
Tidak lama kemudian pak Jay datang, kali ini dia menggunakan mobil berwarna putih dan mewah… tetapi dia tidak datang sendirian, melainkan bersama dengan seseorang yang berpakaian hitam.
Hehehe aku yakin yang datang itu pasti paranormal…. Kenapa kok gak malah datangkan kyai aja.. Hihihi tapi biarlah, aku kepingin tau bagaimana sepak terjang dari orang yang disewa pak Jay.
Hari masih pagi, pak Jay mengajak orang berpakaian hitam hitam itu berkeliling penginapan yang sudah 80% rampung.
Dia tidak memperkenalkan diri, pun pak jay tidak memperkenalkan orang itu kepada kami …orang berpakaian hitam dengan udeng hitam itu hanya melihat sekilas ke arah kami berempat.
“Hehehe kita lihat kehebatan orang itu Jiiang” kata pak Cheng berbisik kepada jiang
Jiang hannya tersenyum saja mendengar apa yang dikatakan pak Cheng… aku dan mas Agus sih tidak ingin menebak apapun tentang orang yang berpakaian serba hitam itu.
Tapi dari energi yang terpancar dari orang itu, aku bisa merasakan sesuatu…. Tapi yah hanya sesuatu yang umum, bukan sesuatu yang istimewa..
Tapi wajah orang itu sangar bin garang… dengan tatapan mata yang ditajam tajamkan…
Mereka pak Jay dan orang berpakaian hitam-hitam itu menuju ke bagian belakang penginapan..
Beberapa belas menit kemudian mereka berdua kembali ke depan, ke lahan parkir tempat kami sedang nongkrong..
Kemudian pak Jay memanggil mandor dan menyuruhnya untuk mengumpulkan semua pekerjanya.
“Agus… mbak Tina..dan semuanya…saya perkenalkan bapak ini namanya Ki Gondrong Nyowo…”
“Hari ini semua harus selesai, dan nanti malam Ki Gondrong Nyowo akan bermalam disini, untuk melakukan pembersihan di sekitar penginapan yang akan saya beri nama SINGGASANA ADEM AYEM”
“Besok papan nama penginapan ini akan datang, tetapi yang paling utama adalah kalian harus mencoba semua yang ada disini”
“Nanti malam pengurus yang sudah saya setujui yaitu mas Agus, mbak Tina, dan kalian berdua akan menemani Ki Gondrong Nyowo ada disini”
“Kalian berempat juga harus mengecek semua perlengkapan yang ada disini, semua kamar yang ada di belakang harus kalian cek dan diuji coba juga…”
“Lampu petromak tiap kamar, lampu teplok.. Pokoknya semua lampu yang berbahan bakar minyak harus kalian coba.. Kecuali lampu penerangan jalan dan seluruh peralatan listrik tenaga surya yang besok pagi teknisinya akan datang”
“Pokoknya malam nanti hingga besok. Kalian harus menguji coba seluruh lampu minyak.. Termasuk berapa lama ketahanan lampu itu”
“Dan untuk air… karena listrik tenaga surya belum bisa diaktifkan, saya minta kepada pak mandor untuk mengisi tandon atas mumpung masih ada mesin gensetnya”
“Jangan lupa juga untuk melihat sekeliling hutan ini malam nanti, kemungkinan-kemungkinan apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan agar tamu kita nanti aman dari semua hal yang tidak terduga dan tidak terpikirkan sebelumnya”
“Sekarang kembali bekerja, dan sore ini semua harus selesai, semua harus bersih, tidak ada sisa kotoran apapun” kata pak Jay menyelesaikan pidatonya
Laki-laki gondrong yang berpakaian hitam itu selalu menyilangkan tangannya di dadanya, dia hanya melihat aku sekilas dan kemudian membuang muka….. Begitu berulang kali.
