
"mas jalan-jalan yuk" ajak lensi mengguncang tubuh tara
"mas masih capek sayang, kita baru selesai jam 5 tadi loh, ini masih jam 8" balas tara yang masih setia memejamkan matanya
"tapi pengen jalan-jalan mas, bosan kalau di kamar terus" lensi mendekatkan wajahnya ketelinga tara "lagian pengen nyoba sensasi begitu di dalam laut" ucap lensi dengan suara lirih
tara langsung membuka matanya lebar dan duduk menghadap lensi "ayok" balas tara dengan semangat
"hahahahaha" lensi tertawa keras dengan memegang perutnya saking sakitnya karena tertawa terlalu keras "mas lucu banget sih
"cup" tara langsung mengecup bibir istrinya itu "ayok, jadi enggak" tanya tara
"ya sudah, mas mandi dulu" pinta lensi
"ya sudah tunggu ya, mas mau siap-siap" tara bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap pergi
lensi berjalan ke arah teras kamarnya dan duduk di kursi yang ada di depan kamarnya sambil menikmati sianr mentari pagi yang begitu hangat
"apa semudah itu melupakanku" suara seseorang terdengar di indera pendengaran lensi
lensi yang begitu paham suara siapa itu berlagak mencari orang di sekitarnya "kamu bicara sama saya" tanya lensi menunjuk dirinya
"aku masih sangat mencintaimu lensi" ucap ditto
"tapi aku tidak tuh" balas lensi dengan entengnya
"aku tahu kalau aku salah sudah tergoda dengan adik kamu, tapi sungguh hanya dirimu yang paling aku cintai tidak ada orang lain" ucap ditto
"itu urusanmu dan bukan urusanku" balas lensi dengan ketus "dan satu lagi, dia sama sekali bukan adikku, ibuku hanya punya satu anak" jelas lensi tak ingin ditto yang mengatakan kalau mika adalah adiknya
"ada apa sayang" tara langsung melingkarkan tangannya di pinggang lensi dengan posesifnya
lensi langsung mengecup bibir tara di depan ditto " gak tau mas, ganggu kita yang lagi bukan madu saja" balas lensi
"ya sudah yuk, katanya mau berduaan dengan mas" ajak tara
__ADS_1
tara menoleh ke arah ditto dan menatap tajam ditto "jaga tatapan matamu pada istriku, atau ku congkel matamu keluar" ucap tara dengan tajam
tara memilih jalan-jalan dengan speedboat, lalu snorkeling untuk melihat pemandangan bawah laut. setelah lelah berkeliling tara mengajak lensi berendam di salah satu tempat yang cukup sepi pengunjung dan bahkan tara juga memasan tempat itu agar tidak di masuki orang lain "kok di sini sepi banget ya mas" tanya lensi
"sengaja" balas tara masih setia melingkarkan tangannya di pinggang lensi yang tepat berada di belakang lensi
"maksudnya" lensi menghadap kebelakang tampa memindah posisinya menunggu balasa dari tara
"katanya mau ajak main di di laut" tara mengedipkan matanya ke arah lensi
"ih mas makin genit deh" mereka pun berpangutan dengan cukup liar dengan hasrat membara di bawah laut yang dangkal itu
percintaan mereka pun terjadi di dalam laut seperti yanga da di bayangan lensi saat akan keluar kamar mereka "bagaimana apa sesuai ekpetasimu" tanya tara di sela-sela percintaan mereka dan dengan deru nafas yang masih memburu
"iya mas, sungguh nikmat" lensi menikmati setiap tara yang memompa tubuhnya dengan ganasnya
tara makin bersemangat terus memompa tubuh lensi dan membuat ombak di sekitar tempat percintannya
***
"iya " balas tara
"kamu suka selama di sini" tanya tara
"suka mas, 5 hari di sini sungguh membahagiakan, sedikit melupakan masalah pekerjaan memang menyenangkan" ucap lensi
