
Setelah dokter sam datang, Nidya langsung menjalani pemeriksaan secara menyeluruh dan ternyata ia punya trauma yang tak di sadari orang-orang. untuk itu Aiden langsung menjemput Nidya dan mengajaknya untuk berobat di Inggris agar ia lebih mudah mengurus Nidya dan di sana juga ada anak-anak mereka yang bisa membuat mood Nidya akan lebih baik lagi dan cepat sembuh dari trauma yang ia derita
Hubungan keluarga besar Handerson dan Dirgantara juga kini jauh lebih baik dan tidak berjarak seperti tahun-tahun lalu. Bahkan sesekali Mommy Qiran merasa sangat kesal saat mama Lensi meminta Qia untuk menemani ke suatu acara sebab Nidya memilih untuk stay di Inggris sampai kondisi mentalnya jauh lebih baik sehingga mama Lensi merasa tidak memiliki anak perempuan
tapi walaupun mereka sering berdebat tidak penting tapi bukan berarti membuat mereka berjarak kembali, kini mereka kembali sering berkumpul seperti dulu saat Lucas dan Nidya belum menikah. Kehadiran Qia benar-benar membantu mendekatkan kedua keluarga, yang secara perlahan tapi menjadi suatu kepastian
"gak ada ya, kamu culik menantuku terus Lensi" ketus Mommy Qiran berkacak pinggang ke arah mama Lensi yang datang ke rumah untuk terus menyita waktu luang Qia membuatnya jarang bisa berbelanja bersama atau sekedar mengobrol seperti dulu
"ya ampun Qiran, pinjam sebentar doang kok ya sampai segitunya" kesal mama Lensi
"abis kamu keseringan ajak menantuku pergi, lagian kenapa juga kamu gak cari calon istri buat Raymond saja sih jadi kamu ada yang nemenin" sinis mommy Qiran masih tidak terima mama Lensi ingin mengajak Qia pergi
Raymond yang kebetulan ada di sana karena dia yang mengantar mamanya pun menjadi kesal "kok aku jadi di bawa-bawa sih tan" sahut Raymond
Mama Lensi menunjuk ke. arah Raymond "kalau dia mau di jodohkan sudah menikah dari dulu, dan aku gak akan mengganggu menantu kamu terus" balas Mama Lensi
Lucas hanya berdecak "emang kamu nyari calon yang gimana sih, biar kakak bantu deh" sahut Lucas melirik ke arah Raymond
Raymond tersenyum sumringah "gampang kok kak, yang dekat ada kok, kakak bisa bantu banget malah buat itu" sahut Raymond dengan melirik ke seorang wanita
Lucas menoleh ke arah tatapan mata Raymond "gila kamu!" Lucas langsung melempar bantal sofa ke muka Raymond "anakku masih kecil, gak ada ya kamu yang sudah bau tanah bersanding dengan anakku" ketus Lucas pada Raymond yang ternyata menatap Lala
"Lala kan sudah umur 12 tahun, nunggu dia legal buat nikah 6 tahun lagi. gak masalah kok kak aku nungguin" balas Raymond
"gak ya Raymond" tolak Lucas
__ADS_1
Raymond menatap lirih ke arah Qia "mba tolongin geh, mba saja dulu nikah muda sama almarhum ayahnya lala, dan jarak usia kalian jauh bukan, jadi gak masalah dong. aku tuh tampan, pintar dan kaya pula" ucap Raymond membanggakan dirinya pada Qia
Qia hanya tersenyum menanggapi "Lala mau sama om Raymond" tanya Qia membuat Raymond berteriak girang
"gak bu, kita kan beda agama. kata pak ustadz kalau wanita muslim lebih baik mencari pria muslim" balas Lala
Qia tersenyum puas dengan jawaban putrinya "itu dengar jawabannya " sahut Qia
Raymond langsung lemas seketika "tapi mba dulu menikah sama mas Lucas juga beda agama" debat Raymond
Lucas memberikan tatapan tajamnya ke arah Raymond "selama beda agama, mas gak pernah ya nyentuh Qia. Baru saat bener-benar kakak yakin menjadi muslim barulah mas menyentuh mba mu dan itu juga kita ulang lagi pernikahannya agar mengucap ijab Qabul. sesuai tuntunannya. Nah kamu kan gak bisa mengucap ijab Qabul kalau menikahi Lala" sahut Lucas menjelaskan perbedaan yang mereka miliki
