RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
271. PROSES YANG LAMAAA


__ADS_3

Lantunan gending jawa makin terdengar keras, bersemangat dan cepat, berbeda dengan ketika tadi mbak Tina masih terbujur di tanah.


Mbak Tina masih berjalan sangat pelan..


Disini aku merasa bahwa mbak Tina berjalan bukan karena kemauannya, tetapi pemilik wajah dan tubuh yang ada di mbak Tina itu yang menggerakan mbak Tina.


Dia terus jalan dengan mata tertutup.. Menuju ke rekahan tanah yang mengeluarkan udara sangat panas


“Nak Agus… “ kata mbah Sutinah dengan suara pelan diantara lantunan gending jawa yang dilagukan oleh mbah-mbah yang lainnya


“Nak Agus, apa sudah disiapkan untuk membawa pergi cucuku ketika dia menyelesaikan upacara ini?..  Bawa pergi jauh dari sini hingga dia siuman…”


“Sudah mbah.. Sudah ada tandu untuk mengangkat tubuh mbak Tina, dan sudah ada mobil ambulance yang siap untuk membawa pergi”


“Bagus, tapi nanti suruh orang lain yang membawa pergi, karena saya butuh nak Agus disini, ada sesuatu yang harus nak Agus lakukan”


“Eh bisa mbah.. Nanti ada pak Diran dan pak Hendrik yang siap untuk melindungi mbak Tina”


Setelah aku bicara, mbah Sutinah tidak melanjutkan omonganya kepadaku, dia kemudian melanjutkan dengan gending jawa yang masih dilantunkan oleh mbah-mbah yang lainya.


Aku mundur beberapa langkah untuk memberi tahu kepada pak Diran tentang apa yang tadi dibicarakan oleh mbah Sutinah.


Pak Diran menyanggupi, tetapi dia minta dibantu oleh pak Kyai Dollah, karena ilmu pak Hendrik dianggap kurang oleh pak Diran untuk melindungi mbak Tina.


Aku dekati pak Dollah dan kuutarakan apa yang tadi disampaikan pak Diran, dan alhamdulillah pak Dollah mau, kata pak Dollah demi terciptanya kedamaian disini.


Jadi nanti yang bersama mbak Tina adalah dokter Joko, Pak Diran, dan  pak Dollah  saja.

__ADS_1


Aku kembali ke posisi semula dan melihat apa yang akan dilakukan mbak Tina selanjutnya….


Aku tidak pedulikan Fong dan Solikin yang masih berusaha menembus pagar ghaib yang dibuat leluhur mbak Tina.


Mbak Tina berjalan pelan dan semakin dekat dengan rekahan tanah yang lavanya sudah hampir mencapai permukaan tanah…


Lantunan gending jawa semakin cepat dan semakin keras, dan diulang ulang terus menerus, hingga kemudian mereka menghentikan lantunan itu ketika mbak Tina sudah ada tepat di depan rekahan tanah.


Suasana menjadi sangat hening, tidak ada suara apapun yang terdengar, di seberang tanah yang merekah ini Fong dan Solikin masih berusaha menerobos pagar ghaib yang dibuat mbah-mbah ini


Mbak Sastro mendekati mbak Tina yang sudah tepat di depan tanah yang merekah itu…


Kemudian entah apa yang dikatakan mbah Sastro, entah dia mengatakan sesuatu atau melafalkan sesuatu yang mengakibatkan lava yang ada di depan mereka bergemuruh dan berbuih.


Dan tidak lama kemudian dari dalam rekahan tanah itu ada sesuatu yang muncul ke permukaan lava, aku tidak bisa melihat apa yang muncul itu, karena tertutup oleh tubuh mbak Tina dan mbah Sastro..


Yang aku lihat hanya tangan mbah Sastro yang menuntun tangan mbak Tina untuk mengambil sesuatu yang muncul dari dari dalam perut bumi… sesuatu yang aku sama sekali tidak bisa melihatnya…


“Mereka bisa melepaskan diri dari pagar ghaib” teriak Jiang


Ternyata Fong sudah berhasil keluar dan mendekati rekahan tanah yang panas karena lava itu… tidak lama kemudian ganti Solikin yang juga berhasil menerobos pagar ghaib…


Mereka sudah ada di seberang rekahan tanah dan lava yang sangat panas…. Fong dan Solikin sudah berhadap hadapan dengan mbak Tina dan mbah Sastro.


