
Lucas begitu bahagia saat melihat Lala tertawa dengan riang akan hadiah yang ia bawa dari Jakarta. Hal sederhana tapi begitu berharga bagi anak kecil berusia empat tahun itu
"makasih ya om sudah bawain Lala makanan yang banyak" Lala begitu berterima kasih saat Lucas memberikan banyak makanan apalagi makanan itu belum pernah Lala makan tapi saat mencobanya untuk pertama kali begitu enak pikir Lala
"mas Lucas bawa banyak banget makanannya" Qia begitu terkejut Lucas membawa banyak kotak makanan dan beberapa stok susu di bagasi mobilnya saat akan memberikan kue pada Qia
"mommy yang maksa padahal aku gak mau" bohong Lucas
"mas Lucas gak mungkin loh habisin segini banyaknya " Qia nampak tak percaya Lucas bisa menghabiskan makanan sebanyak ini
"buat kamu saja semuanya, nanti kalau kebanyakan, kasih saja buat tetangga. Bilang saja oleh-oleh mas dari Jakarta" untung saja Lucas ada pikiran seperti ini saat ingin membawakan Lala oleh-oleh
"ya sudah deh, langsung saja Qia bagiin ke tetangga ya mas" tawar Qia untuk mengantar akan kue pada Lucas
"ya sudah ayok" Lucas membantu membawa keranjang besar berisi beberapa kotak makanan yang sudah ia bawa dari Jakarta di bantu juga oleh Qia dan Lala. Mereka membagikan makanan yang di bawa lucas pada tetangga terdekat mereka
"wah terima kasih banyak nih mas Lucas" ucap salah satu tetangga Lucas yang sudah menerima bingkisan kue dari Lucas
"orang tua saya bawain banyak jadi saya bagiin ke para tetangga, saking banyaknya bawaan saya sampai Qia nawarin bantuan waktu lihat saya mau bagiin tadi " ucap Lucas sekaligus menerangkan bahwa Qia membantu dirinya karena tak tega dengan Lucas
Tinggal di sana selama dua bulan sudah membuatnya menjadi orang yang cukup peka apalagi pada Qia dan Lala yang di pandang kurang baik oleh para tetangga karena status Qia yang menjadi janda di usia muda
walau Qia menjadi bukan karena keinginannya tapi lebih kehendak Tuhan tapi tetap saja pandangan buruk pada seorang janda akan melekat kuat. Jadi sebisa mungkin Lucas menetapkan batas garis yang jelas agar tidak menyakiti Lala
"mari bu, saya mau bagi ke yang lain juga" terus Lucas kembali mengirimkan kue bawaan Lucas pada para tetangganya yang lain dan lagi-lagi mereka semua berterima kasih pada Lucas
tak lupa Lucas secara tidak langsung menjelaskan alasannya bisa bersama Qia saat mengantarkan kue agar tidak timbul fitnah nantinya
Lucas menggendong Lala pulang ke rumah setelah selesai mengantarkan oleh-olehnya dari Jakarta "sisanya kamu simpan di rumah ya Qia, buat camilan di rumah, kalau untuk rumah mas Lucas sisain satu aja, mas gak terlalu suka manis soalnya" pinta Lucas saat kembali membuka garasi mobilnya dan meletakan kota kue ringan yang tersisa di depan teras rumah Qia dan Lala
__ADS_1
"makasih loh mas, Lala malah dapat banyak banget nih " pungkas Qia merasa tidak enak hati pada Lucas karena memberi begitu banyak kue untuknya dan Lala
'"gak papa kok Qia, dari pada kebuang sia-sia kan lebih baik buat kamu, Lala kan suka itu" Lucas kembali menutup pintu bagasi dan mengambil sebuah brosur yang ia letakan di kursi depan kepada Qia
"ini salah satu sekolah teman mas Lucas, katanya di sana ada program bantuan buat anak yatim dan aku sudah minta teman mas Lucas buat daftarin Lala sekolah di sana, kamu datang buat kasih identitas lengkap nya ya buat konfirmasi " Lucas menyerahkan brosur taman kanak-kanak pada Qia
Qia membaca brosur yang di berikan Lucas dengan tatapan tak percaya "ini sekolah yang mahal mas, kayanya gak deh" Qia menyodorkan kembali brosur itu pada Lucas
Lucas mengerutkan keningnya "kenapa" heran Lucas
"itu sekolahan mahal mas, dan pasti yang jemput di sana semuanya pakai mobil dan Qia gak punya itu. Qia takut Lala di bully di sana kalau tahu Lala hanya anak buruh cuci" jelas Qia
