
seusai pertanyaan yang di lontarkan Thomas pada qiran dan jay entah bagaimana ceritanya kini jay dan qiran akhirnya berpacaran.
pacaran? entahlah apa bisa di bilang mereka berpacaran. Tak ada pertanyaan untuk kesediaan ataupun pernyataan cinta dari mereka tapi semua orang di kampus mereka tahu bahwa qiran dan jay berpacaran semenjak qiran melontarkan kata sebagai kekasih jay
"jay" qiran menghampiri jay sembari mengecup pipi jay lembut
"Hai my haesbich" jay tersenyum manis ke arah wanita yang kini jadi kekasihnya
"nanti ke rumah ya, nenek kangen kamu" pinta qiran
"sepertinya hari ini tak bisa deh, aku kan sudah mulai Koas" balas jay merasa tak enak hati pada kekasihnya
jay kini sudah menyelesaikan pendidikannya dan sedang menjalani koas, bahkan dia sudah berencana melanjutkan kuliahnya kembali untuk mengambil spesialis bagian jantung. sedangkan qiran tengah melanjutkan S2 nya di jurusan managemen bisnis agar lebih siap saat mengambil alih perusahaan orang tuanya
hubungan kebersamaan qiran dan jay sudah terjalin selama 4 tahun. cukup lama memang tapi nyatanya hubungan mereka hanya sekedar kedekatan yang saat di tanya orang mereka menjawab kekasih satu sama lain tapi pada keduanya tidak pernah membahas tentang bagaimana hubungan mereka, hanya mengalir begitu saja
qiran tengah duduk di sebuah cafe " qiran" panggi thomas menghampiri qiran yang sedang menyantap minuman sembari mengerjakan tugas kuliahnya
"hai kak, kenapa di sini?' tanya qiran
"habis ketemu klien, kamu gak bareng jay? " tanya Thomas yang kini sudah mulai mengambil alih perusahaan kedua orang tuanya tapi tetap bersahabat baik dengan qiran dan jay
"di rumah sakit lah, dia kan sibuk menjalani koasnya" balas qiran
"ah, sudah hampir selesai ya koasnya?" jay sudah menjalani koas selama 1 tahun yang itu artinya tinggal menunggu tak sampai satu tahun untuk menyelesaikan residennya dan melanjutkan pendidikan spesialisnya
"kalau lancar, tinggal beberapa bulan lagi" sahut qiran
thomas mengangguk-anggukan kepalanya "ngomong-ngomong kalian kapan nikah? kalian kan sudah cukup lama berpacaran, bahkan jay dekat sekali dengan nenek kamu" tanya Thomas yang tahu kalau jay cukup dekat dengan nenek alaya dan uncle akhtar
"aku belum sempat memikirkannya" balas qiran sekenanya
"kalian tuh aneh ya, pacaran lama banget tapi kaya ada dinding tebal di samping kalian" ungkap Thomas menilai hubungan qiran jay yang terasa begitu kaku
"apaan sih kak" sahut qiran tak ingin membahas perihal hungannya dengan jay
"sudah ah, nanti aku telpon jay saja" Thomas berjalan meninggalkan qiran
***
qiran berjalan memasuki rumah uncle akhtar "aku pulang" qiran berjalan dengan lesu memasuki yang di tinggalinya selama beberapa tahun ini
__ADS_1
"kamu gak nyapa pacarmu dulu? " tanya nenek alaya menghentikan langkah qiran
qiran menoleh ke arah nenek alaya dan jay "bukannya kau sedang sibuk di rumah sakit? " qiran menghampiri jay dan memeluk jay
"aku nanti masuk sift malam, jadi sempetin ketemu nenek" balas jay membalas pelukan qiran
"aku ganti pakaian dulu ya jay" qiran pamit masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian
seusai mandi qiran mengeringkan rambutnya dengan hairdryer dan tiba-tiba saja ponsel qiran bergetar dan qiran bergegas mengangkatnya
"hallo" sapa qiran
"sudah putus dengannya" suara bariton seorang pria dari balik telponnya
"come on dad, aku hanya berpacaran dengannya bukannya mau menikah dengannya jadi tolong jangan mengusikku terus" keluh qiran kesal dengan daddy attaf yang selalu mengingatkan qiran untuk mengakhiri hubungannya dengan jay
"aku gak mau kamu sampai kelepasan dan punya anak dengannya" seru daddy attaf
"aku bisa menjaga diri dad" kesal qiran menutup panggilannya
