You Are My Regret

You Are My Regret
Merindukanmu


__ADS_3

Lucas berjalan dengan lesu ke arah meja makan untuk sarapan bersama anggota keluarganya


Daddy Jay menyikut lengan istrinya yang sedang melayani dirinya makan, memberi kode pada mommy Qiran agar melihat penampilan Lucas "ya ampun Lucas, gak bisa ya sempetin untuk cukur, wajah kamu bikin Danish takut tahu gak" ucap Mommy Qiran mencecar anaknya yang berpenampilan kurang bersih, apalagi tumbuh rambut-rambut halus di area wajahnya


"gak ada yang urusin aku mom, biasanya kan Qia yang cukur jenggot dan kumis aku" balas Lucas dengan santai


"kamu kan punya tangan, ya cukur sendiri lah, di tinggal seminggu saja sudah kaya di tinggal setahun" sindir Mommy Qiran


Lucas menatap sinis mommy Qiran yang terus meledek dirinya setiap dan kapanpun itu "Lucas itu sudah terbiasa dengan kehadiran Qia selama 7 tahun ini mom, sebelum menikah saja dia yang urus kebutuhan Lucas, mommy pikir mudah apa? tinggal sendiri gak ada istri" Lucas begitu kesal akan sindiran mommy Qiran padanya


"ya tinggal susul aja lah, salah sendiri kebanyakan jaga image" sindir kakek Attaf masih memakan roti selai yang di siapkan nenek Tasmirah untuknya


"ya kan dia butuh waktu sendiri kek" sahut Lucas dengan wajah memelasnya


"wanita itu butuh di perjuangin kali, gak di diemin aja, kalau kamu biarin saja dia yang ada keburu mati rasa dia sama kamu" sindir Daddy Jay


"masa sih Dad" Lucas jadi panik sendiri mendengar penuturan Daddy Jay akan kemungkinan Qia yang bisa mati rasa karena tingkah daddy Jay


"terserah sih mau percaya apa enggak" Daddy Jay hanya cuek saja melihat reaksi Lucas yang mulai panik


"Qia itu juga manusia biasa kali, gak mungkin sesabar itu terus hadapin kamu yang gak pernah bilang cinta atau sayang sama dia, kalau Mommy jadi dia, saat ketemu pria yang jauh lebih penyayang ketimbang kamu, di tinggal pergi kamu" ucap Mommy Qiran menakuti Lucas


"jangan nakutin aku sih mom" Lucas jadi panik sendiri akan ucapan mommy Qiran


"kayanya bener deh yang di omongin orang tua kamu, lihat geh Qia gak hubungin kamu seminggu ini kan, padahal biasanya setiap hari Qia pasti nelpon kamu, sekedar nanya kamu sudah makan atau belum" terus Nenek Tasmirah ikut mengompori Lucas


Terlihat wajah panik dari Lucas karena keluarganya yang terus mengompori dirinya perihal Qia yang masih belum pulang padahal acara seminarnya sudah selesai, mana Qia tidak pernah menelpon Lucas sama sekali


Lucas meraih ponselnya dan menelpon seseorang "jeremy" panggil Lucas saat panggilannya sudah tersambung


"iya tuan" balas Jeremy


"tolong handel perusahaan selama saya tidak ke kantor dan siapkan jet pribadi saya ke Bali sekarang" titah Lucas membuat keluarga Lucas bersorak menang walau mereka berusaha keras untuk menutupinya

__ADS_1


"tuan mau nyusul nyonya ya" sindir Jeremy dengan suara kekehan


"jangan kebanyakan menyela, lakuin aja tugas kamu" Lucas langsung mengakhiri panggilannya setelah selesai memberikan perintah pada Jeremy


Lucas menatap mommy Qiran "nitip Danish mom, Lucas mau nyusul ibunya biar cepat pulang" ucap Lucas langsung bergegas pergi dari meja makan tanpa menyelesaikan sarapannya


melihat punggung Lucas menghilang dari balik pintu, kompak ke empatnya tertawa dengan keras "ah kena dia" kekeh Mommy Qiran


"anak kamu terlalu gengsian sih" sahut Daddy Jay tak kalah tertawa keras


"anak Daddy juga kali" sahut Mommy Qiran dengan wajah sebalnya


Danish yang ada di tengah daddy Jay dan mommy Qiran mengguncang lengan Daddy Jay "kakek ketawa kok gak ajak Danish, Danish kan pengen ikut ketawa" tanya bocah tiga tahun itu


