RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
275. PENGORBANAN SAHABATKU


__ADS_3

“Anak yang tyidak dianggaph… haaaanak yang chachat… khamu masih hyidup….!” gumam Fong yang kesulitan bicara karena mulutnya kini sudah mengeluarkan taring.


Fong yang tubuhnya berubah itu tidak membalikan badan, dia hanya menoleh ke arah Inggrid yang ada di belakangnya, tubuh Fong yang makin besar itu sulit untuk bermanuver dan menghadap ke Inggrid yang ada di belakangnya.


Tapi dia berusaha pelan dan berhati hati memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Inggrid yang ada dibelakangnya.


Sebenarnya ini adalah kesempatan, karena dia sebentar lagi akan menghadap ke arah Inggrid, sebenarnya aku bisa saja mendorong Fong hingga dia masuk ke lava yang ada di bawahnya.


Kulihat yang lainya… teman-temanku hanya diam melihat Fong dan Inggrid tanpa melakukan sesuatu, tapi beda dengan JIang.


Jiang kelihatanya masih terpukul karena sahabat baiknya si pak Cheng mati oleh Fong, sahabat baik Jiang yang rela mengorbankan dirinya untuk mendorong Fong, tapi akhirnya berakhir mengerikan, pak Cheng sendiri mati setelah dilempar Fong ke lava yang terus menyala.


Kulihat mbah Sastro yang sekarang menoleh ke mbah, dia mengangguk sekali ke arah mbah Sutinah. Sepertinya dia sedang memberikan tanda kepada mbah Sutinah.


Saat ini pun getaran tanah di sini berangsur angsur mulai berkurang…sepertinya apa yang dilakukan mbak Tina hampir selesai, meskipun ketika kulihat sekilas mbak Tina masih memuntahkan sesuatu ke dalam lava.


Aku menoleh ke arah Solikin…


Asyu! Dia bergerak pelan ke arah belakang Inggrid, artinya Inggrid saat ini dalam bahaya, karena bisa saja Solikin akan mendorong Inggrid masuk ke dalam lava.


Aku harus bertindak!


Kulihat  Jiang….. saat ini dia mulai mengendap endap berjalan ke arahku.


Anehnya tidak ada yang melarang Jiang yang perlahan lahan maju ke arahku…


Aku tau dia pasti akan melakukan sesuatu terhadap Fong yang sudah membunuh sahabatnya.


Pak Diran, pak Hendrik, mbah Dollah, anggota polisi dan dokter Joko masih berdiri di tempat masing-masing, kemungkinan besar mereka sudah siap apabila keadaan mulai tidak terkendali.


“Pak Agus.. saya akan dorong Fong.. pak Agus siap-siap bawa pergi bu Tina” bisik Jiang yang ada di sebelahku


“Aku akan balas dendam kepada Fong yang sudah membunuh pak Cheng” lanjut Jiang dengan berbisik


Aku tidak menjawab iya atau tidak, aku hanya diam saja, karena urusan seperti ini sudah bukan ranahnya manusia biasa macam aku… urusan sesama makhluk ghaib yang menjelma menjadi makhluk nyata.


Perlahan lahan Jiang sudah berdiri samping mbak Tina, mata Jiang tidak melihat mbak TIna, tetapi dia tetap memandang Fong  yang sedang berhadap hadapan dengan Inggrid tanpa berkata kata apapun.

__ADS_1


Dia berjalan perlahan hingga mendekati Fong yang bentuknya sudah berubah menjadi mengerikan.


Begitu juga dengan penghianat Solikin, dia juga sudah ada di belakang Inggrid, aku yakin dia akan mendorong Inggrid sebentar lagi.


Kulihat mbak Tina masih memuntahkan isi perutnya secara perlahan lahan, ketika kulihat yang keluar dari mulutnya masih berupa hewan- hewan njijiki yang  berlendir.


“Fong… apa kamu belum puas dengan kekuasanmu di tempatmu, apa kamu belum puas dianggap puteri raja disana…?” tanya Inggrid dengan suara parau karena struktur tenggorokannya yang tidak normal


Tidak ada jawaban dari Fong.. dia masih mendengus dan melihat ke arah Inggrid terus menerus.


Jiang semakin dekat ke posisi Fong berada, kayaknya Inggrid tau apa tujuan Jiang, sehingga Inggrid mengajak Fong bicara agar konsentrasinya buyar.


