
***
Pernyataan cinta jay yang begitu tiba-tiba membuat qiran diam mematung, Hal yang selama beberapa tahun ini tak pernah terlontar dari mulut keduanya “aku mencintaimu” ulang jay dengan suara lirih
Mata qiran mulai mengembun, menatap jay dengan tatapan sulit di artikan "aku sangat-sangat mencintaimu Qiran” jay sedikit mengguncang lengan qiran agar qiran bisa menanggapi ungkapan cintanya
qiran mendongak, menatap jay dengan bibir yang bergetar “jangan mencintaiku jay” sepenggal kalimat keluar dari bibir mungil qiran membuat jay memicingkan matanya dan menatap heran qiran
“jangan mencintaiku” ulang qiran
laju air mata qiran tak sanggup lagi ia tahan sehingga terjun bebas begitu saja “kenapa?” Tanya jay dengan bibir yang ikut bergetar
qiran menundukan kepalanya memejamkan matanya “karena aku tak mencintaimu” balasan qiran membuat hati jay begitu luluh lantah, hancur sudah harapan demi harapan yang tertanam beberapa tahun ini, walaupun jay tahu betul akan ada akhir seperti ini dan mungkin hanya inilah akhirnya
Jay terdiam menundukan kepalanya, mencerna setiap ucapan qiran “aku tahu kau tak mencintaiku” dengan berat hati jay mengatakan itu semua, walaupun dengan suara tercekat
Jay mendongak, menatap qiran dengan wajah miris “tapi setidaknya biarkan kita dalam hubungan ini sampai aku
sanggup melepasmu” pinta jay dengan membuang harga dirinya begitu jauh. egonya sedikit lebih besar kali ini. kali ini jay ingin menikmati hubungan yang ia impikan walaupun sesaat
cairan bening itu makin deras berjatuhan dari sudut mata qiran. qiran memeluk erat jay menyembunyikan wajahnya di dada bidang Jay “maaf jay” tangis qiran pecah dalam dekapan hangat jay
jay balas memeluk qiran dengan erat, seolah tak ingin ia lepas sama sekali "maafkan aku yang selalu
melakukan apapun sesukaku, harusnya aku tak asal berucap, dan hal ini membuatmu memiliki harapan tentangku” cicit qiran begitu menyesal akan ucapan asalnya dulu yang membuat hubungan antara qiran dan Jay terjalin
Jay makin mengeratkan pelukannya “kau dan tara sama sahabat terbaikku” ucap qiran
__ADS_1
Jay hanya diam saja tak menjawab hanya deraian air matanya yang terus mengalir dari sudut matanya “jangan mencintaiku jay” pinta qiran dengan isak tangis
“hmmmm” jay hanya menjawab singkat permintaan qiran yang jelas bahwa jay berbohong
andai mudah melupakan qiran pasti jay sudah akan menjalin dengan wanita lain. begitu banyak wanita cantik yang mendekati jay tapi tak ada satupun yang membuatnya tertarik melebihi rasanya pada qiran padahal hubungan jay dan qiran hanya layaknya sahabat dekat
Jay masih memeluk erat qiran “bagaimana bisa aku tidak mencintaimu qiran,aku sudah coba membuang jauh perasaan ini, sudah berkali-kali mengingatkan diriku untuk tidak jatuh hati pada orang yang tidak mencintaiku tapi nyatanya aku tak bisa, aku makin mencintaimu setiap harinya ” batin jay terus berteriak menyalurkan segenap rasa yang ada di dalam hatinya
qiran mulai mengusap air mata yang jatuh setelah cukup lama terisak, qiran mengurai pelukannya perlahan "aku akn pergi beristirahat jay, aku lelah" qiran mencoba beranjak dari duduknya
jay menahan tangan qiran "tidur di sini saja, toh biasanya kita tidur bersebelahan" ucap jay
"jay...." qiran menatap memelas ke arah jay
bagaimana bisa qiran tidur di sebelah jay seperti biasnya setelah tahu perasaan jay padanya yang sudah di simpan selama bertahun-tahun