"ayah kamu kangen ibu, tapi malu sama kamu" balas nenek Qiran


"kenapa malu" tanya Danish lagi


"hahahaha Ayah kaya anak kecil dong kaya Danish " kekeh Danish di ikuti ke empat orang dewasa di sana


***


Lucas sampai di bandara I ngurai rai bali dan langsung meminta anak buahnya mengantarkan ia ke tempat di mana Qia menginap


Qia memilih pindah dari hotel yang sebelumnya ia tempati karena hotel yang di pakai untuk seminar kemarin bukan hotel milik daddy Jay jadi Qia memilih untuk pindah ke salah satu milik mertuanya agar lebih nyaman untuk liburan


"sudah tahu di mana istri saya menginap" tanya Lucas pada orang yang menjemputnya ke bandara


"sudah tuan, saya juga sudah meminta kunci kamar nyonya jadi tuan bisa langsung masuk " pria berpakaian kemeja navy itu menyerahkan kunci kamar Qia pada Lucas


Lucas mengambil kunci kamar Qia dari tangan salah satu bawahan Lucas tersebut "istri saya ada di mana" tanya Lucas


"saya sempat bertanya pada pegawai di sana katanya, nyonya masih di kamarnya " balas Pria tersebut

__ADS_1


"baik kalau begitu " Lucas duduk diam menunggu anak buahnya membawa dirinya ke hotel tempat istrinya menginap


"ngapain sih di sana lama banget, gak pulang-pulang" batin Lucas yang gelagapan karena istrinya tidak pulang tapi hanya di kamar saja kalau mau hanya di kamar kan bisa di rumah


"sudah sampai tuan" ucap bawahan Lucas saat mereka sudah sampai di depan hotel


"iya, Terima kasih" Lucas turun dari mobil dan langsung melangkah lebar menuju kamar istrinya


sepanjang jalan para pegawai memberi hormat ada Lucas yang mereka tahu adalah anak pemilik hotel "jangan mengikuti saya, saya mau ketemu istri saya" titah Lucas melarang para petinggi hotel mengikuti dirinya


beberapa orang di sana kebingungan saat Lucas bilang akan menemui istrinya sebab yang mereka tahu kalau Lucas masih sendiri semenjak perpisahannya bersama Nidya


Lucas melangkahkan kakinya dengan lebar menuju kamar yang jadi tempat menginap Qia "wah dia pakai kamar yang fasilitasnya lengkap makanya gak keluar" gumam Lucas menyadari pilihan Qia menginap adalah kamar yang memiliki fasilitas kolam renang dan juga tempat berendam air hangat


Lucas langsung saja membuka pintu kamar dan di suguhi pemandangan kamar luas, dan jendela kaca lebar, di mana ada kolam renang di area kamar serta kolam air hangat


Lucas berjalan perlahan mencari keberadaan istrinya sampai ia mendengar ada suara gelombang air tak jauh dari tempat ia berdiri


Lucas berjalan ke arah luar kamar dan tersenyum puas saat melihat istrinya sedang berenang dengan pakaian seksi "untung dia milih kamar ini" gumam Lucas merasa penampilan Qia terlalu terbuka dan tidak ingin ada yang melihat lekuk tubuh istrinya yang masih begitu indah walau sudah melahirkan dua anak secara normal


Buru-buru Lucas melepas pakaiannya menyisakan celana bokser saja, membiarkan dadanya tak tertutup apapun sehingga menampilkan otot perutnya yang seksi dan juga dadanya yang bidang, toh ini ada dalam kamar jadi tak masalah pikir Lucas


"byuuur" terdengar suara riakan air saat Lucas turun ke dalam kolam dengan melompat untuk menyelam, membuat Qia menghentikan kegiatan berenangnya dan menoleh ke belakang "astaghfirullah, ada siapa" Qia jadi panik karena ada orang masuk ke kamarnya begitu saja


Lucas berenang dengan cepat menghampiri Qia, dan muncul dari dalam air tepat di hadapan Qia "mas Lucas" Qia benar-benar terkejut mendapati suaminya ada di hadapannya saat ini


"cup" Lucas langsung menyambar bibir ranum milik istrinya dengan rakus, memberikan ******* yang tidak bisa di tolak oleh Qia


"haaaah" Qia menghirup nafas dalam-dalam saat Lucas menyudahi pangutannya


Lucas langsung memeluk Qia "mas merindukanmu" bisik Lucas di telinga Qia


Qia hanya terdiam, bingung harus bereaksi apa karena ini sungguh sangat mengejutkan dirinya

__ADS_1


__ADS_2