RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
50. BALIK KE RUMAH


__ADS_3

Tidak lama kemudian adzan subuh sudah berkumandang. Mbak Tina sudah memandangku dengan penuh harap.


Mata dia yang tadinya merah karena menangis, sekarang sudah mulai normal.


"Mas Agus, sini Tina lap tubuh mas Agus, karena tubuh mas Agus agak kotor, kita kan mau sholat subuh mas"


"Heheheh jangan mbak Tina, biar saya saya yang lap badan saya. Saya ndak papa kok mbak Tina hehehe"


"Ya udah mas, Tina mau mandi dulu, kemudian Tina tunggu di kamar seperti biasanya ya"


Tina sudah masuk ke kamarnya, disini hanya tinggal aroma tubuh mbak Tina yang sedap itu saja yang tertinggal.


Huufff sampai kapan aku kuat menghadapi Tina yang macam itu....


Dia seorang perempuan cantik yang mandiri dan mengatjengkan, dia hampir bisa segalanya kecuali menahan nafsyunya hehehe.


Aku membasahi bagian tubuhku yang bisa kubasahi, luka yang ada di dada jelas ku hindarkan dari air. Kubersihkan semuanya termasuk selangkhanganku yang bauknya pasti luar biasa hehehe.


*****


Tok....tok....tok..


"Mas buka dulu pintunya, Tina mau kasih mas Agus pakaian bersih mas"


"Eh taruh aja di ruang tamu mbak Tina, saya lagi thelanjang lho ini"


"Tina gak akan masuk kok mas, dah buka aja nanti Tina masukan lewat sela sela pintu"


"Itu juga ada ****** ***** yang belum pernah dipakai suami Tina, karena kekecilan"


Kubuka pintu kamar mandi sedikit, ternyata tangan Tina masuk ke dalam dengan satu stel pakaian laki laki.


Setelah kuterima dia pun pergi dari depan pintu kamar mandi.


Aku jadi heran dengan Tina, dia itu bisa sebegitu nya kepadaku.


Dia tidak memandang hartaku, aku ini bukan orang kaya, bukn pula juragan, tapi Tina seolah olah tidak mau jauh dari aku.


Aku keluar dari kamar mandi setelah selesai, ternyata di meja tamu sudah ada sisir, dan minyak wangi. Tina menaruh sisir dan minyak wangi diruang tamu.


"Mas itu ada minyak wangi, dipakek aja , biar mas Agus gak bau matahari lagi hihihihi" teriaknya dari dalam kamar setelah tau bahwa aku sudah ada di ruang tamu


"Kalau udah sisiran dan pakek minyak wangi, mas Agus masuk ke kamar ya mas"


Kalau sudah urusan dengan Tina, rasanya aku sudah lupa dengan mimpiku semalam.


Benar-benar Tina bisa membuatku lupa dengan hal yang mengerikan


Aku masuk ke dalam kamar Tina, kemudian kami laksanakan ibadah subuh.


*****

__ADS_1


"Mas Agus, sini lukanya Tina bersihkan sebelum mas Agus pulang ke rumah. Ini sudah Tina siapkan air mineral yang dari dokter Joko"


"Duduk di depan tina aja mas biar Tina mudah membersihkan lukanya"


Kami ada di ruang tamu. aku sedang duduk di sofa ketika Tina akan membersihkan luka di dadaku ini.


Tapi Tina keliatan kesulitan mengatur posisi duduknya karena dia harus menunduk untuk melihat lukaku yang lumayan parah ini.


Hingga beberapa kali  dia berganti posisi tetapi tetap kesulitan melihat luka yang ada di dadaku ini.


"Ah susah sekali sih, Gini aja…. di kamar aja, mas Agus tiduran saja biar luka mas Agus terkena cahaya lampu"


Ku Turuti saja apa yang disuruh Tina, memang sulit mengobati luka apabila posisi tubuh sedang duduk, apalagi lukaku inikan harus diberi air pemberian dokter Joko.


Aku masuk ke dalam kamar dengan posisi telanjhang dada...


"Tidur aja disana mas, Tina bersihkah luka nya mas agus dulu baru kemudian Tina kasih salep dari dokter Hendra”


Posisiku saat ini tiduran di pinggir tempat tidur Tina, sedangkan Tina jongkok di lantai, tetapi dia tetap kesulitan menggapai luka yang di sisi lainya.


Beberapa kali Tina berusaha membersihkan luka dari sisa nanah tapi tetap saja kesulitan.


"Mas Agus agak ketengah sedikit mas, Tina kesulitan ambil sisa nanah yang ada disisi sana mas"


Aku bergeser lebih ke tengah tempat tidur Tina…


Ketika aku sudah ada di tengah tempat tidur, njemunuk Tina naik ke atas tempat tidur juga.


Dengan pelan namun pasti dia duduk di atas pinggang ku, dia duduk di atas pistol gombyok ku yang dari tadi sudah ndangak akibat dari bau mbak Tina bikin ngatjeng.