Aku bisa menebak orang itu bukan orang yang tepat dalam permasalahan disini, tetapi paling tidak ada orang yang bisa dijadikan obyek rasan rasan diantara aku , mas Agus, pak Cheng dan jiang hihihih
“Ok kalian kembali bekerja… saya dan ki Gondrong nyowo akan mempersiapkan apa saja yang diperlukan untuk kegiatan nanti malam”
“Nanti malam Ki Gondrong akan datang kesini tanpa saya, jadi tolong kalian bukakan pintu”
“Interupsi pak…” kata mas Agus tiba-tiba
“Ada apa mas Agus?”
“Pak jay… apakah nanti malam pak Jay tidak menginap disini?... ada baiknya agar pak Jay tau keadaan disini, lebih baik bapak ikut menginap bersama kami”
Ketika mas Agus selesai berkata… tiba-tiba orang yang disebut paranormal itu melotot ke arah mas Agus….dia menatap tajam ke arah mas Agus, keliatan bahwa dia tidak suka dengan yang dikatakan mas Agus.
Pak Cheng dan Jiang hanya diam dan sedikit tersenyum dengan ajakan mas Agus kepada pak Jay.
__ADS_1
“Maaf Agus…. Kebetulan saya ada urusan dengan beberapa travel agent nanti malam di kota S…. mereka ini yang akan memasarkan Singgasana Adem Ayem ini” jawab pak Jay dengan nada yang bijaksana.
Setelah menjawab pertanyaan mas Agus, pak Jay dan Ki Gondrong yembute eh Nyowo pergi dari Singgasana Adem Ayem…
Dan kemudian mandor pun memberikan perintah untuk melanjutkan pekerjaan, karena sore ini semua harus selesai, harus sudah rapung sesuai dengan apa yang tadi dikatakan pak Jay.
Sedangkan aku dan mas Agus balik ke losmen untuk mengambil pakaian dan perlengkapan yang akan kami gunakan disini., sekaligus membeli bahan makanan dan kopi untuk kegiatan nanti malam.
*****
“Mas… gimana menurut mas Agus tentang orang yang tadi itu?”
“Hehehe saya tidak tau mbak, kita lihat saja nanti malam, apa yang akan dia lakukan dengan lelembut yang mungkin akan datang dari seberang sungai itu”
“Kita nanti malam tidak usah cawe-cawe dengan apa yang akan mereka kerjakan mbak, cukup kita lihat dan kita perhatikan saja, biarkan mereka melakukan kegiatannya, mbak Tina gak usah menunjukan kekuatan yang mbak TIna miliki”
“Ya mas… nanti Tina akan bersikap biasa saja, eh nanti tolong beritahu juga kepada pak Cheng dan Jiang juga mas”
“Kita apa perlu bawa tas ransel kita juga mas?”
“Gak usah mbak.. Bawa yang diperlukan saja, kita kan belum tau bagaimana keadaan disana”
Siang hingga sore hari kami habiskan waktu di losmen untuk istirahat, karena kami yakin nanti malam tidak ada waktu untuk istirahat dengan berbagai kegiatan yang akan kami lakukan nanti.
Apalagi nanti ada orang yang disebut paranormal, kami yakin nanti malam pasti akan sibuk sekali.
*****
Sore hari kami berangkat menuju ke rumah penggergajian yang sekarang sudah berganti fungsi menjadi penginapan dengn nama Singgasana Adem Ayem.
Aku dan mas Agus tidak membawa apa-apa selain bahan makanan dan kopi yang pasti sangat berguna disana ketika malam nanti.
Tiba di desaku… aku sempat menyapa beberapa penduduk desa… mereka terbengong bengong melihat aku dan mas Agus, karena yang mereka tau aku sudah mati hehehe.
Tiba di lokasi, para pekerja sedang membersihkan apa saja yang masih terlihat kotor, keadaan hotel ini pastinya saat ini sudah bersih dan siap untuk diuji coba .
Pak Cheng sedang bicara dengan mandornya, sedangkan Jiang dan beberapa pekerja sedang membersihkan sisa material yang mereka tumpuk di atas bak sebuah truck colt diesel.
