
Menjelang siang hari…
Tiba-tiba Inggrid muncul di dalam rumah pak Pangat, wajah hantu perempuan itu tidak lagi menyembunyikan kesedihan.
Dia menghampiriku dan duduk di sebelahku.
“Kamu dari mana Inggrid, jangan pergi jauh-jauh, ditangkap Solikin baru tau rasa kamu Nggrid”
“Inggrid memang dari sana Tina hihihihi”
“Heh..ngawur aja kamu kalau ngomong Nggrid….bahaya tau.., memangnya kamu habis dari mana dan habis ngapain?”
“Inggrid tadi iseng jalan jalan ke kuburan sana itu Tina… Inggrid pikir kalau siang gini gak ada hantunya, ternyata ada lho hehehe… dan tadi Inggrid ketemu sama hantu yang duduk di pinggir kuburan”
“Dia anak muda yang ngakunya mati di ruang UGD”
“Dia mengaku sebagai korban pengeroyokan dan penembakan, karena waktu malam hari itu dia tidak sengaja melihat ada polisi berseragam bersama dengan beberapa orang sedang menikmati sabu di tempat orang jualan bensin dan solar eceran”
“Kok kayaknya sama dengan yang diceritakan pak Pangat tadi malam itu Nggrid?”
“Kamu kok bisa main ke kuburan itu sebenarnya ngapain Inggrid?” tanya mas agus
“Inggrid iseng aja mas… dari pada nungguin kalian yang pada tidur, Inggrid iseng jalan-jalan meskipun sekarang pagi hari”
“Tapi Inggrid tadi gak bilang ke hantu itu kalau Inggrid udah tau cerita tentang orang yang mati karena penembakan polisi, jadi Inggrid tadi dengerin aja bagaimana dia mati dan siapa saja yang dia lihat waktu itu”
“Ceritanya sama kayak yang diceritakan pak Pangat, hanya saja tadi Inggrid dapat cerita waktu dia secara tidak sengaja melihat orang-orang yang ada di sana”
“Waktu itu malam hari… dia naik motor dari kota menuju ke arah kota berikutnya.. tapi di desa ini dia kehabisan bensin, akhirnya dia nekat mendatangi kios yang jualan bensin dan solar eceran”
“Dia menuntun motornya hingga di depan sebuah kios yang tertutup, tapi pintu kios itu terbuka sedikit, di depan kios itu ada papan bekas dengan tulisan JUWAL BENGSING DAN SOLAR ECERAN”
“Karena kios itu pintunya sedikit terbuka, kemudian dia masuk untuk membeli bensin untuk motornya”
“Ternyata yang ada di dalam sana adalah seorang oknum polisi dengan pakaian seragam, dan tiga orang yang sedang menikmati sesuatu”
“Dia tidak sempat melihat apa yang mereka hisap karena tiba-tiba dia ditangkap orang orang itu, dia dibekap ..mulutnya di lakban, matanya ditutup dengan kain… kemudian dibawa ke suatu tempat yang dia tidak tau”
“Di suatu tempat itu dia dihajar oleh mereka, dan terakhir dia merasa perutnya perih dan panas setelah dia mendengar sebuah senjata api yang menyalak”
“Waktu itu dia masih setengah sadar.. kemudian dibuang ke pinggir kuburan”
“Kisah selanjutnya sama dengan yang diceritakan pak Pangat kemarin itu”
“Berarti tempat orang-orang yang sedang menikmati barang haram itu ada di sekitar desa sini juga ya Nggrid?” tanya mas Agus”
“Iya mas… katanya kios itu letaknya setelah jembatan besi mas…”
“Hmmm kayaknya kita tau tempat itu ya mbak Tina?”
“Anak muda itu nggak mau pergi dari pinggir kuburan sebelum kasus pembunuhan dia ini dituntaskan dengan baik”
“Lha dia dikubur dimana Inggrid?”
