
Tidak ada yang berarti atau mengerikan disini, tugasku tiap hari hanya melakukan pengawasan atas pembangunan resort milik pak Jay dan pak Hendrik.
Pembangunan resort ini dilakukan 24 jam.. Tidak ada waktu istirahat, selalu berganti shift dan dikerjakan secara cepat.
Aku sudah hampir merasa bosan dengan kehidupanku yang sudah normal dan datar…
Tetapi aku punya sebuah penantian…
Anakku akan lahir dalam waktu dekat ini, istriku si TIna sudah menginjak sembilan bulan, Dokter Joko hampir tiap hari datang kesini apabila dia tidak ada kesibukan di rumah sakit.
Pak Jay dan pak Hendrik juga kadang mampir ke rumah apabila mereka sedang melihat pembangunan proyek resortnya.
Saat ini tengah malam, sedangkan aku sama sekali tidak bisa tidur….
Aku hanya duduk di teras sambil memandang hutan yang gelap gulita namun aman, nyaman, dan tidak ada gangguan sama sekali.
Terus terang, sudah tiga hari ini aku tidak tidur, aku selalu berjaga apabila mbak Tina memerlukan bantuanku secara mendadak.
Untuk mendukung urusan kelahiran istriku, pak jay meminjamkan salah satu mobilnya ke padaku….
Mobil yang akan aku gunakan untuk ke rumah sakit dengan cepat apabila bayiku sudah minta keluar dari rahim istriku si Agustina yang masih selalu bikin aku ngatjeng.
“Mas… kenapa kok belum tidur….” ternyata Istriku yang dalam keadaan hamil besar sedang berjalan dengan susah payah menuju ke teras rumah
“Heheheh aku kan termasuk suami yang SIAGA yank… siap antar jaga, jadi ya aku selalu waspada sama perutmu itu”
“Iya sih mas.. Tapi Tina lagi kepingin lagi mas… aneh ya mas… dulu TIna nyidam ngemoet terong mas agus tiap hari…”
“Tapi sekarang ketika hamil besar, Tina kok masih aja pengen ngemoet terong suamiku terus terusan sih mas hihihi” kata Istriku sambil mengelus perutnya yang besar
“Lhaaaa kebetulan nih yank… terongku udah ngatjeng…. Ayo sini jongkok di depanku seperti biasanya hihihihihi”
Seperti biasa.. Meskipun istriku dalam keadaan hamil besar, tapi dia masih punya kebiasaan yang nyeleneh, dia gak akan tenang kalau belum ngemoet terongku.
Kata istriku terongku ini rasanya gurih sedap, dan sedikit asin hihihi.
__ADS_1
Perlahan lahan dia njengking di depanku, tangan dia sudah meraba dan menggelitik telor dan permukaan kulit antara syilit dan telorku.
Kulit bagian itu sangat sensitif apabila dirangsyang… bisa langsung mbonjruuuooot hihihihi.
Istriku menengadahkan kepalanya sambil tersenyum nakal ketika jari tangan kanan nya merangsyang telor dan kulit di sekitarnya hehehe
Mulut dia sudah mulai ******* terongku yang makin ngatjeng membesar keras ndangak menjuntai bagaikan batang bambu hihihihi.
“Mas… aduuuhhh…..Dedeknya udah minta keluar… ayo mas sekarang ke rumah sakit!” erang istriku ketika baru saja memasukkan terongku ke mulutnya….akhirnya aku cenggur.. Ngatjeng nganggur hihihi
“Duduk diam dulu yank… aku keluarkan mobil pak jay dulu.. Santai dan tarik nafas dengan teratur yank….!”
“Iya mas… sama itu.. Tas koper yang udah TIna siapakan untuk persalinan mas, tolong bawa sekalian mas …aduuuuhhh!”
Dengan tenang aku menjalankan mobil menuju ke rumah sakit kota, dimana dokter Joko praktek, tapi aku nanti ini gak tau siapa yang akan menangani istriku.
Apakah harus aku masukan ke ugd atau gimana itu nanti terserah dokter jaga yang ada disana saja.
Setelah perjalanan lima belas menit yang menegangkan, akhirnya aku sampai juga di rumah sakit, aku arahkah mobil menuju ke bagian belakang rumah sakit, karena tengah malam seperti ini yang buka hanya bagian IGD saja.