"apa aku pindah agama saja" tanya Raymond mulai beepikir
"kalau kamu pindah agama hanya untuk menikahi Lala lebih baik jangan" sahut Qia menolak tegas pemikiran Raymond
"cari aja wanita lain om, Lala kan masih kecil lagian lala gak mau nikah muda dan kuliah telat kaya ibu, Lala mau sekolah yang tinggi biar jadi dosen kaya ibu. Kalau om nunggu Lala keburu om umur " Lala mencoba menghitung dengan tangannya "keburu om usia mendekati setengah abad kan kasihan anak-anak kita nanti kalau ayahnya sudah tua dan kesulitan gendong karena punggungnya sakit" ucap polos Lala menjelaskan pada Raymond untuk tidak menunggu dirinya
"tuh denger kan, di tolak kamu sama cucu saya" sahut daddy Jay yang sudah gatal bicara dari tadi tapi ia coba tahan sebisa mungkin
obrolan ringan yang sering terjadi antara dua keluarga saat berkumpul dan entah kenapa Raymond selalu saja menggoda lala untuk jadi istrinya padahal jelas sekali lala akan menolak karena usianya yang masihlah sangat muda walaupun kecantikannya sudah terlihat jelas di usia remajanya itu
***
Lucas mengusap perut Qia dengan begitu perlahan "jangan terus bikin ibu capek ya sayang" ucap Lucas mengecup perut Qia yang kini sudah menginjak usia kehamilan 7 bulan
__ADS_1
iya kini Qia sedang hamil, buah dari honeymoon mereka saat di Bali. tak lama setelah kepulangannya dari bali, Qia di nyatakan hamil kembali setelah Daddy jay memeriksa keadaan Qia yang selalu lemas saat Lucas akan berangkat kerja
melihat gelagat Qia hampir sama dengan kehamilannya saat hamil Danish dulu Daddy Jay langsung meminta Qia untuk tes urin dan ternyata Qia memang sedang hamil dan itu sangat membuat keluarga besar Henderson begitu bahagia menyambut anggota baru di tengah keluarga mereka
"maaf ya mas kalau anak kita ternyata laki-laki lagi" ucap Qia menyesali dirinya yang kembali mendapatkan anak laki-laki setelah memeriksa jenis kelamin anak mereka
"gak boleh ngomong gitu Qia, apapun jenis kelaminnya kita harus mensyukuri bahwa kita masih di percaya untuk mempunyai anak kembali, padahal dulu mas di nyatakan akan kesulitan memiliki anak tapi Allah masih mempercayakan kita untuk memiliki anak kembali" Lucas memperingati Qia untuk terus bersyukur dan tidak mengeluh
"astaghfirullah hal adzim" ucap Qia merutuki ucapannya padahal ia harus bersyukur karena tuhan masih mempercayakan dirinya untuk mendapat anak kembali
"lagian kita masih bisa coba buat lagi kok, kalaupun gak di kasih juga gak masalah, kan sudah ada Lala" sahut Lucas dengan pembawaan santainya
"iya mas" balas Qia
Lucas terus mengusap perut istrinya dengan sayang "terima kasih ya Qia, sudah hadir di hidup mas dan membuat kebahagiaan di hidup mas, bahkan keadaan tak mengenakan yang sudah mas buat bisa kamu buat menjadi lebih baik dan kini mereka malah berebutan untuk dekat denganmu" ucap Lucas
"alhamdulillah mas kalau Qia bisa membawa kebahagiaan di hidup mas Lucas " balas Qia
"kalau mas yang dulu, pasti akan kelabakan kalau wanita yang mas cintai dekat dengan orang lain tapi entah kenapa denganmu, mas bisa sepenuhnya percaya bahwa kamu mencintai mas dan selalu akan mendampingi mas" ungkap Lucas menyampaikan apa yang ia rasa dulu dan sekarang
"itu karena allah sudah membukakan pintu hati mas agar bisa menjadi lebih legowo" ungkap Qia
" iya istrinya mas" Lucas mencium kening Qia dengan dalam
Terima kasih sudah setia membaca cerita You Are my Regret . Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan jalan cerita yang kurang berkenan bagi kalian semua.
__ADS_1
Nantikan cerita Nerissa yang baru, yang berjudul "Ajari aku mencintaimu" yang sebentar lagi rilis