“Setelah dia meninggal di UGD, pihak rumah sakit kan melihat dompetnya, dan menemukan kartu identitasnya, kemudian pihak rumah sakit menghubungi keluarganya. Jasad dia dimakamkan di pemakaman kampungnya”
“Tapi arwah dia kembali ke tempat dia dibuang… di pinggir kuburan itu”
“Hmm gitu ya kejadianya… terus kamu ke mana lagi setelah dari sana Nggrid?”
“Inggrid sempat ke rumah penggergajian….. Inggrid tidak bisa jauh-jauh dari rumah penggergajian…”
“Ternyata tadi disana ada solikin bersama dengan anak buahnya yang jelek itu … Wito dan Yetno.. dan ada juga hantu Kunyuk, hanya saja Inggrid tidak mendekati mereka. Inggrid hanya ada di pohon depan rumah saja”
“Kelihatannya akan ada sesuatu yang sangat penting disana… karena yang Inggrid dengar tadi solikin bilang bahwa Kondisi harus sangat aman, dan sudah diatur oleh seragam coklat”
“Yang dimaksud seragam coklat itu apa ya Nggrid?”
“Waduh … kemungkinan besar sih oknum aparat mas” jawab Inggrid
“Dia perintahkan anak buahnya untuk menyebar di sekitar rumah, karena akan ada paket jumbo, gitu kata Solikin”
__ADS_1
“Kalau menurut perkiraan Inggrid sih paket jumbo itu kemungkinan besar ya transaksi yang besar hehehe”
“Dan sepertinya transaksi itu akan berlangsung malam nanti”
“Ya sudah Nggrid…untungnya kamu tidak kenapa kenapa, tadi kita sempat bingung juga karena kamu kok pergi lama dan tidak bilang pergi ke mana”
Hari semakin siang dan menjelang sore. tiba-tiba pak Pangat masuk ke rumah sebelah tempat kami bertiga sedang bersantai karena memang tidak ada yang bisa kami kerjakan.
“Sebentar lagi Joko dan temannya akan kesini, kalian tetap disini dulu saja sampai keadaan aman, karena saya agak khawatir kalau ada anak buah Paijo di sekitar sini”
“Kalian ini saksi dan korban yang sangat penting, makanya Paijo dan komplotanya berusaha mencari kalian berdua”
“Nanti ketika Joko kesini bersama sahabatnya, saya akan baca pikiran orang itu dulu, kalau memang dia tidak berniat jahat tentu saja saya tidak akan memberi tahu posisi kalian ada dimana”
“Tetapi nanti kalau keadaan aman, saya akan kesini untuk memberitahu kalian”
“Inggrid…nanti kamu bantu bapak ya… nanti waktu ada tamu kesini, tolong kamu lihat sekeliling rumah, gang, dan jalan di depan sana, apakah ada yang mencurigakan atau tidak”
“Iya pak Pangat, nanti Inggrid akan bantu”
Setelah selesai bicara pak pangat kembali ke rumah utamanya untuk menunggu dokter Joko dan temannya yang akan datang kesini.
Sebenarnya ini waktu yang tepat, karena bertepatan dengan teman dokter Joko yang datang, di rumah penggergajian akan ada transaksi jumbo.
Dan seharusnya bisa dilakukan penggerebekan, tapi masalahnya ya harus berhadapan dengan Paijo, dan pastinya nanti akan ada acara tembak menembak juga.
“Mbak Tina…. saya sekarang kok susah untuk mempercayai orang ya mbak”
“Semenjak kasus kita ini merumit, saya sekarang susah mempercayai orang, termasuk pak Pangat”
“Huuusssh jangan gitu mas, nanti dia dengar lho mas”
“Ndak tau mbak… kita ikuti saja lah apa yang akan terjadi berikutnya mbak”
Wajar memang mas Agus tidak bisa mempercayai orang yang ada di sekitar kami, karena yang semula kami anggap baik ternyata mereka itu malah musuh paling berbahaya.
Aku masih penasaran dengan Wandi, Mamad, Burhan, dimana mereka berada sekarang.
Kapan hari itu aku kan pernah diskusi dengan Paijo tentang rumah sakit yang mungkin dijadikan jujukan pengobatan bagi Mamad.
