You Are My Regret

You Are My Regret
baik-baik saja


__ADS_3

Qia menangis sepanjang perjalanan pulang, hatinya begitu terluka saat mendengar laki-laki yang kini menjadi suaminya, meminta maaf pada wanita lain karena menikahi dirinya "apa aku sebuah kesalahan mas" batin Qia menjerit merasa sakit akan hal yang baru beberapa waktu lalu ia dengar


"sudah sampai nona" ucap sopir taksi saat sudah sampai di tempat tujuan yang Qia minta


"ah" Qia baru tersadar kalau sudah sampai depan rumah mertuanya 


 "terima kasih pak" Qia menyerahkan 5 lembar uang ratusan ribu pada sopir taksi


"kebanyak ni non" sahut sopir taksi saat menerima uang lima ratus ribu padahal pembayaran hanya 100 ribu saja


"ambil saja pak, anggap rezeki buat keluarga di rumah" balas Qia


"iya non, terima kasih banyak, semoga rezeki anda lancar terus" ucap pak sopir


"amiiin" balas Qia segera keluar dari mobil taksi


Qia tidak langsung masuk ke dalam rumah tapi ia menghapus air matanya dan merias sedikit wajahnya saat di taman agar tidak terlalu terlihat kalau ia habis menangis


"anak ibu" Qia menghampiri kedua anaknya yang sedang bermain bersama kakek dan nenek buyutnya


"baru pulang Qia" tanya nenek Tasmirah


"iya nek" balas Qia


"ya sudah gih mandi dulu, terus kita makan malam bareng" titah nenek Tasmirah


"iya nek" Qia berjalan masuk ke kamarnya dan kembali menangis di sana, untung kamarnya kedap suara jadi suara jeritannya tidak terdengar sampai luar jika sampai terdengar mungkin mereka yang mendengar akan ikut menangis mendengar raungan Qia yang begitu memilukan hati


"saat seperti ini terasa sekali kalau aku anak yatim piatu" jerit Qia meluapkan sesak di dadanya karena tidak memiliki teman untuk berbagi


***

__ADS_1


Qia duduk termenung di taman seorang diri , matanya menatap lurus bunga camelia yang ia tanam di pekarangan rumah mertuanya tapi pikirannya entah berkelana kemana


"Qia kenapa mom" tanya Daddy Jay menyikut lengan Mommy Qiran saat bersama-sama melihat Qia dari pintu utama


"apa mungkin gara-gara ketemu Nidya tadi ya dad" pikir Mommy Qiran


"Nidya" beo Daddy Jay


Mommy Qiran menoleh ke arah Daddy Jay "iya dad katanya dia pulang untuk acara ulang tahun perusahaan tara, tadi mommy sempat ke butik sama Qia dan berbarengan dengan Nidya sama Lensi yang sedang ambil gaun. Nidya kelihatan marah banget saat tahu Lucas sudah menikah, dia kaya gak terima gitu dan dia langsung mengutarakan ya di depan Qia, kita kan tahu kalau Qia juga tahu kalau Lucas masih ada hati untuk Nidya" jelas Mommy Qiran


kakek attaf menautkan kedua alisnya "lah kenapa dia gak terima kan Nidya yang dulu minta cerai dan memilih langsung menikahi Aiden padahal Lucas berniat memperbaiki pernikahan mereka "tanya kakek Attaf


Mommy Qiran mengedikkan bahunya "entahlah dad" balas Mommy Qiran memang tak tahu apa alasan nidya marah


"semoga hanya karena Nidya tidak terima orang yang menyebabkan kematian anaknya bahagia bukan karena masih mencintai lucas" harap Daddy Jay


"Lucas gak ada niat bunuh anak mereka loh dad, emang dasarnya kandungan Nidya yang lemah saja dad" protes Mommy Qiran tak ingin anaknya terus di salahkan akan kematian anak Lucas dan Nidya dulu


