
Sepeninggal Daddy El, Jay memakamkan Daddy El di samping makan ibunya sesuai keinginan Daddy el semasa Hidup. Terbilang telat mungkin saat daddy El ingin besama ibu kandung Jay setelah ajal sudah menjemput mereka berdua padahal dulu jelas-jelas daddy el yang selalu mengusir ibu kandung jay itu menjauh saat ibu kandung Jay berusah kerasa untuk menarik hati Daddy El
"jangan bersedih sayang" Qiran mengusap pundak Jay terus menguatkan suaminya yang sedang berduka atas meninggalnya Daddy El
Jay masih terisak "rasanya masih kurang saja saat bersamanya jadi rasa sedih ini sulit untuk hilang" balas Jay
"Aku tidak bisa bilang kalau aku tahu rasanya karena Daddy ku masih hidup dan sehat sampai sekarang, tapi aku hanya bisa bilang kalau aku dan anak-anak akan selalu ada untukmu sayang" ungkap Qiran ingin memberikan dukungan untuk Jay agar tetap kuat
Jay menoleh ke arah Qiran "terima kasih sayang, ada kamu dan anak-anak kita membuatku sanggup untuk tetap hidup dan bahagia" balas Jay
Qiran memeluk Jay dengan erat "aku juga bahagia karena ada kamu di sampingku" ucap Qiran
Setelah acara Pemakaman Selesai, Jay menyempatkan menemani Adrian mengurus perusahaan Peninggalan Daddy El untuk mereka sedangkan Qiran dan Edeline memilih untuk tinggal di rumah Daddy Attaf saat Jay dan Adrian kembali ke Amerika untuk mengatur managemen perusahaan agar perusahaan teap berjalan saat mereka kembali ke Indonesia
pilihan mereka tetap ingin tinggal di indonesia sebab dia negara itu ada orang-orang yang di cintainya dan jadi tempat yang nyaman untuk mereka tinggali, jadi menurut mereka cukup mencari orang yang bisa di percaya untuk mengurus perusahaan dan sesekali untuk mengeceknya saja
untuk keluarga besar Barnet kini hanya tinggal Adam Barneet saja sebab ibu tiri daddy el dan adik tiri daddy El yaitu Jhonson sudah meninggal beberapa tahun lalu. Nyonya Caitlin meninggal sebab usia senjanya yang terus menggerogoti kesehatanya dan memaksanya menutup mata, sedangkan Jhonson meninggal sebab tak sengaja berada di tempat yang salah dan membuatnya terpaksa terbawa arus perseteruan geng mafia sehingga membuatnya harus meregang nyawa karena letusan senjata api yang menembus dadanya
Malang, mungkin kata yang cocok bagi Adam Barneet karena setelah kematian nenek dan ayahnya ia tak lagi bisa menyombongkan diri, apalagi ia hanya membunyai 5 % saham perusahaan dan tak punya banyak keahlian dalam bekerja. Statusnya yang lahir dari wanita tak jelas walaupun di akui oleh Jhonson tapi nyatanya ia tak masuk dalam KK keluarga Barneet walaupun sampai detik ini memakai nama belakang keluarga Barneet sehingga membuat saham mendiang Jhonson dan nyonya caitlin jatuh ke tangan jay sebab semasa Daddy el tahu keberadaan Jay, Daddy el langsung mendaftarkan jay sebagai ahli waris keluarga Barneet
__ADS_1
Sedangkan untuk Adrian daddy El memberikan beberapa anak perusahaan serta rumah dan juga hak pengurusan perusahaan sebagai anak sulung dan setara dengan kedudukan Jay. Sungguh Adrian tak menyangka Daddy El akan membuat wasiat seperti itu
Adrian pikir dulu Daddy el hanya ingin dirinya menyelamatkan perusahaan untuk Jay kaena jay yang tak pernah terjun mengurus perusahaan di bidang yang di kelola perusahaan keluarga Barneet tapi nyatanya Daddy El memberikan jumlah porsi yang sama antara dirinya dan juga Jay sebagai anak, bahkan bisa di bilang Adrian mendapatkan lebih banyak sebab kepengurusan perusahaan jatuh ketangannya, walaupun dalam suarat wasit Jay Diizinkan mengelola perusahaan tapi jelas Jay tidak akan mau karena dia lebih suka mengurus rumah sakit bukan yang lain