“Eh Tina..kayaknya ada orang yang datang… Inggrid mau lihat dulu siapa yang datang itu dulu…jangan-jangan yang datang itu tamu yang sedang dinanti-nanti pak Pangat”
“Ya sudah sana Nggrid, hati-hati dan ingat yang tadi disuruh pak Pangat, agar kamu juga lihat sekeliling rumah ini juga”
Inggrid pergi keluar dari rumah, dia akan melihat siapa yang datang. semoga yang datang adalah dokter Joko dan sahabatnya.
Aku dan mas Agus tidak bersuara sama sekali, kami berusaha mendengar suara dari sebelah rumah, tetapi sayangnya antara rumah ini dan rumah sebelah temboknya terlalu tebal.
Sehingga aku tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh orang yang ada di sebelah.
Tapi dari dalam rumah… aku bisa lihat ada orang yang sedang melihat lihat keadaan rumah.
Tetapi karena ada gorden yang lumayan tebal dan bagian dalam ini agak gelap daripada bagian luar, sehingga mungkin orang yang sedang berusaha mengintip itu tidak bisa melihat apa yang ada di dalam rumah ini.
Aku hanya mengira mungkin orang itu teman dokter Jokok yang sedang memeriksa aman atau tidaknya keadaan disini.
“Mbak Tina…”bisik mas Agus
“Sssttt ..diam dulu mas… apa mungkin orang yang berusaha mengintip itu teman dari dokter Joko?” jawabku sambil berbisik juga
“Tunggu kabar dari pak Pangat dulu mbak….”
Sekitar sepuluh menit kemudian Inggrid kembali ke rumah sebelah, dari raut wajahnya kelihatannya ada yang nggak beres.
“Jangan berisik sama sekali, yang datang ini Paijo dan salah satu temanya yang pernah ikut di rumah penggergajian”
“Paijo sedang ada di dalam, tetapi temannya ada di luar dan sedang melihat lihat rumah ini!”
“Kalian jangan berbicara sama sekali…. intinya Paijo curiga sama Pangat, dia dari tadi berusaha tanya-tanya tentang rumah kosong ini, alasannya dia ingin kontrak rumah kosong ini”
“Inggrid mau ke sana dulu, kalian diam dan jangan berbuat gaduh, kalau ada apa-apa Inggrid akan datang kesini lagi” kata Inggrid yang kemudian pergi ke rumah sebelah
__ADS_1
Nah… ternyata kecurigaan Paijo sudah sampai di sahabatnya sendiri, apa mungkin karena semua sisi hutan sudah diputari Paijo dan anak buahnya, dan mereka tidak menemukan aku dan mas Agus.
Bisa saja rumahku juga pasti sudah mereka obrak abrik juga…
Termasuk rumah sakit juga pasti sudah mereka telusuri satu persatu tiap-tiap kamar yang ada disana. Dan tinggal rumah Pak Pangat saja yang belum mereka telusuri.
Karena yang namanya polisi itu pasti punya suatu insting… dimana tempat-tempat yang pernah aku dan mas Agus datangi, pasti akan mereka telusuri.
Dan kini rumah sebelah pak Pangat yang kosong ini juga berusaha mereka selidiki juga.
“Mas….” bisikku
“Sudah mbak… diam saja dan waspada… kita dalam bahaya ini mbak” jawab mas Agus berbisik juga
“Tapi tenang saja mbak… pak Pangat pasti punya alasan tepat untuk tidak membukakan pintu rumah kosong ini”
“Saya sudah mulai mempercayai pak Pangat kok mbak”
Mas Agus tau keadaanku yang mungkin ketakutan, dan dia pun sekarang sudah mulai mempercayai omongan pak Pangat.
Aku hanya takut kalau-kalau dokter Joko datang bersama temannya, dan pastinya akan bertemu dengan Paijo dan anggotanya.
Semoga dokter Joko datang agak sorean saja, agar tidak bertemu dengan Paijo.
Paijo kayaknya sedang mendapat perintah untuk mencari keberadaan aku dan mas Agus, mungkin karena saat ini sedang akan ada transaksi dengan nilai yang besar di rumah penggergajian itu.
