
Motor yang dari jauh terlihat lampunya saja itu sekarang sudah semakin dekat dengan posisi orang yang tadi aku bikin pingsan.
Sebenarnya tadi aku kepingin lihat wajah orang yang tertelungkup itu, tetapi aku tidak punya keberanian sama sekali untuk membalik tubuhnya…
Eh kalau tiba-tiba matanya mendelik ( melotot ) kan jadinya aku yang pingsan.
Tapi biarlah… yang penting aku tadi sudah ambil sim dia. tinggal cari rumah dan informasi tentang dia.
*****
Motor yang datang ini ternyata berboncengan, tetapi lagi-lagi aku tidak bisa melihat wajahnya, yah karena keadaan yang gelap gulita.
Sedangkan jarak ku dengan dia terpaut sekitar lima meteran…
Motor itu sekarang berhenti beberapa meter dari tubuh yang pingsan itu.
Cahaya lampu motor itu sengaja menyinari tubuh yang sedang tertelungkup di tengah jalan, dimana di belakangnya ada motor dia yang dalam keadaan dijagang.
“Janc***k… itu kan kunyuk pak!”
“Iya… dia kunyuk!.....ngapain Kunyuk busuk ini ada disini!” teriak salah satu orang yang datang
“Jangan-jangan dia mencuri uang kita pak” kata orang satunya
“Tapi kenapa dia pingsan!.. coba lihat, disana ada motor dia yang terjagang…”
“Geledah kunyuk busuk itu!… jangan sampai dia mencuri uang kita!” kata orang yang dipanggil bapak
“Hati-hati pak, jangan-jangan ada sesuatu….”
“Hah.. sesuatu apa!... disini tidak ada apa-apa” jawab orang yang dipanggil pak
Kedua orang itu menghampiri orang yang dipanggil kunyuk.. mereka berdua dengan hati-hati menghampiri tubuh pingsan yang mereka panggil kunyuk.
Orang yang disuruh menggeledah dan diperkirakan lebih muda daripada yang dipanggil pak itu menggeledah orang yang sedang pingsan itu.
“Wah benar pak… kurang ajar benalu ini!... ini pak uang nya!”
“Banghsth… bagaimana dia tau rencana transaksi kita malam ini, apa ada penghianat di kelompok kita?” tanya yang lebih tua
“Saya tidak tau pak, tapi yang pasti dia tau segalanya tentang kegiatan kita pak”
“Benar-benar salah besar ketika bos besar memberi pekerjaan orang ini, saya dari awal sudah tidak suka dengan tindak tanduknya”
Sik… aku kok kayaknya pernah tau suara mereka berdua… suara yang lebih tua itu familiar sekali, dan yang suara yang lebih muda itu juga aku pernah mendengarnya.
Siiiiikk… siapa yaaaaa……….
__ADS_1
“Lalu gimana dengan kunyuk ini pak?”
“Biarkan saja, nanti saya akan lapor bos, biar bagian kebersihan yang membersihkan kotoran yang ada di kelompok kita”
“Tapi gimana dengan kunyuk ini sekarang pak, siapa yang telah memukulnya hingga pingsan”
“Saya takut apabila dibiarkan saja ketika dia siuman, maka dia akan melapor ke kantor polisi pak”
“Iya Mad… benar juga, apa kita habisi saja sekarang?”
“Bisa pak..nanti kita buang ke sungai belakang rumah saja”
Nah… itu suara Mamad!.. aku yakin sekali…
Dan yang tua itu pasti pak Wandi…
Tapi siapa yang mereka panggil sebagai bos itu, apakah bos besar yang mereka sebut itu adalah bos besar yang tiap beberapa hari sekali aku telepon?
Lalu siapa yang mereka sebut kunyuk itu…. dan bagian kebersihan itu siapa….
Mereka ini kok kayaknya semacam sindikat yang melakukan kegiatannya di rumah penggergajian.
“Tapi bagian kebersihan saat ini kan sedang menghilang pak, info dari bos dia pergi tidak pamit” kata yang dipanggil Mad
“Iya benar juga… aneh sekali, setelah melakukan pembersihan salah satu kotoran dia tiba-tiba menghilang begitu saja”
“Padahal dia masih punya pr untuk melakukan pembersihan kotoran lainya, masih ada beberapa kotoran berserakan mengganggu yang harus dibersihkan….”