"semoga saja gak seperti yang kita pikirkan ya, mommy gak sanggup melihat Qia bersedih, mommy sudah terlanjur sayang sama Qia dan juga lala, mommy gak mau mereka pergi dad apalagi bawa Danish, dan mommy juga gak mau kalau Aiden ikut sakit hati, dia cinta banget sama Nidya loh" harap Mommy Qiran


"semoga saja ya mom" balas Daddy Jay


tak lama terdengar suara klakson berbunyi dan terlihat lucas yang baru saja pulang, saat ia turun Lucas jadi kebingungan sendiri karena keluarganya ada di depan pintu tapi hanya berdiri saja "kalian kenapa di sini semua" tanya Lucas begitu heran


"ah itu" Daddy Jay melirik ke arah Qia dengan dagunya yang masih betah duduk dalam diam di bangku taman


Lucas menoleh ke arah yang di tunjuk Daddy Jay dan dapat melihat Qia yang duduk seorang diri "Qia kenapa " tanya Lucas


"gak tahu, coba tanyain geh, bilangnya gak papa tapi mommy tahu pasti kejadian tadi saat ketemu Nidya membekas banget di hati Qia " jelas Mommy Qiran


"nidya" beo Lucas

__ADS_1


"iya tadi kita ketemu di butik, dan Nidya marah-marah saat tahu kalau kamu sudah menikah" jelas Mommy Qiran


"ya sudah Lucas ke sana dulu ya" pami Lucas untuk menghampiri istrinya


Lucas menghela nafas panjang dan menghampiri Qia yang masih menatap lurus bunga kamelia di hadapannya "apa cantik sekali bunganya" tanya Lucas membuyarkan lamunan Qia


Qia tersenyum manis ke arah Lucas "mas sudah pulang, sudah makan belum, yuk Qia siapin makan" ucap Qia meraih tangan Lucas untuk menyiapkan makan Lucas


Lucas menggelengkan kepalanya "mas sudah makan malam tadi jadi gak usah khawatir " balas Lucas


saat ia menatap lekat wajah suaminya, Qia menyurutkan senyumnya seketika tapi ia tetap berusaha tenang "ah mas sudah makan, makan sama siapa" tanya Qia


"sama teman" balas Lucas datar


"boleh tahu dengan siapa" tanya Qia lagi


Lucas mengerutkan keningnya "kok tumben kamu tanya makan malam dengan siapa" tidak mungkin kan Lucas akan bicara kalau ia makan malam bersama Nidya karena tadi Nidya kembali lagu dan mengajak Lucas untuk makan malam saat ia masih di kantor, tapi Lucas juga tak mungkin jika berbohong pada Qia


Qia hanya tersenyum tipis "oh maaf mas, kalau Qia bertanya" Qia beranjak dari duduknya dan berniat masuk ke dalam rumah


Lucas menahan tangan Qia " kamu ada masalah" tanya lucas


Qia kembali tersenyum tipis ke arah Lucas tidak ada papa mas, Qia baik-baik saja" bohong Qia, Qia melepas tangan Lucas dan berjalan masuk ke dalam rumah mendahului Lucas


sekuat tenaga Qia menahan tangisnya agar tidak terjatuh, ingin rasanya ia bilang baik-baik saja tapi nyatanya ia tak baik-baik saja, apalagi saat melihat ada bekas noda lipstik di kemeja suaminya


Qia menghampiri keluarganya yang masih betah mengobrol bersama lala "Danish mana mom" tanya Qia


"ada di kamarnya, baru saja tidur" balas Mommy Qiran


"Qia tidur di kamar Danish ya mom" pamit Qia sekuat tenaga menahan sesak di dadanya saat akan pamit

__ADS_1


"iya Qia" semua orang menjawab dengan ragu akan ucapan Qia yang tumben sekali tidur bersama Danish padahal biasanya Lucas uring-uringan menitipkan Danish pada anggota keluarga yang lain agar tidak ada yang mengganggu waktu Lucas dan Qia


__ADS_2