"nanti mas Lucas yang antar jemput Lala, sekalian mas kerja jadi gak masalah kan" Lucas memberikan option lagi untuk Qia agar Lala bisa bersekolah di sana
"tapi Qia gak mau ngerepotin mas Lucas terus, mas Lucas baik banget loh" elak Qia pada kebaikan Lucas yang menurutnya berlebihan
"nurut saja Qia, kalau sekolah di sana, lingkungannya bagus dan saat Qia sekolah kamu bisa kerja, di sana juga ada SD nya, Lala bisa lanjut sekolah di sana kalau memang prestasinya bagus" rayu Lucas
"sudah ikut saja, besok mas akan sempatin ke sini buat antar kamu daftar sekolah buat Lala" jelas Lucas
"kenapa mas baik banget sama Lala sih" Qia sudah menangis haru anaknya bisa sekplah di sekolahan mahal
"saya hanya ingin membantu lala, toh saya bisa membantu jadi jangan merasa tidak nyaman. Saya hanya ingin lala bisa selalu sehat dan sekolah di tempat yang terbaik" balas Lucas
Lucas menegaskan pada Qia kalau ia melakukan ini hanya untuk Lala, tidak lebih dari ini dan Qia mengerti itu,
"Terima kasih mas, Lala berhutang budi besar pada mas Lucas " ucap Qia
"tidak Qia, bantuanku ini tidak ada apa-apanya, justru bantuannya yang lebih berati untuk hidup saya" Lucas berucap ambigu akan bantuan Lala yang Qia bingung itu apa tapi tak kuasa untuk bertanya kembali
__ADS_1
***
Sesuai janji Lucas kemarin, harin ini mengantar Qia dan Lala untuk mendaftarkan sekolah Lala
"dokumen keperluan sekolah Lala ada semua kan" tanya Lucas
"sudah kok mas, akta kelahiran, KK, KTP saya ada semua" ucap Qia saat memeriksa kembali dokumen yang harus ia bawa untuk mendaftar sekolah anaknya
"ya sudah nanti kita bawa masuk saja" Lucas menggendong Lala menuju ruangan guru untuk mendaftarkan sekolah Lala
Di sana yang mengurus pendaftaran adalah Lucas sedangkan Qia hanya mengikuti kemanapun Lucas membawanya tanpa banyak bertanya
Lucas memberikan nomornya pada pihak sekolah sebagai wali dari Lala karena dia lah yang akan mengantar jemput Lala selama sekolah di sana, sebab tak mungkin membiarkan Qia bolak-balik mengantar jemput Lala nantinya
"semua sudah beres, dan minggu depan Lala sudah bisa mulai sekolah" Lucas mengajak Qia dan Lala pulang dengan membawa bingkisan seragam sekolah dan segala penunjang sekolah Lala yang memang sudah di siapkan sekolah agar pakaian mereka semua sama
"seragamnya di kasih juga apa mas" tanya Qia saat Lucas membawa bingkisan perlengkapan sekolah, mulai dari seragam, tas, sepatu bahkan ada kotak bekal juga
"iya, nanti kita tinggal beli peralatan sekolahnya " ajak Lucas
"iya mas" Qia pasrah saja mengikuti Lucas untuk membeli peralatan sekolah Lala
Lucas membawa Lala untuk belanja peralatan sekolah di salah satu tokoh peralatan sekolah yang cukup mahal dan itu membuat Qia ragu untuk masuk "duh mas, kok kita belinya di sini sih mas, uang Qia mana cukup kau beli di sini" ucap Qia dengan perasaan campur aduk
"gak papa mas yang beliin kok, kamu bayarnya dengan bersihin rumah mas Lucas dan masakin mas Lucas tiap hari aja jadi gak kerasa nanti bayarnya" Lucas kembali meminta tenaga Qia untuk membayar apa yang ia keluarkan untuk Lala
"tapi mas.. " Qia masih nampak ragu
"saya suka cara kerja kamu bersihin rumah saya, dan saya pikir masakan kamu juga lumayan. Dari pada saya beli terus di luar mending kamu masakin saya saja. Nanti kamu masaknya dari rumah kamu saja, secara dapur rumah kamu dan peralatan masak kamu lebih lengkap nanti kamu datang ke rumah tinggal antar makanan pas jam makan sama bebersih pas saya berangkat kerja jadi kita gak harus berdiam dalam rumah dalam kurun waktu panjang" jelas Lucas akan mekanisme kerja Qia di rumahnya nanti
__ADS_1
Qia bisa bernafas lega akan tawaran kerja Lucas "ya sudah deh mas" Qia ikut saja dengan arahan Lucas, toh ini juga untuk putrinya