak kantongin waktu di ruang tamu tadi”
“Hehehe pak Agus ini belum tua kok sudah pikun sih pak heheheh”
Ternyata benar Burhan, di saku celanaku ada senter yang semalam kugunakan untuk menyinari daerah sini dan dapur.
Berarti memang benar-benar aku berjalan menuju ke dapur dan kamar mandi, dan itu bukan mimpi!.
Kunyakan senter kecil andalanku… ketika cahaya senter itu kuarahkan ke kayu besar yang melintang di atas kamar mandi….
“Itu mas, ada semacam sesuatu yang melilit kayu. menurutmu apa itu mas?”
“Itu bekas tali pak, bekas tali yang putus, Tali itu sudah lama ada disana, sudah berdebu dan menghitam warnanya”
“Nah itu, disana itu tempat perempuan yang gantung diri mas”
Aku terkesiap, ternyata apa yang tadi malam aku mimpikan itu ternyata ada benarnya…
Di dalam kamar mandi ini masih ada sisa tali yang udah putus, sisa tali yang melilit balok kayu dibiarkan masih terlilit di balok kayu.
Sedikit demi sedikit rahasia rumah ini akan terungkap….
Ternyata ada yang pernah bunuh diri disini, dan ada kemungkinan perempuan yang bunuh diri itu adalah keturunan tionghoa.
__ADS_1
Tetapi kenapa harus aku yang melihat perempuan yang bunuh diri itu, kenapa bukan pak Wandi atau lainya? tapi ndak tau juga apabila pak Wandi pernah diperlihatkan juga.
Setelah melihat apa yang ada di kamar mandi, kami kemudian menuju ke ruang tamu, aku dan Burhan ingin membahas apa yang sebenarnya terjadi disini.
“Mas Burhan, sedikit demi sedikit apa yang ada disini terkuak, tetapi apakah ada hubunganya dengan pocong yang sempat membuat aku sakit ini?”
“Keliatan beda kasus pak, untuk pocong dan semua mimpi tentang pengganggu itu kelihatannya memang ada yang sengaja mengganggu pak”
“Ada orang yang tidak suka dengan keberadaan pak Agus maupun saya”
“Mungkin perempuan yang bunuh diri itu ingin minta tolong kepada pak Agus, dia mungkin sedang dalam keadaaan yang susah, sehingga dia tidak bisa tenang di alamnya”
“Ah kamu ini ada-ada saja mas, mana bisa arwah minta bantuan kepada manusia hahahah”
“Ya sudah, sesuai dengan rencana semula, saya kan kerumah sakit untuk bertemu dengan dokter joko, sedangkan sampean mas ke desa sebelah untuk melihat keadaan pak Solikin”
“Iya pak… eh tapi saya tidak berani mandi disini pak hehehe”
“Ayo cepat sana mandi, saya tungguin di depan pintu kamar mandi. Tapi nanti gantian, saya juga tungguin ya mas”
Wajar aku takut mandi, karena kamar mandi itu ternyata bekas tempat orang gantung diri.
Dan aku merasa ada yang sedang melihatku kalau aku ada di dalam kamar mandi.
Hanya siapa itu dan kenapa gantung diri itu yang masih sama sekali tidak jelas. tapi anehnya kenapa arwah yang mati itu menampakan diri kepadaku?
Tapi kayaknya benar kata Burhan, dia menampakan diri itu karena suatu sebab, yang pasti dia menampakan diri karena butuh sesuatu dari aku.
*****
Motor butut sudah kupanasi, karena kalau tidak panas maka motor ini tidak akan menyala, sementara itu Burhan sedang mengunci pintu rumah dan pintu pagar.
“Mas, karena tujuan saya sekarang adalah mencari orang yang paham dengan hal yang berbau supranatural, kalau seumpama saya sore nanti belum pulang, mas Burhan bisa ke desa sebelah ke rumah pak Wito saja”
“Iya pak, saya jelas tidak akan berani tinggal disini hehehe”
Motor kujalankan menuju ke rumah mbak Tina terlebih dahulu. Sebenarnya kalau aku ndak ke rumah Tina ya ndak apa-apa.
Tapi rasanya ada yang kurang kalau sehari saja tidak melihat wajah mbak Tina yang bikin ngelek idu itu.
Pagi menjelang siang yang cukup panas aku sudah sampai di rumah Tina, ternyata dia sudah menungguku dari tadi pagi…
“Mas Agus kok telat sih datangnya, kan kita Tina harus gantiin perban mas Agus dulu sebelum ke tempat dokter Joko” kata Tina di depan pagar
“Tadi ada masalah lagi mbak Tina, ayo ajak saya masuk rumah, akan saya ceritakan apa yang menimpa saya tadi malam mbak”
Mbak Tina hanya diam dan gemetar ketika aku cerita tentang yang terjadi denganku tadi malam.
“Mbak Tina.. mbak Tina ndak papa ta?, Kenapa kok diam saja mbak?”
__ADS_1
“Tina takut mas, setahu Tina apabila ada yang bermimpi tentang seperti yang mas Agus mimpikan itu, berarti arwah itu sedang meminta bantuan kepada mas Agus.