
Tidak ada apa-apa sejauh mataku memandang, yang ada hanya gelap saja, hanya ada bayangan pohon di depan ku.
Tetapi aku masih bisa merasakan di belakangku… atau di atas… atau kiri kananku… ada sesuatu yang sedang berdiri memperhatikan aku.
Tidak… aku tidak boleh menoleh ke kiri.. kanan .. atau ke atas…pasti ada yang mengerikan!
Bulu kuduku semakin meremang ketika tiba-tiba ada suara….
Di samping kiri ku ada suara…
Suara yang lebih mirip dengan suara deshahan nafhas…
Satu kali… dua kali….. suara deshahan nafhas itu semakin dekat dengan telinga kiriku.
Rasa takut mulai menjalari tubuh, bulu kudukku mulai meremang… kepalaku rasanya berdenyut, aku makin cemas ….
Kedua kakiku mulai gemetar, darahku berdesir...
Karena bukan hanya suara deshahan saja yang kudengar, tetapi…
Barusan ada hembusan angin dingin yang melewati daun telingaku….
Ya!. ada tiupan angin dingin yang melewati daun telingaku….hanya sekali saja, tapi sangat terasa perbedaanya.
Meskipun hanya sekali saja tapi kemudian dilanjutkan oleh bau wangi yang menyengat lagi!
kepalaku menjadi berat, tetapi untungnya aku masih bisa kontrol diri..
“Siapa kamu, dan apa yang mau kamu tunjukan padaku”
Aku coba berkomunikasi dengan sesuatu yang ada di sekelilingku ini.
Aku juga berusaha mengontrol emosiku…
Aku harus bisa kuat atau aku akan pingsan seperti sebelum-sebelumnya.
Tidak ada sahutan sama sekali atas pertanyaanku tadi…
Hanya sunyi senyap dan sesekali terdengar lagi deshahan nafhas dari sebelah kiriku..
“Kalau kamu komunikasi denganku, tunjukan dirimu… tapi jangan yang mengerikan”
Aku tetap mencoba berkomunikasi dengan sesuatu yang kurasa masih ada di sebelah kiriku. sesuatu yang suara nafasnya masih terdengar jelas di telinga kiri.
Bau wangi bunga itu muncul lagi….
Tetapi tidak lama kemudian ada sesuatu yang kulihat di antara pohon-pohon didepanku.
Sebuah bayangan hitam… bayangan yang sepertinya selalu ada di depan rumah ketika aku sedang duduk-duduk di depan rumah.
Bayangan hitam yang awalnya mungkin jaraknya lima meter lebih di depan dari posisiku berdiri, sekarang perlahan-lahan mulai mendekati aku.
Bayangan itu begerak pelan sekali hingga dia di depanku..
Aku berhadapan dengan bayangan hitam yang hanya berjarak sekitar dua sampai tiga meter di depan.
Kuyakinkan diriku itu bukan sesuatu yang jahat…
Aku semakin yakin bahwa dia yang dari tadi mengikutiku, ketika sudah tidak ada lagi hembusan nafas dan angin dingin di telingaku.
Sekarang aku semakin berani untuk mengajaknya berbicara, karena aku sudah sangat yakin hanya bayangan hitam itu saja yang ada depanku…
Bukan semacam demit yang berbalut kain putih atau yang doyan cekikikan..
“Siapa kamu….”
Kuberanikan diri untuk berkomunikasi dengan bayangan hitam yang ada di depanku.
Lima detik berlalu, tidak ada jawaban atau apapun…
Tetapi bayangan itu masih ada di depanku dan….
Perlahan-lahan ada yang berubah dengan apa yang kulihat di depanku…
Perlahan lahan di depanku bukan lagi sebuah hutan… tetapi sebuah rumah yang Indah..
Bukan… bukan rumah yang Indah..
“Itu kan rumah penggergajian.. kenapa dia menunjukan aku gambaran rumah penggergajian?”
__ADS_1
Kuperhatikan rumah yang kelihatannya dalam keadaan siang hari itu…
Bagian halaman depan rumah, kemudian berubah menjadi samping kanan rumah, kemudian bagian belakang rumah..
Pohon Beringin yang besar…bagian belakang yang berpagar seng…
Tidak ada yang terjadi sama sekali, tidak ada kejadian atau siapapun yang ada di rumah itu kecuali….
Kecuali ada yang sedikit berbeda!...
“Apa itu yang berbeda dengan rumah itu…..?”
Tapi tiba-tiba gambaran rumah penggergajian itu lenyap, begitu juga sosok bayangan itu juga lenyap..
Kemudian dari kejauhan aku mendengar suara mesin…
Tapi belum jelas juga itu suara apa….
“Hmmm itu kayaknya suara mesin motor!.. aku harus segera sembunyikan motor tua ini!”
Untungnya di sebelah kiriku ada semak belukar.
Dengan tergesa-gesa motor kudorong menuju ke semak-semak sebelum suara mesin motor itu semakin mendekat.
Setelah motor aman, akupun meringkuk di sebelah motor tua.
Suara mesin motor yang datang itu tidak bisa dibilang halus, karena mesin motor itu adalah tipe mesin yang menggunakan oli samping..
Selain daripada itu, motor itu juga menggunakan knalpot modifikasi yang suaranya cukup berisik..
Dan akhirnya dengan kecepatan pelan, motor itu melewati tempatku sembunyi.
Terus terang aku tidak berani berdiri dari posisiku yang meringkuk di sebelah motorku.