***
Adrian, Qiran, Jay dan Edeline menaiki Jet pribadi keluarga Barneet untuk pulang ke Indonesia agar lebih cepat sampai sebab mereka di luar negeri selama hampir dua minggu sampai-sampai Qiran meminta Lensi untuk sediki menunda acara peringatan kematian ibu dhira agar ia juga bisa hadir
Adrian melirik ke arah Qiran "Qiran sudah tanya acaranya jam berapa" tanya Adrian
"sudah kak, sebelum kita lepas landas aku sudah nelpon katanya sih acaranya jam 7 nanti" Qiran melirik jam tangannya "karena kita sudah berangkat beberapa jam lalu, mungkin kita akan sampai sekitar jam 3 jadi masih sempat ikut hadir" balas Qiran
Adrian melirik Jay yang tertidur sambil memeluk Edeline di kursi penumpang "gak minta Jay pindah saja ke dalam kamar, sepertinya posisinya tidak nyaman" tanya Adrian
Qiran melirik ke arah suaminya "biarin saja dulu kak, selama di sana dia gak bisa tidur karena berjauhan dengan Edeline, Edeline juga begitu susah tidur karena jay dan kakak yang ke Amerika kemarin, jadi biarkan saja mereka tidur dulu kasihan kalau di bangunin dan gak bisa tidur lagi" balas Qiran
"ya sudah" balas Adrian
"oh ya Qiran" Adrian melirik ke arah Qiran dengan tatapan sendu "kamu gak pingin ketemu kakek daksa gitu, kakek sempat nanyain kamu loh" ucap Qiran
__ADS_1
"males ah kak" balas Qiran
"jangan terlalu keras Qiran selama hidup kakek Daksa menyayangi kamu seperti cucu kandungnya jadi jangan seperti ini, tante Asmira saja sudah menjenguk kakek beberapa kali padahal tante tinggal di Korea sedangkan kamu tinggak di negara yang sama dengan kita" ucap Adrian
"aku kadang masih teringat saat kakek berkata kasar dengan kakak dan itu sungguh membuatku kesal makanya males ketemu kakek" balas Qiran
Adrian terkekeh "kamu itu aneh Qiran, terlalu pendendam" Adrian menggelengkan kepalanya heran dengan kelakuan Qiran "kakak saja yang di perlakukan buruk sudah memaafkannya masa kamu tidak bisa " tanya Adrian
"entahlah kak, rasanya aku masih ngerasa sakit gitu" balas Qiran dengan jujur
"kayanya kamu harus sering ikut acara bakti sosial deh" tiba-tiba saja Adrian tercetus satu pikiran briliant
qiran mengerutkan keningnya "bakti sosial" tanya Qiran
"iya bakti sosial, ini agar membantumu bisa berpikiran luas dan lebih berlapang dada saat melihat beragam orang dengan kesulitan berbeda-beda agar pikiranmu tidak kaku seperti ini terus" Adrian ingin Qiran bisa berubah Jadi lebih baik dan tidak terlalu suka menyimpan dendam
sebab kebiasaannya yang selalu merasa sakit hatinya lebih penting terkadang membuat adrian bingung memikirkan nasib mental adiknya yang terkadang bisa marah dengan meluap-luap apalagi saat Jay sedang tidak ada di dekatnya
Ambil saja kisah dari Mala yang sempat membuatnya kecewa karena sudah melukai hati Kassy dulu, sampai detik ini Mala hanya bekerja sebagai pegawai biasa tanpa pernah naik jabatan atau penambahan Gaji padahal Kassy sudah bahagia bersama thomas dan memiliki anak dengan thomas bahkan hubungan Kassy dan Jonathan terbilang sudah cukup baik walaupun mereka tidak pernah bertemu tanpa adanya thomas tapi setidaknya Jonathan masih bisa menemui anak kandungnya dengan bebas berkat Thomas
__ADS_1