
“Hahahah bodoh kamu orang tua… mana bisa kami menipu dengan menggunakan ayat-ayat dari agama kami yang kami gunakan untuk mengusir mahluk ghaib yang sedang kami tangani” kata Ki Gondrong dengan wajah yang mengejek pak Cheng
“Ya sudah kalau kalian tidak menipu… silahkan dilihat apa yang ada di depan sana…kami disini hanya pekerja yang berlindung pada apa yang sudah kalian lakukan”
“Jelas…itu hanya suara teman pekerja yang datang malam hari… itu bukan makhluk ghaib yang kalian pikirkan, tidak ada makhluk ghaib yang berjalan dan menapak tanah hahahah” kata salah satu dari mereka sambil tertawa.
“Iya ..mungkin saya salah..tapi kami berempat kan takut apabila ada apa-apa, jadi coba kalian lihat dulu siapa yang datang itu” kata mas Agus
Sulit sekali menyuruh para pemburu hantu itu untuk melihat siapa yang sedang datang ke sini….
Mereka ini merasa bahwa mereka ini spesial dan tidak bisa atau tidak mau disuruh suruh.. Sehingga apa yang dari tadi kami rasakan bahwa ada yang datang itu tidak mereka gubris sama sekali.
Dan satu lagi, ternyata mereka ini tidak bisa merasakan adanya energi hitam dan kuat yang datang ke hotel ini… sebuah energi yang sama dengan yang dimiliki sesuatu yang ada di makam Inggrid.
Mereka berempat masih bangga dengan sebuah botol yang katanya berisi raja dan ratu jin, sekarang mereka sedang membahas apakah yang ada di dalam botol ini harus dibuang atau dijual ke kolektor mahluk halus.
Benar-benar orang yang tolong menurutku.
“Heh empat badut tolol…. Kalian ini apa tidak bisa merasakan adanya energi negatif?” tanya mas Agus yang mulai tersulut emosinya
“Kalau tidak bisa merasakan adanya energi yang besar.. Copot saja pakaian jubah dan sorban itu, dan gak usah bawa bawa ayat agama.. Lebih baik jadi kuli bangunan saja lebih halal dan lebih terhormat dari pada berbohong dan bawa-bawa agama!” teriak Jiang yang sudah jengkel dengan kelakuan mereka
“Diam kamu!.... Ayo kita lihat apa yang ada di depan sana… biar mereka berempat ini terbungkam!”jawab Ki Gondrong
Mereka masih memakai jubah panjang dan sorbannya… mereka berempat berjalan masuk lagi ke bangunan utama dan menuju ke pintu depan.
Kami yang awalnya tidak mau ikut campur untuk urusan yang ghaib-ghaib yang ada disini , akhirnya kasihan juga dengan mereka berempat…
Jelas mereka akan ketakutan apabila melihat apa yang ada di luar sana….
“Ayo kita ikuti mereka.. saya tidak tega melihat mereka ketakutan” kata pak Cheng yang kemudian jalan menuju ke bangunan utama
Kami bertiga mengikuti pak Cheng masuk ke bangunan utama dan meninggalkan halaman belakang dengan dua lampu petromak di tengah taman yang masih nyala.
Tentu saja ini bukan main-main… aku bisa merasakan hawa jahat yang ada di luar sana… hawa yang mungkin saja berasal dari seberang sungai, atau bisa saja itu adalah pak Pangat sendiri
Kami masuk ke bagian dalam ruangan utama yang gelap… jelas gelap karena lampu petromak di dalam ruangan utama ini belum kami nyalakan, harusnya ruangan utama ini menggunakan energi listrik yang berasal dari tenaga matahari.
Tetapi karena teknisi yang bisa memasang dan yang paham tentang energi matahari baru besok datangnya, maka untuk malam ini harusnya masih menggunakan lampu petromaks.