qiran dan jay memang sudah terbiasa tidur bersama semenjak mereka berpacaran tapi tak ada kegiatan lebih yang terjadi hanya sekedar tidur bersama, qiran yang awalnya tak sengaja ketiduran di samping jay kala itu mulai merasa nyaman tidur di sebelah jay jadi saat qiran menginap di apartemen mereka selalu tidur bersama entah di kamar jay ataupun di kamar tamu
"baiklah" qiran naik ke atas ranjang di ikuti oleh jay yang naik di atas ranjang
qiran merebahkan tubuhnya di bagian ujung kanan sedangkan jay berada di ujung sebelah kiri "apa kau yakin mau tidur seperti itu" tanya jay melirik qiran
"ha" qiran melongo mendengar pertanyaan jay
"aku tak akan melakukan hal kurang ajar padamu qiran" jay sedikit bergeser ke kanan dan menarik tubuh qiran agar lebih dekat dengannya, ia dekatkan kepala qiran di dada bidangnya dengan menjadikan tangannya sebagai bantal untuk qiran
"kita hanya akan tidur sambil berpelukan seperti biasa" ungkap jay
__ADS_1
"baiklah" qiran melingkarkan tangannya di pinggang jay dan mencoba terlelap
"selamat malam" jay mengecup kening qiran dalam
"hemmm" qiran hanya menjawab singkat dan begitu cepat terlelap
terlelap dengan mencium aroma maskulin jay yang begitu menenangkannya
*
Sinar mentari menelusup di balik celah gorden dimana itu mulai menusuk mata jay membuat mata jay terpaksa membuka matanya perlahan dan pemandangan yang petama di sambut adalah wajah cantik milik kekasihnya, kekasih yang mungkin hanya sebatas status saja dan pada kenyataannya mereka mempunyai dinding pembatas yang tak terlihat dan begitu sulit untuk di tembus
Jay mengangkat tangannya, mengangkat anak rambut yang menutupi wajah cantik qiran “apa kau tak bisa mencintaiku qiran” batin jay selalu meminta permohonan dan pertanyaan tentang bagaimana hubungannya bersama qiran "bisakah sedikit saja diriku mengisi celah hatimu" jay masih tetap memandang wajah qiran yang tertidur di sampingnya, tidur dalam pelukannya
“hanya kau lah yang bisa mengisi ruang di hatiku, tak ada yang lain yang bisa mengisinya qiran” ungkap hati jay
dengan bahasa hati tanpa bisa keluar dari bibirnya
Jay memajukan wajahnya mengecup kening qiran lama dan membawa qiran dalam pelukannya. Qiran yang memang tak terganggu sama sekali tidur akibat ulah jay malah hanya balas memeluk erat jay dan tidur bersandarkan dada bidang jay
“aku mencintaimu, my haesbich” ucap jay dengan suara lirih dan tak terdengar di inderan pendengaran qiran
"kau matahariku, penerang hidupku" batin jay masih memeluk erat qiran
jay begitu mencintai qiran tapi keadaan mereka seolah terus menampar jay berkali-kali agar segera sadar dari mimpi panjangnya yang begitu indah "bisakah aku berharap bukan sebagai anak panti asuhan" jay menangis dalam diam "baru kali ini aku ingin mengumpat orang tua yang membuangku, andai aku tak di buang, anda saja aku tak sengaja hilang dan orang tuaku berusaha mencariku dan mereka berasal dari kalangan atas sepertimu, aku akan melupakan kekesalanku yang tak pernah di dampingi orang tua sejak kecil. aku ingin bersamamu qiran, ingin kau jadi pendamping hidupku dan ibu dari anak-anaku" batin jay bermonolog
jay begitu merasa tidak adil akan hidupnya, bukan ia ingin jadi orang kaya, hanya saja ia begitu sedih dengan keadaannya yang membuat dirinya begitu sulit bersama orang yang di cintainya
__ADS_1