Suara motor itu semakin jauh dari posisiku sembunyi, dan keliatanya motor itu menuju ke rumah penggergajian.
“Aku harus kesana, aku harus tau siapa yang tadi melewati aku”
“Tapi sayangnya rumah penggergajian masih jauh dari sini”
“Apa yang harus aku lakukan!”
Jelas tidak mungkin juga aku kesana dengan menggunakan si tua ini, bisa-bisa orang yang tadi melewati aku akan tahu bahwa ada yang mengikutinya.
Tapi bukannya motorku juga sedang mogok?
Apakah aku tetap menunggu disini atau aku kembali ke tempat Tina?...
“Tidak.. lebih baik ku tunggu saja disini!”
Kuputuskan untuk menunggu hingga orang yang tadi mengendarai motor itu lewat lagi..
Setelah itu akan kucoba untuk menyalakan mesin motor dan pulang ke rumah penggergajian.
Dua puluh menit berlalu…
Dari arah kejauhan terdengar suara mesin motor mengarah ke sini.
Perlahan-lahan motor itu mendekati posisiku bersembunyi, dan akhirnya motor itu melewatiku menuju ke desa Tina.
Setelah kurasa cukup jauh, dan keadaan sudah aman…
Kucoba untuk menyalakan tua bangka yang banyak jasanya mempertemukan aku dengan Tina.
“Alhamdulillah akhirnya mesin motor ini nyala juga….”
Tapi sebaiknya kutunggu hingga agak lama dulu, sebelum aku berangkat…
Karena aku tidak ingin Burhan curiga bahwa aku berpapasan dengan pengendara motor bersuara bising di tengah hutan.
Jadi kutunggu hingga lima belas menit lagi untuk melanjutkan perjalanan.
*****
Setelah jam tanganku menunjukan waktu yang tepat, akhirnya ku lanjutkan perjalanan pulang.
Tanpa rasa takut akan hal hal yang ghaib kujalankan motor ini hingga mendekati rumah penggergajian.
“Lampu petromak masih nyala, hmm ternyata masih pukul 20.30, belum terlalu malam”
__ADS_1
Motor tua kuparkir di tempat biasanya…
Ketika aku akan membuka pintu depan…
Aku dikagetkan dengan wajah Burhan yang melongok di balik jendela ruang tamu.
“Wah mas Burhan iki ngaget-ngagetin aku ae!”
“Hehehe dari tadi saya nunggu pak Agus, kok sampai sekarang belum juga datang hehehe”
“Yah..sorry mas, tadi aku sempat pulang sebentar mas”
“Pulang kemana pak?”
“Ya ke desa saya. Tadi kan setelah dari rumah sakit, saya iseng telpon keluarga saya. ternyata adik saya sedang sakit, seketika saya langsung ke terminal”
“Lha kok tidak nginep di rumah sekalian pak?”
“Ndak mas, saya harus ijin sampean dulu kan, kemudian saya mau telpon bos dulu juga untuk pinjam uang”
“Jadi malam ini saya balik, besok pagi ya saya ke desa lagi mas”
“Saya kan juga harus bawa baju mas Burhan, wong di desa saya ndak ada pakaian heheheh”
“Ya sudah pak, eh besok pagi mau saya antar ke terminal?”
“Lho boleh mas, kalau tidak merepotkan.. eh besok setelah para pekerja datang saja mas. sekitar jam delapanan saja mas Burhan antar saya ke terminal”
“Oh iya mas Burhan… kalau dari terminal kesini.. apa ada ojek yang mau?”
“Ada pak… pasti mereka mau kok, asal siang jangan malam hari hehehe”
“Pak Agus rencana berapa hari to, eeh apa saya jemput di terminal saja?”
“Tidak usah mas, saya juga tidak tau kapan saya balik, mungkin bisa dua atau tiga harian”
*****
Ketika kulihat jam tanganku… saat ini ternyata sudah pukul 24.00…
Aku memang sengaja tidak tidur, untung tadi Tina kasih sangu kopi item hehehe.
Tapi malam ini aku merasa kayaknya tidak ada apa-apa disini…
Kemungkinan besar baru besok, karena tadi mungkin orang yang datang itu mengecek keadaan atau kesiapan solar hehehe.
Tapi masak iya sih yang didatangi itu Burhan?
Besok pagi coba tak liatnya tanah di depan rumah, biasanya ada jejak rodanya.
*****
Aku terbangun dengan tiba-tiba ketika aku merasa ada yang menggoyang-goyangkan tubuhku..
Kayak seperti sengaja dibangunkan gitu..
Aku terduduk di tempat tidur.
“Duh tadi itu aku mimpi atau gimana ya”
“Kayaknya nyata sekali rasanya”
Ketika kulihat jam tanganku ternyata sekarang sudah pukul 05.00 pagi…
Aduh kayaknya tadi ada yang sengaja membangunkan aku agar melakukan sholat subuh.
Tapi itu kan cuma mimpi…
Lampu minyak kamarku masih nyala, tetapi lampu petromak sudah mati… berarti saat ini memang aku tidak dalam keadaan mimpi.
“Alhamdulillah kalau memang ada yang mengingatkan aku agar sholat subuh”
“Terima kasih… siapapun kamu itu”
******************
Mohon maaf....
saya beritahukan untuk besok saya tidak bisa update dulu, karena ada pesanan nasi box. maklum saya hanya buibu yang hanya ingin mencari tambahan pendapatan dari berjualan nasi.
__ADS_1
terima kasih