Disini memang ada dua buah truck.. Yang satu membawa material sisa dan juga tumpukan kotoran, sedangkan truck satu lagi membawa peralatan macam pengaduk semen dan juga material sisa yang masih layak pakai.
Para pekerja bekerja keras membersihkan area hotel tengah hutan hingga satu jam kedepan menjelang senja tiba
Hari menjelang senja, semua sudah bersih, dua truk pengangkut tadi sudah pergi dari lokas, tukang-tukang sudah siap di atas sepeda angin dan motornya. Sementara itu mandor sedang bersalaman dengan pak Cheng, mungkin dia mengatakan selamat menikmati malam asik asik hihihihi.
Dan akhirnya keadaan disini sudah sepi, tinggal aku, mas Agus, pak Cheng dan Jiang saja, kami masih ada di parkiran hotel, karena kami sedang menunggu paranormal yang bernama Ki gondrong Anune itu
Tidak lama kemudian ada dua buah motor dengan dengan empat orang yang datang dari arah luar…
Setelah membuka helm fullface nya ternyata yang datang adalah rombongan paranormal yang akan melakukan pembersihan secara tak kasat mata.
Setelah memarkir motornya mereka yang semuanya menggunakan ransel itu menemui pak Cheng yang paling tua diantara kami berempat.
Aku dan mas Agus mendekat untuk mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan.
“Pak.. saya dan orang-orang saya akan ada di belakang dan depan, jadi tolong beritahu kami , dimana kami akan melakukan ritual ini” kata paranormal itu
“Hehehe… kalian harusnya tau dimana energi negativ itu berada pak, dan jangan tanya saya kalian harus ada di mana, karena kami hanya bertugas untuk hal-hal yang masih bisa dinalar saja” jawab pak Cheng dengan santainya
“Maksud saya… di ruangan utama mana dan bagian mana yang diperbolehkan untuk kami lakukan ritual pak, bukanya kami tidak tau dimana energi negatif itu berada” jawab Ki Gondrong yembute itu
__ADS_1
“Bebas….. Kalian bisa lakukan di ruangan mana saja yang kalian inginkan, pada intinya pembersihan ini harus bisa dilakukan dengan sebaik baiknya”
Setelah pak Cheng berkata seperti itu, orang berpakaian hitam-hitam itu langsung ngeloyor masuk ke dalam hotel tanpa permisi atau basa basi dengan kami.
Pak Cheng hanya bisa geleng-geleng saja melihat tingkah laku orang itu.
“Ayo kita ke dalam saja, hari sudah menjelang gelap, kita persiapkan semua lampu petromaks dan lampu teplok seperti yang disuruh sama pak Jay tadi siang”
“Pak, kalau mereka akan melakukan ritual seharusnya keadaan kan harus gelap pak?” tanya mas Agus
“Heheheh biarkan saja Gus… saya kan tidak tau mereka akan melakukan kapan dan dimana, seharusnya mereka itu bisa mendeteksi dimana saja tempat yang mempunyai energi negatif sangat besar, dan disanalah mereka harus melakukan pembersihannya”
“Setelah yang besar selesai, baru mereka melipir yang kecil kecil…. Lha ini belum belum mereka sudah masuk ke dalam dan mencari tempat yang cocok di dalam hotel hihihi, padahal energi yang mengerikan itu ada di belakang dan hotel ini” kata pak Cheng.
“Ayo kita masuk ke dalam saja… kita perhatikan apa yang sedang mereka lakukan sekalian kita hidupkan lampu-lampu di dalam sana
Kami berempat masuk ke dalam hotel., ternyata di bangunan utama orang -orang berpakaian hitam itu sedang mempersiapkan acara pengusiran… padahal masih jauh dari tengah malam.
Jelas kami kaget dengan keadaan ini, jam segini mereka sudah mengenakan jubah jubah kebesaran mereka yang berwarna putih, bahkan mereka juga sudah mengenakan sorban juga.