Ketika kami sudah ada di ruangan utama… keempat badut itu ada di ruang tunggu depan meja resepsionis…
Mereka berempat hanya melihat melalui jendela yang sekarang sudah di renovasi menjadi lebih lebar, agar kesan luas dari ruangan ini makin nyata.
“Heh… kalian itu harusnya keluar, bukanya berdiri dan ngintip melalui jendela!” bentak Jiang yang sudah sangat jengkel dengan mereka
“Ssttt diam Jiang” tegur pak Cheng
Keempat orang itu gak ngurus dengan sindiran Jiang, karena mungkin saat ini mereka sedang melihat sesuatu yang mengerikan di luar sana..
Aku dan tiga temanku belum tau apa yang ada di luar sana, karena kami berempat masih di tengah ruangan, sedangkan keempat paranormal pemburu hantu itu ada di jendela ruang utama.
Mereka kelihatannya sedang memperhatikan sesuatu yang ada di luar sana..
Bukan… mereka bukan memperhatikan sesuatu… tetapi lebih tepatnya mereka sepertinya sedang terhipnotis oleh sesuatu, sehingga mereka tidak bergerak sama sekali.
__ADS_1
“Kalian bertiga disini.. Saya akan lihat keempat orang yang keadaanya mematung itu” kata pak Cheng
‘Kalian tenang saja… saya yakin seperti malam sebelumnya ketika saya dan pekerja ada disini… tidak ada mahluk ghaib yang bisa masuk ke rumah ini”
“Dan keempat orang itu kelihatannya sedang dalam bahaya… jadi harus saya sadarkan secepatnya”
Pak Cheng menuju ke jendela dimana keempat orang yang memakai jubah dan sorban itu sedang berdiri mematung di depan jendela…
Meskipun pak Cheng sudah ada di belakang mereka, namun mereka tetap saja terdiam di depan jendela… sepertinya mereka mematung setelah melihat sesuatu yang mengerikan.
“Heh!... bangun!” sapa pak Cheng dengan menepuk bahu keempat orang itu
Ternyata benar apa yang aku pikirkan… keempat orang itu tersadar dan kaget ketika pak Cheng menepuk bahu mereka..
Mereka dengan segera mundur dari jendela dan meringkuk di belakang kami bertiga… termasuk pemimpin mereka yang bernama Ki Gondrong Nyowo itu.
“Lho kenapa malah kalian mundur…ayo lakukan yang harus kalian lakukan… kalian ini pemburu hantu dan harus melakukan perburuan seperti yang disuruh pak Jiang!” tegur pak Cheng
“Yang kami buru hantu.. Bukan mayat yang sudah tidak utuh tubuhnya dan ada di depan hotel sambil menatap kami berempat” jawab Ki Gondrong asune
“Lho yang di depan ruangan utama itu apa bukan hantu… yang kalian lihat itu apa kalau bukan hantu?”
“Yang kami buru hantu… hantu mahluk tak kasat mata, memedi dan sejenisnya.. Kami tidak memburu mayat dengan satu kaki yang patah dan tubuh yang sudah membusuk seperti itu!” bentak Ki Gondrong Yembute itu lagi
“Hahaha kalian ini bisanya cuma menipu orang yang membutuhkan jasa kalian… kalian menipu dengan menggunakan pakaian ala timur tengah dengan sorbannya pula.. Kalian menipu dengan menggunakan ayat-ayat agama”
“Terus yang ada di depan itu apa… apakah mayat bisa berjalan sendiri…. Apalagi dengan anggota tubuh yang kata kalian tadi tidak lengkap itu bisa berjalan sendiri?”
“Ayo lakukan apa yang kalian harus lakukan, atau kalian akan mati karena tadi kalian sudah menatap mata mayat itu dan akhirnya kalian terhipnotis seperti tadi” kata pak Cheng
“Coba kalau saya tidak menegur kalian… mungkin keluarga kalian setelah besok malam sudah tahlilan”
“Heh Gondrong… jujur saja kepada saya… kalian ini sebenarnya bisa melihat dan menangkap mahluk ghaib atau tidak” desak pak Cheng
Tidak ada yang menjawab.. Keempat orang itu hanya diam membisu….
