
Zahira mengikuti ospek di kampusnya bersama teman-teman seangkatannya di Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan
Zahira memilih kuliah di dunia pendidikan karena ingin menjadi seorang guru, guru SD adalah tujuan pekerjaannya sebab dengan pekerjaannya itu tak akan terlalu menyita waktunya dan dia masih bisa mengurus suami serta keluarganya nanti dan tak harus bekerja sampai malam, cukup setengah hari saja
itu yang ada dalam pikirannya saat memilih jurusan tersebut, toh jika untuk uang ia tak perlu pusing karena suaminya cukup kaya dan bisa memberikan apa yang ia butuhkan tanpa harus bekerja sekalipun
Reagen tak mempermasalahkan pilihan Zahira yang ingin jadi guru SD, jadi seorang guru adalah pekerjaan mulia, tidak bekerja pun Reagen tidak akan mempermasalahkannya, apapun yang di inginkan istrinya ia ikut saja selagi itu hal baik
Zahira kini mengikuti arahan kakak tingkatnya untuk berkumpul dengan teman satu jurusannya, di jurusan pendidikan Guru sekolah dasar. Acara di mulai dengan perkenalan, mulai dari nama, alamat serta asal sekolah
"sekarang giliran nomor urut 12" titah kating yang berdiri di di tengah dan bertugas sebagai panitia ospek
Zahira berdiri di tengah untuk memperkenalkan diri "namaku Zahira Malik Ja'far, usiaku 18 tahun. Aku alumni SMA persada bangsa dan aku tinggal di apartemen **** " ucap Zahira memperkenalkan dirinya dengan lancar
"boleh nanya status tidak, jomblo apa sudah punya pacar" celetuk salah satu teman mahasiswa baru yang mengikuti ospek
Zahira tersenyum simpul "untuk status" Zahira menunjukan tangan kirinya " saya sudah menikah" tambah Zahira memberitahu statusnya pada teman sekampusnya
"wah sudah menikah" terdengar helaan nafas lesu saat Zahira mengatakan sudah menikah dari para kakak tingkat serta teman seangkatannya tapi Zahira tidak perduli, dia kan memang sudah menikah jadi tidak perlu malu, toh suaminya adalah suami hebat
Acara di lanjutkan sampai sore hari dan itu sangat membuat Zahira lelah dan segera ingin pulang ke apartemen untuk beristirahat
"sayang" panggil seseorang membuyarkan lamunan Zahira yang sedang merasa begitu lelah dan segera ingin pulang
"Mas Reagen" Zahira langsung berlari memeluk suaminya dengan erat "capek mas" rajuk Zahira
"ayo kita pulang biar bisa segera istirahat" Reagen menggandeng tangan Zahira menuju mobilnya yang terparkir di area parkir
"ih pamer banget" cicit seorang wanita muda yang berpakaian seksi
"mungkin itu suaminya, kan tadi pas perkenalan dia bilang sudah menikah" sahut teman wanita yang penampilan sederhana
"tapi gak usah sok pamer gitu kali" ketus wanita berpakaian santai seperti pria
Zahira melingkarkan tangannya di lengan suaminya "mas capek gak" tanya Zahira
"enggak sayang, kenapa" tanya Reagen
__ADS_1
"pengen beli makanan yang di deket tempat awal kita ketemu dulu" balas Zahira
"yang di mana sayang" Reagen nampak berpikir "yang kaya di taman itu ya" Reagen mengingat ada kumpulan jajanan yang berada di area arah masuk ke danau proyek yang pernah di kerjakan olehnya dulu
"iya mas, yang itu" balas Zahira
"kamu capek enggak, kalau kita ke sana ada kemungkinan sampainya maghrib loh" tanya Reagen
" enggak kok mas, lagi pengen berduaan sama mas, mengingat masa awal kita dekat dulu, lagian kan besok libur ospeknya, tinggal penutupan di malam minggunya" balas Zahira
"ya sudah" Reagen menuruti saja apa mau istrinya yang sedang ingin berduaan dengan dirinya
***
Zahira menyantap makanan yang sempat ia beli bersama Reagen dan memilih menyantapnya di gubug pinggir danau "dua tahun belum ada perubahan ya mas" Zahira menyantap nasi goreng dengan ayam bakar dengan begitu lahap
"makan mu banyak amat sih sayang" heran Reagen melihat Zahira yang membeli begitu banyak makanan
"kenapa emangnya, gak boleh" balas Zahira dengan tatapan nyalang ke arah Reagen
