You Are My Regret

You Are My Regret
Sulit tidur


__ADS_3

jay mulai mengerjapkan matanya mengedarkan pandangan matanya ke sekitar "ah masih jam tiga pagi" gumam jay


"pakaianku masih di kamar qiran" jay berniat ke kamar qiran untuk mengambil pakaian ganti yang tersimpan di kamar qiran


"kamarnya di kunci gak ya" jay nampak berpikir jika di kunci itu akan membuat jay menganggu tidur qiran nantinya dan tentu jay tak ingin melakukan itu tapi kalau tidak mengganggunya nanti pakaiannya bagaimana


jay membuka perlahan kamar qiran "ceklek" jay menyipitkan matanya kala melihat ranjang kamar qiran masih rapih dan tidak ada qiran di sana


jay masuk perlahan dan menutup pintu qiran secara perlahan tak lupa ia menguncinya, karena pikirnya tak enak jika ada yang menyadari jay masuk kamar qiran di saat masih jam 3 pagi.


jay melihat gorden kamar qiran sedikit beterbangan dan ternyata ada qiran di sana sedang duduk meringkuk di atas sofa sambil melihat langit.


dengan sigap jay mengambil selimut di atas ranjang dan menyelimuti tubuh qiran yang sedang terduduk di sofa "jangan biarkan kau kedinginan seperti ini qiran" ucap jay melilitkan selimut untuk qiran


qiran menatap jay  dengan keheranan "kau di sini" tanya qiran dengan suara lirih


jay duduk di samping qiran "tara memintaku istirahat, katanya wajahku terlalu lelah" balas jay memberitahukan pada qiran kenapa bisa di sini di jam segini


qiran menyandarkan kepalanya di dada bidang jay "kamu memang terlihat cukup lelah" qiran tentu menyadari wajah lelah jay, tapi dirinya tak sanggup berucap pada jay


jay melingkadkan tangannya di pinggang qiran "kenapa kau tak tidur, apa kamu tak lelah" tanya jay


"tidak bisa tidur saja" jay mengusap kepala qiran dengan lembut


"mau aku temani tidur sebentar" tawar jay


qiran menganggukan kepalanya masih bersentuhan dengan dada jay "boleh" balas qiran


jay membopong tubuh qiran masuk dan meletakan di atas ranjang, tak lupa ia menutup jendela kamar qiran agar tak ada angin yang masuk ke dalam kamar kemudian jay menghampiri qiran dan masuk dalam selimut menemani qiran di atas ranjang


"kau ke rumah sakit hari ini" tanya qiran langsung masuk dalam pelukan jay dan menghangatkan tubuhnya yang dingin karena sepanjang malam qiran duduk di balkon


"iya, hari ini aku ada shift pagi" balas jay


"tidur sebentar saja sudah cukup" ungkap qiran


qiran memang beberapa waktu ini kesulitan tidur, tapi saat bersama jay di bisa tidur lelap itulah sebabnya saat qiran lelah, qiran memilih menginap di tempat jay


"kau masih kesulitan tidur akhir-akhir ini" tanya jay


jay tahu qiran yang kesulitan tidur untuk beberapa waktu ini karena qiran menceritakan itu padanya


"tidak terlalu kok" balas qiran sedikit menutupi keadaannya

__ADS_1


"aku bikinin jadwal ke dokter Pras ya" ucap jay dengan nada khawatir


"aku gak gila jay" sahut qiran masih menghirup aroma tubuh jay yang begitu menenangkan untuk qiran


"ketemu Psikiater itu bukan berarti gila qiran" sanggah ja


"sama saja menurutku" balas qiran


"ya sudah" jay terus mengusap kepala qiran sehingga tak lama qiran pun tertidur


*


melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 05.45 jay memutuskan untuk bangun dan membersihkan diri. setelah membersihkan diri dengan santainya jay keluar dengan handuk yang terlilit di tubuhnya, ia mengambil pakaiannya yang ada di walk in closed kamar qiran dan berganti pakaian di sana seperti di kamarnya sendiri


setelah rapih, jay berjalan menghampiri qiran untuk mengecup keningnya dan membetulkan letak selimut qiran. jay berjalan dengan santai keluar kamar qiran dengan langkah pelan


"aku cari-cari sedari tadi ternyata di sini" ucap tara setengah meledek jay saat tara melihat jay keluar dari kamar qiran


jay sedikit gugup "aku kan ambil pakaianku di sana" jay berjalan mendahului tara


tara mengejar langkah jay "harus ya numpang mandi di sana?" tanya tara


jay jadi makin gugup "ya kan kamar mandi di sana jauh lebih besar" kilah jay


***


pagi harinya jay dan tara duduk untuk sarapan bersama dengan nenek alaya


"pagi mah" uncle akhtar mencium pipi nenek alaya


"pagi sayang" balas nenek alaya


uncle akhtar memindai tempat duduk dan tak mendapati qiran keponakannya "qiran belum bangun mah" tanya uncle akhtar


"belum, tadi pelayanan yang ke kamarnya bilang, qiran masih tidur jadi dia gak berani bangunin. nenek kan gak bisa bangunin" balas nenek alaya


uncle akhtar melirik jay " bangunin jay" pinta uncle akhtar


"iya uncle" balas jay


jay berjalan ke arah kamar qiran untuk membangunkannya


jay berjalan perlahan memasuki kamar qiran. qiran masih betah bergelung dalam selimut

__ADS_1


"cup" jay memberikan kecupan singkat untuk qiran


qiran yang merasa ada yang mengusik tidurnya pun bangun


"pagi my haesbich" sapa jay


qiran tersenyum simpul "pagi jay" qiran memeluk hangat jay


"kamu belum berangkat kerja" qiran menghirup aroma jay yang begitu menenangkan


"belum masih sarapan tadi tapi kata uncle suruh bangunin kamu untuk sarapan" balas jay


"malas bangun, hari ini kuliah sore kok" balas qiran


"setidaknya ikut sarapan" jay mengangkat tubuh qiran masuk kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi


setelah cukup rapih qiran dan jay turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama


"harus ya kaya putri yang bangun tidur di bangunkan oleh Pangeran" ledek uncle akhtar tak suka kelakuan qiran yang melewatkan sarapan


"maaf uncle, qiran baru bisa tidur jam tiga tadi" balas qiran


jay mengambilkan makanan dan menyerahkan pada qiran "Terima kasih" qiran menerima makanan yang di siapkan jay untuknya


"kenapa tidak bisa tidur, ada masalah" tanya uncle akhtar dengan nada khawatir


"gak papa kok uncle, lagi banyak tugas kuliah saja" kisah qiran


"jangan terlalu mengambil kuliahmu sebagai beban qiran, santai saja kalau sampai daddy kamu memaksa untukmu cepat selesai ada uncle yang akan ngelindungi kamu" ucap uncle akhtar


"iya uncle, Terima kasih" balas qiran


"kamu masih pakai baju tidur, tidak kuliah" tanya nenek alaya


"aku kuliah nanti sore nek" balas qiran


"mau aku jemput nanti, katanya tadi lagi malas bawa mobil" tanya jay


"boleh, shift mu sampai jam 5 kan" tanya qiran memastikan


"iya" balas jay


"ya sudah, aku selesai kuliah sekitar jam 7 " balas qiran

__ADS_1


"ya sudah nanti aku jemput kamu" balas jay


__ADS_2