Berbeda dengan Solikin, ada yang aneh dengan Solikin, seharusnya dia memberitahu Fong bahwa ada Jiang di belakangnya….tetapi Solikin tetap diam tidak bergerak atau memberi kode kepada Fong.


Perlahan lahan jarak Jiang sudah sangat dekat dengan Fong, Jiang harus menjaga keseimbangan, karena dia berdiri diatas tubuh iblis yang terus menerus menyusupkan tubuhnya untuk menjadi jembatan.


Iblis iblis itu tidak melakukan apapun, mereka hanya bertindak sebagai jembatan, mereka mengorbankan diri sebagai jembatan untuk Fong.


Aku tau Jiang pasti tidak akan selamat ketika harus mendorong tubuh Fong, tapi kubiarkan saja dia melakukan itu. Sedangkan Solikin, dia tidak memperingatkan Fong, dia hanya berdiri saja di belakang Inggrid.


Aku begidik melihat apa yang akan dilakukan Jiang…


Ketika tubuh Jiang terlihat sudah Seimbang….


“MATI KAMU FOOONG……!”


Jiang berteriak sambil mendorong tubuh Fong ke samping….


Tapi yang terjadi bukan yang diprediksi Jiang atau aku….


Fong hanya bergerak bergoyang sedikit saja. Tubuh dia tidak terjatuh atau tejerembab ke lava yang masih menyala…..


Kini Fong menoleh ke arah Jiang….perlahan lahan Fong memutar tubuhnya ke arah Jiang….


Fong  mengangkat tangannya, dia bersiap mendorong dan membunuh Jiang….


Pada saat Fong mengangkat tangannya, tubuh Fong bergoyang goyang tidak seimbang….

__ADS_1


Inggrid berjalan mendekati Fong…


Dan dengan menggunakan kaki kanannya yang normal, Inggrid  melompat dan menabrakan tubuh Fong!


Dengan sekuat tenaga Inggrid menabrakan tubuhnya ke tubuh Fong, Fong terjatuh ke samping dan masuk ke dalam lava… tapi tangan kiri dia masih bisa meraih jembatan ratusan iblis yang  ada di sana.


“AARRGHHH HAHAHAHAH INGGHRID GHOBLYOK……!”


“KHAMUUU THIDYAK AKHAN BISHA MEMBHUNUHKYU…!!!!”


Teriak Fong yang masih menggantung di jembatan iblis…Fong menggantung di jembatan dengan tangan kirinya, sedangkan kaki dan separuh tubuhnya sudah terendam lava…


Anehnya dia tidak merasa kesakitan, Fong masih berusaha naik ke jembatan iblis.


Apa benar Fong tidak bisa dibunuh begitu saja….


kesempatan ini tidak disia siakan oleh Jiang..


Dia  kemudian menginjak injak jari Fong yang masih memegang tubuh salah satu iblis yang ada disana…


“MATANYA… HANCURKAN MATANYA”  teriak Inggrid


Jiang terus menerus menginjak jari tangan Fong yang masih menggantung, tetapi tiba tiba tangan  kanan Fong meraih kaki Jiang yang tadi sedang menginjak telapak tangan dan jari kiri Fong.


Fong memegang pergelangan kaki JIang, dia menarik Jiang agar Fong bisa  keluar dari dalam lava


Ketika keadaan sedang  genting gentingnya…. Tiba-tiba Solikin merangsek maju ke depan, dia menendang Inggrid, untungnya Inggrid tidak terjatuh ke lava…


Solikin berusaha menyeimbangkan tubuhnya dan menuju ke mbak Tina, perlahan lahan dia melewati Fong yang berusaha naik ke jembatan dengan menggunakan pergelangan kaki Jiang untuk menarik tubuhnya yang separuh di dalam  lava.


Fong sudah sepenuhnya memegang kaki Jiang untuk menarik sisa tubuhnya ke atas… dia sudah tidak memegang iblis yang ada di situ lagi…


“PAK AGUs, SELAMATKAN BU TINA… SELAMAT TINGGAL SEMOGA KITA BISA BERTEMU LAGI!”  teriak Jiang


Jiang jongkok dan  memegang tangan Fong dengan kuat, kemudian Jiang menceburkan dirinya bersama Fong ke dalam lava…


Mereka berdua terbakar.. Dan lenyap dengan seketika!

__ADS_1


__ADS_2