“Lhooo sebentar-sebentar…. Kalian ini mau melakukan apa?” tanya pak Cheng keheranan
“Apa sampeyan gak bisa lihat… kami akan lakukan pembersihan mulai dari sekarang, karena di ruangan ini banyak sekali mahluk ghaib yang meresahkan” jawab pimpinan mereka yang bernama Ki Gondrong Nyowo itu
“Hehehehe oklah silakan.. Kalau begitu kami akan ke belakang, kami akan nyalakan lampu petromak di halaman belakang dulu” kata pak Cheng sambil mengajak kami ke arah halaman belakang rumah”
“Oh iya…. Apakah kalian butuh penerangan lampu petromak atau tidak?” tanya pak Cheng
“Tidak perlu.. Sana lakukan pekerjaanmu, biarkan kami melakukan pekerjaan kami” jawab salah satu dari laki laki yang sudah berjubah dan bersorban itu
Aku tau apa yang sedang dipikirkan pak Cheng… yaah aneh saja.. Kenapa pada saat jam segini dan di ruangan depan mereka mulai melakukan pembersihan.
Memang aku akui di tiap ruangan sini itu banyak sekali makhluk ghaib yang tinggal. Tapi mereka itu hanya tinggal dan tidak meresahkan sama sekali.
Di ruangan depan itu tadi ada semacam mbak Kunti dan pocong yang sebelumnya mereka tinggal di pohon beringin belakang rumah yang sudah dirapikan.
Beberapa kunti dan beberapa pocong itu diam dan merasa heran dengan tingkah laku dari orang-orang yang berjubah dan bersorban itu.
Kami sudah ada di halaman belakang, pak Cheng mengambil satu jerigen dari empat jerigen yang ada di dalam ruangan tempat menyimpan bahan bakar berbahaya.
“Mbak Tina.. coba lntip apa yang sedang mereka lakukan.. Disini kami bertiga yang akan menyalakan lampu halaman belakang ini”
“Gak usah pak.. Biarkan saja mereka berkarya.. Tina gak mau melihat mereka melakukan tindakan bodoh, dari pada Tina kecewa dengan mereka yang sudah susah payah menggunakan sorban dan jubah”
“Ya sudah mbak Tina.. ayo kumpulkan semua lampu petromaknya, semuanya ada dua belas lampu termasuk yang ada di tengah taman ini”
“Pak.. saya mau tanya… ada dua belas lampu petromak, apakah tidak berlebihan pak?... sebuah kamar ukuran sekitar empat kali empat dengan satu buah lampu petromak… apakah sinarnya gak mengerikan terangnya pak hehehe”
“Itu kemauan dari pak Jay sendiri Gus, biarkan saja … nanti suatu saat dia akan tau bahwa dua belas lampu petromak itu akan menimbulkan sinar yang sangar terang dan menyilaukan heheheh” jawab pak Cheng
Ternyata benar juga.. Setelah lampu petromak di tiap kamar dinyalakan ternyata cahayanya sangat terang, tapi hal ini memang karena permintaan dari pemiliknya.
Dan setelah kedua belas lampu petromak dinyalakan… suasana disini mirip pasar malam… sangat bercahaya dan terang benderang.
“Seperti inilah yang dimaui pak Jay.. agar tamu disini tidak merasa ketakutan, dan bisa menikmati alam hutan dengan sebaik baiknya”
“Tetapi pak Jay pasti nanti menawarkan penggunaan lampu teplok apabila ada tamu yang lebih menginginkan suasana lebih temaram” kata pak Cheng..
Mas Agus melihat jam tangannya, ternyata sekarang sudah hampir pukul delapan malam, dan kami sama sekali tidak mau tau apa yang sedang dilakukan oleh para pemburu hantu itu.
__ADS_1
Hanya saja kadang aku mendengar suara gedebuk di dalam ruangan utama yang mungkin sekarang keadaanya gelap.
Waktu masih panjang hingga pagi hari… dan kami sama sekali belum melihat adanya serangan dari balik sungai seperti kemarin waktu pak Cheng dan Jiang ada diisini untuk lembur kerjaan.