
Kami berenam di coffe shop hotel sambil menunggu pagi…
“Jadi sekarang mas Agus dan mbak Tina mendapat surat yang harus disampaikan ke dokter yang ada di rumah sakit di kota S gitu?” tanya pak Jay
“Iya pak..kami harus menemui dokter Karim, dokter Joko katanya tadi sudah SMS dokter Karim, jadi kita tinggal kasih suratnya saja ke dia”
“Apakah dokter Karim itu juga bertugas di kamar mayat?” tanya pak Jay
“Waduh saya tidak tau pak jay”
“Kalau begitu kita berangkat sama-sama saja, kita berempat mencari syarat yang dikatakan pak Diran”
“Nanti kita entah ke rumah penjagalan atau kita ke rumah sakit dulu… kita lihat nanti saja setelah pagi ini saya telpon teman saya” kata pak Jay
“Pak Diran dan Jiang mau berangkat kapan?” tanya pak Hendrik
“Sebenar lagi pak.. Ini masih terlalu pagi untuk bertamu ke rumah orang” jawab pak Diran
“Kalau gitu kita berangkat sekarang saja… nanti di jalan saya akan hubungi teman saya yang punya rumah jagal hewan” kata pak Jay sambil berdiri
Setelah aku dan mbak Tina subuhan, kami berempat persiapkan diri untuk berangkat mencari sesuatu yang pastinya sangat mengerikan…. Sedangkan pak Diran dan pak Jay berangkat ke guru pak Diran.
Tidak ada pembicaraan sama sekali di dalam mobil yang dipacu dengan kecepatan sedang menuju ke kota S, kami semua sibuk dengan pikiran kami sendiri, hingga gak terasa dua jam lebih kami sudah sampai di pinggiran kota S.
“Kita berhenti di warung kopi dulu ya, sambil saya hubungi teman saya pemilik dari rumah jagal dulu” kata pak Jay
“Nggak usah ngopi lagi Koh, kita berhenti di pom bensin aja sekalian buang hajat koh heheheh” kata pak Hendrik
“Wah iya koh..ide bagus koh, gua jugak udah kebelet nih” jawab pak Jay
Setelah kami semua selesai dengan buang hajat, dan setelah pak Jay mengirim pesan pendek kepada temannya, karena ponsel temannya beberapa kali dihubungi pak Jay ternyata tidak aktif, kini kami menuju ke sebuah rumah sakit yang ada di pusat kota.
Aku sebenarnya ragu, apakah dokter Karim ada di sana atau tidak, tapi tadi kata dokter Joko pagi ini kami disuruh menemui dokter Karim.
__ADS_1
Ternyata tidak sulit untuk mencari rumah sakit yang kami tuju, sebuah rumah sakit besar yang ada di pusat kota.
“Kalau jam segini yang buka ya hanya UGDnya saja mas Agus.. kita lebih baik ke UDG saja dulu untuk menanyakan dimana dokter Karim berdada” kata pak Jay..
“Iya pak Jay.. tadi dokter Joko juga bilang begitu, kita disuruh tunggu dokter Karim di UGD saja agar cepat, dan tidak ada yang curiga pak, nanti dokter Karim akan mendatangi kita di UGD”
Mobil diarahkan ke lahan parkir yang pagi buta ini masih sepi, hanya ada beberapa mobil menginap saja yang ada disini, kemungkinan adalah saudara pasien yang harus menunggu pasien yang rawat inap disini.
Kami berempat menuju ke bagian UGD… UGD disini berbeda dengan UGD yang ditangani dokter Joko, kalau UGD disana sepi, sedangkan UGD disini sangat sibuk.
Ternyata di ruang tunggu UGD banyak juga orang yang menunggu keluarganya yang sedang dirawat karena suatu hal yang bersifat emergency.
Di meja terima tamu UGD ada beberapa orang staff rumah sakit yang sedang duduk…
“Kita ke sana saja pak Agus… tanyakan kepada petugas jaga itu dimana kami bisa menemui dokter Karim”kata pak Hendrik
“Iya pak.. Semoga dokter Karim bisa kami temui secepatnya”
Kami mendatangi meja UGD.. beberapa perawat sedang menulis sesuatu, sedangkan yang lainya sibuk ngobrol satu sama lain.
