You Are My Regret

You Are My Regret
Bukan pria baik


__ADS_3

adam memandangi telapang tangannya yang jelas di tolah oleh jay saat dirinya ingin menjabat tangan Jay "yang membunuhnya kan grandma bukan aku" ucap adam dengan entengnya


"memang bukan kamu tapi tetap saja aku tidak suka denganmu" tuka Jay dengan santainya


"sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan mengganggu acara pernikahanku" ungkap adrian dengan nada tegasnya


adam terkekeh, matanya sempat melirik wanita cantik di sebelah Jay yang sedang memangku Lucas "kamu pasti istri tercinta Jay itu" ucap adam dengan tatapan memuja kecantikan qiran


"pergi, atau aku akan suruh orang memaksamu" tukas adrian dengan nada cukup lantang


"oke oke oke" adam mengangkat kedua tangannya "aku akan pergi" adam pergi berbalik dan berjalan menjauh dari sana


"aku tahu mulai dari mana" batin adam menyunggingkan senyum liciknya


Jay terkekeh dengan raut wajah adam saat menatap istrinya, seolah ia bisa membaca pikiran adam yang begitu licik "kamu kenapa jay" tanya qiran heran dengan raut wajah Jay


"tidak sayang" jay menoleh ke arah adrian "lanjutkan pestanya saja kak, jangan buat istri yang baru kau nikahi itu bersedih " ucap jay


setelah sedikit bersi tegang, acara kembali di lanjutkan. setelah acara resepsi selesai adrian langsung memboyong Mika untuk menginap di hotel selama beberapa hari untuk menikmati masa bulan madunya


setelah mengantar kepergian adrian dan mika, ayah revandra menoleh kearah kassy dan jonathan "kita harus bicara" ucap ayah revandra


ayah revandra menoleh ke arah tara "pinjamkan ayah ruang kerjamu" seru ayah revandra


"pakai saja yah" tara mempersilahkan ayahnya untuk memakai ruang kerjanya


kassy dan jonathan langsung mengikuti langkah kaki ayah revandra "tenang sayang, aku pasti akan di sampingmu" ucap kassy menggenggam tangan jonathan


"iya" balas jonathan


ayah revandra duduk di kursi dan menatap tajam jonathan dan kassy yang berdiri tepat di depannya "saya sudah dengar kalian sudah berpacaran" ucap revandra membuka obrolan "saya sangat kecewa dengan cara berpacaran kalian tapi apa yang mau saya katakan kalau kalian sudah sama-sama dewasa " ucap ayah revandra


jonathan yang sedari tadi menundukkan kepalanya pun mendongak "saya akan berusaha membahagiakan anak anda tuan dan saya ingin menikahinya" seru jonathan menyampaikan niatnya pada ayah kekasihnya


ayah revandra melirik ke arah kassy "kamu menyukainya dan ingin menikahinya" tanya ayah revandra


kassy mengangguk "iya yah, aku mau nikah sama jonathan" balas kassy dengan yakin


ayah revandra berdecih ke arah kassy yang tak percaya bahwa putrinya seyakin itu "kamu keluar dulu, ayah mau bicara dulu dengan jonathan" ucap ayah revandra

__ADS_1


"tapi yah..."kassy ingin menolak permintaan ayahnya


jonathan menoleh ke arah kassy "sudah, keluar saja. aku gak papa kok" ucap jonathan


kassy dengan terpaksa keluar ruangan kerja kakaknya sesuai permintaan ayahnya


setelah pintu tertutup, ayah revandra memulai wajah mode seriusnya "apa kamu yakin mencintai putriku" tanya revandra


"tentu saja tuan" balas jonathan


"apa jaminannya kalau kamu akan membahagiakan anak saya" tanya ayah revandra


"saya pasti akan bekerja keras untuk menjadi lebih baik agar bisa memberikan nafkah yang lebih baik untuk kassy nanti" bals jonathan dengan yakinnya


ayah revandra terkekeh "apa kau pikir, kebahagiaan hanya di ukur dari uang yang mereka miliki" ucap ayah revandra membuat dahi jonathan mengernyit heran


