
Tara mengantar lensi sampai depan rumah qiran “nanti mas jemput pas mas pulang kerja ya” ucap tara saat membukakan pintu untuk lensi
lensi turun dari mobil “iya mas” lensi memeluk suaminya sebelum suaminya berangkat kerja dan tara mengecup kening lensi
Lensi berjalan ke arah rumah qiran dengan langkah pelan dan berhati-hati karena pesan tara yang tidak mengizinkan lensi berjalan dengan cepat dan di ahruskan berhati-hati “lucas” panggil lensi saat masuk ke dalam rumah sudah di suguhi dua pria tua yang berebut bermain dengan lucas yang jelas saja masih belum bisa memilih karena masih berusia 7 bulan
“wah ada tante lensi datang” seru daddy attaf saat melihat kedatangan lensi sambil menggerak-gerakan tangan lucs seolah ikut menyambut kedatangan lensi
“hai keponakan tante” lensi langsung mencium pipi gembul lucas yang begitu cabi itu
lensi langsung memilih duduk tak jauh dari posisi lucas duduk “uncle dengar kamu hamil” Tanya daddy attaf yang sudah mendengar kabar kehamilan lensi dari revandra sahabatnya
Lensi mengangguk mengiyakan “iya uncle, jalan dua bulan sekarang” balas lensi dengan senyum tipisnya
“syukur deh kamu hamil jadi nanti lucas ada teman main” ucap daddy attaf senang nanti cucunya akan ada teman bermain
daddy el menoleh ke arah lensi “oh ya lensi, kemarin tara hubungin uncle buat minta kenalin adiknya dengan Adrian, itu benar” Tanya daddy el memastikan keseriusan tara untuk mngenalkan adiknya dengan adrian anak angkatnya
“iya aku pikir mau ngenalin mas Adrian ke mika adik kami, itu itu hanya ajakan kenalan bukan mau maksa menjodohkan” jelas lensi agar daddy el tidak mengira bahwa tara dan dirinya ingin menjodohkan mika dengan adrian
lensi hanya ingin adiknya lebih mengenal banyak pria agar pikirannya jauh lebih terbuka dan tidak terpaku dengan satu pria saja.
“kebetulan Adrianakan terbang ke Indonesia dua bulan lagi, karena harusnya dia yang handle kerjaan di sini, uncle harus balik ke amerika untuk urus bisnis di sana” balas daddy el yang memang harus kembali ke amerika dua bulan lagi
Lensi tersenyum sumringah mendengar kabar itu “kebetulan mika sidang skripsi minggu depan, jadi izinin mika kerja di tempat uncle ya biar mereka kenalannya lebih alami” ucap lensi menyampaikan keinginannya agar mika dan adrian bisa berkenalan secara alami
__ADS_1
“boleh saja” balas daddy el setuju dengan permintaan lensi
Lensi dan tara ingin mengenalkan mika dengan beberapa lelaki yang mungkin bisa berjodoh dengan adik mereka agar mika bisa mengikhlaskan ditto dan tidak bersama dengan pria yang jelas-jelas tidak menghargai mika sebagai seorang wanita
Terlepas bagaimana sikap mika dulu pada lensi tapi lensi tetaplah seorang kakak, walaupun lensi benar-benar ingin menghapus darah ayahnya dari tubuhnya tapi ia juga tidak bisa apa-apa karena itu memang sudah jadi takdirnya. Yang ia inginkan sekarang adiknya berubah jadi wanita lebih baik dan mandiri, toh masalahnya pada ibu dan ayahnya bukan dengan adiknya jadi lensi tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk adiknya sebagai saudara satu-satunya yang ia miliki
Qiran berjalan dengan membawa buah potong di mana keluarganya berkumpul dan juga ada lensi yang sudah ada di sana “kau sudah di sini lensi” qiran meletakan buah ptong di meja dan memeluk sahabatnya itu
“barusan saja, tadi mas tara sekalian antar aku pas berangkat kerja” balas lensi
Qiran terkekeh mengingat cerita lensi semalam “dia gak ngebolehin kamu nyetir mobil sendiri ya” Tanya qiran dengan nada meledek