Untungnya yang jaga saat ini adalah dokter Joko… dia dengan sigap bersama dua orang perawat mengurusi istriku, dan membawa ke tempat rawat inap khusus ibu dan anak yang katanya saat ini sedang kosong.
“Besok pagi dokter Sisil, dia dokter kandungan disini yang akan mengurus bu Tina dengan baik”
“Untuk saat ini kalau pak Agus mau urus pekerjaan atau pulang ke rumah ya silahkan saja mas, karena bu Tina masih bukaan satu, jadi mungkin bisa pagi nanti persalinannya”
“Eh gini saja dok… saya mau ke proyek dulu, saya akan temui pengawas lapangan yang shift malam, saya mau sampaikan kalau saya tidak ada di rumah kalau mereka akan laporan kepada saya pak”
“Setelah itu saya akan ke rumah sakit ini lagi untuk menunggui istri saya”
Ku Tengok sebentar istriku yang sudah ada di kamar rawat inap khusus melahirkan, kemudian aku pamit pulang untuk menemui pengawas lapangan yang biasanya akan memberikan laporan tiap pagi dan sore hari
Tengah malam aku bawa mobil menuju ke tengah hutan…
Ketika aku akan berbelok ke arah hutan… aku merasa ada yang aneh dengan mobil yang kukendarai ini. Kayaknya salah satu ban ada yang kempes, sehingga stir mobil ini agak membelok ke kiri.
__ADS_1
“Kayaknya ban sebelah kiri kempes ini, kok berat ke kiri stir mobil ini….”
“Duh sialan, tengah malam di sini mosok ban mobil kempes c*k hihihi”
Kupinggirkan mobil ke sebelah kiri di pinggir hutan sebelum belok ke arah hutan…
Aku turun dari mobil untuk mengecek kondisi ban mobil, ternyata tidak ada yang kempes… aneh juga, padahal tadi stir mobil ini berat ke arah kiri yang bearti roda kiri ada yang kempes….
Ketika aku akan masuk ke mobil lagi…di kejauhan sekitar dua puluh meter ke arah rumah pak Pangat, aku lihat ada sosok orang yang sedang berdiri di tengah jalan.
Tapi gak tau juga itu sosok orang atau bukan, karena sosok itu hanya berdiri di kejauhan saja dan tertimpa cahaya lampu jalan yang tidak terlalu jelas.
Kupandangi terus sosok itu… tetapi dia hanya diam saja dan tidak bergerak sama sekali..
“C*k.. siapa itu ya… mosok penjaga malam desa rek, coba sih aku sorot pakai lampu mobil, siapa tau aku kenal dengan orang itu”
Aku berjalan masuk ke dalam mobil, dan kemudian aku nyalakan lampu mobil, aku sorot dengan lampu jauh mobil…
Ternyata tidak ada siapapun di depanku… lampu jauh mobil ini hanya menerangi jalan yang kosong!
Sejauh lampu mobil ini menyorot, tidak ada siapapun, bahkan di pinggir jalan pun tidak ada sesosok manusia pun, jalan di depanku ini kosong melompong.
“Janc*k… kok hilang hehehe, apa itu maling ya heheheh” gumamku
Aku gak mau urusi sesuatu yang gak jelas, lebih baik aku ke proyek saja untuk bicara dengan pengawas lapangan dari pada ngurusi manusia yang aneh.
Kondisi mesin mobil sudah nyala, ketika aku akan memasukan persneling satu, tiba-tiba mesin mobil mati!
Aku coba untuk menyalakan mesin beberapa kali, ternyata tidak berhasil, mesin mobil masih dalam keadaan mati.
“Jangkrek… ono opo iki!...!”
“JANC*K SETAN DEMIT ASYU RAIMU! JANGAN GANGGU AKU.. AKU LAGI MALAS BERURUSAN SAMA KALIAN SETAN!”
Tidak ada jawaban dari apapun yang ada disini, keadaan tenang sunyi sepi, tidak ada suara apapun, bahkan suara jangkrik yang biasanya berbunyi seenak udelnya juga gak terdengar sama sekali
__ADS_1
Dalam keadaan sepi , tiba-tiba aku mencium bau,.. Bau busuk bau bangkai yang samar… tetapi bau itu lambat laun semakin tajam.
Bau bangkai itu ada di sekitar mobil ini.