
Qia di bantu mommy Qiran untuk bersiap dan mengemas barang yang akan ia bawa selama seminggu "selama apapun kamu butuh waktu untuk menenangkan diri gak masalah Qia tapi tetap pulang ya" pinta Mommy Qiran dengan suara lirih
"walau Qia memutuskan untuk pergi tidak akan tanpa pamit mom, Qia pasti mengabari mommy dan mas Lucas, Qia tidak akan egois, lagian kemungkinan terburuk seperti ini sudah Qia pikirkan jauh-jauh hari cuma Qia hanya manusia biasa yang punya batas kesabaran dan juga bisa bersedih" balas Qia
Mommy Qiran memeluk Qia "maafin anak mommy ya" ucap Mommy Qiran
"mas Lucas gak salah kok mom, mas Lucas adalah orang yang sangat baik, dari awal kita menikah mas Lucas juga sudah menjelaskan kalau hatinya masih tertuju pada wanita di masa lalunya, dan mas Lucas tidak pernah membohongi Qia selama menikah atau menyakiti Qia hanya saja Qia butuh waktu untuk menenangkan diri" ucap Qia dengan linangan air mata
"iya sayang, mommy Ngerti" Mommy Qiran mengurai pelukannya dan menggenggam tangan Qia "apapun yang terjadi kamu itu anak mommy dan gak ada yang berubah " Mommy Qiran meyakinkan Qia kalau ia menyayangi Qia walau kemungkinan nanti Qia dan Lucas akan berpisah
"iya mom" balas Qia
***
Qia menatap gumpalan awan di balik jendela pesawat "apa bisa aku sebebas awan " gumam Qia melihat banyaknya awan yang mengambang di atas langit
sesampainya di Bali, Qia langsung menuju hotel yang di pesan pihak kampus untuk ia menginap selama masa seminar
Perwakilan kampus hanya dirinya dan juga salah satu dosen senior yang kebetulan akan hadir di hari ketiga jadi untuk saat ini hanya Qia seorang diri yang mengikuti seminar sebagai perwakilan kampusnya
***
"kamu sudah telpon Qia" tanya Mommy Qiran dengan tatapan tajamnya
Lucas menggelengkan kepalanya "belum mom" balas Lucas
Mommy Qiran memicingkan matanya ke arah Lucas "biarin mommy do'ain Qia kecantol pria bule di sana" sindir Mommy Qiran
"mommy" protes Lucas "tega bener do'ain anaknya yang jelek" kesal Lucas
__ADS_1
"ya kamu istri lagi ngambek malah di diemin saja, gak ada usahanya buat rayu atau gimana. Dulu Daddy kamu saja selalu mepet Mommy terus kalau Mommy lagi ngambek, gak menurunnya sama sekali sifat baik Daddy kamu" cibir Mommy Qiran sambil berkacak pinggang
untung di sana sudah tidak ada Lala karena lala sedang liburan di rumah keluarga ayah kandungnya sehingga mommy Qiran dengan bebas menyindir Lucas karena Danish lebih banyak bermain di luar rumah saat weekend seperti ini
"Qia lagi butuh waktu sendiri mom, Lucas gak mau ganggu dia" sahut Lucas
Mommy Qiran menunjukan ponselnya di mana ada foto Qia yang sedang duduk dan di pandangi pria bule "gak takut kamu kalau istri kamu digoda cowok-cowok tampan di sana" Mommy Qiran terus mengompori Lucas
"Lucas percaya sama Qia mom, dia gak akan mengkhianati Lucas" ucap Lucas dengan begitu yakinnya walau sebenarnya hatinya sedang ketar-ketir
"karena itu kamu selingkuh " tuduh Mommy Qiran lagi
"Astaghfirullahalazim mom, aku tuh gak selingkuh dari Qia" protes
"terus noda lipstick siapa coba" cecar mommy Qiran
Lucas menghela nafas panjang "itu lipstick Nidya mom" aku Lucas
