
Nidya bersiap memakai setelan kerjanya dengan rapih, menampakan tubuh idealnya tanpa menghilangkan kesan elegan yang sudah terpatri menunjukan dia sebagai istri seorang Lucas Mattew Handerson, penerus kerajaan bisnis yang cukup besar di Indonesia maupun di luar negeri
Nidya berjalan turun ke bawah setelah selesai bersiap di mana suaminya sudah duduk di meja makan sambil bermain dengan Daiyan yang sudah sangat aktif bergerak
"pagi semua" sapa Nidya dengan ramah
seluruh anggota menoleh ke arah Nidya "cantik banget anak mommy" puji Mommy Qiran pada Nidya yang terlihat begitu cantik dan menawan walau hanya memakai setelan kerja
"Terima kasih mom" balas Nidya
"kamu jadi gantiin kerjaan Jonathan buat sementara" tanya Daddy Jay
"iya dad, kasihan mas Lucas kalau harus handel kerjaan kantor sendiri, om Jo kan wakil mas Lucas yang hampir mengerjakan setiap kerjaan mas Lucas mana om Jo dan Edeline akan satu bulan di Roma" balas Nidya
Lucas mengusap punggung tangan Nidya "maafin mas ya sayang kalau harus buat kamu ikut kerja juga padahal harusnya kamu bersantai di rumah" ucap Lucas yang merasa bersalah pada Nidya
Nidya mengusap tangan Lucas yang masih bertengger di tangannya "gak papa kok mas, Nidya seneng bisa bantu mas kok lagian sekalian kita bisa makin dekat terus di manapun" kekeh Nidya
"makasih ya Nidya sudah bantu mommy, kalau bukan karena ide kamu buat kasih paket honeymoon buat Edeline, jadi mommy bisa main sama Daiyan lebih lama" ucap Mommy Qiran
"gak masalah mom" Nidya membalas dengan senyum lebarnya
setelah mereka sarapan bersama, Nidya dan Lucas berangkat ke kantor bersama dalam satu mobil bersama "mas nyaman gak kalau Nidya sekantor sama mas" tanya Nidya
Lucas mengerutkan keningnya " kok kamu ngomongnya gitu" heran Lucas
"ya kali aja dengan adanya Nidya di sana mas jadi gak bisa tebar pesona dan penggemar mas gak bisa leluasa deketin mas Lucas" balas Nidya mencebikkan bibirnya seolah-olah Nidya sedang merajuk
"deg" jantung Lucas seakan berhenti berdetak saat Nidya berucap itu
"gak gitu lah sayang, lagian semua orang juga tahu kamu adalah nyonya Lucas no other" tukas Lucas
"ya kali aja mas" kekeh Nidya
Lucas hanya ikut tertawa dengan terpaksa agar Nidya tak curiga dengan hal yang coba ia tutupi selama ini
Nidya memalingkan wajahnya ke samping dan langsung menghilangkan senyumnya seketika sebab ia hapal betul senyum apa yang di tampilkan Lucas kepadanya
__ADS_1
sekitar 15 menit kemudian, Lucas dan Nidya sampai di gedung perkantoran prabaswara group
Lucas buru-buru turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Nidya, tak lupa Lucas menggandeng tangan Nidya memasuki gedung perkantoran
saat melangkah Nidya menyapa semua pegawai yang ia lewati dengan senyum tipisnya sedangkan Lucas hanya menatap datar ke arah para pegawainya
"aura nyonya Nidya itu khas banget ya, gak ada yang bisa ngalahin dia sebagai nyonya bos kita deh" celetuk salah satu pegawai yang melihat Nidya dan Lucas begitu serasi
Ara yang kebetulan melihat itu hanya tersenyum sinis ke arah Nidya dan Lucas yang berjalan ke arah Lift "nyonya...? itu hanya sebentar lagi" batin Ara bermonolog
Ara bergegas menuju lantai di mana ruangan Lucas berada karena ia masih lah sekertaris Lucas
Ara melakukan pekerjaannya seperti biasa dan akan melakukan tugasnya sebagai sekertaris yang baik di depan Lucas
"kak ini jadwal kakak hari ini" Ara langsung menyerahkan map berisi jadwal pada Lucas
Lucas menatap tajam ke arah Ara "apa kau tak bisa mengetuk pintu dulu hah! di mana sopan santun mu" tegur Lucas dengan suara lantang
"untuk apa sopan santun antara kita kak, kakak lupa kita sudah pernah melakukan lebih dari ini" ucap Ara dengan santainya
"aku memang gila kak, gila karena jatuh cinta sama kamu" kekeh Ara tanpa tahu malunya
