
“Aduuh kenapa lagi ini….”
“Saya takut kalau Burhan lari dari sini mbak”
“Kalau lihat tidak ada sinar sama sekali di dalam rumah berarti tidak ada orang di dalam rumah, dan kemungkinan besar Burhan pergi dari sini ketika hari masih belum gelap”
“Iya benar mas Agus.... bisa saja seperti itu"
"Tetapi kan itu hanya perkiraan mas Agus saja, makanya ayo mas agus berkeliling dulu saja ke sekitar rumah, agar kita bisa tau dimana Burhannya mas”
Sebenarnya ada apa disini kenapa pintu pagar tidak terkunci, dan kenapa pula tidak ada nyala lampu petromak.
Memang aku belum kenal dia lama, baru juga sehari kenal dengan Burhan, tetapi tadi dia kan sudah kuberi kepercayaan untuk jaga rumah, tetapi malah pergi.
Tapi kenapa lagi tadi mbak Tina suruh aku untuk mengitari rumah ini, apakah dia tau sesuatu disini?
“Kenapa harus berkeliling rumah mbak? bukanya sudah pasti Burhan tidak ada disini mbak?”
“Apalagi keadaan mengerikan seperti ini mbak, dia pasti sedang lari ndak tau kemana”
“Ya sudah mas, kalu gitu mas Agus periksa bagian dalam rumah dulu saja, periksa juga kamar dia, seharusnya dia ada disini kalau sesuai dengan omongan mas Agus”
“Ayo kita masuk ke dalam, kita periksa siapa tahu dia meninggalkan pesan untuk mas Agus, entah secarik kertas atau pun tanda-tanda lainya”
Wah Agustina berbeda bener kalau begini, dia tidak mendesah ataupun haus kasih sayang lagi dia sekarang menjadi pribadi yang tegas.
Salut aku dengan diri mbak Tina yang bisa menempatkan diri di berbagai situasi.
Kami berdua akan masuk ke dalam rumah…
Pintu rumah itu harus nya terkunci apabila Burhan pergi atau ketika dia sedang tidur..
Tetapi ketika kubuka pintu rumah, ternyata pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci sama sekali.
“Pintu ini tidak dikunci mbak, apa yang sedang terjadi dengan Burhan ini mbak?”
“Sudahlah mas, sekarang jangan pikirkan Burhan dulu, yang mas Agus pikirkan adalah barang yang ada di rumah ini”
“Mas Agus punya senter apa ndak?” tanya Tina
“Ada mbak, tapi di dalam tas saya, Sebentar lebih baik kunyalakan dulu lampu minyak rumah ini mbak”
“Jangan.. ndak usah nyalain lampu minyak mas, cari dulu saja senter mas Agus, masalah lampu minyak nanti saja dinyalakan setelah mas Agus menemukan senternya”
“Iya mbak, saya cari nya dulu…”
Agustina ada di ambang pintu rumah yang terang karena lampu motor mbak Tina yang masih menyala diarahkan ke pintu rumah.
__ADS_1
Dia begitu tegas baik waktu di rumah sakit, maupun disini, berbeda sekali ketika dia ada di rumahnya.
Dia cantik, menarik, sangat memuaskan, dia juga tegas, tetapi kenapa suaminya bisa cari perempuan lain lagi?
Kutemukan senter kecil itu setelah kucari di dalam tasku..
Nyala Lampu senter ini lumayan juga hingga aku bisa menerangi beberapa area yang memang perlu kulihat.
“Nah sekarang mas Agus bisa periksa kamar Burhan dulu mas, periksa apakah ada sesuatu yang sempat dia tinggalkan atau sesuatu yang tidak semestinya”
“Disini tidak ada apa-apa mbak, bahkan tas ranselnya masih tertutup seperti tadi siang ketika dia tiba disini” aku ada di dalam kamar burhan untuk melihat apakah memang dia meninggalkan sesuatu disini.
Tetapi seketika mataku tertuju pada sesuatu yang tergeletak di lantai kamar, sebuah benda yang berkilat kilat dan tajam.
“Mbak Tina, coba mbak Tina masuk sebentar kesini”
Suara langkah Kaki Tina memasuki rumah dengan tergesa gesa..
“Itu mbak… ada sebuah belati… itu belati yang kelihatannya terjatuh dilantai mbak”
“Hmm iya mas, sudah biarkan saja mas, jangan disentuh, selain belati apa ada benda lain yang mencurigakan disini?”
“Tidak ada mbak, bahkan tas ransel dia masih tertutup rapi seperti waktu dia datang kesini pada pagi hai tadi”
"Ya sudah mas”
“Eh itu ada rantang mas, siapa yang pesan rantangan?”