"berapa kali Lucas bilang kalau Lucas gak selingkuh, Lucas aja gak tahu kenapa ada bekas lipstik Nidya di pakaian Lucas" balas Lucas dengan wajah kesalnya
"terus gimana ceritanya ada noda Lipstick Nidya di leher kamu" tanya Mommy Qiran lagi
"saat mommy cerita ke Lucas kalau mommy fan Qia ketemu Nidya, dia langsung datang ke kantor dan menyampaikan ketidaksukaannya kalau Lucas menikah, Lucas sudah bilang kalau Lucas berhak menikah lagi karena dia yang lebih dulu menikah dan memiliki anak, eh malah Nidya nangis jadi Lucas meluk Nidya dan Nidya nangis dalam pelukan Lucas cukup lama" jelas lucas
"pantesan Qia diam saja waktu pulang dari kantor kamu, pasti dia lihat semuanya " kini Mommy Qiran paham akan kesedihan Qia
"kayanya dia hanya dengar sebagian saja dan gak dengar secara keseluruhan waktu Lucas bilangnya kalau Lucas berhak menikah lagi, soalnya Qia cuma bilang maaf karena gara-gara dia, Lucas terpaksa menikah dengan Qia. Tapi demi Allah, Lucas gak pernah menyesal menikahi Qia mom" jelas Lucas panjang lebar
"lagian Nidya tuh aneh banget, gak sadar apa ya kalau om kamu bisa sakit hati kalau lihat kelakuan dia" sinis mommy Qiran
__ADS_1
"mommy saja masih kesal karena dia gak mau nunggu kamu sembuh dulu dan langsung nikah gitu saja, untung kamu dapat istri kaya Qia kalau dapat yang lain kayanya kesalnya masih ada deh sampai sekarang" gerutu Mommy Qiran
"Lucas juga gak tahu mom, Lucas gak enak sama om Aiden kalau sampai Om Aiden dengar hal ini" sahut Lucas
"tapi kamu masih cinta sama Nidya" tanya Mommy Qiran lagi
"entahlah mom, awalnya Lucas kira akan kesulitan berhadapan dengan Nidya apalagi jika sampai Nidya tahu pernikahan Lucas makanya Lucas gak adain resepsi, tapi nyatanya saat Nidya datang dan tahu, hati Lucas malah lebih plong dan biasa saja" balas Lucas
"ah itu" Mommy Qiran jadi bersemangat sendiri membuat Lucas kebingungan
"kalian nikah lima tahun tapi belum pernah adain resepsi, harusnya kamu adalan dong biar Qia yakin kamu emang gak terpaksa menikah dengannya" usul Mommy Qiran
"apa Qia gak yakin kalau Lucas serius nikah sama dia" tanya Lucas
"iya lah, enggak! orang kamu ngomong sayang aja gak pernah, bilang cinta pernah gak kamu" tanya mommy Qiran
"enggak " balas Lucas
"udah untung Qia gak kabur, pokoknya bikinin pesta pernikahan yang megah buta Qia, gak harus banyak orang karena Qia tidak suka keramaian tapi kumpulin semua keluarga kita, bila perlu kita adian di Bandung saja, di asli sana kan" ucap mommy Qiran
"nanti Lucas pikirin deh mom" balas Lucas masih nampak ragu mengadakan pesta pernikahan
"pokoknya kalau Qia minta cerai dari kamu, mommy ngambek sama kamu" Mommy Qiran berlalu pergi dengan perasaan dongkol pada Lucas
Lucas duduk dalam diam "apa kalau aku adain resepsi, Qia gak akan marah lagi" gumam Lucas
***
Qia berjalan di sekitaran pantai di sore hari, kali ini ia benar-benar memanfaatkan liburannya tanpa anak dan suami
__ADS_1
Qia mencoba beberapa hal baru di sana, bahkan ia juga tak tanggung-tanggung dalam berbelanja tak perduli jumlah belanjanya mencapai miliaran, toh selain kartu dari suaminya ia juga punya kartu dari mertuanya dan juga kakeknya, sehingga Qia memegang 4 kartu dengan limit yang cukup besar. Qia hanya ingin membahagiakan dirinya sendiri kali ini