“Biar mudah bersihkan lukanya suamiku yang tersayang” jawabnya dengan posisi agak menungging ke arah wajahku


“Tapi duduk di atasnya mas Agus gini ini rasanya aneh ya  hihihi, ada yang ngeganjel deh rasanya mas”


“Tapi biarlah, yang  penting lukanya mas Agus bisa terlihat jelas oleh Tina mas”


Juangkreeeek aku jelas gelagapan lah, dia menduduki pistol gombyoku, dia hanya memakai daster tipis dan aaah sudahlah…. gak  perlu dijelaskan lagi!.


Mbak Tina menungging agar dia lebih jelas melihat luka yang ada di dadaku, akibatnya bau yang berasal dari tubuh dan rambutnya sempat membuat aku…ah sudahlah.. tidak perlu aku jelaskan juga!


Dengan posisi duduk di atas pinggangku dia dengan telaten membersihkan luka di dadaku.


Pertama dia bersihkan menggunakan air yang berasal dari dokter joko, kemudian setelah itu dia kasih salep dari dokter Hendra….


“Nah…. sudah selesai mas, sudah ganti perban dan luka mas Agus suamiku sudah bersih” sambil turun dari atas pinggangku


“Iya mbak saya juga merasa sudah enak kok mbak”


“Hihihi yang enak itu apanya mas, masak luka gitu itu enak sih mas,  yang betul itu… ‘saya merasa sudah tidak sakit’…. gitu mas hehehe”


“Yuk kita duduk-duduk di ruang tamu saja mbak Tina, saya nanti mau balik ke rumah, ndak enak sama si Burhan mbak

__ADS_1


“Lebih baik nanti siang saja mas, atau selepas dzuhur jadi suasana hutan sudah panas oleh sinar matahari, lagipula pagi ini kan mas Agus sudah ijin Burhan”


“Jangan mbak, lebih baik pagi ini saja saya balik, hanya untuk kontrol keadaan di rumah, setelah itu saya akan balik ke sini lagi untuk bersihkan luka sore hari”


Setelah sarapan dan minum obat dengan menggunakan air pemberian dokter Joko, tepat pukul 08.00 aku pergi dari rumah Tina.


Benar-benar seorang perempuan yang luar biasa,  mungkin karena dia sudah terbiasa hidup sendiri sehingga apa saja dia akan lakukan sendiri.


Motor tua ini melaju pelan ke arah  hutan menuju ke rumah penggergajian di pagi hari yang sejuk.


*****


Rumah penggergajian sudah dekat di depan mata… tetapi kenapa sunyi sepi, bahkan pagar rumah masih tertutup juga.


Aku memutar ke arah gerbang belakang, ternyata sama saja di bagian belakang juga masih tertutup rapat tidak ada kegiatan sama sekali.


Bukanya kalau jam segini ini harusnya sudah ada kegiatan penggergajian, tapi kenapa kok malah keadaanya sunyi sepi?


motor kutaruh di depan pagar, aku harus masuk ke dalam dan melihat apa yang sedang terjadi di dalam rumah ini.


Kudorong pintu pagar yang ternyata tidak terkunci sama sekali meskipun pagar ini dalam keadaan tertutup…


Kenapa pintu pagar ini tidak terkunci lagi, kemarin padahal aku sudah bilang agar mengunci pintu pagar dan pintu rumah kan.


Aku ada di depan pagar, tapi aku belum melangkah masuk ke dalam, aku berusaha melihat keadaan di dalam rumah dari sini dulu.


Kaca depan rumah yang tidak berkelambu itu menampakan bahwa lampu petromaks dalam keadaan nyala. yang artinya bahwa harusnya Burhan ada di dalam rumah.


Aku berjalan ke pintu depan rumah, tetapi di tengah halaman aku berhenti sebentar karena aku mendengar suara aneh…


“Ah ternyata hanya ranting yang saling bergesekan” setelah kucari sumber suara itu


“Apa yang sedang terjadi di rumah, kenapa keadaan sepi sekali disini, dan kenapa tidak ada orang yang bekerja sama sekali”


Kuberanikan diri untuk maju hingga di depan pintu rumah..


Aku tidak langsung masuk begitu saja, tetapi kuintip dulu dari jendela depan rumah.


“Kosong.. lampu Petromak masih nyala terang, harusnya pada jam segini lampu itu sudah mati karena kehabisan minyak tanah” gumamku


Hmmm kalau pada jam segini lampu itu masih nyala berarti lampu itu belum lama dinyalakan, berarti tadi malam keadaanya mati.


Aku jadi ragu untuk membuka pintu rumah, tapi aku harus tau apa yang sedang terjadi disini, karena aku adalah yang bertanggung jawab disini.


Sik sebentar, apa aku ke desa sebelah sungai dulu untuk menemui pak Solikin dan menanyakan kenapa kok tidak kerja?


Tapi lebih baik kau masuk dulu ke rumah, aku harus tau apa yang sedang terjadi dengan rumah ini.


Kucoba untuk menekan handle pintu….


“Lho pintu ini kok bisa terbuka, ndak dikunci?.....”

__ADS_1


Aku harus tau apa yang sedang terjadi dengan Burhan….


Aku harus masuk ke dalam rumah sekarang juga…..


__ADS_2