
Nyonya listia melangkah mundur saat mendapati kenyataan yang begitu mencengangkan buatnya “kamu jangan menipu saya” bentak nyonya listia tidak terima dengan ucapan lensi tentang mika
“cih” lensi berdecih “kenapa juga aku harus menipu anda, aku bukan seperti anda yang suka memutar balikan fakta. Pada kenyataannya Mika menjalani hubungan yang salah dengan ditto dulu, dan saat ditto sudah bosan, dia di buang begitu saja bak sampah” jelas lensi tentang hubungan Mika dan ditto
“gak mungkin” nyonya listia menggelengkan kepalanya, tidak percaya ucapan lensi “gak mungkin anakku di buang, ditto dulu cinta banget sama anakku, mereka pacaran lima tahun” seru nyonya listia kembali tidak percaya pada lensi
“terserah jika anda tidak percaya, yang pasti jangan coba rusak pernikahan adikku dengan gengsimu yang setinggi langit itu” teriak lensi meninggalkan nyonya listia begitu saja
Qiran berlari mengikuti lensi “maafin aku lensi, aku sungguh gak ada niat menghina adikmu” ucap qiran yang masih merasa bersalah atas ucapannya yang sedikit keterlaluan
Lensi menghela nafas kasar dan menghentikan sejenak langkah kakinya “ini bukan salah kamu qiran, kamu emang bicara kenyataan, lagi pula kamu berucap seperti itu juga karena wanita itu menghina kakakkmu kalau aku
jadi kamu pasti akan melakukan hal yang sama” balas lensi tak menyalahkan qiran sama sekali
“terima kasih ya lensi” ucap qiran
“iya qiran” balas lensi
Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di lantai dua depan kamar Mika “tok tok tok” Adrian terus mengetuk pintu kamar mika dengan pelan
“kita bicara ya sayang” pinta Adrian dengan suara lembut agar mika mau membuka pintu
“aku gak papa kok mas, mas pulang saja, aku Cuma capek doang” bohong mika yang tak ingin berhadapan dengan Adrian saat ini
“mas tahu kamu gak baik-baik saja, jadi ayok bicara dulu” pinta Adrian lagi
Mika terpaksa membuka pintu dengan perlahan tak lupa ia menampilkan senyum tipisnya pada Adrian “jangan khawatir,
mika gak papa mas” ucap mika yang tak ingin Adrian khawatir
“greb” Adrian langsung memeluk mika dengan erat “jangan tinggalin mas ya, dan jangan coba batalkan
__ADS_1
rencana pernikahan kita” ucap Adrian dengan suara lirih
Mika mengerutkan keningnya mendengar Adrian yang begitu ketakutan “kenapa mas mikirnya gitu? Padahal yang harusnya ketakutan itu mika” mika mengeratkan pelukannya “aku takut mas Adrian ilfill sama aku dan ninggalin aku yang sudah kotor ini” balas Mika
Adrian mengurai pelukannya dan menatap mika lekat “jangan pernah bilang kamu kotor sayang” Adrian
menangkup kedua pipi mika dengan kedua tangannya “kau dulu hanya sempat ada di jalan yang salah, tapi tuhan sudah menyadarkan kamu jadi jangan pernah mengatakan kau kotor sayang karena semu orang juga pernah melakukannya kesalahan” ucap Adrian
“hiks hiks hiks” mika menangis kencang dalam pelukan Adrian “terima kasih ya mas, terima
kasih sudah mau menerima mika yang serba kekurangan ini” ucap mika
Adrian mengusap punggung mika dengan lembut “terima kasih juga karena sudah mau menerima mas yang punya banyak kelebihan ini” kekeh Adrian membanggakan dirinya agar mika bisa lebih santai
“mas” mika terkekeh memukul punggung Adrian dengan tangis yang masih ada di wajah cantiknya tapi perasaannya kini jauh lebih baik akibat Adrian
