You Are My Regret

You Are My Regret
Hari Kebahagiaan (part 2)


__ADS_3

ucap syukur terus di lantunkan karena acara pernikahan ayah Arman dan Mila berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti


Mila di gandeng tangan sang mama menghampiri Ayah Arman yang kini sudah sah jadi suaminya untuk menyelesaikan prosesi penandatangan dokumen nikahnya


sejenak ayah Arman terpaku melihat kecantikan wanita yang kini sudah sah jadi istrinya, Seminggu tidak bertemu dengan Mila benar-benar membuatnya pangling dan begitu takjub akan kecantikan istrinya "Bidadariku" gumam Ayah Arman melihat wajah Mila yang begitu cantik dengan riasan naturalnya  membuat gelak tawa orang yang mendengar gumaman ayah Arman dan ayah Arman hanya bisa menggaruk  tengkuknya yang tak gatal karena malu saat dirinya begitu takjub akan kecantikan istrinya


"jangan buru-buru ajak anak saya ke kamar ya, kita masih ada acara yang harus di selesaikan" sindir Bimo dengan kekehan


"iya sih Bim, gak akan aku bawa pergi Mila kalau acaranya belum selesai" ketus Ayah Arman


"husst mas" Mila memukul lengan suaminya dengan gemas "gak boleh panggil ayah dengan nama lagi, kan mas Arman sudah jadi suami Mila itu artinya orang tuanya mila juga orang tua mas Arman sama seperti orang tua mas Arman yang juga orang tua Mila, jadi manggilnya harus sama kaya Mila, Ayah Bimo" tegur Mila ingin Ayah Arman memanggil ayahnya dengan panggilan yang sama


"hah" Ayah Arman melirik Bimo dengan raut wajah tak percaya dengan menggerakkan matanya ke atas serta ke bawah melihat ke arah Bimo seakan tak rela jika ia harus memanggil ayah pada laki-laki yang dua tahun lebih muda darinya


"walau kita cuma beda beberapa tahun saja kamu tetap harus menghormati ku yang sudah jadi ayah mertuamu jadi panggil aku ayah Bimo" terus Ayah bimo merasa puas Ayah Arman akan memanggilnya ayah


lama Ayah berpikir "baiklah ayah Bimo" putus Ayah arman memulai memanggil Bimo dengan panggilan ayah, sebab benar kalau Bimo sudah jadi ayah mertuanya jadi ia harus menaruh hormat pada Bimo


"bagus menantuku" Bimo menepuk-nepuk bahu ayah Arman begitu senangnya di panggil ayah oleh Ayah Arman


Acara di lanjutkan dengan acara bersalaman untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai. Acara pesta kali ini berbeda dengan acara pernikahan Zahira yang tidak terlalu banyak menghadapi banyak tamu


Di acara pernikahan Mila dan Ayah Arman benar-benar banyak sekali tamu undangan, mulai dari rekan kerja serta kenalan ayah Arman, rekan kerja serta kenalan Reagen, dan yang paling banyak adalah tamu dari Bimo dan Listia yang memang memiliki begitu banyak rekan bisnis baik di dalam negeri maupun luar negeri


"buset tamunya gak kurang-kurang apa ya " gumam Ayah Arman begitu lelah membalas ucapan selamat dari para tamu undangan yang  jika di total mungkin lebih dari 10.000 orang sebab tamu undangan yang berjumlah lima ribu orang banyak yang membawa pasangan serta keluarga mereka


untung saja Listia sudah antisipasi untuk ini, maka dari itu ia menyiapkan makanan paling tidak 3 kali lipat dari jumlah undangan agar ia tak malu jika sampai makanan yang di hidangkan kurang

__ADS_1


"rekan bisnis ayah sama mamah kan banyak mas" Mila masih tersenyum untuk menyalami para tamu undangan walaupun ia sebenarnya sudah sangat lelah untuk itu


Setelah acara bersalaman selesai, ayah Arman meminta Mila untuk masuk kamar saja untuk beristirahat bahkan ia menolak denan tegas ajakan ayah mertuanya untuk mengobrol dengan rekan bisnis Bimo dan Listia


"jangan keterlaluan gitu dong, saya kan baru menikah dan pengen juga berduaan dengan istri yang baru saya nikahi.  AYAH jangan lupa berapa banyak tamu undangan yang saya salami dengan tangan ini" ayah Arman mengangkat tangannya yang sudah kebas karena berjabat tangan dengan para tamu undangan yang datang


"ayah kan cuma mau kenalin kamu sama rekan bisnis ayah, ini bagus loh buat prospek perusahaan kamu" tukas Bimo


