RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
283. BELUM BERAKHIR


__ADS_3

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat pagi, siang, dan malam…..


Saya mbak Bashi sebagai penulis mendapat teguran dari Agus yang juga merupakan pakde saya, Dia yang mengalami kejadian nyata ketika pakde saya kerja di rumah penggergajian…


Dia menegur saya agar saya menyelesaikan hingga keadaan yang jelas tentang Agus dan Tina… karena menurut om sayam kisah ini tidak bisa berhenti disini saja..harus diselesaikan, karena masih ada yang menggantung hehehehe.


Jadi dengan berat hati saya melanjutkan cerita ini…


Dan menurut pakde saya, lebih baik dimulai ketika setelah mereka berdua menikah..


Jadi mari kita nikmati saja apa yang menjadi permintaan dari pakde saya.


Salam....


mbak Bashi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Satu setengah tahun berlalu setelah kejadian yang mengerikan….


Aku sekarang hidup bahagia bersama istriku Agustina…


Aku menikahi dia dua bulan setelah pak Jay dan pak Hendrik mengajak aku bekerja.


Pak jay dan pak Hendrik juga yanga membiayai pernikahan kami..


Pernikahan yang lumayan meriah bagi kami yang hanya orang desa, dan pernikahan itu juga sebagai kado untuk kami berdua yang sudah berhasil mengungkap kejahatan baik yang nyata dan yang ghaib.


Alasan pak Jay dan pak Hendrik menikahkan kami dan mempekerjakan aku dan mbak Tina hanya karena alasan masa lalu.


Mereka berdua beranggapan bahwa kami berdua harus hidup bersama dan menjaga tanah di hutan itu.


Pernikahan yang meriah, karena yang datang bukan hanya tamu yang nyata, tetapi leluhur mbak Tina juga pada datang… mereka juga di jamu, tapi di ruangan yang tertutup..


Kami menikah di gedung serba guna milik rumah sakit dimana dokter Joko bekerja… gedung serba guna milik rumah sakit itu letaknya tidak dalam komplek rumah sakit, tetapi beberapa ratus meter dari rumah sakit kota.

__ADS_1


Ruangan di dalam gedung itu cukup untuk disekat mengunakan tripleks yang sudah didekor sedemikian rupa..


Satu ruangan yang lebih lebar kami gunakan untuk tamu yang kasat mata, dan yang lebih kecil untuk tamu tak kasat mata alias untuk leluhur mbak Tina…


Hidangan dua ruangan itu sama saja, hanya saja ada beberapa penambahan bagi ruangan tak kasat mata, seperti wewangian dupa dan sejenisnya.


Untungnya tamu yang ada di sebelah tidak ada yang protes dengan wewangian yang berasal dari ruangan tak kasat mata hehehehe.


Pernikahan berlangsung meriah….!


Tamu dari desa tengah hutan yang tak kasat mata itu berdatangan berduyun duyun… dan sebagai penerima tamu ruangan tak kasat mata hanya dokter Joko dan pak Diran, karena mereka bisa melihat tamu-tamu yang berdatangan.


Pernikahan ini berlangsung dengan sukses…..


Hahahaha tapi menurutku pak Jay dan pak Hendrik menikahkan kami dan mempekerjakan aku dan istriku hanya karena agar bisnis mereka aman-aman saja di sekitar hutan…. Hehehe itu kayaknya alasan yang paling masuk akal!


Ya!... mereka sekarang sedang membangun sebuah hotel dan resort di tengah hutan dan pinggir sungai..


Tentu saja sebelum melakukan pembangunan pak Jay dan pak Hendrik harus ijin khusus dulu dengan para leluhur istriku termasuk mbah Sutinah dan pasangan mbah Sastro.


Setelah urusan dengan pihak kepolisian selesai, pak Jay dan pak Hendrik langsung memulai pembangunan yang sudah mereka susun sejak lama perencanaanya.


Aku dan istriku tidak tinggal di rumah Istriku yang ada di desa, tapi sesuai dengan saran mbah-mbah leluhur kami tinggal di tengah hutan, di kawasan desa ghaib tengah hutan.