"bagus deh kalau kamu suka" tara begitu puas melihat wajah bahagia lensi untuk honeymoon mereka kali ini
"oh ya sayang, arsitektur yang mas tugasin bangun rumah ibu kamu, katanya sudah mau rampung, kamu bisa lihat rumahnya biar mudahin buat beli perabotannya" ucap tara
"iya mas, setelah acara syukuran kelahiran anak qiran, aku sama ibu belanja perabotan rumah" balas lensi
mika yang melihat interaksi keduanya mengepalkan tangannya erat "kenapa kamu yang jelas anak di luar nikah bisa bahagia sedangkan aku tidak" gumam mika merasa begitu kesal
mungkin bagia semua orang yang melihat kehidupan mika begitu bahagia. tapi pada kenyataannya tidak. mama dan ayahnya memang hidup bersama dan bilang saling mencintai tapi apda kenyataannya selalu ada yang memicu pertengkaran mereka apalagi saat membahas lensi yang kekeh ingin di akui anak sah oleh tuan adnan karena memang dulu ibu dhira hamil setelah menikah dengan tuan adnan, tidak adanya pernikahan hanya karena pembatalan pernikahan yang di ajukan nyonya listia secara sepihak, yang tentu itu tidak di ketahui oleh mika
__ADS_1
"aku pasti akan menghancurkanmu, aku tidak terima mamaku di kalahkan oleh wanita murahan murahan macam ibu ****** kamu itu" gumam mika menaruh dendam begitu besar pada Lensi
***
acara pesta kelahiran anak qiran dan jay dia dakan tertutup hanya kerabat dekat saja yang datang karena qiran ingin acaranya benar-benar khidmat dan hanya di hadiri keluarga dekat
"cucu kakek"daddy attaf menggendong lucas tanpa mau berbagi pada siapapun
"ya ampun kak, aku juga mau gendong lucas, pelit amat sih. dia juga cucu akhtar loh" kesal uncle akhtar yang tidak di beri kesempatan oleh daddy attaf untuk menggendong lucas dari kemarin ia datang
daddy attaf menatap tajam adiknya "buat sendiri saja sana, ganggu kakak saja" kesal daddy attaf
"biarin sih dad, uncle kasihan pengen pegang lucas" ucap qiran mengingatkan daddy attaf untuk berbagi dengan uncle akhtar
"ya sudah nih" daddy attaf memberikan lucas pada uncle akhtar dengan terpaksa
"nah gitu" uncle akhtar akhirnya tertawa senang bisa menggendong lucas
"uncle mending cepet nikah deh, keburu expired loh, sudah mau kepala tujuh belum nikah juga" ledek jay
"iya uncle, masa kalah sama kita yang usia 30 sudah menikah, nah om yang udah 38 tahun pacar saja gak ada" kekeh tara meledek uncle qiran itu
"anda cari pasangan itu mudah kalian pasti gak akan nunggu usia 29 untuk menikah, kalian pasti nikah sejak usia 22 atau 23 seperti kak asmirah yang menikah saat usia 19 tahun" balas uncle akhtar
"kok baw-bawa kakak sih" mommy asmirah tentu kesal saat mengingat dulu ia menikah karena dijodohkan saat usianya masih 19 tahun
"sore semua" sapa daddy el yang datang bersama adrian
"apa boleh saya menggendong lucas" pinta daddy ela dengan wajah memohon
uncle akhtar melirik ke arah qiran untuk meminta izin "iya tuan, tentu boleh" qiran mempersilahkan daddy el yang ingin menggendong lucas
"qiran" jay tidak suka dengan persetujuan qiran
"ayolah jay, biarin anak kita mengenal opa nya" pinta qiran dengan wajah memelasnya yang tentu tak akan bisa jay larang karena memang jay yang selalu lemah jika di hadapan qiran dan selalu tidak bisa menolak keinginan istri tercintanya itu
__ADS_1
daddy el bahagia bisa memeluk cucunya, walaupun anaknya masih belum menerima kehadirannya "cucu opa" daddy ela menimang lucas dengan tangis bahagia dan haru sekaligus