
Qiran diam mematung mendengar teriakan jay "apa kau pikir hanya kau yang tersiksa, aku juga Jay. aku sangat mencintaimu dan sangat merindukanmu, tapi tak ada yang bisa aku lakukan untuk beban yang aku rasakan ini" batin qiran berteriak tapi mulutnya hanya diam mengatup
Qiran memegang dadanya kuat-kuat, menarik nafas dalam mencoba sekuat tenaga menahan esak yang ia rasakan “aku juga ingin melupakanmu qiran, sangat ingin” terdengar suara lirih jay “tapi nyatanya aku tak bisa” jay menangis dengan suara tercekat “sepuluh tahun, sepuluh tahun aku mencintaimu qiran” ucap jay dengan tangis sesenggukan menatap punggung qiran yang masih diam mematung dengan posisi memunggunginya
Qiran hanya menangis tanpa suara “harusnya kau tahu bagaimana dulu aku memperjuangkanmu" Jay menepuk dadanya kuat-kuat "Aku yang seorang anak yatim piatu bekerja keras mendapat beasiswa agar bisa menyusulmu ke Inggris seorang diri" jay melihat kedua tangannya "Dan dengan usahku yang gigih aku bisa menyusulmu memperjuangkanmu, perjuangan yang susah payah aku usahakan untukmu" jay menghempaskan tangannya dengan kasar "Tapi lagi-lagi walaupun aku bekerja keras, keluargamu mudah sekali menjatuhkanku. Dengan mudahnya mereka membatalkan kelulusan yang susah payah aku perjuangkan agar setara denganmu”ucap jay mengingat bagaimana orang tua qiran berbuat curang padanya agar menjauhi qiran
Jay menunduk lesu "andai dulu aku nekat menikahimu, mungkin kita tak akan seperti ini, aku akan mengikatmu seumur hidupmu tak akan membiarkanmu jauh dariku!"teriak jay
Qiran tahu betul hal itu, dan itulah salah satu sebab ia tak bisa mendekat pada jay walupun dirinya juga sangat mencintai jay. orang tua qiran membuat jarak yang sulit di tembus oleh jay dan qiran “maafkan aku jay” qiran menoleh ke arah jay dengan berurai air mata, air mata yang sudah tak sanggup lagi qiran tahan lajunya
melihat tangis qiran tentu jay sangat sakit melihatnya, melihat wanita yang ia cintai begitu terluka. sebenarnya Jay tak ada maksud menyalahkan qiran tapi keadaannya lah yang ia salahkan kenapa, dia harus jadi anak yatim piatu? dan kenapa dia adalah orang miskin, kenapa tuhan tak membuatnya setara dengan orang yang ia cintai “aku tak marah padamu qiran, bahkan aku tak bisa marah walaupun karena keluargamu lah aku harus berusaha begitu keras untuk bertahan hidup” jay memegang dadanya kuat seolah jantungnya akan lompat keluar jika tak ia pegang dengan kuat
“keluargamu begitu menjatuhkanku sampai kebawah, aku terlalu sakit qiran” lirih jay jatuh dengan kaki menekuk berlutut di atas pasir
Qiran menoleh dengan kasar ke arah jay “maka itu cari orang lain yang bisa mencintaimu!” teriak qiran tak sanggup lagi menahan sesak di dadanya. qiran menangis sesenggukan
hati jay sakit sekali melihat wanita yang ia cintai menangis, dan tangis itu karena dirinya “tapi hanya kau yang aku cintai qiran, aku tak bisa mencintai siapapun, hatiku sudah berhenti di kamu” balas jay menatap sendu qiran
Qiran melangkah ke arah jay dengan posisinya yang masih berdiri menatap lekat jay yang sedang berlutut “aku harus apa jay?” Tanya qiran menatap jay dengan air mata yang sudah tumpah ruah karena tak mampu di tahan qiran lagi, rasanya begitu sulit menahan sesak yang begitu teramat sangat di dadanya
__ADS_1
"aku harus apa? beritahu aku? apa kau ingin melihatku masuk ke dalam laut dan mengubur diri di sana" tunjuk qiran pada hamparan laut di hadapannya
jay menggelengkan kepalanya "kalau kau mati aku juga akan menyusulmu" balas jay dengan tatapan penuh keyakinan
qiran ikut berlutut mengguncang lengan jay "lalu aku harus apa?!" teriak qiran