Tetapi baik mbak Tina dan mbah Sastro tidak memperdulikan Fong dan Solikin….mereka tetap serius menyelesaikan upacara ini, mereka berdua tidak atau belum terganggu dengan Fong dan Solikin yang sudah ada di depan mereka.


Kini Fong dan Solikin semakin dekat, wajah Fong sudah menyeringai, dan dia akan melakukan sesuatu atau mengambil sesuatu yang ada di depan mbak Tina dan mbah Sastro….

__ADS_1


Ketika Fong dan Solikin akan bergerak maju, tiba-tiba mereka berdua terdiam mematung, Fong dan Solikin tidak bisa bergerak…!


Kayaknya ada sesuatu yang menahan atau menarik mereka berdua untuk tidak semakin dekat dengan mbak Tina dan mbah Sastro.


Fong dan pak Solikin meronta ronta….!


Fong menoleh kebelakang dan meneriakan kata-kata yang yang aku tidak paham apa artinya, sepertinya sih bahasa asli sesama mahluk ghaib…


Terus terang aku tidak bisa melihat apa yang dilakukan mbak Tina dan mbah Sastro, tapi kemudian tiba-tiba mbah-mbah yang masih duduk itu melagukan gending jawa lagi..


Mereka  melagukan gending jawa yang berbeda dengan sebelumnya. Gending jawa yang merdu dan mendayu dayu…


Bersamaan dengan itu dengan dibantu oleh mbah Sastro mbak Tina menengadahkan kepalanya dan memasukan benda yang dia ambil tadi ke dalam mulutnya…


Aku masih nggak tau benda apa itu, karena tidak kelihatan dari belakang sini.. Yang pasti benda itu sangat panas..karena ada asap yang keluar dari wajah mbak Tina!


“AARRGHH TIDAAAAK..! AKAN AKU BUNUH KALIAN SEMUAAAA!... AARRGGHH AKU SUDAH MENUNGGU RATUSAN TAHUN UNTUK PERJANJIAN ITUUU AARRGHH……!” teriak Fong yang berusaha melepaskan diri dari sesuatu yang menahanya


Fong terus berusaha melepaskan diri dari sesuatu yang menahanya untuk bisa merampas pusaka yang sedang ditelan mbak Tina, dia terus meronta-ronta dan berteriak-teriak dengan suara mengerikan…


“HAHAHAHA TIDAK APA-APA.. SIMPAN SAJA PERJANJIAN ITU.. TETAPI KAMU TIDAK AKAN SELAMAT, AKAN AKU KEJAR KAMU HAHAHAHAH…..!!!!!” teriak Fong sambil terus meronta ronta dari sesuatu yang menahannya.


Aku tidak tau apa yang menahan Fong dan Solikin, tetapi yang pasti itu bukan sembarang ghaib, pasti dia memiliki kemampuan diatas Fong, karena dari tadi Fong hanya memaki-maki kepada yang menahanya, dan beberapa kali berteriak dengan bahasa aneh yang tidak aku pahami.


Sampai detik ini proses menelan sesuatu yang berasal dari dalam perut bumi itu masih berlangsung… haduuuh kenapa lama sekali sih, kalau hanya untuk menelan sesuatu!.


Fong semakin meronta ronta.. Dia terus berusaha untuk bisa melepaskan diri dari sesuatu yang menahanya….

__ADS_1


Sedangkan  mbak Tina dan mbah Sastro masih dalam proses memasukan sesuatu ke dalam mulut mbak Tina..


Rasanya gemes sekali menunggu hingga benda itu masuk ke dalam tubuh mbak Tina…. sementara tepat di depan mbak Tina dan mbah Sastro Fong sedang meronta berusaha melepaskan diri dari yang menahannya!


__ADS_2