You Are My Regret

You Are My Regret
Pulang ke Rumah


__ADS_3

Lucas berjalan perlahan memasuki rumah kedua orang tuanya, baru sampai teras saja sudah terdengar suara teriakan dan tangis dari anak-anak kecil dari dalam rumah orang tuanya


jelas Lucas tahu betul suara siapa itu, itu pasti suara kedua keponakannya, anak dari Edeline dan Jonathan. Semenjak kehamilan Edeline kala itu, Edeline dan Jonathan memang masih tinggal di rumah mommy Qiran sebab Mommy Qiran selalu menghalangi Edeline yang ingin pulang dengan alasan keadaan Lucas di tambah sekarang Lucas memilih tinggal di Bandung


"malam semua" sapa Lucas pada semua anggota keluarganya yang kebetulan sedang berkumpul di ruang keluarga


"ya ampun kakak" Edeline langsung berlari menghampiri kakaknya "aku kangen kakak" tangis Edeline langsung pecah saat melihat kakaknya setelah dua bulan lamanya


Lucas mengusap punggung Edeline "kita tidak bertemu dua bulan bukannya dua tahun Edeline" pungkas Lucas mencibir adiknya yang begitu berlebihan menurutnya


Edeline mengurai pelukannya dan mengusap pipinya yang sudah basah "ya kan aku kangen kakak, dua bulan gak lihat kakak tentu rasanya lama, apalagi kakak gak mau angkat telpon Edeline" kesal Edeline pada kakanya yang lebih memilih Menghindari keluarganya ketimbang menghadapinya bersama


Jonathan yang sedang menggendong anak keduanya bernama Fakhri Rafardhan Adiratma menghampiri Lucas "selamat kembali pulang Lucas" ucap jonathan pada kakak iparnya


"terima kasih om" balas Lucas dengan muka datarnya


"hei Fakhri" sapa Lucas mengambil alih untuk menggendong Fakhri


Fakhri mencium pipi Lucas dengan gemas "om yang yang, ye ye" cicit bocah berusia satu tahun itu


Lucas melirik ke arah Edeline "ngomong apa nih bocah" tanya Lucas tak mengerti bahasa fakhri


"dia senang kamu pulang " sahut Mommy Qiran


Mommy Qiran meminta Jonathan mengambil fakhri agar dirinya bisa memeluk Lucas "mommy kangen kamu sayang" ucap mommy Qiran


"hmm" balas Lucas hanya membalas dengan deheman


"mom, Lucas istirahat dulu, rasanya lelah sekali menyetir dari Bandung" pamit Lucas


Lucas mengangguk ke arah kakek neneknya dan daddy Jay sebagai sapaan pada kakek, nenek dan ayahnya. Lucas memilih berjalan ke arah kamarnya yang ada di lantai 4 padahal di rumahnya ada lift


Mommy Qiran menatap nanar punggung anaknya yang terlihat jelas menghindarinya "dia masih memilih tinggal di kamar atas sana" gumam Mommy Qiran begitu terluka saat Lucas memilih kamar yang di jadikan tempat Lucas di kurung selama satu tahun


"kamar lamanya pasti menimbulkan memori tentang kak Nidya mom, jadi biarkan saja kak Lucas tidur di manapun yang penting kak lucas mau pulang walau hanya untuk acaranya kak Reagen" sahut Edeline

__ADS_1


"sudahlah mom, biarkan dia seperti ini dulu. Nanti ada masanya dia akan kembali berbicara dengan kita dengan lebih nyaman" ucap Daddy Jay


***


Lucas satu mobil dengan keluarga adiknya sedangkan mommy Qiran dan Daddy Jay satu mobil dengan kakek attaf serta nenek Tasmirah


"ayo turun kak" ajak Edeline


Lucas sedikit gugup untuk menghadapi orang-orang, dan itu terlihat dari keringat dingin yang mulai membanjiri keningnya


"Edeline melihat itu dan menyerahkan Fakhri pada Jonathan agar ia bisa mendampingi kakaknya dengan lebih leluasa


" sama Edeline ya masuknya " Edeline menggenggam tangan Lucas


"ada suami kamu kok malah gandeng kakak" celetuk Lucas melirik ke arah tangannya yang di genggam Edeline