Meskipun disini tidak ada lampu petromaks, tapi cahaya lampu dari bagian belakang cukup bisa menerangi wajah keempat orang penipu ini.. Wajah mereka belum menandakan penyesalan dan belum menandakan rasa bersalah.
Apalagi pemimpin mereka yang bernama Ki Gondrong silite itu.. Wajahnya yang bercabang dan berkumis itu seolah olah menantang pak Cheng.
“Hahaha tidak apa-apa… meskipun kalian tidak menjawab, tapi dari wajah dan tatapan mata kalian, saya bisa tau kalian ini sampah dari mana dan yang namanya sampah itu harus dibuang.. Sampah bukan untuk disimpan”
“Sekarang juga kalian keluar dari rumah ini.. Ingat saya yang diberi tugas pak jay untuk mengurus rumah ini, dan kalian yang ternyata gagal menangkap mahluk ghaib, harus segera meninggalkan rumah ini atau nanti akan saya laporkan ke polisi atau penipuan yang kalian sudah lakukan”
“Sekarang juga kalian keluar dari sini, masalah pak Jay saya yang akan bicara dengan beliau” usir pak Cheng yang mungkin sudah sangat jengkel dengan mereka
Tidak ada yang bereaksi… keempatnya masih ada di belakang kami bertiga. Kayaknya kini mereka tau bahwa kami ini lebih kuat dibanding mereka berempat, sehingga mereka masih berlindung di belakang kami bertiga.
Hingga beberapa belas detik tidak ada yang bereaksi atas usiran pak Cheng.
“Ok kalau kalian tidak mau pergi dari sini, biar kami berempat saja yang pergi. Kami akan di halaman belakang”
“Tapi ingat, wajah kalian sudah terekam di memori otak busuk mayat itu.. Jadi meskipun kalian ada disini atau dimanapun kalian berada, mayat itu akan tetap mengejar kalian”
“Mayat busuk itu tidak akan melepaskan kalian, sampai kalian berempat membinaskannya”
__ADS_1
“Dan jangan mengikuti kami di belakang.. Hal ghaib itu urusan kalian.. Saya dan ketiga teman saya sama sekali tidak mau ikut campur dengan urusan kalian
“Ayo anak-anak… kita ke halaman belakang saja sambil menunggu sesuatu yang akan datang biarkan empat pemburu hantu itu menyelesaikan tugas mereka
Aku heran dengan yang dikatakan pak Cheng.. Dia dengan santainya berkata begitu kepada keempat pemburu hantu… tidak ada rasa takut sama sekali dari pak Cheng…
Nanti akan aku tanyakan ke pak Cheng.. Kenapa dia begitu beraninya dan tidak ada rasa khawatir atau rasa takut terhadap mayat yang kemungkinan besar adalah mayat dari pak Pangat.
Kami berempat jalan ke halaman belakang yang masih terang benderang… dan membiarkan keempat orang itu ada diruangan utama.
Pak Cheng menutup pintu yang membatasi ruangan utama dengan bagian belakang hotel yang berupa pondok pondok yang sekarang sudah gelap keadaanya.
“Pak Cheng… kenapa bapak kok santai, sedangkan di depan tadi kemungkinan besar adalah mayat pak Pangat?”
“Iya saya tau Gus… saya tau yang ada di depan itu adalah mayat pak Pangat, dan bagi kami penduduk alam ghaib itu sama sekali tidak menakutkan..”
“Karena anak kecilpun kadang bisa melakukan hal itu, dengan syarat orang tuanya yang akan menjaga anak mereka ketika anak mereka masuk ke tubuh sebuah mayat”
“Di dunia kalian memang menakutkan… tetapi bagi kami yang ada di alam ghaib… itu cuma permainan yang bisa dimainkan oleh siapa saja….”