"ya gak gitu sayang" entah kenapa Reagen jadi gugup setelah melihat mata istrinya menatap dirinya tajam
"ada kerjaan di sana" tanya Zahira
"iya, si Olvin gak bisa handel urusan rapat dewan direksi jadi mas harus ke sana buat nenangin para rubah tua" balas Reagen
"rubah tua" beo Zahira "emang di perusahaan mas Reagen ada Rubah yang usianya sudah sangat tua" tanya Zahira dengan polosnya
Reagen terkekeh "lucu banget sih istrinya mas" Reagen mengecup bibir Zahira yang sedang belepotan makan dengan santainya
"ih mas Reagen, Zahira kan lagi makan" protes Zahira
"maaf sayang, abis kamu gemesin jadi pengen makan kamu ketimbang makan yang lain" balas Reagen
***
"mas mandi dulu ya" Lucas mengecup kening Nidya dan masuk ke dalam kamar mandi
__ADS_1
Nidya mengambilkan pakaian ganti dan meletakkannya di atas ranjang
sembari menunggu suaminya yang baru pulang bekerja, Nidya memainkan ponselnya agar tidak bosan
"triing" terdengar bunyi ponsel Lucas
Nidya segera mengambilnya dan membuka ponsel Lucas yang ia tahu password ponsel suaminya. Ia bisa melihat ada pesan masuk dari seseorang yang ia tak suka dan ia memberanikan diri membalas pesan itu
"masalah pekerjaan bicarakan di kantor, jangan membahasnya saat saya di rumah dengan ISTRI saya" Nidya mengetik pesan itu untuk Ara yang kini masih berstatus sekertaris suaminya
"takut ya kalau istri kamu sampai melihat ada pesan dari aku" balas Ara
"untuk apa aku takut, cintaku hanya untuk istriku dan istriku tahu itu" balas Nidya masih menggunakan identitas Lucas
"aku juga tahu itu, tapi jangan lupa loh aku masih punya video kita saat bercinta" balas ara membuat hati Nidya rasanya teriris sakit setiap mengingat hal itu
Nidya kembali menulis balasan untuk Ara "dengar ya ara, jangan selalu mengancam ku tentang hal itu, saat itu kita tidak melakukan lebih dari sekedar saling menyentuh jadi jangan terus mengancam ku" balas Nidya masih menggunakan identitas Lucas
"aku bisa memberitahu kak Nidya loh kak, dan aku gak main-main" ancam Ara kembali
"silahkan, aku gak takut sama kamu. aku lebih yakin Nidya percaya denganku ketimbang wanita gak tahu diri macam kamu" ketus Nidya langsung menghapus semua pesan yang tadi ia kirimkan saat berperan menjadi Lucas
Sebenarnya Nidya tahu kejadian itu sejak dulu saat Ara mengirimkan video panasnya bersama Lucas 6 bulan lalu untuk mengancam Lucas
di Awal Nidya tentu saja merasakan hatinya hancur tapi ia berusaha berpikir realistis dan mencoba mencari tahu tentang kejadian sebenarnya, dan beruntung Nidya yang pernah bekerja di perusahaan entertainment yang biasa menghadapi masalah seperti ini membuat Nidya punya banyak kenalan untuk mencari tahu dan Nidya punya salinan lengkap Video yang sebenarnya saat itu dan tanpa di potong sama sekali dari awal sampai akhir jadi dia berusaha menahannya sampai saat ini
jika di tanya apa Nidya kecewa? jawabannya tentu iya, bagaimana bisa suaminya hampir menyentuh wanita lain walaupun itu gagal. di tengah jalan dan Nidya juga tahu kalau Lucas menahan hasrat itu sekuat tenaga sampai petugas medis datang untuk menyelamatkannya
tapi tetap saja itu menyakitkan sebab Lucas memilih membohonginya ketimbang bicara jujur dengannya dan itu sangat sakit rasanya
"sayang" panggil Lucas memeluk tubuh Nidya dari samping
"mas sudah selesai mandinya" tanya Nidya dengan suara lembut
"sudah" balas Lucas
Nidya melirik ke arah pakaian yang masih tergeletak di atas tempat tidur dan ternyata suaminya memang belum berpakaian "pakai baju geh mas kok masih belum pakai baju, udah Nidya siapain loh" pinta Nidya
__ADS_1
Lucas menggeleng" enggak mau, lagi pengen" suara Lucas begitu serak saat meminta sesuatu yang tentu Nidya sadar apa itu
Nidya mengusap pipi Lucas "Nidya selalu milik mas jadi mas bebas berbuat apapun pada Nidya " Nidya mengecup bibir Lucas membuat Lucas makin berhasrat pada istri tercintanya