
Kabar kehamilan Nidya begitu cepat tersiar sebab Aiden adalah salah satu pengusaha cukup hebat dan termasuk ke dalam 5 besar orang terkaya di dunia jadi kabar kehamilan Nidya cepat tersebar sebab anak Nidya di gadang-gadang sebagai ahli waris keluarga Ghazanfer yang jumlah kekayaannya tak terhitung banyaknya
mulai dari media pertelevisian maupun internet sungguh santer mengabarkan kabar kehamilan Nidya dan itu juga sampai di telinga Lucas. Lucas melihat kabar kehamilan itu di layar ponselnya "dulu mas nuduh kamu hamil anak dia padahal kamu hamil anak mas tapi sekarang kamu benar-benar hamil anak dia" gumam Lucas meratapi kesedihannya yang harus melihat kebahagiaan Nidya yang begitu jelas terlihat dari wajahnya
"tapi setidaknya kamu begitu bahagia, maafkan aku yang sempat menahan mu" Lucas menyimpan kembali ponselnya dalam saku celananya
Lucas segera bersiap menjemput Lala pulang sebab sudah jadwal ia untuk pulang ke rumah. Tak membutuhkan waktu lama Lucas sudah memarkirkan mobilnya untuk menjemput Lala
"Lala" Lucas melambaikan tangannya ke arah Lala yang berjalan keluar dari kelasnya
"om Lucas" Lala segera saja berlari ke arah Lucas dan Lucas langsung menggendongnya
"gimana sekolah hari ini" tanya Lucas
"Lala senang banget om, tadi kita nyanyi, menari terus Lala juga gambar keluarga Lala " Lala dengan girangnya menceritakan kegiatannya di sekolah
"nanti om lihat ya gambarnya" pinta Lucas
"Lala pasti kasih lihat kok om, tadi Lala juga gambar om loh" cicit Lala
Lucas membawa Lala masuk dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman "duduk yang anteng ya" Lucas bergegas berputar untuk duduk di kursi kemudi
"Kita ke kantor om dulu gak papa ya, om masih ada kerjaan tadi nanti om antar pulang saat jam makan siang" ucap Lucas saat melakukan mobilnya
"oke om" Lala tak banyak protes dan menurut saja dengan apa yang di ucapkan Lucas
Bukan sekali dia kali Lucas membawa Lala ke kantor, sehingga banyak orang yang mengira kalau Lala adalah anak Lucas sebab Lucas begitu perhatian pada Lala dan tersenyum di depan Lala padahal jika di depan orang lain Lucas akan irit senyuman
Lucas mendudukkan Lala di sofa di ruang kerjanya "om selesain kerjaan om dulu ya, kami gambar aja" titah Lucas
"iya om" Lala mengeluarkan alat menggambarnya dan mulai menggambar untuk mengisi waktu luangnya
__ADS_1
Lucas mengirimkan pesan pada Qia agar tidak khawatir dengan Lala yang belum pulang "Qia, Lala ikut mas ke kantor dulu ya. mas mau ngerjain kerjaan mas dulu" ucap Lucas
lama tidak mendapat balasan dari Qia, Lucas memilih untuk meletakan ponselnya di atas meja dan kembali mengerjakan laporan yang harus ia serahkan hari ini
Lama Lucas berkutat di depan laptopnya sampai tak sadar ini sudah pukul 2 siang saat ia melihat penunjuk waktu di laptop miliknya "astaga " gumam Lucas merutuki keteledoran nya yang bekerja lupa waktu sampai tak sadar ada Lala bersamanya
"Lala pasti lapar" Lucas mendongak dan melihat Lala yang sedang tidur di atas sofa
"pasti dia kecapean" Lucas memesan makanan secara online untuk makan dirinya dan Lala
"qia pasti khawatir ini" Lucas bergegas menelpon Qia
"halo Qia" sapa Lucas saat panggilannya sudah tersambung
"iya mas" ucap Qia dengan suara serak
Lucas merasa aneh dengan suara Qia yang serak seperti sedang menangis "ada apa Qia" tanya Lucas
"kok malah nangis Qia, ada apa" tanya Lucas lagi
"keluarga mas Reno mau ambil Lala dari aku mas, mereka ngancam aku kalau aku gak mau menyerah mereka akan menuntut ku dan menjebloskan ku ke penjara karena merusak kehidupan Lala dan membuat hidup Lala susah" adu Qia dengan sesenggukan