hati jay hancur melihat rasa frustasi qiran yang selama ini tak ia lihat. apa boleh ia merasa bahwa sebenarnya qiran mencintainya “aku juga gak tahu qiran, rasanya dadaku begitu sesak. Aku sulit sekali bernapas” ucap jay menepuk-nepuk dadanya yang merasakan sesak
Qiran memeluk jay dengan erat “jangan seperti ini jay, ini juga menyiksaku” qiran tak tahan melihat jay yang begitu tersakiti karena dirinya walaupun sebenarnya ia tak ada niat untuk menyakiti jay, orang yang sangat di cintai qiran, walaupun qiran tak pernah mengatakannya secara langsung pada jay dan jay yakin bahwa qiran tak pernah mencintainya
Jay balas memeluk qiran dengan erat “bisakah kau membuat orang tuamu menerimaku?” Tanya jay menelusupkan kepalanya di ceruk leher qiran, mencium aroma tubuh qiran yang begitu ia rindukan selama ini
kalau ia sendiri pasti bisa nekat untuk menentang orang tuanya karena orang tuanya tak mungkin akan menyakiti qiran tapi ini ada jay, jika qiran menentang maka jay yang akan jadi sasaran orang tuanya dan qiran tak mau itu terjadi. dia sanggup menahan luka tapi akan sanggup menahan jika jay yang terluka karena dirinya
Jay terkekeh tapi air matanya tetap terjun dengan bebasnya “menikah” jay mengeratkan pelukannya pada qiran “andai rencana kita dulu itu semua jadi kenyataan” gumam jay mengecup bahu qiran yang memang memakai dres dengan tali spageti membuat jay masih masih bisa mengecup bahu qiran dan menembus kulit qiran
Jay dan Qiran memang dulu sempat berencana menikah tapi harus gagal karena ulah orang tua qiran, dan hal itulah yang membuat keduanya menjauh dan ada jarak yang sulit mereka lewati walaupun orang tua qiran sekarang tak langsung turun tangan untuk memisahkan mereka
"kalau begitu sekali saja izinkan aku tidur denganmu" pinta jay dengan suara lirih
__ADS_1
qiran mengurai pelukannya menatap jay dengan pandangan sulit di artikan "aku mohon qiran" pinta jay
qiran menunduk sesaat dan mendongak menatap jay "apa dengan ini kau akan melepaskanku?" tanya qiran
jay menggeleng "tidak, tapi setidaknya aku bisa bernafas, aku bisa hidup dalam ilusiku bahwa kau mencintaiku, tapi keadaan yang membuat kita terpisah" balas jay
qiran menatap dalam manik mata jay, hati qiran tak sanggup membuat luka yang sudah ia torehkan walaupun hal itu secara tak langsung "baiklah, ayo kita tidur bersama" ucap qiran dengan yakin
jay langsung menyambar benda kenyal qiran dengan gerakan kasar, qiran hanya pasrah menerima semua apa yang di lakukan jay
qiran dan jay masuk ke dalam kamar qiran dan menghabiskan malam panas mereka dan saling bertukar peluh serta erangan yang begitu memabukan bagi keduanya.
bukan pertama kalinya memang buat mereka tapi ini lebih menggelora karena rindu yang mereka tahan selama 4 tahun
*
permainan mereka selesai sampai waktu menunjukkan pukul 4 pagi, qiran begitu lelah mengimbangi hasrat jay membuat ia terlelap tanpa terganggu oleh jay yang terus menatapnya
"aku mencintaimu qiran, hanya dirimu. aku sama sekali tak ingin melepasmu walaupun kau tak mencintaiku akan ku buat kau mencintaiku" jay mengusap perut datar qiran "semoga tuhan memberikan kesempatan untuk aku bisa mengikatmu. aku tak peduli orang tuamu menghancurkanku lagi, aku pasti meraihmu dengan cara apapun" jay mengecup dalam bibir qiran
__ADS_1
qiran yang memang sudah teramat lelah itu tak terganggu sama sekali dengan ulah jay. jay menutup tubuh polos qiran dan memeluk erat tubuh qiran. jay ingin menikmati kebersamaanya sampai qiran membuka mata karena saat qiran membuka mata, pasti qiran akan menghindarinya lagi