You Are My Regret

You Are My Regret
Aku ambil kembali putriku


__ADS_3

sadar akan kondisi putrinya yang tidak baik-baik saja, mama Lensi memilih pergi dari sana untuk mengejar putrinya "yah, mamah mau nyusul Nidya ya" teriak mama Lensi meninggalkan suaminya begitu saja tanpa menunggu balasan Ayah Tara


daddy Jay menoleh sekilas ke arah mamah Lensi dan kembali menoleh ke arah Ayah Tara "tolong buat aku lebih mengerti Tara, bagaimana mungkin anakku ingin membunuh calon anak yang sudah di tunggu selama bertahun-tahun" tanya Daddy Jay tak mengerti maksud Tara


"tanya saja pada anak gila kamu itu! " teriak ayah Tara menunjuk ke arah Lucas


"tara! jaga kata-katamu! " sentak Mommy Qiran tidak Terima jika anaknya di katai gila oleh orang lain biarpun itu adalah sahabatnya sendiri


Ayah Tara menatap tajam ke arah Mommy Qiran, sahabatnya sejak kecil "kamu memang sahabatku Qiran, tapi jika anakku yang di lukai aku tidak perduli akan hal itu, anakku jauh lebih penting dari apapun" balas Ayah Tara dengan tegas


Daddy Jay paham sekali kalau Ayah Tara sedang emosi dan kehilangan kendali atas dirinya "tolong jelaskan dulu Tara agar aku lebih paham, kalau sampai anakku salah, aku akan menghukumnya dengan keras " pinta Daddy Jay dengan nada merendah


"Nidya kesakitan dan sudah mengeluarkan darah di sela kakinya tapi Lucas melarang aku membawa Nidya ke rumah sakit makanya aku sampai teriak memanggil Raymond tadi " jelas Ayah Tara akan amarahnya pada Lucas


Daddy Jay membelalakan matanya lebar, merasa tak percaya akan tindakan Lucas "benar itu Lucas " tanya Daddy Jay


"Nidya akan baik-baik saja setelah itu dad, cuma tunggu bayi itu keluar Nidya akan baik-baik saja tapi ayah Tara keburu datang tadi" balas Lucas dengan tak tahu dirinya


mata semua orang membelalak lebar akan pernyataan Lucas tadi "kamu gila Lucas! " teriak kakek Attaf tak percaya cucunya bisa berucap itu


"bagaimana bisa kamu menyakiti anak kamu sendiri, bukannya kamu sudah nunggu untuk kedatangan anak kalian selama hampir tiga tahun" tanya nenek Tasmirah tak percaya akan tindakan Lucas yang menyakiti Nidya demi menghilangkan bayi yang ada dalam kandungan Nidya


"anak itu bukan anak aku! " teriak Lucas


mata ayah Tara membelalak lebar dengan ucapan Lucas "lalu anak siapa itu" teriak ayah Tara


"itu.. " Lucas begitu sulit menjawabnya


"kau menghina putriku Lucas!" teriak ayah Tara tak Terima putrinya di katakan hamil anak pria lain


"aku sedang sakit yah, aku tidak bisa membuahi dengan sempurna dan sampai detik ini aku masih belum sembuh, apalagi aku sempat melihat Nidya dan Om Aiden berada dalam satu lift bersama saat itu" tukas Lucas dengan suara lirih


"astaga" Ayah Tara meraup wajahnya kasar "jadi kau menuduh anakku selingkuh, begitu" tanya ayah Tara dengan tatapan nyalangnya


Lucas hanya diam dan tak mampu menjawab pertanyaan ayah mertuanya

__ADS_1


"harusnya kamu gak berpikiran begitu Lucas, kita hanya menginap sehari saja di Inggris, bagaimana bisa kamu menganggap Nidya tidur bersama Aiden" Nenek Tasmirah menggelengkan kepalanya tak percaya dengan pikiran picik cucunya


"om Aiden itu cinta banget sama Nidya nek" sahut Lucas


"tapi putri ku bukan orang seperti itu, aku mendidiknya dengan baik Lucas" tunjuk Ayah Tara tidak Terima dengan pemikiran Lucas pada putrinya yang ia kenal sebagai wanita berpendidikan dan sangat tahu adab


"nenek menemani Nidya ke rumah sakit waktu itu Lucas, dan dokter memberitahu kalau kandungannya lemah karena memang posisinya hamil saat kamu belum benar-benar sembuh tapi bukan berarti kamu tidak bisa menghamili Nidya " jelas Nenek Tasmirah akan hal yang ia dengar dari dokter kandungan yang memeriksa Nidya sekaligus dokter yang menangani penyakit Lucas