Yah mau gimana lagi, karena istriku adalah keturunan mbah-mbah itu, dan para leluhur menjaga rumah dan keluargaku juga.


Rumah permanen ini juga hadiah dari pak Jay dan pak Hendrik… dan kami ada di wilayah tanah yang merupakan milik pak Jay juga.


Dan tidak jauh dari sini sebuah proyek resort sedang dibangun, aku nggak tau bagaimana nasib rumah ini apabila resort itu sudah berdiri, apakah akan dibongkar dan kami pindah atau gimana.


Rumah dengan dua kamar dan satu kamar mandi ini sudah merupakan rumah modern ala hotel. Rumahku ini menggunakan energi matahari untuk keperluan listriknya, juga ada pesawat telepon satelit yang sangat berguna disini.


Mungkin setahun kedepan baru ada listrik yang masuk ke wilayah ini.. Karena kalau hanya mengandalkan energi tenaga matahari jelas kurang cukup untuk resort yang dibangun pak Jay  dan pak Hendrik itu.


Pagi ini aku sedang duduk di teras rumah sambil melihat mobil truk yang datang silih berganti membawa kayu hutan yang ditebang hanya untuk membangun sebuah resort.


“Mas…..” kata istriku yang keluar dari rumah dengan perlahan lahan karena perut dia yang semakin besar.

__ADS_1


Istriku sedang hamil delapan bulan…


Terus terang aku joss juga ketika malam pertama hihihih… apa yang waktu aku dan mbak Tina pernah lakukan di rumahnya mbak Tina ketika aku baru kenal dengan dia langsung dipraktekan dengan tenaga yang luar biasa hihihihi.


Terus terang… heheheh dipan kayu yang kami gunakan untuk malam pertama sudah patah salah satu penyangga kakinya hihihi, dan akhirnya dengan sisa tabungan istriku, kami beli spring bed yang lebih besar dan lebih tahan banting hihihi.


Tiap hari pagi siang sore kami melakukan proses produksi.. Di kamar mandi, di dapur, di ruang tamu, di kamar tidur, bahkan ketika istriku cuci baju pun aku habisin, dia sedang masak pun aku buka dalemannya dan aku habisi hingga masakannya gosong…


“Mas.. dedeknya nendang lagi mas hihihihi” kata istriku sambil mengelus perutnya yang makin besar….


“Eh hihihi apa udah gak kuat lagi ada di dalam ya dedeknya yank.. Soalnya kan bapaknya masih suka menggoyang ibu dedeknya hihihih…”


“Ayo yank ndang njengking.. Aku udah ngatjeng lagi yank…..”


“Ih mas Agus ini.. Kan kasihan dedeknya, masak harus goyang goyang lagi di dalam perut Tina mas hihihihi”


“Eh gini aja mas.. Gimana kalau Tina emoet aja.. Hihihihi”


Emoetan istriku bener-bener yahut…


Mulut dia itu bagaikan vhagina kedua, halus lembut hangat dan gak kena gigi, aku sampek ketagihan sama emoetan istriku.


Dia bisa memasukkan batang terongku hingga mencapai amandel, dan dia gak HOEK sama sekali. Dia bisa memainkan terongku hingga digeser geserkan di langit langit kerongkongan, dan rasanya nikmat sekali!


Dan dia  itu pintar ketika aku mau mbonjrot, dia langsung stop ngemoetnya,, dia biarkan aku hingga tenang dulu baru dia emoet lagi dengan kepala maju mundur  hihihihi


“Mau yank .. mauuuuu” langsung aku lepas celanaku


“Eh mas masak di teras gini ngemoetnya…. Ntar ada yang liat gimana mas hihihihi”


“Gak ada yang liat yank..pokoknya aku duduk di kursi ini dan kamu njengking sambil mainkan terongku yank hihihihi”


“Ayooo yank.. Emoet aku… uda ngatjeng keras ini yank hihihihi”


Pokoknya alasan hamil bukan hambatan bagi kami untuk terus menikmati syurga dunia, apalag ditambah kami tinggal dihutan kayak gini, mau teriak teriak mencapai ejhakulasi pun gak ada yang dengar hihihihihi kecuali leluhur mbak Tina tentunbekerja.


hi

__ADS_1


__ADS_2