Lensi mengangguk mengiyakan “iya, bahkan nyari sopir buat aku saja kebanyakan seleksinya makanya dia yang antar aku kemana-mana dulu” balas lensi mencebikkan bibirnya mengingat dirinya yang di larang mengendarai mobil sendiripadahal biasanya juga ia kemana-mana sendiri
“itu tandanya tara sayang sama kamu dan ingin menjaga kamu dengan baik” sahut daddy attaf
Daddy attaf menggelengkan kepalanya “ bukan itu maksud uncle” ucap daddy attaf
Lensi mengernyitkan dahinya “terus maksud uncle apa” Tanya lensi
“dia sudah benar-benar jatuh ke dalam pesonamu, tapi dia belum sadar saja” balas daddy attaf dengan tatapan penuh arti
Daddy el mengernyitkan dahinya “ya harusnya tara sayang lensi lah kan lensi istrinya” sahut daddy el tak mengerti pembicaraan besannya itu
Daddy attaf menatap tajam daddy el “gak usah kepo!” ucap daddy attaf dengan nada tinggi
__ADS_1
Akhirnya terjadilah pertengkaran antara daddy attaf dan daddy el yang sedang berdebat seperti anak kecil sedang merebutkan sesuatu dan tidak ada yang mau mengalah sama sekali antara satu sama lain
Qiran hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan ayah dan ayah mertuanya yang selalu ribut untuk masalah kecil, untung saja lucas tak menangis saat melihat kedua kakeknya sedang bertengkar seolah lucas mengerti bahwa itu hanyalah perdebatan anak kecil yang tak perlu di pusingkan
qiran menghampiri lucas dan bergegas mengambil lucas dari tangan kakeknya “kalau mau ribut jangan pas gendong lucas” qiran memangku lucas dan duduk di samping lensi
Melihat ada lensi, lucas mencondongkan tubuhnya ke arah lensi dan mendekat ke arah perut lensi lalu mengusapnya membuat qiran dan lensi diam melongo dengan tingkah lucas “jangan-jangan
anak kamu perempuan dan mau di jadikan lucas sebagai istri” kekeh qiran melihat kelakuan lucas yang begitu mengejutkan
“jangan ngada-ngada deh qiran, lucas baru 7 bulan masa dia sudah mau nyari calon istri” kekeh lensi tak setuju dengan ucapan qiran yang mungkin saja hanya bercanda
“kita coba lihat ya, kalau anak kamu perempuan kita jodohkan saja anak-anak kita” ucap qiran dengan setengah bercanda
“jangan ngomong gitu ah qiran, gak jaman lagi jodoh-jodohan” tolak lensi tak suka ada kata menjodohkan anak yang jelas salah satunya masih ada dalam kandungan
“iya sih, Cuma bercanda kali” kekeh qiran melihat reaksi lensi yang langsung menolak candaannya untuk menjodohkan anak mereka
"oh ya qiran, mommy sama daddy harus pulang ke korea lusa, soalnya kita juga sudah kelamaan di Indonesia, daddy juga harus perusahaan daddy tapi nanti daddy akan ke sini pas ulang tahun luqas" ucap daddy attaf menyampaikan niat kepulangannya ke negeara ginseng itu
"iya dad" balas qiran
"jangan lupa qiran jangan terlalu fokus ke perusahaan saat kamu sudah balik kerja, utamakan lucas ketimbang apapun, kita gak kekurangan uang sampai harus memforsir pekerjaan" ucap daddy attaf mengingatkan qiran agar tidak terlalu fokus kerja
"iya dad, qiran cuam ngawasin saja kok, kerjaan qiran lebih banyak di kasih ke jonathan" balas qiran
__ADS_1
qiran sudah banyak melimpahkan pekerjaannya pada jonathan asistennya walaupun posisi CEO masih ia pegang. qiran akan lebih fokus mengurus lucas walaupun sebenarnya jay tak melarang qiran untuk bekerja tapi tetap saja qiran tak ingin melupakan kodratnya sebagai seorang ibu dan seorang istri yang harus mengutamakan keluarga di atas pekerjaannya