Lucas mengambil jadwal pekerjaannya hari ini dengan kasar "sekarang kamu keluar" usir Lucas
"dah kakak tercinta" Ara berbalik dan segera keluar ruangan Lucas
tapi belum sampai membuka pintu terdengar pintu ruangan Lucas yang di ketuk
Ara langsung membukanya dan nampak lah Nidya yang ada di depan pintu "kebetulan kamu ada di ruangan suamiku" ucap Nidya saat melihat Ara ada di hadapannya
"ada apa kak" tanya Ara
"ini di kantor Ara, dan sekarang posisiku di atasanmu jadi jaga sopan santun mu saat bicara" tegur Nidya dengan suara tegasnya
Ara menjadi gugup saat mendengar Nidya menegurnya "iya bu maaf" Ara menunduk hormat ke arah Nidya
"ayo ikut masuk" ajak Nidya
__ADS_1
Lucas yang sedari tadi menunggu siapa yang datang terus mengarahkan pandangannya ke arah pintu "sayang" Lucas langsung menghampiri Nidya dan mencium pipi Nidya dengan gemas
"apaan sih mas, ini di kantor loh" tegur Nidya mendorong tubuh Lucas untuk menjauh darinya
"ya gak papa dong, kita kan pasangan suami istri" bala Lucas dengan santai
Nidya melirik ke arah Ara "tapi ada Ara mas, dia belum menikah loh kasihan kalau terus di lihatin adegan kemesraan kita" ucap Nidya mengingatkan
"loh biarin dong, kalau iri biarin saja dia menikah " balas Lucas dengan santainys
"apa aku harus menikah kak" sahut Ara dengan tatapan penuh makna ke arah Lucas membuat Lucas menatapnya tajam
"kemarin aku sempat dengar ada masalah di bagian HRD yang gak bisa nemuin sekertaris buat kamu mas" ucap Nidya dengan senyum tipisnya pada Lucas
mendengar kata sekretaris tentu Ara tahu itu ada hubungan dengan dirinya "ini maksudnya apa ya kak" sahut Ara melirik ke arah Nidya yang di belakangnya ada seorang pria muda berbadan tegap
Nidya masih menatap wajah suaminya "Nidya sudah menyeleksi sendiri calon sekertaris yang sesuai dengan kriteria yang mas Lucas mau, cekatan, cepat dan cerdas serta bisa di andalkan" jelas Nidya
"ibu mau pecat aku" tanya Ara dengan tatapan nyalangnya
Nidya menggelengkan kepalanya " yang mau pecat kamu siapa, pekerjaan kamu bagus kok. Saya hanya mau mindahin kamu jadi manager pemasaran, itu kan sesuai dengan passion kamu" jelas Nidya dengan santai dan penuh wibawa
"kakak cemburu sama aku karena aku bisa dekat sama kak Lucas setiap hari" cecar Ara yang sudah merah padam menahan amarah
"Ara! " tegur Lucas pada Ara yang sudah tidak sopan bicara dengan istrinya
Nidya mengangkat satu tangannya ke arah Lucas untuk meminta berhenti bicara sedangkan tatapan matanya lurus ke arah Ara "hal apa yang bisa menyebabkan saya cemburu padamu" tanya Nidya dengan tenang tapi penuh penekanan
Ara menelan salivanya kasar "itu karena... " gugup Ara tak mampu berucap
"jangan lupa Ara aku adalah Nidya Obelia Dirgantara, istri dari Lucas Matthew Handerson. Aku juga punya Saham sebesar 10 persen di perusahaan ini, jadi aku punya hak untuk mengatur siapa saja yang bekerja di sini dan posisi apa yang sesuai di perusahaan ini
berani sekali kamu mengatai aku cemburu hanya karena aku mengganti posisimu padahal jelas kamu gak ada kualifikasi sebagai seorang sekertaris
Jangan lupa berapa banyak komplain yang di berikan mantan atasan kamu dulu perihal kinerjamu yang tidak sesuai dengan tuntutan pekerjaan sebagai seorang sekertaris apalagi ini adalah sekertaris CEO perusahaan yang mana kinerjanya harus di tuntut yang terbaik" ucap Nidya dengan suara pelan tapi penuh dengan penekanan
Nidya punya saham sebesar sepuluh persen sebab ayah dari Nidya, dulu pernah membeli saham perusahaan itu untuk masa depan putrinya saat menikah nanti dan tak akan di kucilkan walaupun tidak bekerja dan untuk jaminan Nidya kedepannya tapi ternyata Nidya malah menikah dengan pimpinan perusahaan itu
__ADS_1