"maksud anda apa" tanya jonathan


"bagaimana jika wanita yang kau inginkan dulu, ternyata sendiri" ucap ayah revandra


"aku benar-benar tak mengerti maksud anda tuan" balas jonathan


"apa maksudnya ya" bingung jonathan


***


keluarga besar qiran dan jay sudah sampai di rumah mereka "qiran" panggil daddy el


"iya dad" balas qiran


"lucas hari ini tidur sama daddy ya" pinta daddy el


qiran tersenyum ke arah mertuanya itu "kalau lucas mau gak masalah dad" balas qiran


"gak bisa gitu dong" sahut daddy attaf tidak terima


qiran menoleh ke arah daddy attaf "ayolah dad jangan selalu iri, daddy kan selalu di temani mommy tidur tapi tidak dengan daddy el yang harus tidur seorang sendiri setiap hari" kesal qiran membuat daddy attaf hanya terdiam


daddy el menoleh ke arah lucas "lucas mau tidur dengan grandpa " tanya daddy el

__ADS_1


"iya grandpa" balas lucas


"kalau gitu ayok" daddy el mengajak lucas masuk ke dalam kamarnya, hari ini daddy el akan tidur di kamar lucas saja


daddy attaf berjalan masuk ke kamarnya dengan kesal "abaikan saja daddy mu, dia kan emang begitu" ucap mommy tasmirah pada jay yang takut menantunya akan tersinggung


"gak masalah mom, jay tahu sifat mereka berdua yang sulit untuk akur" balas jay


"kalau gitu mommy masuk kamar dulu ya " pamit mommy tasmirah


qiran mengalungkan tangannya di lengan Jay "kayanya kita bisa main honeymoon kaya kak adrian nih" cicit qiran


jay menyunggingkan senyumnya "iya ya, mumpung si perebut kasih sayangmu lagi di bawa sama grandpanya" balas jay


qiran dan jay pun memulai aktivitas panas mereka di dalam kamar mandi dan juga di kamar mereka "aaahhhhh" jay mendesah panjang saat kenikmatan itu ia dapat


jay membaringkan tubuhnya di samping qiran sambil terus menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk menetralisir deru nafasnya


qiran merubah posisinya menjadi miring dan memeluk tubuh jay yang masih polos itu, jay pun melingkarkan tangannya ke tuh qiran yang sedang bertumbu di dada bidangnya "sayang" panggil qiran


"iya sayang" balas Jay


"apa maksud tatapan matamu tadi" tanya qiran yang masih penasaran dengan tatapan mata Jay saat adam pergi dari pesta pernikahan adrian


"aku tahu pikiran licik pria itu, walaupun aku tidak tahu apa yang akan di coba lakukan untuk melancarkan rencananya " balas Jay


qiran mendongak dan bersitatap dengan manik mata jay "emang apa yang ingin dia lakukan" tanya qiran


"dia tahu kamu lah kelemahan utamaku, jadi pasti dia akan punya rencana untuk merebutmu" jay terkekeh "dia pikir pengalamannya sebagai playboy akan membuat dirimu tertarik padanya" kekeh jay merasa lucu dengan adam


"kamu gak takut aku tertarik dengannya" tanya qiran


"tentu aku taku sayang" jay mengusap pipi qiran dengan punggung tangannya "tapi aku percaya bahwa cintamu begitu besar untukku jadi pria macam itu tentu tidak akan membuatmu tertaik' balas jay dengan yakinnya


"cup" qiran langsung mengecup bibir jay "kau memang paling tahu apa yang aku rasakan sayang" balas qiran


"tapi untuk berjaga-jaga, aku sudah siapain pengawal bayangan untuk jaga kamu dan anak kita" ungkap jay


"iya sayang" qiran kembali mengeratkan pelukannya dan memilih untuk segera tidur

__ADS_1


jay terus mengusap kepala qiran "aku gak akan membiarkan siapapun mengusikmu sayang" gumam jay mengecup dalam kening qiran


__ADS_2