Waduuuhhh pertanyaan yang sulit untuk dijawab, tapi aku harus bisa jawab seadanya agar tidak timbul kecurigaan oleh mbak Tina
“Itu rantangannya bu Tugiyem mbak, ketika Mamad meninggal kan tidak ada yang masak disini, kemudian bu Tugiyem menawarkan saya makanan untuk makan malam mbak"
“Oh gitu mas, ya ndak papa sih mas, dari pada repot-repot masak”
“Iya mbak, tapi tadi siang saya sudah bilang dia untuk jangan bawakan makanan lagi karena kan sudah ada Burhan , jadi kita bisa masak sendiri”
“Eh mas.. coba terangi bagian belakang rumah ini mas, kayaknya Tina lihat sesuatu mas”
Aku beralih ke bagian meja yang digunakan untuk makan dan kamar mandi…
“Disana sepertinya ada piring yang masih ada sisa makanan nya deh mas, coba arahkan sini senternya”
“Iya mbak… "
Itu kan piring rumah ini dan di piring itu masih ada sisa makanan yang belum selesai dimakan, tetapi karena suatu sebab, akhirnya ditinggalkan piring yang ada sisa nasi dan lauknya itu
“Hmm ada yang aneh disini mbak, sepertinya Burhan mendadak njemunuk jaya pergi dari sini”
__ADS_1
“Kalau lihat dari makanan di piring yang belum sempat dia habiskan, berarti ketika dia sedang makan, tiba-tiba ada sesuatu yang datang, sehingga dia meninggalkan makananya”
“Heheheh tapi ya aneh lah mas, kalau ada yang datang, kenapa dia matikan lampu petromaknya mas?”
“Misalnya nih mas, apabila dia tergesa gesa pergi dari sini juga, dan meninggalkan makannya, kok dia sempat sempatnya mematikan lampu juga mas”
“Aneh juga ya mbak kalau dia tergesa gesa pergi dari sini kenapa dia sempat-sempatnya mematikan lampu petromak ya mbak”
“Iya mas, Tina juga ngira begitu, sekarang coba mas Agus periksa lampu petromak yang ada di ruang tamu, kacanya masih hangat atau gimana mas”
“Jangan lupa juga periksa lampu minyak yang ada di dalam kamar mas, karena jelas aneh disini kan ada beberapa lampu. Kok sempat sempatnya dia matikan"
Kuturunkan lampu petromak ruang tamu, dan ketika kusentuh kaca lampu itu, ternyata lampu itu masih hangat. aku beralih ke kamarku.
Ternyata lampu minyak yang ada di kamarku pun kacanya terasa hangat ketika kusentuh…..
Berarti lampu ini pada awalnya nyala tetapi tidak lama kemudian ada yang mematikan lampu ini.
“Semua lampu terasa hangat ketika saya sentuh mbak, berarti ada yang mematikan lampu kamar dan ruang tamu”
“Nah itu mas, bingung kan mas hehehe….”
“Pintu depan dan pagar tidak terkunci, semua lampu mati, ada piring yang masih ada sisa makanan nya, kemudian lampu ini ternyata baru saja dimatikan”
“Bagaimana mas Agus suami Tina, apa suamiku sudah bisa simpulkan apa yang sedang terjadi disini?”
“Saya bingung mbak, semua bertolak belakang….”
“Ya itu mas, sepertinya Burhan tidak sendirian ini mas, karena ada yang mematikan lampu juga”
“Menurut Tina Burhan sedang mengalami sesuatu ketika dia sedang makan malam”
“Jadi menurut Tina, ketika Burhan sedang makan, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu pagar , Karena saat itu yang pergi adalah mas Agus, dipikir Burhan yang datang ya mas Agus”
“Dia keluar rumah dan meninggalkan makan malamnya untuk membuka pintu pagar, ketika pagar terbuka lebar mungkin yang ada adalah sesuatu yang menakutkan”
“Dia pergi, dan sesuatu yang tadi datang itu masuk ke rumah ini dan mematikan lampu yang ada disini. menutup pintu rumah dan pintu pagar juga”
“Apa mungkin sesuatu itu sama juga ketika aku kesini dan pulang dari pertama kali aku telepon bos itu ya mbak?”
“Waktu itu kan Mamad tidak ada, dan seluruh lampu minyak dalam keadaan mati, sama seperti saat ini juga mbak”
“Pagi harinya saya tanya Mamad, dia tidak mematikan lampu minyak yang ada di rumah mbak. Waktu itu Mamad pergi dengan alasan diajak temanya di desa sebelah karena ada acara sunatan”
“Waktu itu pintu rumah dalam keadaan terkunci atau tidak waktu mas Agus datang itu?”
“Sama seperti ini mbak, pintu pagar dan pintu rumah tidak ada yang terkunci sama sekali”
__ADS_1
“Ada yang aneh disini mas, kenapa kejadiannya sama dengan ketika ada Mamad disini”