"tak berkenalan dengan mereka saya masih bisa kok ngehidupin Mila tanpa kekurangan. Lagian Mila lebih butuh saya nemenin dia sehari-hari ketimbang keliling buat nyari duit" ucap Ayah Arman dengan tatapan tajamnya


hati Bimo benar-benar serasa tertampar akan ucapan menantunya, tapi walaupun sakit ia tetap menyunggingkan senyumnya pada Ayah Arman "ya sudah istirahat saja, aku tahu kok kalau lelaki tua sepertimu harus menyiapkan tenaga yang banyak untuk melakukan malam pertama dengan anak gadisku" ledek Bimo dengan kekehan


"itu kamu tahu" Ayah Arman langsung membawa Mila menjauh dari sana dengan cepat


Ayah arman bukan tersinggung akan ucapan ayah mertuanya yang mengatakan dirinya tua tapi lebih karena ia ingin segera beristirahat dan menikmati momen berdua dengan sang istri yang ia tunggu sejak lama


Ayah Arman membawa Mila masuk ke dalam hotel tempat mereka menginap malam ini "mau mandi duluan, atau mas yang mandi duluan" tanya Ayah Arman saat sudah memasuki kamar mereka


"haaaahhh" Ayah Arman ikut berbaring di sebelah Mila "pengen mandi tapi capek juga" timpal Ayah Arman ikut berbaring di samping Ayah Arman


Mila menggeser tubuhnya dengan bergerak perlahan memeluk tubuh  suaminya dan ayah Arman melingkarkan tangannya di pinggang sang istri "Mila kangen mas Arman" ucap Mila dengan suara lirih


"dari tadi kan kita barengan Mila" heran Ayah Arman


"bareng tapi gak bisa meluk mas Arman kaya sekarang" keluh Mila


Ayah Arman menyunggingkan senyumnya "secinta itu kamu sama mas" Ayah Arman begitu bahagia saat Mila mengatakan merindukan pelukannya

__ADS_1


"iya, pelukan mas yang paling membuat Mila nyaman dan makin membuat Mila jatuh cinta" Mila menyusupkan wajahnya di dada bidang Ayah Arman


Ayah Arman mengerutkan keningnya menatap kepala belakang istrinya yang masih sibuk mencium aroma tubuhnya di sana "kamu ada masalah apa Mila" tanya Ayah Arman


setelah dua tahun bersama, tentu Ayah Arman makin mengenali sifat Mila dan Ayah Arman paling tahu saat Mila bilang merindukan pelukannya pasti ada masalah yang sedang di hadapi Mila


"kayanya harus mandi deh mas, biar enak tidurnya" Mila beranjak dari tidurnya dan bergegas ke kamar mandi


"tungguin mas geh, mas ikut" Ayah Arman ikut masuk ke kamar mandi untuk mandi bersama Mila


Mila dan ayah Arman yang sudah berganti pakaian tidur kini berbaring di atas ranjang dalam keadaan berpelukan "sudah bisa cerita apa yang terjadi" Ayah Arman ingin mendengar kan masalah apa yang sedang di hadapi Mila


"Ayah mau mengajukan gugatan cerai ke pengadilan dalam waktu dekat ini" ucap Mila


"kamu gak mau mereka bercerai" tanya Ayah Arman


"bukan seperti itu mas, aku hanya sedih saja jika hal itu terjadi tapi Mila juga gak boleh egois dan membiarkan ayah terus menerima penghianatan mama yang tiada akhir " balas Mila


"sebaiknya serahkan keputusan pada ayahmu saja, sedikit banyak mas tahu perselingkuhan mamamu dengan Jordan karena aku melihatnya sendiri waktu Sari menunjukan padaku tentang itu" usul ayah Arman


Mila mendongak ke arah Ayah Arman "apa karena itu mas mau bersama mba Sari dulu" tanya Mila tak canggung bertanya perihal mantan suaminya


"mungkin bisa di bilang seperti itu" Ayah Arman mengingat kenangan masa lalunya


"kamu tentu pernah dengar cerita kalau Dari itu teman dekat ibunya zahira dulu" ucap Ayah Arman mengingatkan hal yang sudah sering di ceritakan Zahira pada Mila


"tentu ingat mas, Zahira kan ceritanya berulang-ulang" balas Mila

__ADS_1


Ayah Arman terkekeh dan makin mengeratkan dekapannya pada Mila "masih mau dengar cerita dari mas" tanya Ayah Arman


"tentu aku mau dengar mas, dulu kan mas ceritanya kepotong-potong karena alasan kita gak boleh keseringan bareng takut khilaf" balas Mila dan itu membuat Ayah Arman makin tertawa di buatnya


__ADS_2