"aku gak mungkin bisa menghamili Nidya nek" Lucas masih kekeh dengan pemikirannya bahwa Nidya tidak mungkin hamil karenanya


"baik kalau begitu" Ayah tara berjalan mendekat ke arah Lucas "mulai hari ini aku ambil kembali putriku, terlepas bayi itu masih ada atau tidak, maupun anakmu atau bukan, aku tidak akan mengizinkan kamu mendekati putriku lagi" teriak Ayah Tara meninggalkan kediaman Lucas dengan langkah lebarnya


seketika Lucas panik mendengar ucapan ayah mertuanya yang akan mengambil Nidya "tidak yah, tunggu" Lucas berniat mengejar Ayah Tara tapi langsung di tahan Daddy Jay


"mau kemana kamu" tanya Daddy Jay mencengkeram kuat lengan Lucas


"aku mau ngejar ayah dad, aku gak mau kehilangan Nidya" balas Lucas yang kini mulai kelimpungan


Daddy Jay memicingkan matanya ke arah Lucas, mengamati wajah Lucas dan gelagat Lucas yang menurutnya tidak pas "kamu minum obatmu tidak " tanya Daddy Jay yang curiga dengan gelagat Lucas


"bugh" Daddy Jay memukul wajah Lucas dengan kerasnya " sudah Daddy ingatkan jangan lupakan obatmu! " teriak Daddy Jay meluapkan emosinya pada Lucas


Daddy Jay menoleh ke arah mommy Qiran "cari mom" titah Daddy Jay


"iya Dad" Mommy Qiran berlarian ke arah kamar Lucas untuk mencari obat Lucas


Daddy Jay menoleh ke arah edeline yang masih diak mematung "kamu juga bantu mommy" pinta Daddy Jay


"iya dad" Edeline langsung saja masuk dan mencari apa yang di minta Daddy Jay


nenek Tasmirah ikut masuk kamar untuk membantu mencari obat Lucas walupun nenek Tasmirah dan Edeline tidak tahu seperti apa bentuk obat Lucas


"awas saja kalau kamu sampai melupakan obatmu Lucas " ancam Daddy Jay membuat Lucas menelan salivanya dengan susah payah


Daddy Jay terus bolak-balik menunggu istrinya, bahkan Daddy Jay sudah meminta semua pekerja di rumahnya ikut membantu mencari

__ADS_1


"gak ketemu dad" Mommy Qiran menggelengkan kepalanya tak menemukan obat Lucas di manapun


Daddy Jay melirik tajam ke arah Lucas "di mana obatmu Lucas, daddy tahu betul kamu sudah mengambilnya minggu lalu" tanya Daddy Jay


"maaf tuan" salah satu pria berbadan tegap berbisik sesuatu ke arah Daddy Jay


"kau membuang obatmu Lucas! " teriak Daddy Jay


"maaf Dad" sesal Lucas


"prank" Daddy Jay langsung melempar sebuah pit yang ada di dekatnya ke arah Lucas "kalau sampai cucu daddy hilang dan Nidya minta pisah, siapapun tak ada yang boleh membantu Lucas " teriak Daddy Jay meluapkan amarahnya


"itu bukan anakku dad" protes Lucas


"percuma ngomong sama orang halusinasi" balas Daddy Jay dengan ketus


"Qiran, panggil dokter sam kemari dan kurung puteramu, jangan biarkan di keluar tanpa izin ku" titah Daddy Jay


"baik Dad" Mommy Qiran hanya mengiyakan perintah suaminya


"aku mau lihat Nidya dad" rengek Lucas


"Diam kamu Lucas " teriak Daddy Jay menunjuk ke arah Lucas dengan tatapan nyalangnya


"baru kali ini Daddy benci penyakit yang di turunkan Mommy kamu" teriak Daddy Jay melangkah pergi menjauh


Mommy Qiran jatuh terduduk di lantai dan menangis histeris "hiks hiks hiks" tangis Mommy Qiran pecah saat melihat suaminya pergi


Nenek Tasmirah dan kakek Attaf langsung memeluk erat Mommy Qiran "suamiku marah padaku dad" rajuk Mommy Qiran


Kakek Attaf mengusap punggung Mommy Qiran "dia tidak marah padamu sayang, dia hanya kecewa dengan tindakan anakmu saja" balas Kakek Attaf


"puluhan tahun kami mengenal, dia tidak pernah marah dengan penyakit ku dad, bahkan waktu aku kelepasan membunuh penculik itu, dia gak marah dad" adu Mommy Qiran masih menangis histeris


mengingat kejadian dulu saat ada yang mencoba menculiknya, dan Qiran membunuh semua orang itu

__ADS_1


"tenang sayang" Kakek Attaf hanya bisa terus memeluk Mommy Qiran agar tidak kembali bersedih


__ADS_2