"kamu tenang dulu ya Qia, mas mau pulang tapi Lala masih tidur, bisa kan kamu ke kantor mas. Kita bicarakan di sini ya biar mas bisa ngerti " pinta Lucas
"iya mas, Qia ke kantor mas Lucas sekarang" Qia segera mengakhiri panggilannya dan bergegas menyusul Lucas di kantornya
tak membutuhkan waktu lama Qia sudah sampai di ruangan Lucas dalam keadaan terisak "mas Lucas" terlihat wajah Qia yang sudah membengkak karena terlalu banyak menangis
"pelan kan suaramu, Lala masih tidur nanti Lala panik" Lucas menarik Qia untuk duduk di kursi kerjanya agar berjauhan dari Lala yang masih tertidur
"coba bilang ke mas Lucas, ada apa sebenarnya " tanya Lucas
__ADS_1
"tadi pagi kedua orang tua mas Reno datang ke rumah, dan bilang mau ambil Lala dari aku dan aku menolak mas, mereka bahkan melemparkan cek dengan jumlah besar kepada Qia, tapi Qia nolak itu karena biarpun Qia miskin, Qia masih mampu mengurus dan membesarkan Lala, Qia gak mau pisah dari anak Qia mas" adu Qia
"kenapa mereka tiba-tibq datang, harusnya kalau mau datang ambil Lala itu pas Reno baru meninggal, kenapa baru sekarang" tanya Lucas
"aku gak tahu mas" Qia menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu
"mereka cuma tiba-tiba datang dan bilang aku gak ada hak urus cuci mereka karena aku hanya orang miskin dan kerja sebagai buruh cuci dan mereka pasti memenangkan perdebatan hak asuh anak karena aku hanya yatim piatu dan juga miskin" jelas Qia dengan isak tangis
"sudah-sudah" Lucas memeluk Qia dan menepuk punggung Qia yang terus menangis
"siapa tadi nama keluarga suami kamu" tanya Lucas
"Qia hanya tahu dia keluarga Alvian dan termasuk keluarga terpandang di Bandung, selebihnya Qia gak tahu mas" balas Qia masih menangis sesenggukan
"sudah, tenang saja mas akan bantu kamu untuk mempertahankan Lala untuk bersama denganmu" balas Lucas
setelah menyelidiki keluarga mendiang suami dari Qia, ternyata keluarga Reno memanglah keluarga berada, dan dengan status Qia yang hanya orang biasa dan tidak berpendidikan jelas dia akan kalah jika sampai perebutan hak asuh Lala di bawa ke pengadilan
"kamu percaya sama mas kan, kalau ini semua buat Lala" ucap Lucas
"tapi gak harus seperti ini mas" elak Qia
"hanya dengan ini mas bisa bantu kamu pertahankan Lala, kita gak ada hubungan apapun jadi mas gak bisa berbuat lebih, untuk itu jalan satu-satunya adalah kita menikah" Lucas mengajak Qia menikah agar Lala tidak di rebut oleh keluarga besar Reno setelah mendengar pendapat dari pengacara Lucas yang ia minta datang ke rumah
"tapi kita beda agama mas" protes Qia
"di sini pernikahan beda agama masih bisa di laksanakan, lagian kita menikah untuk menyelamatkan Lala, kamu setuju kan menikah sama mas" tanya Lucas
Qia nampak ragu akan ajakan menikah dari Lucas tapi dia juga tidak punya jalan lain untuk tetap mempertahankan Lala "gimana dengan keluarga mas Lucas, apa mereka akan setuju kita menikah walau alasannya untuk mempertahankan Lala dalam asuhan Qia" Qia tidak ingin Lucas berdebat dengan orang tuanya hanya karena dirinya dan Lala
"biar itu jadi urusan mas, yang penting kami setuju dan kita akan langsung urus pendaftaran pernikahan kita hari ini juga" balas Lucas
__ADS_1
"baiklah mas, untuk Lala aku setuju menikah dengan mas Lucas " Qia memutuskan menerima ajakan Lucas karena tidak ingin kehilangan Lala, toh Lucas menyayangi Lala dan hal itu sudah cukup baginya