"gak papa, pengen sama kakak aja, biar mas Jo yang urus kedua anaknya itu" Edeline terus menggenggam tangan kakaknya agar kakaknya tidak panik


"kak Reagen, Zahira" Edeline memeluk Zahira "semoga lancar sampai persalinan ya" ucap Edeline


Reagen memeluk Lucas "Terima kasih sudah datang Lucas" ucap Reagen akan kedatangan Lucas


"iya kak" balas Lucas


"kita nyapa yang lain ya kak" pamit Edeline


Edeline kembali menggandeng tangan Lucas untuk menghampiri seseorang " cinta" sapa Edeline


Edeline menarik tangan Lucas agar makin mendekat ke arah cinta "lihat kak, itu anak cinta dan kak kevin, kak Lucas belum pernah lihat kan" Edeline menunjukkan anak Cinta yang baru berusia 3 bulan


"selamat cinta dan kevin, maaf tidak bisa hadir di acara kelahiran anak kalian" ucap Lucas


Kevin tersenyum ke arah Lucas "tidak masalah Lucas, toh kadomu sampai rumah dan itu sangat berguna untuk anakku" balas Kevin


"plak" tangan Kevin langsung di geplak oleh cinta "mas ini kalau ngomong di saring dulu napa" kesal cinta

__ADS_1


"tapi bener kan ucapan mas" Kevin mengusap lengannya di hant keras oleh sang istri, beruntung istrinya sedang menggendong anak mereka, coba kalau tidak sedang menggendong... mungkin sudah patah kali tangannya


Lucas tersenyum simpul melihat cinta dan Kevin yang terlihat begitu saling mencintai walau sedang bertengkar "apa yang di ucapkan Kevin tidak menyinggung ju sama sekali cinta. Aku malah sangat senang jika hadiah dariku berguna untuk anak kalian" sela Lucas


"Fathia ...namanya Fathia Humaira Pangareb kak" sahut Cinta memberitahu nama anaknya


"semoga anak kalian selalu sehat ya" ucap Lucas


"Terima kasih kak" ucap cinta


"aku ajak kak Lucas buat ketemu yang lain dulu ya" pamit Edeline ingin mengajak kakaknya bertemu para kenalannya setelah satu tahun lebih mengurung diri


"iya" balas Cinta dan Kevin berbarengan


Cinta memandangi punggung Lucas dengan begitu lekat "mas cemburu loh kamu menatap cinta pertama kamu sampai segitunya" celetuk Kevin menyadarkan lamunan Cinta


"apaan sih kak" Cinta jadi salah tingkah karena menatap pria yang pernah ada dalam hatinya


"mas beneran cemburu cinta" seru Kevin


"ya ampun mas" Cinta menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang kini makin cemburuan


"aku tuh sudah jadi istri mas loh, sudah ada Fathia juga di tengah kita mas. Jadi jangan berlebihan gitu deh mas


Cinta hanya kasihan saja melihat kak Lucas, tatapannya begitu kosong dan sepertinya dia masih begitu sedih kehilangan kak Nidya padahal Cinta tahu betul kalau Kak Lucas begitu mencintai Kak Nidya" jelas Cinta


"jodoh itu gak ada yang tahu, begitupun Nidya yang ternyata bukan jodoh Nidya" balas Kevin


"cinta cuma kasihan sama dia mas karena kondisi mentalnya membuat dia kehilangan kak Nidya" sesal Cinta


"sudah lah jangan terlu memikirkan kehidupan orang lain, lagian Nidya juga sudah bahagia sama Aiden bahkan sekarang Nidya sudah tak malu-malu menemani Aiden kemanapun" timpal Kevin


"iya kak, semoga kak Lucas juga bisa menemukan kebahagiaan ya ya" doa Cinta


"amiiiin" Kevin ikut mengaminkan kebahagiaan untuk Lucas

__ADS_1


Dulu Kevin memang tidak menyukai Lucas tapi bukan berarti dirinya ingin mendoakan hal yang tidak baik untuk Lucas. Dia ikut mendoakan kebahagiaan Lucas sebab sekarang dia mendapatkan wanita yang sangat baik walau tida bersama Nidya


__ADS_2