“Pak, kita apa tidak koordinasi dengan bos dulu untuk menghilangkan Kunyuk ini? takutnya bos punya rencana lain dengan adanya kunyuk ini pak”
“Iya benar apa yang kamu bilang… tapi orang ini sudah berbahaya, dia bisa saja melaporkan kegiatan kita”
“Begini saja pak, untuk sementara kita sembunyikan kunyuk ini, kita ikat aja di mana gitu pak…”
“Sementara kita lakukan transaksi dulu, nanti setelah semua selesai, kita bawa pergi kunyuk ini…”
“Besok pagi bapak laporkan kepada bos besar tentang si benalu kunyuk ini pak”
“Ya sudah saya setuju.. kamu bawa sesuatu untuk mengikat dia?” tanya orang yang lebih tua
“Di bagasi motor ada tali yang biasanya saya gunakan untuk menarik drum solar ke bak mobil pick up”
“Itu cukup…. cepat ikat dia dan kita lakukan transaksi kita, karena pembeli kemungkinan akan datang satu jam lagi”
Aneh.. sebenarnya apa yang mereka jual.. kalau hanya jual beli solar saja tidak mungkin ada uang sebegitu besar.
Dengan uang itu bisa membeli puluhan drum solar. tapi yang ada di rumah penggergajian itu maksimal hanya ada dua sampai tiga drum solar saja.
__ADS_1
Aku makin curiga dengan apa yang mereka perdagangkan….
Apa yang harus aku lakukan…
Orang yang sedang pingsan itu bisa menjadi saksi atas apa yang sedang mereka perdagangkan.
Hanya saja aku sampai saat ini belum menebak apa yang sebenarnya mereka perdagangkan itu.
Sekarang apa yang harus kulakukan?...
Apakah aku harus menyelamatkan orang yang sedang pingsan itu…? dan apa baik buruknya menyelamatkan orang itu?
Lagipula aku akan merasa berdosa apabila sampai membiarkan orang itu dibunuh oleh pak Wandi dan Mamad.
Saat ini karena aku adalah satu-satunya saksi mata tentang keberadaan orang yang pingsan itu.
“Bagaimana ikatannya…apa sudah kencang?” tanya orang yang lebih tua yang kemungkinan besar adalah pak Wandi
“Sudah lah pak, saya kan biasa mengikat drum-drum agar tidak ngguling sewaktu ada di atas mobil”
“Ya sudah.. sekarang kita ke rumah… cepat.. keburu yang akan mengambil barang ini datang”
“Oh iya, tapi sebelumnya sembunyikan dulu motor itu dan si Kunyuk tidak berguna itu”
“Iya pak…”
Mereka menyembunyikan motor milik yang mereka panggil kunyuk itu di antara pohon dan semak.
Kemudian mereka berdua juga menyembunyikan si Kunyuk di semak belukar yang tidak seberapa lebat.
Setelah beres dengan menyembunyikan kunyuk dan motornya, mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ke rumah penggergajian.
*****
Aku harus melepaskan ikatan orang itu, orang itu memang tidak mempunyai salah apa-apa denganku hanya saja dia tadi kan masuk ke rumah penggergajian tanpa permisi hehehe.
Apalagi orang itu rencananya akan dihilangkan dan dibuang ke sungai mayatnya.
Apalagi disini hanya aku satu-satunya saksi yang melihat pak Wandi dan Mamad yang akan melakukan suatu tindakan kepada orang itu.
Ya… aku harus menyelamatkan orang itu sekarang juga..
Pertama yang aku lakukan adalah memindahkan dulu orang itu dari semak-semak tempat Mamad dan pak Wandi menyembunyikan orang itu…
Kemudian baru aku lepaskan ikatannya..
Tapi apabila dia sudah siuman… apa yang harus aku lakukan?
__ADS_1
Sudahlah jangan dipikir terlalu dalam…
Pokoknya aku harus melepaskan ikatan orang itu dulu, untuk masalah dia sudah siuman atau belum nanti saja dipikir