“Cepaat kalian menuju ke dapur, dan bawa semua barang kalian sekarang, jangan sampai ada barang yang tertinggal disini” kata Inggrid yang tiba-tiba datang
“Jangan tanya dulu kenapa…pokoknya ikuti instruksi Inggrid dengan baik, karena ini adalah perintah dari pak Pangat!”
“Sampai dapur kalian pindah ke rumah utama, tetapi tetap ada di bagian dapur rumah utama, dan jangan bergerak sebelum ada Instruksi dari Inggrid” kata Inggrid dengan wajah tegang…kemudian dia menghilang dan menuju ke rumah sebelah
Aduuuuh ada apa lagi ini…..
Pasti Paijo ingin memeriksa bagian rumah ini…dan untungnya bagian paling belakang rumah ini adalah dapur yang menyambung dengan rumah utama pak Pangat
Kukemasi semua barangku… mas Agus juga mengemasi barangnya, kemudian dengan cepat dan tenang kami berjalan ke belakang hingga sampai di dapur, kemudian di dapur kami diam diri sambil menunggu instruksi dari Inggrid
Kami berdiri di dapur antara rumah utama dan rumah kosong…
Tidak lama kemudian aku mendengar suara pintu rumah kosong yang dibuka dari luar..
Suara dua orang yang sedang bicara sekarang ada di ruang tamu rumah kosong…
“Ya begini ini rumahnya… memang kosong Jo.. tapi kadang aku buat untuk tempat menginap tamu yang berasal dari luar kota, kasihan kalau mereka harus bolak balik kesini” kata suara pak Pangat
“Hmmm lumayan juga sih Ngat… sebenarnya aku butuh kantor yang tidak terlalu besar, tapi kalau kamu bilang rumah ini untuk menampung pasien yang berasal dari luar kota… aku ya ndak bisa sewa rumah ini” sekarang yang kudengar suara Paijo
“Kan tadi sudah kubilang Jo.. rumah sebelah ini kosong, tapi apabila ada pasien ya saya gunakan untuk tempat menginap mereka, makanya aku sediakan karpet yang lumayan disini”
“Kalau yang belakang ini apa Ngat”
Meskipun aku dan mas Agus ada di dapur, tapi aku bisa mendengar dua orang yang sedang bicara di ruang tamu. dan Paijo itu benar-benar mencurigai pak Pangat, sekarang dia menanyakan kamar yang ada di belakang ruang tamu.
“Kalian bergeser ke rumah utama.. tapi jangan terlalu jauh dari dapur” kata Inggrid yang tiba-tiba datang
“Karena Paijo sekarang sedang memeriksa kamar yang ada di belakang ruang tamu” bisik Inggrid lagi
Aduuuh semakin gawat saja paijo ini, lama kelamaan dia akan sampai di daput, lalu aku dan mas Agus harus pergi kemanaaaa?
Mas agus menepuk bahuku dan menenangkan aku dengan mengelus rambutku…
“Ini kamar… tapi kamar ini aku kosongkan Jo.. kalau tamunya membludak, ya terpaksa kamar ini aku bersihkan dulu , karena kan buat apa aku bersihkan kamar ini kalau tidak ada yang menempati” kata suara pak Pangat
“Hmmm harusnya rumah ini juga kamu renov dan bersihkan juga Pangat, kan gak enak dilihatnya….”
“Aku sih sebenarnya suka dengan rumah ini, dengan satu kamar saja cukup untuk dibuat kantor… tapi yah.. ruman kosong ini kan kamu gunakan untuk pasien juga” kata suara Paijo
“Kalau aku ada dana pasti akan aku renovasi dan bersihkan Jo”
“Kalau yang belakangnya lagi itu apa Ngat… itu ada pintu lagi yang tertutup?” tanya suara Paijo
__ADS_1
“Ini kamar mandi Jo.. masak sih pasien yang menginap disini harus ke rumahku untuk mandi dan buang air besar heheheh”
“Jadi paling belakang ini dapur ya.. gak ada ruangan terbuka untuk sirkulasi udara?...boleh lihat dapurnya Ngat?” tanya suara Paijo