***
panggil qiran lirih
Adrian menghela nafas panjang “sudahlah qiran, kakak tahu kamu gak berniat sama sekali untuk
merendahkan calon istri kakak” ucap Adrian mengerti akan sikap qiran barusan
“hiks hiks hiks” qiran langsung menangis memeluk Adrian karena perasaan lega di dadanya “qiran sungguh gak ada niat untuk menyinggung perasaan mika kak, qiran gak tahu kalau kalian bakal pulang, tadi tuh amarah qiran sampai ke ubun-ubun dengar dia menghina kakak, padahal mana bisa kakak milih orang tua sama seperti mika yang gak bisa milih orang tua” cicit qiran dengan suara isak tangisnya
Adrian mengusap punggung qiran dengan lembut “dia memang gak salah qiran, kakak memang anak gak jelas karena di buang oleh orang tua kakak, mungkin kalau dulu kakek kamu gak nikahin
ibu sama ayah tiri kakak dulu, kakak gak akan dilahirkan oleh ibu” Adrian ingat betul hinaan kakek dan neneknya saat ibunya meninggal dan mengatakan dia bisa hidup hanya karena bantuan kakek qiran yang menikahkan ibu kandung Adrian dengan salah satu pekerja di perusahaan prabaswara
Tapi nasib seolah tak berpihak padanya untuk tinggal di keluarga prabaswara, ayah yang memperjuangkan hidupnya harus meregang nyawa akibat kecelakaan yang mengharuskan dia menjadi anak tanpa orang tua dalam sekejap mata
__ADS_1
“jangan ngomong gitu kak, kita keluarga prabaswara juga tahu betul siapa ayah kandung
kakak” ucap qiran mengingatkan bahwa semua anggota keluarga prabaswara itu tahu siapa ayah Adrian karena ibu kandung Adrian bukanlah wanita nakal, dia hanya
pernah sekali berpacaran dan itu hanya dengan ayah kandung Adrian saja
“tapi tetap saja dia gak mau mengakui kakak dulu, jadi tidak ada bedanya dengan kakak
yang tak memiliki ayah” balas Adrian
“sudahlah qiran dan kak adrian” lensi menyela pembicaraan qiran dan Adrian “tidak di akui bukan berarti hidup kita berakhir” ucap lensi
“kakak lihat aku" lensi menjadikan dirinya contoh "aku juga di buang oleh ayah kandungku dulu, tapi hidupku baik-baik saja dan itu semua karena aku masih memiliki ibu yang sangat mencintaiku, di
tambah sekarang ada adik, serta suami dan anakku” lensi tersenyum ke arah Adrian
“biarpun keluarga kandung kakak tidak mau mengakui kakak, keluarga dekat kakak yang lain
mengakui kakak dan menyayangi kakak, dan jangan lupakan uncle el yang merawat kakak sejak kecil serta memberikan cinta orang tua pada kakak, dan kakak juga punya
jay yang sekarang menganggap kakak adalah kakaknya” lensi terkekeh pelan saat menjelaskan hal itu karena teringat jay yang sudah mulai menerima Adrian sebagai bagian keluarganya
“buktinya dia menyerahkan semua perusahaan yang di berikannya pada kakak” tambah lensi
Adrian terkekeh dengan ucapan lensi di bagian akhir “dia memberikan pengurusan perusahaan hanya karena tidak bisa mengurusnya, dan menambahkan pekerjaan yang menumpuk untuk mengurus perusahaan kakeknya juga” balas Adrian
“itu karena kakakku jauh lebih hebat di bidang itu” sahut qiran mengunggulkan Adrian yang pintar mengurus perusahaan
“iya iya” Adrian mengusap kepala qiran dengan lembut "suamimu mana bisa mengurus perusahaan, dia hanya bisa mengurus pasien dan mencintaimu saja" balas Adrian
"iya kak, suami memang paling bisa mencintaiku" balas qiran dengan senyumnya yang mrngembang
__ADS_1