daddy attaf sudah cukup lama mengetahui hubungan qiran dan jay, tapi karena jay yang begitu di sayang nenek alaya maka itu daddy tak bisa berbuat banyak untuk memisahkan qiran dan jay, dan hanya bisa sebatas meminta qiran yang mengakhiri hubungannya
qiran menghampiri jay dan nenek alaya yang sedang berbincang-bincang " kau belum ke rumah sakit? " tanya qiran
"ke sini lagi ya kalau tidak sibuk, nenek senang sekali bicara denganmu" balas nenek alaya begitu menyayangi jay
jay mengecup kening qiran " aku ke rumah sakit ya" pamit jay
"iya" qiran melambaikan tangannya ke arah jay yang berjalan menuju pintu keluar
nenek alaya menatap punggung jay " jika kamu jadi istrinya pasti dia akan sangat membahagiakan kamu" ucap nenek alaya
qiran hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan nenek alaya. jujur qiran sudah sering kali mendapati pertanyaan itu tapi dalam benak qiran belum terpikirkan untuk menikah
jay yang berjalan menuju mobilnya berpapasan dengan uncle akhtar " kau dari tadi jay" tanya uncle akhtar menepuk punggung jay saat mereka bersisipan jalan
"lumayan uncle, nenek katanya kangen jadi aku sempetin ke sini" balas jay
"ini masih jam berapa kok sudah pulang? " tanya uncle akhtar
"aku dapat shift malam uncle, sebentar lagi giliranku jaga" balas jay
__ADS_1
"oke, semoga sukses" ucap uncle akhtar mengantar kepergian jay
uncle akhtar berjalan menghampiri nenek alaya dan qiran yang sedang duduk di sofa ruang keluarga
"ibu" uncle akhtar mencium pipi nenek alaya
"sudah pulang nak" ucap nenek alaya mengusap punggung uncle akhtar
"iya bu, baru selesai meeting" balas uncle akhtar
"ya sudah, ibu masuk istirahat dulu ya. sudah ngantuk sekali" pamit nenek alaya berjalan menuju kamar pribadinya
qiran menonton televisi dengan muka cemberut "kamu kenapa lagi? " tanya uncle akhtar yang melihat raut tak mengenakan dari wajah keponakannya
"biasa abis di marahin sama daddy" balas qiran
uncle akhtar menghela nafas "terus hubungan kamu sama jay gimana, mau serius atau tidak? " tanya uncle akhtar yang sudah tahu bahwa saat daddy attaf menelpon itu pasti hanya membahas hubungan qiran dan jay
"entahlah uncle aku belum memikirkannya" balas qiran
"hubungan kalian sudah empat tahun dan kamu masih belum memikirkannya" bingung uncle akhtar pada qiran
qiran menatap sekilas uncle akhtar "emang harus ya uncle? " tanya qiran balik
"ya ampun qiran, kamu tuh pernah mikirin jay engga sih? " tanya uncle akhtar
"ya mikirin lah uncle, aku loh selalu nyamperin dia saat ke kampus dan telpon dia setiap hari" balas qiran dengan polosnya
"bukan itu yang uncle maksud qiran" kesal uncle akhtar
"terus apa" qiran bingung sendiri akan pembahasan uncle akhtar
"daddy kamu selama ini diam karena nenek kamu qiran, karena nenek kamu yang begitu menyayangi jay" uncle akhtar menatap lekat qiran "uncle tahu betul standar menantu di mata daddy kamu, mana mau dia menerima jay yang hanya anak yatim piatu dan orang dari kalangan bawah" ucap uncle akhtar
"aku tuh gak ada kepikiran nikah uncle" sahut qiran
"tapi gak gitu di mata daddy kamu qiran, kamu tentu tahu gimana daddy kamu melarang hubungan kalian sedari awal. kalau sampai daddy kamu kesal itu akan berdampak buat jay" ucap uncle akhtar
"terus aku harus putus sama jay? " tanya qiran
"bukan gitu maksud uncle qiran, tapi coba kamu mulai pikiran mau gimana hubungan kalian, kalau mau lanjut pikirkan bagaimana mengatasi daddy kamu dan kalau mau menyudahi bicara baik-baik pada jay. uncle tahu betul dia begitu mencintaimu walaupun tanpa berucap apapun" jelas uncle akhtar
__ADS_1
"nanti aku pikirin deh uncle" sahut qiran
"jangan sampai kamu melukai hati jay, dia lelaki yang baik" uncle akhtar menepuk punggung qiran dan meninggalkan qiran untuk masuk ke kamarnya