“Oh kalian pasti yang sedang ditunggu Dokter Karim….. Eh tadi dokter Karim telepon kalau ada yang cari dia, suruh tunggu sebentar, karena dokter Karim sedang dalam perjalanan menuju ke sini” kata perempuan yang sedang mencatat sesuatu dan wajahnya nampak letih
“Baiklah bu, kami akan tunggu di ruang tunggu sana saja”
Kami ada di ruang tunggu yang ramai dengan keluarga pasien yang sedang menunggu salah satu anggota keluarganya yang sedang ditangani oleh dokter jaga di ruang UGD.
“Nanti apa yang akan kita katakan kepada dokter Karim pak Agus?” tanya pak Hendrik
“Yah mungkin pertama tama saya akan serahkan surat ini dulu pak, dokter Joko pasti menulis sesuatu yang berguna untuk meyakinkan dokter Karim tentang keadaan kita ini”
“Setelah itu baru pak Jay cerita kepada dokter Karim tentang apa yang terjadi di sana”
Tidak ada sepuluh menit, seseorang petugas UGD datang bersama dengan orang yang seumuran dengan pak Jay, orang itu memakai baju KOKO dan celana panjang yang terlihat mata kakinya, mereka menuju ke arah kami…
__ADS_1
“Ini dok..yang sedang mencari dokter Karim…” kata petugas UGD kemudian meninggalkan kami setelah dia pamit kepada dokter Karim
Dokter Karim laki-laki seumuran dengan pak Jay dan pak Hendrik yang memakai baju koko dengan ujung celana di atas mata kaki dan memakai parfum beraroma malaikat subuh…. Tapi wajahnya putih dan bermata sipit.. Apa bener ini dokter Karim yang dimaksud dokter Joko?
Pak Jay melihat dokter Karim sambil mengerutkan dahinya hingga kedua alisnya bertemu di tengah tengah.
“Eh maaf .. apa bener nama bapak ini Yap Tjien Hien?” tanya pak Jay dengan sopan
“Engkoh siapa kok tau nama chinese saya?” tanya dokter Karim
“Gua Jay!… Jayanto Hong!… temen SMA lu Yap!” teriak pak Jay
“Astagaaaa… Jayantoooooo!” kata dokter Karim sambil memeluk pak Jay
“Yap… gua gak ngerti.. Ini bener lu Yap?” tanya pak Jay
“Kita udah puluhan tahun gak ketemu Yap… gua inget sama tai lalat lu yang ada ndek jidat itu hehehe” kata pak Jay yang masih memegang dokter Karim
“Hehehe iya Jay.. gua beberapa tahun lalu dapet hidayah, dan akhirnya gua begini ini hehehehe…… Wis ntik ae kita ngobrole, sekarang apa yang bisa saya bantu.. Eh katanya ada surat dari Joko?”
Aku berikan surat yang ditulis oleh dokter Joko kepada dokter Karim yang ternyata seorang tionghoa yang sudah hijrah karena mendapat hidayah.
Dokter Karim membaca surat itu sambil mengerutkan dahinya hingga tai lalat yang ada di dahinya bergeser ke tengah. Kemudian dia menggeleng pelan…
“Sulit sekali….. Disini tidak semudah itu mengambil organ dalam mayat Mr X….” gumam dokter karim
“Tapi coba nanti akan saya bicarakan dengan teman saya yang bertugas disana.. Siapa tau dia bisa bantu… tapi sebelumnya tolong ceritakan kepada saya apa yang terjadi disana”
“Biar pak Jay saja yang cerita, karena disana itu kan milik pak Jay” kata mbak Tina
“Oh jadi yang bermasalah ini punya kamu Jayanto… eh gini saja sambil menunggu pagi dan nunggu teman saya, kita ke rumah saya saja, gimana nggak masalah kan?” ajak dokter Karim
“Yap..nama lu sekarang siapa?” tanya pak Jay
__ADS_1
“Heheheh nama gua sekarang Muhammad Karim Jay…. tapi lek di keluarga besar, gua masih dipanggil Yap” jawab dokter Karim