“Tapi ada tapinya…. Energi yang ada di dalam mayat yang ada di depan itu tidak bisa dianggap remeh… energi itu hitam dan kuat…”
“hanya saja meskipun energi yang ada di dalam mayat itu hitam besar dan kuat, tetap saja tidak ada gunanya apabila ada di dalam tubuh mayat”
“Energi itu akan berguna ketika sudah lepas dari tubuh yang dia pakai…dia bisa menjadi pembunuh senyap dan bisa melakukan apa saja kepada siapapun…. Tapi saya yakin, energi itu tidak akan bisa masuk ke rumah ini”
“Sampai sekarang saya masih belum tau, kenapa rumah ini pagar ghaibnya begitu kuat.. Apakah ada alasan tertentu hingga rumah ini mempunyai pagar ghaib seperti ini”
“Dan menurut perkiraan saya, dia menggunakan tubuh mayat itu untuk menembus dan masuk ke dalam rumah ini… mungkin apabila dia menjadi tak kasat mata, dia tidak akan bisa masuk ke rumah ini”
“Tapi yang mengerikan bukan yang ada di depan itu, tetapi yang nanti akan datang dari seberang sungai”
Penjelasan pak Cheng ini membuat aku sangat khawatir…
Memang pak Cheng dan Jiang juga berasal dari alam ghaib yang sudah pasti tau tentang semua hal yang berkaitan dengan alam ghaib, tapi penjelasan pak Cheng ini membuat aku khawatir.. Hanya saja aku sedikit tenang setelah pak Cheng berkata bahwa pagar ghaib rumah ini kuat.
Hanya ada sesuatu yang tidak aku pahami… apabila pagar gaib rumah ini kuat.. Kenapa di dalam rumah ada mbak Kunti dan mas Poco, serta ada beberapa memedi yang juga tinggal di tiap kamar pondok disini?
Apakah pagar ghaib itu diperuntukan kepada penghuni yang ada di seberang sungai saja? Atau gimana.. Dan siapa yang membuat pagar ghaib di rumah ini?
“Pak Cheng.. Tina kepingin tau tentang sejarah dari benteng yang ada di seberang sungai itu.. Dan apakah penduduk yang ada di benteng itu bermusuhan dengan desa yang ada di seberang sungai?”
“Hmmm iya.. Memang ya mbak Tina… dan yang bermusuhan itu bukan kemauan pemimpin kami.. Hanya saja karena tempat itu sudah sedemikian penuh, akhirnya penasihat pemimpin kami menyarankan untuk melakukan ekspansi ke seberang sungai”
“Pemimpin kami melalui suruhanya berusaha bernegosiasi dengan membeli tanah penduduk di seberang sungai.. Tetapi penduduk seberang sungai menolak. Akibatnya kemudian penasihat pimpinan kami memaksa pimpinan kami untuk melakukan kekerasan”
“Tapi penduduk seberang sungai sangat menentang dan berani melawan. dan tidak ada yang mau melepaskan tanahnya”
“Kenapa mbak Tina tanya seperti itu?”
“Tina berusaha berpikir kenapa di rumah ini pertahananya kuat sekali, apakah ada hubunganya dengan keadaan ini di dunia ghaib pak”
“Hmm akhirnya mbak Tina berpikir ke arah itu juga….. Saya juga sebelumnya sempat berpikir begitu tadinya… tapi akhirnya saya urungkan, karena saya tidak tau sampai di mana pagar ghaib itu.. Apakah hanya rumah ini saja atau sampai ke wilayah yang lebih luas lagi” kata pak Cheng
Ketika aku dan pak Cheng sedang berusaha memikirkan apa yang menyebabkan itu semua terjadi.. Tiba-tiba pintu ruangan utama yang berbatasan dengan bagian belakang terbuka.
__ADS_1
Empat orang yang masih memakai jubah dan sorban ala orang-orang timur tengah berlarian ke arah belakang….
“Mayat itu … dia ada di depan pintu dan menggedor pintu depan” kata salah satu dari mereka sambil ketakutan